
"akhirnya sampai juga" ujar beni yang langsung melepaskan helmnya dan membantu melepaskan helm yang Rivka kenakan
"terima kasih Ben!" ungkapnya dengan penuh senyum
"Ben aku mau masuk nie kamu mau ikut gak?" tanya rivka sebelum meninggalkan beni
"hemm..... aku tunggu di sini aja deh," jawab beni
" oh iya riv kamu udah buat suratnya?" tanya beni kembali memastikan
"iyaa sudah Ben,aku buat sebari nunggu kamu tadi di rumah,kalau begitu aku masuk dulu yah." ucap rivka meninggalkan beni bergegas menuju ruangan pak Steven
...----------------...
"permisi Bella dia dalam ada pak Steven tidak?" tanya rivka ke pada wanita yang membersihkan meja di restoran tersebut
"ohh rivka.... ada riv pak stev ada di dalam masuk aja!" jawab wanita tersebut dengan ramah
" ok makasih yah bye.." ujar rivka sambil menundukkan kepalanya dan bergegas menuju ke ruangan pak Steven
"tok-tok" suara ketukan pintu
"haduh kok rasanya jadi takut gini yah!" ujar batin rivka
"masuk!!" ucap Steven dari dalam
"permisi pak!" sapa rivka yang melihat Steven sepertinya sedang sibuk bekerja yang menatap layar leptop nya
"ohh rivka! ada apa?" tanya Steven dengan cetus
__ADS_1
pakek nanya lagi katanya di suruh nemuin dasar boss gak punya muka cihh! batin Rivka
"saya ke sini mau ijin tidak bekerja dan ini surat saya pak!" sambil menyerahkan surat di meja kerja Steven
"tidak bekerja karena apa?!" tanya Steven dengan agak cuek
"di suruh duduk dulu kek!" rengek batin rivka
"saya ada acara satu Minggu di Surabaya pak,acara pelatihan remaja." jawab rivka yang sambil memandangi wajah Steven yang tengah berfokus pada leptop nya
"lama juga yah acaranya,sampai seminggu!" ucapnya sambil menganggukkan kepalanya,bahkan sedikit saja ia tidak memandangi wajah rivka entah kenapa
"emm..sebenarnya acaranya di mulai pada tanggal 22-27 saja pak" jelas rivka dengan agak berhati-hati
"lantas kenapa sampai satu Minggu ijinmu?" ucap Steven cetus dan langsung memandang wajah rivka yang terlihat sedang takut karena tatapnya
"setidaknya..saya kembali dua harinya untuk beristirahat pak!" jelas rivka kembali dengan tetap tenang
" satu hari aja gak bisa?!" tanya Steven dengan serius
"emm..bisa pak tentu saja bisa,kalau tidak ada yang perlu di bahas lagi saya ijin permisi dulu yah pak!" ujar rivka terburu-buru
"kenapa mesti terburu-buru rivka?" tanya Steven memandangi wajah rivka,yang membuat detak jantungnya berdegup kencang
"sudah larut malam pak saya harus pulang,kasihan juga orang yang di luar sedang menunggu saya dari tadi!" jelas rivka kepada Steven supaya segera mengijinkannya untuk pulang
"Beni?!" tanya Steven dengan asal tebak
__ADS_1
"iya pak dengan Beni." jawab rivka dengan singkat,terlihat raut wajah Steven tidak senang setelah rivka menyebut nama Beni.
"kalau begitu saya permisi ijin pulang pak selamat malam." ujar rivka segera mengakhiri perjumpaan malam mereka dan bergegas pergi
"Rivka..mau saya antar pulang?" ucap Steven dengan cepat sambil berdiri berharap rivka menerima ajakannya
"terimakasih pak tidak usah repot-repot,saya ada Beni!" ujar rivka menolak secara halus sambil tersenyum
"kalau saya antar naik mobil?" ucap Steven kembali menawarkan diri dengan sangat percaya diri
"oh Tuhan tolonglah aku ingin pulang! " ujar rivka sambil berdoa
"pak saya sudah di tunggu di luar.permisi!" ucap rivka yang langsung meninggalkan Steven begitu saja dan berlari bergegas menemui Beni yang dari tadi menunggunya
"emang tuh orang mau ngantar naik apa kalau gak pake mobil kerja aja tiap hari naik mobil dasar orang aneh!" ujar batin rivka sebari memikirkan perkataan Steven barusan
"hai Ben maaf yah udah bikin kamu menunggu lama!" ucap rivka dengan senyum di wajahnya membuat dirinya semakin terlihat cantik.
"oh Tuhanku cantik sekali anakmu ini!" ujar batin Beni yang terpana akan senyuman rivka
"Ben...!" panggil rivka sambil menepuk pundak Beni yang terlihat sedang melamun
"ya riv..," ujarnya kaget
"hayo ngelamunin apa nie?" ujar rivka meledek Beni
"gak ada hehe.. oh iya riv kalau aku ajak kamu makan bakso kamu keberatan gak?"
tanya Beni menawarkan ajakanya sambil tersenyum
__ADS_1
(visualisasi Beni)