Tak Tahu

Tak Tahu
13


__ADS_3

"untuk selanjutnya pemberitaan Injil akan di sampaikan oleh Kevin Chen!"


ujar pengisi acara tersebut,mempersilahkan Kevin untuk maju ke depan,semua mata tertuju kepada kevin


"terimakasih atas waktunya saudara saudari saya di ijinkan untuk memberitakan Injil!"


ucapnya berlagak sombong,yang menjadi pusat perhatian para wanita di ruangan itu karena ketampanannya,siapa yang tidak tertarik dengan dirinya,sudah mapan,memiliki tubuh atletis lagi pasti para wanita banyak berkhayal tentang dirinya


"ehhh emang dia bisa memberitakan firman Tuhan?"


bisik Rivka kepada Tasya


"bisa Riv ko Kevin itu seorang pelajar teologi! jadi jelas bisa!"


jelas Tasya berbisik-bisik


"hehe pencitraan!"


ujarnya tertawa sambil menutup mulutnya supaya tak jadi pusat perhatian banyak orang


"sekolah teologi,bisa ikut bisnis yah?"


tanyanya penasaran


"kurang tahu sih tapi, ko Kevin awalnya sekolah di luar negri gitu entah ambil jurusan apa trus pas pulang ke Indonesia dia sekolah teologi lagi dua tahun!"


di sepanjang Kevin memberitakan Injil mereka berdua hanya sibuk dengan cerita mereka dan mengacuhkan kevin yang berbicara di depan


"baik terimakasih atas kesediaannya saudara Kevin dalam pemberitaan Injil!"


di sambut dengan suara tepukan tangan yang meriah dari semua orang yang berada di ruangan itu kecuali Rivka dan Tasya


"ok ada beberapa pengumuman esok kita akan berangkat ke puncak dan di laksanakan ibadahnya di sana,jam tujuh pagi semuanya harus sudah siap,jangan lupa sarapan kita sudah sediakan dari jam enam,di puncak acara kita lakukan selama tiga hari! apa ada pertanyaan?"


"tidak!"


jawab seisi ruangan

__ADS_1


"baik pertemuan kita cukup sampai di sini selamat malam semuanya!"


ujarnya mengakhiri,terlihat jam sudah pukul tujuh lewat tiga puluh menit.


sementara semuanya Yang ada di ruangan membubarkan diri


"Riv hari ini kita dapat berkat firman apa yah?"


bertanya dengan bingung


"hehe entah aku pun tak tau!"


ucapnya menggaruk kepalanya karena memang,di saat pemberitaan Injil mereka mengobrol



(visualisasi vera)


"kenapa mereka terlihat malah semakin akrab?!"


tanya batin Vera sambil memandangi Rivka dengan penuh kebencian dari belakang


ujar vera berlari menghampiri mereka


"asik banget yah ngomongnya!"


ujarnya sambil tersenyum memandang wajah Rivka dan Tasya,yang membuat Tasya terdiam memandangi dirinya


"Tasya habis ini kita mau ke mana?"


tanya Rivka mengalihkan


"kita ganti baju saja sumuk soalnya!"


ujarnya dengan penuh penekanan


"ayo vera!"

__ADS_1


ajaknya dengan tetap tersenyum dengan Vera


"Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran."


ujar batin Rivka,mengingatkan dirinya


...----------------...


"Riv aku sakit perut mau BAB! kamu tungguin aku gak papa kan?"


ujar Tasya memegang perutnya


"ehh iya gak papa BAB aja aku tungguin!"


ujar Rivka sambil melipat baju bekas yang sudah ia pakai tadi


"ehh baru ketemu kok kalian berdua kelihatan akrab banget!"


tanya vera dengan suara pelan nya


"lahh emangnya gak boleh? namanya juga berteman!"


balas Rivka dengan sabar


"alah palingan juga temannya gak bakalan lama!"


ujarnya meremehkan Rivka


"kamu kenapa sih dari berangkat sampai sekarang menjelek-jelakan aku terus?!"


tanya Rivka dengan nada yang biasa tidak seperti orang yang sedang marah


"yah terserah aku aku Kan ada mulut!"


teriak Vera membalas pertanyaan rivka dan langsung pergi dari kamar mandi tersebut.


"ohh Tuhan ampuni dia yah Tuhan,berilah hamba kekuatan selalu terhadap setiap keluarga hamba! mengapa mereka yang ada hubungan keluarga seakan tidak seperti keluarga?"

__ADS_1


"Rivka....?"


panggil Tasya pelan kepada Rivka


__ADS_2