
Satu persatu benda yang ia bawa ia keluarkan dari dalam kopernya, bersamaan dengan sepasang baju pakaian yang akan ia kenakan nanti dan sebuah kain penyeka badan yang akan ia gunakan saat mandi.
Langkah pertama menuju kamar mandi rasanya seperti ada yang menggelitik di bawah kaki sana, membayangkan bagaimana kondisi kamar mandi penginapan ini, walaupun terlihat bersih tapi masih terselip kan rasa ketidakpercayaan nya.
Apakah ada kamera tersembunyi di kamar mandi ini? Batin Rivka, matanya mengamati setiap lobang yang ada di sekeliling kamar mandinya,sambil membayangkan konten-konten yang ia tonton mengenai berita penginapan yang di pasang kamera tersembunyi hingga membeberkan privasi orang tersebut.
...----------------...
"Kak buku panduan punya mu ada di meja situ! Kami mau keluar dulu!"
Usai dari kamar mandi Rivka langsung di sambut vera sambil menunjuk buku yang ada di meja kamar tersebut
"Ohh iyaa terima kasih"
Jawab Rivka sedikit terkejut dengan handuknya yang masih membalut rambutnya yang basah
"Kalau keluar kunci kamarnya!"
Ujar Vera menghardiknya dan langsung bergegas pergi bersama temannya
"Biasa aja kali!"
Gerutu Rivka berdecak kesal,atas perlakuan Vera terhadap nya seperti bukan Vera yang ia kenal dahulu.
"Apa iyaa orang bisa berubah secepat itu? Apa hanya aku saja yang kurang mengenal?,atau memang ini lah aslinya?!"
Karena kesal Rivka merebahkan dirinya ke kasur untuk sementara.tapi rasanya pelupuk matanya terlalu berat untuk terjaga jadi ia memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 15.33 WIB kurang 27 menit menuju jam empat,ponsel Rivka tak kunjung berhenti berdering terus menerus panggil demi panggilan masuk tapi tak ia hiraukan sama sekali seperti seorang yang sedang tidur mati.
"Rivkaa!!!!!"
Teriak keras Tasya yang membangunnya
"Aduhhhh!" Ujar Rivka sambil memegang keningnya efek bangun di kejutkan
"Ehhh....maaf maaf Riv"
Ujarnya menyentuh tangan Rivka panik,karena telah mengejutkan dirinya yang tengah asik tidurr
"Kenapa Tasya?" Tanya Rivka bangun dari tidurnya dengan handuk yang masih membalut rambutnya yang sudah mulai kering.
"Ayo jalan-jalan sore!"
Ajak Tasya merayu Rivka yang melamun karena nyawanya belum terkumpul dengan sempurna
"Bentar aku kumpulin nyawa ku dulu!"
Ucapnya sambil kembali merebahkan dirinya ke kasur. Tasya yang melihat Rivka ingin kembali tidur sontak saja langsung menarik tangannya untuk bangun beranjak dari tempat tidur.
"Ayo....ayoo!"
Paksa Tasya pada Rivka
"Iyaa iyaa aku cuci muka dulu!"
Ujarnya serius menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya,sambil merapikan rambutnya yang terlihat berantakan tak karuan.
"Emmm itu berarti Vera sama kawannya gak ada balik ke kamar yah?"
Tanya Rivka yang telah keluar dari kamar mandi memandang Tasya yang tengah menunggu dirinya
"Gak tau aku Riv,pokoknya pas aku ke sini gak ada siapa-siapa kecuali kamu!"
Ujar Tasya.
"Ohhh gitu Oke, Oke!"
Ujar Rivka sambil mengangguk-anggukkan kepalanya,dan menyemprotkan parfum ke badannya
"Kamu sama vera apa sering begini ?"
Tanya Tasya padanya sambil mengerutkan keningnya
"Enggak!"
"Dia enggak gini sebelum nya,tapi dia mulai beda pas kami naik mobil ko Andre! Yahh aku akui pas malamnya aku sedikit bentak dia,untuk suruh tidur,tapi masa iyaa karena itu dia langsung berubah 180 derajat"
Jelas Rivka pada Tasya
"Aku paham apa yang kamu rasakan Rivka,biar waktu saja yang menjawab semuanya yahh,tapi kalian saudara seharusnya tau watak masing masing-masing kan"
"Aku enggak begitu dekat sama dia Tasya,kami dekat pas di Semarang saja, selebihnya enggak yah aku juga banyak menghabiskan waktuku untuk kerja kalau ketemu pas pulang itu pun menjelang tidur."
"Vera itu berapa bersaudara kalau boleh tau?"
Tanya Tasya lebih mendalam
"tiga bersaudara,dia punya kakak perempuan yang sudah menikah dan kakak kedua lelaki, Vera anak bungsu"
Jawab Rivka
"Jadi papahnya vera itu..."
"Om aku"
Jawab Rivka memotong pertanyaa Tasya
"Mau aku ceritain keluarga aku?"
