
Sejak ada dua orang laki-laki yang mendekati Raisa (Devan dan Chef William), Rangga jadi posesif. Rangga selalu mengantarkan Raisa ke kampus dan memastikan Raisa tak didekati cowok manapun. Pulangnya, kalau Rangga tidak dapat menjemput Raisa karena ada meeting atau ada urusan di perusahaan yang cukup banyak, Supir yang menjemput tapi dengan catatan harus melaporkan Raisa sedang bersama siapa dan sedang apa waktu dijemput.
Devan yang patah hati dan kecewa memilih menjauh dari Raisa. Raisa sebenarnya sedih karena berkurang teman. Tapi Raisa berharap, seiring berjalannya waktu, Devan akan mengerti dan bersikap biasa lagi sebagai teman.
Begitupun ke tempat kursus memasak. Rangga memastikan Chef William tidak mendekati Raisa lagi. Bahkan Rangga wanti-wanti pada Vega agar ikut menjaga Raisa agar tidak didekati lelaki manapun.
Tapi untungnya Chef William orangnya dewasa. Ia bersikap biasa saja seolah-olah ia tak punya perasaan pada Raisa. Chef William masih bersikap baik. Hanya saja tidak berani lagi untuk mengajak anak didiknya untuk pergi keluar bareng.
"Teman-teman semua! Saya mengundang kalian untuk hadir di restoran saya untuk menyaksikan acara pertunangan saya ....," belum sempat Chef meneruskan kalimatnya, para peserta kursus sudah riuh mengomentari pengumuman dari Chef William yang mengejutkan.
"Wah, Chef William tunangan? Kemarin-kemarin dia bilang gak punya pacar. Cepat banget dapat pacarnya!" bisik Vega pada telinga Raisa.
"Yah ....., patah hati dong kita," keluh salah seorang peserta kursus.
"Gercep banget nih Chef. Dapat pacar langsung tunangan!"
"Selamat ya Chef! Kami turut berbahagia! InsyaAllah kami akan datang!" ucap yang lain.
"Acaranya besok malam. Pukul setengah delapan malam. Saya tunggu ya kedatangannya," kata Chef William.
"Chef katanya enggak punya pacar, kok tahu tahu tunangan,'" Vega memberanikan diri bertanya.
"Mantan pacar saya telah kembali dari luar negeri. Kami balikan lagi, dan langsung tunangan saja. Kami tidak ingin terpisah lagi," jawab Chef William sambil tersenyum.
"Wah, selamat ya Chef. Semoga secepatnya ke pelaminan," seru salah seorang peserta kursus.
"Saya minta doanya dari semua semoga lancar sampai waktunya," kata Chef William lagi.
"Chef ..., makasih ya sudah mau mengundang kami. Sudah lama saya ingin mencicipi makanan di restoran Chef," celoteh peserta yang lain lagi. Chef William tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
"Raisa! Ajak juga suamimu ya!" kata Chef William.
"Oke Chef!" jawab Raisa.
Tampaknya Chef William ingin memberitahu Rangga, bahwa Chef William sudah punya calon istri.
Ketika Rangga menjemput Raisa karena Rangga tidak sedang sibuk, Rangga bertemu Chef William. Dengan ramah, Chef William menyapa Rangga.
"Selamat sore, Pak. Saya mengundang anda dan Raisa untuk hadir pada acara pertunangan saya besok malam di Restoran 'William Resto'," sapa Chef William.
"Oh, ya. Terimakasih atas undangannya. Insya Allah akan hadir," jawab Rangga lega
Hubungan Rangga dengan Raisa semakin hari semakin lengket saja. Bak ABG yang sedang jatuh cinta, Rangga selalu membawakan untuk Raisa kalau tidak bunga, ya makanan kesukaan Raisa.
Seminggu sekali mereka pergi kencan. Entah itu nonton bioskop, makan di restoran, atau jalan-jalan ke mall.
Rangga juga mengajak Rais ke perusahaan. Ia ingin memperkenalkan istrinya pada seluruh karyawan di kantor, agar mereka semua tahu bahwa Rangga tidak sendiri lagi.
