Tak Tahu

Tak Tahu
20


__ADS_3

Sebuah meja yang terdapat banyak botol minumannya


"Permisi ci,ini boleh di ambil kan botol nya?"


Tanya Rivka sungkan untuk mengambil botol minumnya


"Bolehhh ambil saja!"


Ujar wanita tersebut mengijinkan dirinya dengan ramah


"Nanti di tulis yah namanya di sini,habis minum jangan langsung buang,ini bisa di isi ulang,besok lagi ambil yang baru sehari baru ganti sampai acara selesai"


Ujar wanita tersebut memberikan arahan pada Rivka


"Baik Ci terima kasih"


Ucap Rivka dengan mengambil 2 botol minuman,dan bergegas kembali ke meja nya terdapat Tasya yang juga sedang menunggu dirinya.


"Ayo berdoa dulu sebelum makan!"


Ajak Rivka melipatkan tangannya untuk berdoa sejenak, kepada sang pencipta untuk setiap berkat yang di berikan.


"Kacau ini mereka Vera!"


Ucap Rivka lirih,supaya tak di dengar orang yang berada di sekitar mereka


"Kalau sampai ketahuan sama gembala sidangnya mampus lahh"


Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya


"Sambil berdoa aja,moga mereka cepat pulang jadi gak bikin masalah buat kita semua"


Ujar Tasya berbisik-bisik


"Aminnn deh kalau gitu,yokk cepat abisin makanannya!"


Ucap Rivka pada Tasya


"Ohhh iyaaa toh,ko Kevin kan memang waktu itu bilangnya gak mau ikut perbauran ke puncak!"


Ucap wanita di belakang Rivka yang membuatnya turut menyimak percakapan mereka secara diam-diam


"Lahh trus kenapa sekarang tiba-tiba mau ikut?"


Tanya kawan wanita tersebut


"Mbohhh yahh gak paham juga,itu juga ada datang tamu tadi,makanya ko Kevin nyuruh minta di siapkan satu ruangan!"


Ujar wanita tersebut bercerita dengan pelan,tapi Rivka masih bisa mendengar percakapan mereka.


"Bikin orang keteteran sumpah! Ini orang-orang sibuk masukin jadwal ulang buat ko Kevin,belum pesan kamar juga,pas kebetulan penuh lagi penginapannya!"


Keluh wanita tersebut dengan sedikit kesal,Rivka yang mendengarnya berusaha cuek dan acuh dan kembali menyantap makanannya sampai habis.


...----------------...


Makan telah usai,perut telah terisi penuh orang-orang banyak berhamburan keluar untuk melakukan aktivitasnya di malam yang indah ini di tambah bintang-bintang banyak bersinar mempercantik tampilan langit


"Tasya!!"


Panggil seorang lelaki dari belakangnya yang membuat Tasya menolehkan kepalanya


"Daniel!!"


Sambut Tasya dengan memeluk Daniel


"Aku mau main Voly di belakang.kamu mau ikut liat? Kamu ajak teman mu"


Ujar Daniel memandangi wajah Tasya dan mengelus rambut nya


"Emmm nanti aku nonton yahh! Aku mau balik ke kamar sebentar ada yang mau di ambil!"


Ujar Tasya melepaskan pelukannya perlahan


"Okee,aku tunggu"


Ujar Daniel mengecup kening Tasya dan langsung meninggalkan nya sambil melambai-lambaikan tangannya.


Sementara itu Tasya masih belum cukup tenang,ia masih memikirkan apakah betul itu ayahnya atau bukan,dan kebutuhan sekali orang yang ia sangka ayahnya keluar dari ruangan tersebut sambil bersalaman


"Papah!!"


Teriak Tasya langsung menghampiri pria yang ia duga ayahnya ternyata memang betul ayahnya, Rivka yang tak tahu menahu hanya membuntuti nya dari belakang dan menjaga jarak antara dirinya dan Tasya sambil tetap memperhatikannya


"Papah kok ndek kene gak ngomong ke aku!"


Ucap Tasya manja pada ayahnya sambil memeluknya


"Papah kan ada kerjaan di sini Tasya!"


Ucap ayahnya menenangkan anak gadisnya dengan mengelus lembut rambutnya


"Ohhh gitu,pahh aku mau kenalin seseorang!"


Ucap tasya antusias sambil melambaikan tangannya memanggil Rivka untuk mendekat


"Ini sahabat baru Tasya pah!"