Tanya Rivka bersedia menceritakan keluarga nya
"Bolehhh kalau kamu mau"
Ujar Tasya antusias
"Okee langsung aja yah,aku punya om yang paling tua,om lie namanya,trus anak kedua papahnya Vera,dan ketiga papah aku,papah aku punya 2 adik perempuan di mana aku tinggal sama mereka di Semarang."
Ujar Rivka menjelaskan pada Tasya
"Okee aku paham sekarang!"
Ujarnya tersenyum dengan apa yang di sampaikan Rivka
"Jadi gimana?"
Tanya Rivka padanya
"Gimana apa nya?"
Tanya Tasya kebingungan
__ADS_1
"Jadi jalan-jalan sore gak?!"
Ujar Rivka langsung menarik tangan Tasya keluar kamar
"Kunci kamar di bawa atau giman yah ini?"
Sambil memegang kunci kamarnya
"Bawa aja nanti kalau mereka butuh kan sisa WhatsApp kau aja!"
Terang Tasya padanya.
Angin sore berhembus lembut, kicauan burung pipit berpadu dengan alam,warna langit sore hari ini sangat indah sekali dengan warna penuh corak orange keemasan yang memanjakan mata.
"Kamu gak bawa pacarmu?"
Tanya Rivka pada Tasya
"Gak dulu ini khusus waktunya kita berdua!"ujar Tasya sambil menggandeng tangan Rivka
"Kamu gak punya pacar Riv?"
Tanya Tasya kembali membuat Rivka sedikit terkejut
"Ehehehe gak punya "
Ungkapnya dengan tersenyum
"Alasannya?"
Tanya Tasya kembali sambil melihat Rivka
"Yang pertama karena aku masih belum mau aja, kedua belum ketemu sama yang cocok aja dan aku takutnya kalau punya cowok nanti jadi gak fokus belajar mana aku ada kerja part time jugaa"
Ujar Rivka
"Pasti capek yah kerja part Time?"
Tanya Tasya padanya lagi
"Capek itu pasti,tapi aku senang, apalagi dapat duit hasil kerja keras kita sendiri"
Ujar Rivka yang berhenti untuk duduk di bawah pohon yang cukup rindang
"Kamu sama Daniel sudah pacaran berapa lama?"
"Aku sama Daniel sudah 2 tahun ini,tapi aku sudah kenal sama dia pas di bangku SD jadi kami sekolah nya bareng terus gak barengnya pas SMA ini aja sih!"
Jelas Tasya
"Lumayan lama bisa lah itu sambil kredit rumah"
Gurau Rivka padanya
"Mamah papah kamu tahu?"
Sambung Rivka kembali.
"Tau mereka sudah tau, mereka senang juga kok itu kayaknya"
Jelasnya sambil tertawa
"Baguslah Tasya,aku juga senang liat kalian berdua serasi gitu"
"Iyaa terimakasih Rivka,aku senang bisa bertemu dan berteman sama kamu,semoga kita selalu bersama aminn"
Ungkap Tasya tersenyum, Rivka yang mendengar kalimat tersebut tentu saja senang dan membalasnya dengan senyuman dan tatapan penuh haru, walaupun pertemuan mereka terbilang cukup singkat tapi mereka sudah bisa merasakan kecocokan satu dan lain.
Tak terasa mereka banyak menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang hingga Sunset telah muncul menandakan matahari akan tenggelam dengan menghasilkan perpaduan warna merah, kuning, dan jingga. Ini adalah momen indah di mana pergantian sore ke malam dan ini adalah bukti bahwa apa pun yang terjadi, setiap hari dapat berakhir dengan indah. Tidak pernah ada satu matahari terbit yang sama atau satu matahari terbenam yang sama. Matahari terbenam adalah satu hal dalam hidup yang tidak akan menunggu.
"Sudah ambil gambarnya?"
Tanya Rivka pada Tasya yang tengah memegang ponsel nya
"Sudahhh,baguss banget hasilnyaa,ayo kita balik ke kamar!"
Ungkapnya beranjak dari tempat duduk mereka, lampu mini banyak yang bersinar menghiasi taman yang mereka lalui, terlihat banyak juga orang yang berlalu lalang menikmati masa petang di taman tersebut.
"Mau mampir ke kamar aku?"
Tanya Tasya pada Rivka yang sambil melihat pintu kamarnya memperhatikan apakah Vera dan kawannya sudah kembali tapi tak di lihatnya keberadaan mereka,entah di mana mereka bermain sampai tidak kembali.
"Emmm aku mau tapi sebentar yah!"
Ujarnya sambil mengeluarkan ponselnya
Tutt....tuttt......tuttt....
Panggilan demi panggilan berdering masuk tapi tak di hiraukan, Rivka hanya ingin ponselnya menerima jawaban agar ada kelegaan di hati,tangan tak henti-henti memencet tombol memanggil berulang kali dengan masih berharap ada yang mengangkatnya, kegelisahan datang menghampiri tangan yang terlihat mengepal frustasi,jantung berdegup kencang, khayalan demi khayalan datang menghantuinya
(Hallo...)
Telpon itu akhirnya menerima jawaban setelah sekian banyaknya panggilan Suara.