Keadaan Daffa yang berangsur angsur membaik, membuat Rangga senang. Karena sebentar lagi tugas dipundaknya berkurang untuk memimpin perusahaan. Setelah mengunjungi Daffa, Ranggapun ke perusahaan.
Rangga mengumpulkan seluruh staf dan kepala divisi untuk memperkenalkan istrinya pada mereka. Mereka merasa senang dan mengucapkan selamat atas pernikahan Rangga.
Setelah acara memperkenalkan istrinya, Rangga mengajak Raisa ke ruangannya. Ruang wakil direktur yang berada di samping ruang direktur. Di depan ruang direktur, ada meja kerja sekretaris. Sekretaris di kantor itu ternyata seorang laki-laki. Masih muda dan tampan.
"Ini Reza. Sekretaris di sini. Reza, ini istriku. Jadi kalau dia ke sini, biarkan dia masuk ke ruanganku," kata Rangga.
Reza berdiri. Mengagukkan kepala dan tersenyum.
Ranggapun membawa Raisa masuk. Setelah pintu ditutup dan dikunci, Rangga membimbing Raisa ke meja kerja Rangga. Setelah Rangga duduk dikursi empuknya, Rangga menarik tubuh Raisa hingga Raisa berada dipangkuannya.
"Mas, mau ngapain?" lirih Raisa merasa akan terjadi sesuatu di sana.
"Aku menginginkanmu," jawab Rangga singkat. Dan tanpa banyak bicara lagi, tangannya sibuk membuka kancing-kancing baju Raisa.
Raisa berusaha mempertahankan bajunya agar tidak terbuka. Tapi tangan Rangga menyingkirkan tangan Raisa. Hingga terpampanglah pemandangan favorit Rangga.
Dilahapnya g*nd*kan kenyal itu dengan rakus. Tangan yang satunya mem*lin puncak g*nd"kan itu. Hingga membuat tubuh Raisa bagai dialiri listrik. Langsung menyengat, membuat bulu romanya meremang tersulut gair*h.
Rangga menghis*p dan menjil*ti puncak gundukan kenyal itu, hingga Raisa mend*sah dan menjambak rambut Rangga.
"Cukup, baby. Sekarang, em*t ini," Rangga membuka resl*tingnya.
Raisa langsung paham apa yang diinginkan Rangga. Sambil meng*c*k, Ia segera menjil*t dan meng*l*m benda kebanggan Rangga. Ranggapun memaju mundurkan pinggulnya. Kadang Rangga menengadah, kadang juga menatap pada Raisa yang sedang sibuk memanjakan *larnya. Rangga juga memegang kepala Raisa dan mengayun-ayunkan kepala Raisa seiring dengan maju mundur pinggul Rangga.
__ADS_1
Raisa mengurut-urut pangkal hingga tengah *lar Rangga, sedangkan ujungnya ia h*sap berulang-ulang hingga Rangga mengg*ram Ken*kmatan. Rupanya istrinya semakin lihai memanjakannya.
Rangga mengg*ram dan meng*rang tertahan. Dan sebelum sesuatu tumpah, Rangga menuntun Raisa berdiri, kemudian mendudukan Raisa di meja.
Dilucutinya kain s*gitiga Raisa hingga terlepas. Dan sebelum Raisa protes, dihujamkannya ul*r yang sejak tadi sudah meronta-ronta ingin masuk ke sarangnya.
"Akh ...!" pekik Raisa kaget karena ul*r Rangga masuk semua sekaligus.
Setelah mendiamkannya sejenak, mulailah Rangga memompanya. Tubuh Raisa sampai terlonjak-lonjak. Kedua tangan Raisa bertumpu pada meja. Rangga memegang kedua bahu Raisa untuk melancarkan serangannya.
Setelah mendapatkan h*jaman demi h*jaman yang membawanya ke awang-awang, Raisa memekik tertahan, takut orang lain di luar pintu ruangan itu mendengar. Disusul Rangga. Rangga mend*sah dengan lega.
Cairan yang tertumpah langsung dibersihkan oleh keduanya dengan tissu. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.
Raisa panik dengan keadaannya yang berantakan. Rangga menyuruh Raisa agar bersih-bersih di toilet yang ada di ruangan itu.