Ungkap Tasya dengan senangnya.


Rivka tersenyum tipis sambil mengulurkan tangannya berjabatan tangan pada Ayah Tasya yang berperawakan tinggi dengan badan yang tidak begitu gemuk, memakai kacamata terlihat masih sangat sehat.

__ADS_1


"Ohh iyaa iyaa"


Ujar ayah Tasya sambil menyentuh bahu kirinya Rivka sekejap dan sesekali melihat ke arah Kevin yang turut memperhatikan mereka di balkon dengan senyumnya yang membuat Rivka memunculkan ketidaknyamanan dan perasaan waspada.


"Tasya papah mau pamit pulang dulu yah,masih banyak kerjaan! Adik kamu di jaga juga yahh jangan aneh-aneh di sini!"


Pesan ayah Tasya padanya dengan mengacuhkan Rivka di samping Mereka


"Pak kevin mari!"


Ucap ayah Tasya sambil mengangkat tangannya yang juga di balas oleh Kevin yang masih berdiri memandangi mereka bertiga.


"Ayo balik!"


Ajak Rivka tak nyaman karena kevin yang dari tadi terus memandangi mereka,hingga mereka pergi kembali pun mata Kevin masih tetap mengekor entah apa yang ia pandangi sampai membuatnya tak melepaskan pandangannya


"Menarik!"


Ucap Kevin sambil tersenyum menyeringai dan meninggalkan balkon tersebut bersama dua pengawal pribadinya


...----------------...


Sementara itu mereka menuju kamar mereka telah mendapati Vera dan Oliv yang tengah duduk di kursi samping tangga untuk menunggu kedatangan Rivka.


"Kunci kamar!"


Pinta Vera ketus padanya


"Nahh!"


Ujar Rivka menghantarkan kuncinya kepada Vera


"Kalian dari mana?"


Tanya Rivka dengan lembut pada Vera dan Oliv


"Kami hanya jalan-jalan sekitar Mojokerto aja kok"


Ujar Oliv bercerita


"Ohhhh,nanti jam 20.00 WIB ada Snack di lobby utama,jangan lupa datang"


Ujar Rivka kepada mereka berdua


"Iyaa terimakasih "


Ujar Tasya yang langsung bergegas menuju kamar


"Itu teman sekamarnya kalian?"


Tanya Tasya berbisik-bisik


"Iyaa Oliv namanya"


Jawab Rivka.


"Katanya mau ambil sesuatu di kamar?cepatlah ambil,aku juga mau ke kamar sebentar ngecass HP"


Ujar Rivka


"Jadi nonton Voli kan?"


Tanya Tasya pada Rivka


"Jadilah!"


Jawab Rivka.


Di dalam kamar yang ia temui hanya Oliv yang terlihat tengah sibuk dengan koper nya sambil mempersiapkan segala perkakas mandi


"Aku titip HP sebentar yahh,kalau kalian mau keluar tolong kuncinya di taruh di pot bunga depan yah!"


Pinta Rivka pada oliv yang mendengarnya


"Iyaa!"


Jawab Oliv singkat


Toh juga ada cctv-nya di luar


Batin Rivka,keluar tanpa ponsel nya dengan tenang dan berharap tak terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan kedepannya.


Di belakang terdengar suara sangat riuh sekali,di tambah penonton wanita yang turut membanjiri lapangan bola voly untuk melihat para pemain yang benar-benar hot , satu persatu pemain masuk ke lapangan sorak Sorai menyambut kedatangan mereka.Daniel kekasih Tasya melambaikan tangannya ke arah Tasya yang berada tak auh dari pandangan nya bersama dengan Rivka,yah harus di akui Daniel memang tampan bertubuh tinggi kekar dengan otot tangannya yang tambah membuat dirinya semakin seksi.


"Aduhh gak kuat aku liat cowok aku main Voli!"


Jerit Tasya kegirangan melihat Daniel berada di lapangan,para perempuan yang menonton pun turut memandangi ke arah Tasya memperhatikan tiap detail dari diri Tasya dan mencari kekurangannya untuk di bicarakan.


"Ehhh ada ko Andre juga!"


Ujar Rivka yang salah fokus pada pemain dengan nomor punggung 19 yang di kenakan oleh Andre, tanpa di sadari Rivka tersenyum sumringah memandangi Andre


"Cieee"


Seru Tasya pada Rivka yang membuatnya nya mengulum bibirnya menahan senyumnya


"Ayo tebak siapa yang menang? Tim merah(Daniel) atau tim biru(Andre)?!"


