Tak Tahu

Tak Tahu
17


__ADS_3

kursi di bus nampak penuh,masing-masing sudah duduk dengan pasangannya,macam-macam juga kegiatan yang mereka lakukan dari yang mengoles sunscreen,menyisir rambut hingga menkonsumsi snack, sementara Rivka dan Tasya sibuk memilih tempat duduk siapa yang duduk di pojok dekat kaca dan pinggir ahhh biasalah perempuan meributkan hal-hal kecil dan yah akhirnya Tasya duduk di dekat jendela dan Rivka duduk di samping sahabatnya,mau duduk di mana lagi dia hahahhaha


 


"Donat?!" tanya Rivka yang tengah melihat Tasya ingin melahap makanannya


"iyaa donat.kenapa mauu?"


ujarnya sambil menyodorkan donat miliknya kepada Rivka


"aku mau....tapi rada sedikit cerewet kalau soal donat heheheh.aku hanya makan donat yang lembut seperti donat Jco atau mokko"


ujarnya sambil menatap Tasya


"ahhhhh aku paham kok apa yang kamu maksud tapi coba deh rasain dulu donat nya gak kalah enak sama donat jco!"


ujar Tasya menyakinkan Rivka



bungkus donat tersebut perlahan di buka,tapi memang jujur tampilan donat tersebut terlihat menarik untuk di coba.gigitan pertama mendarat dengan aman hingga gigitan yang kedua


"bagaimana enak to....?"


ledek Tasya padanya sambil tertawa


"iyaa enak tak kira gak enakkk hehehhe"


ungkapnya sambil tertawa bersama

__ADS_1


...kringgggg!!!!!!...


bunyi ponsel tasya yang cukup keras dari dalam tasnya


"hallo pahh?"


"hahh!?,ndak ko pahh"


"amann kok amann jesika sama aku,gak ada apa apa kok ndek kene pah,iyaa nanti aku kabarin kalau sampai di penginapan nya!"


"okee byee pahhh love you"


selesai menerima telpon dari ayahnya Tasya yang awalnya terlihat baik baik saja kini menjadi berbeda, keringat dingin bermunculan di sekujur tubuhnya dengan tangan yang nampak gemetaran tapi ia tetap memberanikan diri untuk mencoba bercerita pada kawanya,perlahan lahan ia menarik nafas dan menghembuskan nafasnya.


"Rivka...."


panggil Tasya dengan lirih dan tangan yang masih gemetaran mencoba meraih tangan sahabatnya itu


tanya Rivka sambil menyambut salah satu tangan Tasya yang sedang ingin meraih tangannya


"kamu enggak apa apa kan?"


tanyanya kembali dengan suara pelan supaya tidak menjadi pusat perhatian di bus tersebut sambil menatap kedua buah matanya yang terlihat berkaca kaca


Tasya kembali menarik dalam nafasnya


"jadi gini.... kejadian kita yang semalam di mall papah aku sudah tau,makanya papah aku telpon tadi,tapi aku gak ada kasih tau siapapun entah dari mana papah aku tahu!" ungkapnya dengan sedikit panik dari raut wajahnya


"bentar-bentar kalaupun ayah kamu tahu,itu bukanlah masalah besar buat kita Tasya lagian kita korban saat itu,apa yang kamu khawatir kan?"

__ADS_1


"aku khawatir prihal kita di hall aja Riv, bagaimana nanti jika mereka mendengar berita ini mereka akan susah ijin ke luar karena ulah kita berdua! kita pasti akan di salahkan itu yang aku takutkan Rivka...."


ungkapnya dengan lirih sebari menyeka air mata yang tak terbendung itu


"nahh tissue lap dulu air matanya!"


ujar Rivka siap siaga memberikan tissue pada sahabat nya


"nangisnya jangan sampai bersuara yahh nanti di kira orang aku yang pukul kamu lagi di sini, pelan-pelan ajaa oke"


gurau Rivka padanya dengan berbisik-bisik padanya sambil menunjukan jari oke nya


"ahhh kamu mahhh!"


pak!! ayunan tangan Tasya menghampiri paha kanannya yang membuat Rivka meringis kesakitan karena pukulan maut Tasya,tapi yahh begitulah perempuan bercanda dikit pasti tangannya gerak entah memukul atau mencubit


"tapi aku serius Rivka!"


ungkapnya kembali dengan serius


"iyaa Tasya aku mencoba memahami rasa kekhawatiran kamu nanti kita coba bicarakan ke papah kamu kalau bertemu supaya masalah ini tidak di sebar luaskan, sekarang kita istirahat dulu yahh!" ujarnya menenangkan sahabatnya itu


"iyaa Rivka..."


kini Tasya merasa jauh lebih tenang dan berusaha berpikir positif atas kejadian yang menimpa mereka waktu itu tapi jika di pikir-pikir apakah ada yang salah? bagaimana ini semuanya bisa terjadi kenapa harus menyerang Rivka dan Tasya? bukankah sebelumnya semuanya baik-baik saja?


sementara Rivka hanya diam mengamati sekeliling sambil sesekali menghidupkan dan mematikan ponselnya terlihat seperti seorang yang cemas,tatapan mata kosong membuat mata tak berkedip sedikitpun hingga mata pedih baru ingat untuk berkedip


"bukankah Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Tuhan memberikan kekekalan dalam hati manusia Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Tuhan dari awal sampai akhir.tapi apa yang aku alami sekarang? aku harus bagaimana Tuhan aku sudah terlalu lelah,apa yang engkau janjikan pada saat aku hidup di dunia ini hingga aku tergiur untuk berada di sini!" jerit Rivka dalam hati berdoa pada Tuhannya meminta keadilan untuk keadaan nya

__ADS_1


......................


__ADS_2