Tak Tahu

Tak Tahu
6


__ADS_3

...****************...


"Ben aku sudah selesai makanya! aku bayar dulu yah!" ucap rivka sebari mengelap bibirnya menggunakan tisu


"ehhh!!! jangan biar aku aja yang bayarin itu tugas laki-laki! kan tadi aku yang ngajak jadi aku yang bayarin! kamu tenang aja ok!"


ucap Beni dengan tegas yang juga sudah selesai makanya


"aku juga mau bayar! aku bayar minum aja gak papa kan?" tanya Rivka sambil melihat Beni dengan wajah yang memelas supaya Beni mengijinkannya


"emmm boleh sih tapi kamu ada uang gak atau mau pinjam uangku?" tanya Beni meragukan rivka memandanginya seperti anak kecil


"ada Ben,ya masa aku kerja gak punya uang haha!" ujar Rivka sambil tertawa.


"berapa pak baksonya?" tanya Beni kepada penjual,


"dua puluh ribu saja" ujar bapak penjual yang terlihat masih sibuk dan selalu sibuk membuatkan pesanan bakso yang lain,wajar aja ramai karena rasanya juga enak


"ini uangnya pak!" sambil memberikan uangnya


"kalau air putihnya dan es jeruknya tadi berapa pak?" tanya Beni sekalian sambil memandangi Rivka yang ikut berdiri ingin membayar minuman mereka berdua


"air putihnya gratis,es jeruknya tiga ribu!"


ucap bapak penjualnya


"ini pak uangnya!" Rivka menyerahkan uang lima ribu kepada bapak penjual

__ADS_1


"dua ribunya ambil saja pak!" sambung rivka kembali


"terimakasih banyak nduk!" ucap bapaknya tersenyum sambil menundukkan kepalnya berterimakasih


"sama-sama,terimakasih kembali!" ucap Rivka yang bergegas ke parkiran motor untuk pulang


"Riv.. besok udah berangkat yah?" tanya Beni kembali dengan wajah yang tak bersemangat


"iya Ben,kenapa kamu mau titip oleh-oleh?" tanya Rivka sebari memakai helmnya


"enggak!, yah aku jadi kerja sendiri deh!" keluh Beni sedih karena kawannya tak ada di sisinya yah walaupun hanya sebentar tapi tetap saja rasanya lama


"kan ada yang lain,aku kan cuman seminggu" ujar Rivka sambil menyentuh rambut Beni dengan lembut bermaksud untuk menghibur kawan yang ia tinggalkan


"entar kalau ada waktu kita makan bareng lagi deh giliran aku yang bayarin!" sambung rivka menghibur Beni


"ok di tunggu yah!" jawabnya antusias dengan mimik wajah yang sudah bisa kembali tersenyum manis seperti Beni yang sebelumnya penuh gairah dan semangat


kini jam sudah menunjukan pukul 21.22 WIB,saat mereka sampai di rumah yang Rivka tempati


"terimakasih banyak yah Ben! ini uang bensinya!" sambil menyerahkan uang sepuluh ribu ke arah Beni


"uang bensin? gak usahlah Riv ambil aja!" tolak Beni yang terlihat seperti memang tidak menginginkan uangnya.


"ohh kalau gitu ini uang ojeknya!" ujar Rivka bersikeras ingin memberikan uangnya


"aku bukan kang ojek yah! dah Riv aku ikhlas antar jemput kamu!" ucap Beni tegas

__ADS_1


"yah sayang,tapi aku yang gak enak nie gimana kalau aku kasih uang lima ribu tapi harus di terima yah anggap aja ini hadiah jadi di simpan aja,lumayan kan batu dompet" ujar Rivka


"menarik juga tuh aku ambil yah terimakasih,kalau gitu aku pulang dulu yah bye.." sambil melambaikan tangannya sebelum beranjak


"bye hati-hati!" teriak Rivka sambil melambaikan tangannya


"tadi rivka bayar minum dah habis lima ribu sekarang aku di kasih lagi lima ribu jadi sepuluh trus aku bayar bakso dua puluh ribu hehe masih aman banyakan aku trus aku harus kembalikan uangnya sepuluh ribu ini gimana yah caranya" ujar batin Beni sebari mengendarai motor.


sementara rivka masih menunggu sampai Beni tak terlihat lagi baru ia akan masuk ke rumah.


"tok tok"


suara ketukan pintu


"Tante......!"panggil Rivka dari luar sambil menunggu pintu untuk di buka


"tok-tok" kini sudah ketukan yang kedua,tapi masih belum di bukakan pintu rumahnya desiran angin malam kian menusuk tulang


"ketuk sekali lagi! dalam nama Tuhan Yesus!" ujar batin Rivka yakin


"tok-tok"


"tante......!" teriak Rivka


" sabar!" teriak seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah Tante Meilani atau "Mei" adiknya Tante Gita


"dari mana tadi?!" tanyanya dengan sinis memandangi Rivka dari atas sampai bawah

__ADS_1


"dari tempat kerja ijin mengambil cuti" jelas nya kepada tantenya


"siapa itu?" tanya Tante Gita yang kebetulan melintasi ruang tamu tanpa sengaja mendengar ribut-ribut di depan


__ADS_2