Takdir Cinta Mr. Arrogant

Takdir Cinta Mr. Arrogant
Bab 23


__ADS_3

Angga tersenyum saat tak merasakan tubuh istrinya yang berusaha memberontak. Dia bermain di area bagian atas milik istrinya.


Dua mainan yang bersifat kenyal.


"Sangat enak, bukan?" tanya Angga setelah melepas ciuumannnya dari bibir istrinya.


Indah memalingkan wajahnya. Dia tak ingin menjawab sepatah kata pertanyaan suaminya, tadi. 'Sudah terlanjur. Tangannya sudah berhasil masuk ke dalam bajuku. Kenapa aku bisa seceroboh ini! Semuanya sudah ternodai!' batin Indah kesal.


Dengan pasrah, Indah menerima setiap sentu han dari suaminya. Bahkan saat suaminya melakukan penyatuan. Indah hanya bisa menangis karena rasa sakit yang tiba-tiba menyerangnya.


'Ceroboh! Aku pastikan, kamu tidak bisa berjalan, Ndah! Kenapa sih, mulutmu selalu lepas kontrol. Begini kan jadinya! Tamat kamu, Ndah! Tamat! Semuanya sudah berubah! Kamu harus mengikhlaskannya!' batin Indah meneteskan air matanya lagi.


Angga tersenyum sinis saat melihat istrinya pasrah. Setelah melakukan penyatuan, Angga beranjak dan jatuh ke samping tubuh istrinya. "Aku suka wanita patuh! Sekarang, kau milikku. Milikku seutuhnya! Jadi, patulah denganku!" ujar Angga setelah itu memejamkan matanya.


Melihat suaminya tertidur pulas. Indah berusaha menurunkan kakinya. Dia berjalan dengan tertatih sambil mengambil pakaiannya yang berserakan.


"Suami tidak ada akhlak." lirih Indah menahan rasa sakit di bagian bawahnya. "Awas saja nanti! Aku patuh bukan berarti aku takut padamu. Tapi aku tidak mau, kamu marah dan memperlakukanku lebih kasar. Lihat saja, nanti. Aku akan kasih dia pelajaran!" gumam Indah masuk ke dalam kamar mandi.


Di satu sisi. Angga membuka matanya lebar dan tersenyum puas saat melihat istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


"Tidak ada yang bisa melawan Angga termasuk kau, bocah kecil!" gumam Angga menggeliat dan mencari tempat ternyaman untuk tidur.


Sedangkan di dalam kamar mandi. Indah memasukkan dirinya ke dalam bathup. Lagi dan lagi dia meneteskan air matanya.


"Boddoh! Boddoh! Kenapa aku tidak melawan, kenapa aku harus pasrah. Kalau sudah begini caranya, aku bisa hamil. Tidak lucu, setelah lulus sekolah, tiba-tiba aku hamil. Pasti teman-temanku berpikir, kalau aku hamil di luar nikah. Padahal, aku hamil karena ulah suamiku sendiri. Ish, mau tidak mau, aku harus mengakui dia sebagai suamiku. Menyesal aku! Sangat menyesal aku menikah dengan pria sepertinya. Intinya, aku tidak mau tahu ... aku akan berendam di sini sampai dia pergi. Biarkan aku pulang menggunakan taksi. Aku malu, aku sangat malu. Aku tidak bisa berhadapan dengannya. Pasti, dia akan menertawakanku atau dia akan mengumpat dan menyindirku. Aku tidak mau bertatapan dengan wajahnya! Aku tidak mau, huhuhu!" gumam Indah lalu memukul ringan air yang berada di dalam bathup.

__ADS_1


Tak sadar, sudah setengah jam berlalu, Indah berendam di dalam bathup. Tubuhnya pun mulai kedinginan.


"Ish, aku sudah kedinginan. Tapi tidak ada tanda-tanda pria itu akan pergi! Apa pria itu tertidur pulas? Iya, sewaktu aku masuk ke dalam kamar mandi, aku melihat matanya yang terpejam. Apa aku keluar saja, lalu aku kabur dari hotel ini. Aku malas bertemu atau berbicara dengan pria itu. Iya, sebaiknya aku pergi diam-diam saja!" gumam Indah beranjak dari bathup dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk.


Setelah mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Indah langsung memakai pakaiannya. Sebelum dia keluar dari kamar mandi. Indah sempatkan untuk bercermin. Dia memastikan penampilannya di depan cermin.