(Hallo kamu ada di mana?)
Tanya Rivka dengan terlihat kekuatiran di wajahnya
(Aku lagi keluar jalan-jalan,di ajak oliv!)
Ujar Vera, beriringan dengan suara bising yang cukup keras
(Di mana?)
Tanya Rivka kembali memastikan lokasi keberadaannya
(Gak tau!)
Ujar Vera yang langsung mematikan panggilannya
"Gila apa anak ini!"
Gerutu Rivka kesal
"Di mana dia Riv?"
Tanya Tasya yang masih menunggu Rivka dari tadi
"Kurang tau Tasya katanya!"
Ungkap Rivka yang masih berfokus pada ponselnya
__ADS_1
"Tapi syukur lah dia angkat juga telepon nya tadi Riv!"
Ujar Tasya menenangkan Rivka
"Iyaa Tasya seenggaknya aku gak terlalu khawatir sama dia lagi"
Ungkap Rivka lega
"Ayo Riv mampir ke kamar aku!"
Ajak Tasya
"Adek kamu di mana?"
Tanya Rivka yang melihat ruangan mereka tak ada orang satupun
"Dia main sama kawanya,ohh iyaa kamu sudah baca buku panduannya?"
Tanya Tasya
"Belum aku gak sempat tadi"
Ujarnya karena memang dia belum menyentuh buku tersebut sama sekali
"Ini liat jadwal kita(sambil menunjukan buku)
Besok kita mulai jam 07.00 WIB istirahat jam 12.00 WIB dan lanjut lagi jam 14.00 WIB, selesai jam 21.00 WIB betapa penatnya nanti!"
Keluh tasya sambil menghembuskan nafas panjangnya
Tok...tokkk
Suara ketukan pintu kamar Tasya
"Ehhh Cici"
Ujar Tasya menemui wanita yang mengetuk pintunya
"Ada apa ci?"
Tanya Tasya
"Ayoo ajak kawan yang lainnya untuk makan sore di lobby utama yah!"
Ujar wanita tersebut memberikan arahan
"Baik ci terima kasih!"
Ucap Tasya
"Iyaa sama-sama,ohh iyaa nanti jam 20.00 WIB ke lobby lagi untuk ambil Snack malam, Cici mau ke kamar yang lain dulu yah!"
Ujar wanita tersebut pamit
...----------------...
Di perjalanan menuju lobby utama, pandangan Tasya terfokuskan sesuatu yang tak asing baginya,suatu ruangan yang terdapat beberapa kumpulan orang yang tengah berbincang-bincang ia berusaha memperhatikan sedetail mungkin sampai menyipitkan matanya
"Liat apa sih?"
Tanya Rivka yang bertanya-tanya apa yang Tasya pandangi sampai membuatnya berhenti berjalan di depan sebuah ruangan
"Itu orang kayak gak asing,kayak papah aku!"
Ujar Tasya yang masih memandangi orang yang ia duga ayahnya
"Tapi ngapain coba papah aku ke sini! Gak ada telpon juga!"
Ucap Tasya kebingungan
"Ehhh itu juga ada..
"Kevinnn! Ko kevinn!"
Ucap Tasya sepontan memotong kalimat Rivka
Tasya yang berencana melangkahkan kakinya ke depan agar lebih dekat dengan ruangan tersebut,di tahan oleh Rivka
"Jangan!"
Larang Rivka memberikan isyarat padanya
"Siap tahu mereka sedang bahas soal kerjaan!"
Ujar Rivka menenangkan Tasya
"Kita mending makan aja aku dah lapar!"
Ujar Rivka kembali
"Ya udah ayok!"
Jawab Tasya menuruti Rivka dan mengurungkan niatnya untuk bertemu ayah nya
"Maaf kalau boleh tau papah mu kerja apa?"
Tanya Rivka di sela perjalanan mereka
"Papah aku seorang pembisnis kertas,ada beberapa toko bangunan juga"
Ujar Tasya bercerita tanpa tinggi hati
"Ohhh gitu, kalau tadi itu papah kamu mungkin papah kamu lagi berbisnis sama ko Kevin!"
Ujar Rivka
"Bisa jadi"
Ujar Tasya turut setuju akan Opin Rivka
Sesampai nya di lobby utama terlihat banyak sekali orang di situ mengantri makanan,begitu juga pembina perempuan banyak berkumpul di situ ada yang melayani pengambilan menu, ber-bagai makanan nikmat mereka hidangkan,cemilan buah-buahan,banyak beragam pilihan ambil sesuka hati.
Rivka hanya mengambil beberapa makanan yang sekiranya ia bisa menghabiskannya beberapa udang goreng,dan irisan ayam tak lupa sayur pokcoy juga.
"Duduk sini aja!"
Ujar Tasya menunjuk sebuah meja yang kosong tak jauh dari para pembina perempuan
"Okee!"
Jawab Rivka sambil menaruh piring di meja tersebut
__ADS_1
"Aku ambil air untuk kita berdua dulu yah!"
Ujar Rivka pergi menuju meja