Tak Tahu

Tak Tahu
5


__ADS_3

"hemm boleh deh kalau begitu," jawab Rivka yang membuat Beni sangat bahagia


"asikkk!" ucap beni dengan sangat antusias


"yok lah gas!" ucapnya yang langsung mengenakan helm dan bergegas pergi ke kedai bakso


...----------------...


Akhirnya mereka pun sampai di kedai yang tampilannya nampak sederhana terlihat cukup bersih, orang-orang ramai makan di situ


"riv kalau makan baksonya tempatnya kayak gini kamu mau?" tanya Beni meragu takutnya Rivka tak menyukai tempat nya


"iyaa gak jadi masalah Ben! aku mah makan di mana aja juga mau kok," timpal Rivka sambil tertawa ringan menandakan dia tak keberatan sama sekali


"ku kira kamu gak mau maunya di restoran berbintang seperti perempuan kebanyakan di ajak makan di pinggir jalan bilangnya jorok gak higienis lah!" cetus Beni tanpa sadar


"ckckckc perempuan mana sih yang udah nyakitin kamu Ben?!" gurau Rivka tertawa sambil menyenggol tangan nya


"gak ada!," timpal Beni dengan spontan membantah pertanyaan Rivka,sebari mencari meja kosong untuk merek tempati


"Riv minumnya mau apa?" tanya Beni kepada Rivka yang tengah duduk di kursi depan


"air putih saja kalau boleh dia kasih es!" jawabnya

__ADS_1


"es jeruk ya satu sama air putih dingin nya juga satu," ujar Beni kepada penjualnya


"pak bakso temanya saya yang satunya kosongan saja jangan di kasih mie kalau sayur bolehlah," ucapnya sambil tersenyum


"pentolnya gak usah yah?," tanya penjual tersebut sedikit kebingungan


"heh..tetap di kasih pak haha maksud saya mie nya saja yang jangan di kasih terimakasih" timpal Beni sambil tertawa


"oh injih!" jawab penjualnya


...----------------...


"Riv kamu pulang dari Surabaya nya kapan?" tanya Beni sambil menatap wajah Rivka dengan serius sebari menunggu baksonya tiba


"aku mau ngajak kamu tahun baruan gitu bakar-bakar,yah kalau kamu gak keberatan sih riv," ujar Beni seakan berserah akan setiap jawaban yang rivka berikan


"aku sih mau Ben hanya saja aku gak bisa berjanji tapi kalau jadi entar di kabari ok," bujuk Rivka supaya Beni jangan berkecil hati


"ini baksonya,dan minumnya selamat menikmati!" ujar penjual tersebut menghampiri meja Beni dan Rivka



"terimakasih pak," ucap rivka dengan merasakan kejanggalan

__ADS_1


"Ben.. ini bakso satunya...."


"iya emang sengaja buat kamu!,kan kamu gak boleh dulu untuk mengkonsumsi mie dan makanan pedas lainya entar kambuh lagi sakit mu!"


belum selesai rivka berbicara sudah di timpal Beni sehingga membuat rivka terharu,karena ada yang memperhatikan nya sedetail itu


"tau dari mana Ben?" tanya rivka yang penasaran kepada Beni


"kamu itu pernah cerita ke aku Riv,pas kita ada jam kosong untuk istirahat! kamu cerita sendiri gak ada yang tau sakit mu selain aku dan vera lupa yah?" jelas Beni berterus terang


"ohh aku lupa Ben kalau aku pernah cerita ke kamu hehe" ujar Rivka sambil mengingat perkataanya yang lalu


" vera juga cerita kalau radang usus buntu mu kadang suka kambuh!" cerita Beni prihatin akan keadaan Rivka


"ohh terimakasih banyak yah Ben atas perhatianmu aku turut senang ada yang mengingatkan di kala aku lupa begini" ucap Rivka dengan sangat amat berterimakasih atas perhatiannya di tambah lagi jarang ada yang meningkat detail tentang dirinya mengingatkan ini itu


"sama-sama rivka!" balas Beni dengan senyum di pipinya


"emmm berarti kamu dekat juga sama Vera? kok aku gak tau?!"


tanyanya dengan penasaran karena sepengatahuan dirinya Beni jarang dan tak pernah ia temui bertemu dengan Vera sambil menyeruput kuah baksonya


"gak terlalu dekat Riv aku lebih dekat sama kamu,tapi ada sesekali kok aku ngobrol sama Vera pas mau jemput kamu ahh pokoknya cuman sekilas-sekilas gitu itu pun ceritain kamu heheheh" ungkap Beni sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2