"Syukurlah penampilanku tidak terlalu buruk. Pakaianku juga masih layak pakai. Untung saja, dia tidak merobek pakaianku!" gumam Indah menyelipkan beberapa helai rambut yang menutupi telinganya. "Perfect!" sambungnya lagi.


Sedangkan di satu sisi. Angga menggeliat, dia merentangkan ke dua tangannya lebar-lebar. "Hoam! Aku tidak bisa tidur tanpa membersihkan tubuhku dulu. Kelihatannya, aku perlu membersihkan tubuhku ini, tapi kenapa dia belum keluar kamar mandi? Sudah setengah jam dia masuk ke kamar mandi!" gumam Angga menurunkan kakinya dan berjalan menuju pintu kamar mandi.


Di saat Angga mau mengetuk pintu, di saat itu juga ... Angga melihat handle pintu berputar.


Indah membuka perlahan pintu kamar mandi, dia menarik napasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan. "Semoga saja, pria itu sudah tertidur pulas. Aku tidak mau bertemu dengannya, aku belum siap!" gumam Indah merapikan penampilannya dan menyembulkan kepalanya.


Matanya membulat sempurna saat ke dua mata Indah bertemu dengan mata hitam suaminya.


"Keluarlah!" titah Angga yang mendapat gelengan kecil dari Indah. "Keluarlah!" sambungnya lagi.


Indah mengerucutkan bibirnya, 'Kenapa pria itu bisa ada di depan kamar mandi? Bukankah, pria itu seharusnya tidur nyenyak?' batin Indah membuka lebar-lebar pintu kamar mandi.


"Rupanya kau sudah siap dengan pakaianmu," ucap Angga. "Bagaimana, Kau masih tertarik dengan permainanku tadi?" ujarnya lagi yang reflek mendapat gelengan kecil dari Indah.


"Tidak! Aku harus pergi!" ketus Indah berusaha menerobos tubuh suaminya.


"Pergi? Kau mau pergi kemana? Ingat, kau datang denganku," ucap Angga berusaha menghalangi langkah istrinya.

__ADS_1


"Awas, aku kecewa denganmu. Jadi, jangan halangi aku untuk pergi!" pekik Indah berusaha mendorong tubuh suaminya.


"Ets, tunggu aku! Aku mau mandi dulu!" titah Angga.


"Aku tidak bisa. Aku harus pergi!" ketus Indah.


"Kau mau pergi kemana, ha? Ingat, kita datang bersama dan pulang harus bersama!"


Indah mengepalkan tangannya erat, dia menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Aku bukan bonekamu, Mas!" lirih Indah. "Aku sudah memberikan semuanya padamu. Dan Sekarang, lepaskan aku!"


"Aku tidak akan melepaskanmu. Kau sudah menjadi milikku. Sampai kapanpun, kau akan menjadi milikku!"


"Iya, aku tahu. Tapi aku mau pulang! Seluruh tubuhku sangat lelah. Jadi, biarkan aku pulang! Kau sudah mendapatkan semuanya. Aku tidak mungkin kabur darimu, bekerjasamalah denganku. Aku capek!" lirih Indah mendorong tubuh suaminya.


Angga terdiam, dia melihat tingkah laku istrinya. 'Aku baru melihatnya lemah seperti ini!' batin Angga. "Tunggu dulu, aku mandi sebentar. Setelah itu, kita pulang. Aku janji!" titah Angga.


"Aku tidak butuh janjimu. Aku bisa pulang sendiri. Jangan khawatirkan aku." lirih Indah meraih tasnya. 'Ibu, aku kesal, Bu! Kenapa semua ini terjadi padaku. Apa salahku, Bu!' batin Indah menghapus air matanya.


"Indah!" pekik Angga berjalan dan menarik tangan istrinya. "Ikut aku mandi atau tunggu di sini. Aku ini suamimu! Jangan bantah aku!" ujar Angga.


"Iya, aku tahu kamu suamiku. Tapi tidak seperti ini juga! Aku butuh udara bebas. Jangan kekang aku! Biarkan aku pergi, ya! Aku mohon, aku lelah, aku mau tidur, bagian bawahku masih sakit! Hiks ... hiks ..."


"Maaf!" ucap Angga lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya, "Maafkan aku!" sambungnya lagi.

__ADS_1


"Hiks ... hiks ... sakit!" keluh Indah.


__ADS_2