Ucap Tasya menantang Rivka


"Aku pilih tim biru yang ada ko Andre,kita lihat!"

__ADS_1


Jawab Rivka meladeni Tasya dengan perasaan yakin Andre akan memenangkan permainan ini.


Aku gak mungkin suka kan yahh? Ini perasaan yang biasa aja kok


Ujar batin Rivka.


Tatap mata tak henti henti memandangi tiap gerak gerik pemainnya dengan jantung yang ikut berdegup kencang menantikan siapa yang akan mendapatkan poin pertama, Rivka sesekali berfokus pada Andre yang terlihat semakin tampan saat bermain Voli dengan keringat di wajahnya. Semangat! semangat! Huuuuuuuuu.......


Teriak gemuruh para pendukung yang ikut tegang menyaksikan permainan.


Pritttttt!!!!!


Sempritan peluit bola masuk pertama yang di menangkan oleh tim Andre


Horeeeee!!!! Huuuuuuuuu!!!!!!


Semarak penonton bahagia atas keberhasilan tim biru yang di tunggangi Andre.


Waktu terus berjalan permainan semakin sengit.


Prittttttttt!!!!!


Sempritan peluit panjang sebagai tanda pertandingan telah usia,tim biru memperoleh 25 poin dan tim merah 23 poin di belakang tim biru.pertandingan usai dengan penuh tawa para pemain yang saling bersalaman


"Yahhhh!"


Ucap Tasya kecewa dengan hasilnya


"Gak papa kan cuman untuk hiburan"


Hibur Rivka merangkul pundaknya sambil menanti Daniel.


"Rivka!"


Panggil seorang pria dari arah belakangnya yang membuat Rivka menolehkan kepalanya


"Ko Andre!"


Seru Rivka bahagia sambil memperhatikan sekitarnya canggung dengan situasi ini


"Haiii kamu apa kabar?"


Tanya Andre basa basi sambil menyeka keringatnya


"Saya baik-baik saja,koko kok tau saya di sini?"


Tanya Rivka penasaran


"Lah ya kan koko liat tadi pas main ada Rivka,makanya koko samperin!"


Ujar Andre sambil menyentuh hidung Rivka dengan jari telunjuk nya,yang membuat Rivka tersipu malu


"Tasya!"


Sapa Daniel menghampiri Tasya


"Ehhh ko Andre!(kembali berjabatan tangan) besok kita main lagi ko!"


Ujar Daniel bergurau dengan Andre


"Yoii koko siap selalu"


Ujar Andre


"Ko saya titip Rivka yah sebentar saya mau pergi dulu sama Daniel! Rivv aku tinggal bentar yah!"


Ujar Tasya sambil mengedipkan matanya ke arah Rivka memberikan kesempatan antara dia dan Andre


"Ayooo!"


Ajak Tasya lirih mendorong Daniel menjauh supaya tidak menggangu sahabatnya dan Andre


"Okee"


Ujar Andre melambaikan tangannya, Rivka tak berkutik dengan situasi saat ini,yang dia lakukan hanya pasrah karena Andre juga terlihat tidak menolak keberadaan dirinya


"Duduk sini!"


Ajak Andre melambaikan tangannya meminta Rivka untuk duduk bersama dengannya di kursi tak jauh dari lapangan voli, sementara Rivka celingak-celinguk memperhatikan sekitar apakah akan ada orang yang melihat dirinya dan Andre yang bisa membuat dirinya dalam masalah nantinya


"Sutttt!! Sini(lambaian tangan)


"Iyaa!"


Jawab Rivka lirih dan mendekati Andre untuk duduk bersama


Nahh kan mulai gak bisa di ajak kerja sama memang ini jantung!


Batin Rivka dengan jantung yang berdegup kencang


"Koko tadi keren loh mainnya!"


Ungkap Rivka mengalihkan perhatian supaya tidak nampak grogi


"Ohh yaa?"


Tanya Andre menyakinkan dirinya dengan menatap mata Rivka


"Iyaa!"


Jawab Rivka dengan malu-malu tak kuat di tatap lama-lama sesekali ia mengalihkan pandanganya. tubuh Andre walaupun berkeringat tapi sungguh wangi membuat Rivka sesekali menarik nafasnya panjang-panjang untuk menghirup aroma parfumnya.

__ADS_1


"Kamu sama vera bagaimana?"


__ADS_2