
"apa kalian suka membersihkan lantainya?!!"
suara pria yang terdengar tidak asing,tapi tidak tau bertanya pada siapa,tentu saja membuat mereka berdua untuk menengok ke belakang memastikan suara siapa itu
"ko Kevin!!!!"
betapa kaget bukan kepalang Tasya mengetahui bahwa yang bertanya kepada mereka ada Kevin!
"saya sudah dengar semuanya Lo!"
ujarnya dengan tatapan menakutkannya,Rivka dan Tasya terlihat gugup tak berani menatap dirinya
"ohh mungkin Koko salah dengar kali!"
bantah Tasya dengan senyuman paksa
"wahh bisa jadi tuh saya salah dengar,bagaimana jika orang yang tadi saya pecat?!"
ujarnya mempermainkan
"pecat??!!"
teriak Mereka berdua bersamaan
"tidak mungkin kalian salah dengar kali!"
ledeknya sambil tersenyum
"ohhh kalau begitu kami pergi dulu!"
ujarnya dengan kesal sambil menarik tangan Rivka
"bagaimana dengan bapak tersebut tidak kah kalian kasihan!"
tanyanya kembali mempermainkan Rivka dan Tasya
"kami rasa itu bukan urusan kami!"
ujar Tasya yang langsung bergegas pergi menarik tangan Rivka sedangkan Rivka hanya diam membatu tak berani bersuara
"hemm mari kita bermain-main!"
ujar batin kevin,sambil tersenyum bahagia seakan menemukan mainan baru
__ADS_1
"pak esok acara pelatihan nya akan di mulai apa..."
"tidak! saya tidak mau ikut! sampaikan kepada panitianya!"
ujarnya memotong pembicaraan bodyguard nya
"baik pak!"
...----------------...
"wahh baju yang sangat cocok Rivka!"
ujarnya memberikan pujian
"ohh yahh terimakasih bajumu juga tidak kalah bagusnya cantik sama seperti orangnya!"
ujar Rivka kembali memujinya
"Cece!!!"
teriak adiknya Jessi
"opo sehh?"
tanya kakaknya dengan lembut
ujarnya dengan manja yang membuat Rivka tertawa
"ohalah Ki bocah! pakai punya Cece aja! nah!"
sambil melemparkan kemeja berwarna putih ke adiknya
"ohhh Cece gak sopan!"
ujarnya dengan cemberut
""ya maaf to!"
ujar Tasya sambil tertawa
"adek nya kelas berapa Tasya?"
"kelas empat SD!"
__ADS_1
"apa cuman aku aja yang ngerasa kalau anak-anak SD itu pertumbuhannya lebih cepat gitu?!"
ujar Rivka
"hemm iya adek ku tuh contohnya!"
ujar Tasya sambil tertawa
"ade ku juga dia kelas lima memang badannya gede gitu hehe"
"ohh ya di mana adekmu gak ikut? atau yang tadi itu ya?"
"bukan! yang tadi itu cuman adik sepupu,adikku di Kalimantan sama orang tua aku,kalau aku di Jawa karena sekolah tinggal sama Tante!"
cerita Rivka yang membuat Tasya menganggukkan kepalanya
"wahh hebat yah bisa jauh an sama orang tuanya! kalau aku mana bisa! tapi papinya aku ada rumah di Semarang kalau libur entar aku ke sana biar kita bisa main bareng!"
ujar Tasya sambil tersenyum lebar memegang tangan Rivka
"ayo sebentar lagi acaranya di mulai!"
teriak laki-laki pengurus gereja tersebut
sementara Rivka dan dan Tasya duduk di urutan kursi nomor dua dari depan,tak terasa belum sehari Rivka sudah menemukan teman yang sangat cocok dengan dirinya,sementara sedikit demi sedikit kursinya menjadi penuh
"Riv liat ada ko Kevin!"
ujar Tasya berbisik sambil menyenggol tangan Rivka
"mana?"
tanyanya sambil melirik di sekeliling kursi di bagian depan karena di sana kursi khusus laki-laki
"kamu gak liat ta? kayaknya dari tadi liatin kita terus!"
ujarnya berbisik-bisik,sementara Rivka masih mencari tapi tak kunjung ketemu
"ehhh iyaa aku liat!"
sambil menggenggam tangan Tasya
"dah gak usah di hiraukan! anggap aja dia gak ada!"
__ADS_1
ucap Tasya sambil tersenyum tipis
sementara itu Andre juga dari tadi memperhatikan dirinya,tapi Rivka tidak menyadarinya sama sekali entah apa karena melihat Kevin membuat dirinya tidak peka akan sekitarnya.