Setelah merapikan pakaiannya, dengan percaya diri, Rangga membukakan pintu. Terlihatlah Reza, sekretarisnya membawa map.
"Maaf, Pak. Ini ada laporan yang telah diaudit perusahaan yang di Bogor," kata Reza sambil menyerahkan map berisi laporan.
"Oke, akan saya cek," jawab Rangga sambil mengambil berkas yang diserahkan Reza.
"Kalau begitu saya permisi ke meja saya lagi,"
Rangga mengangguk, kemudian menutup pintu kembali. Ketika Rangga sedang memeriksa berkas laporan itu, Raisa keluar dari toilet.
Segera diletakkannya berkas laporan itu di mejanya. Ia menghampiri Raisa dan membimbing Raisa duduk di sofa.
"Sayang mau makan apa? Nanti Mas pesankan," ucap Rangga.
"Apa aja. Yang penting enak," jawab Raisa.
"Oke, gimana kalau nasi Padang? Rendang?"
"Ya. Boleh,"
"Oke Mas pesankan ya," setelah Rangga mengotak atik ponselnya, Ranggapun menarik tubuh Raisa ke pangkuannya.
"Mas, jangan mulai lagi deh. Ini di kantor," ucap Raisa memperingatkan.
Akhirnya terjadilah lagi c*mb*an Rangga yang panas. Bahkan ia seperti bayi yang kehausan, merem*s dan mengh*sap puncak gundukan kenyal Raisa.
Lima belas menit kemudian, barulah berhenti ketika ada ketukan pintu memberitahukan pesanan datang.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Cium! Cium! Cium!"
Undangan yang hadir riuh memprovokasi pasangan yang bertunangan itu untuk melakukan apa yang mereka teriakan.
Setelah menyematkan cincin pertunangan itu ke jari pasangannya, merekapun saling memandang. Chef William kemudian mencium dahi tunangannya. Seorang gadis cantik berwajah oriental bergaun putih yang tersenyum manis padanya.
Sama-sama berkecimpung di dunia memasak dan sama-sama warga keturunan China, semakin melekatkan hubungan mereka.
Chef William memang sempat terpesona pada pesona Raisa. Tapi dirinya sadar, ada sebuah jurang perbedaan yang menganga kalau ia tetap mengejar gadis itu. Apalagi setelah tahu Raisa sudah bersuami. Ia memilih mundur dan berputar haluan untuk mengejar lagi cinta masa lalunya.
Tepuk tangan riuh dan gumaman riuh mengiringi acara inti itu. Kedua orangtua mereka tampak bahagia menyaksikan peresmian hubungan anak-anak mereka.
"Hadirin dipersilahkan menikmati hidangan yang tersedia sambil menikmati hiburan sederhana dari kami," begitu MC memberitahu acara selanjutnya.
Sebelum menikmati hidangan, para undangan bergerak ke panggung kecil dimana Chef William dan tunangannya berdiri. Mereka ingin memberikan ucapan selamat pada pasangan itu.
Begitupun dengan Rangga dan Raisa. Mereka menyalami pasangan itu.
"Selamat ya atas pertunangan kalian. Semoga lancar hingga ke pelaminan," ucap Rangga.
"Selamat ya Chef. Ikut berbahagia. Semoga kami segera menerima undangan pernikahan," kata Raisa. Rangga ikut tersenyum sambil memeluk pinggang Raisa.
"Terimakasih ya sudah mau datang ke acaraku. Terimakasih juga atas do'anya. Semoga kami bisa menjadi pasangan serasi seperti kalian," jawab Chef William.
"Chef, tunangan anda cantik sekali. Pintar sekali Chef memilih pasangan," ucap Raisa pelan sambil melirik tunangan Chef William yang dibalas senyuman dari Chef William dan tunangannya.
Setelah turun dari panggung kecil itu, Rangga dan Raisa memilih hidangan untuk mereka nikmati. Raisa bertemu Vega ketika sedang mengambil kudapan yang tersaji di meja. Ternyata Vega bersama seorang laki-laki berpakaian perlente yang dikenalkan pada Raisa dan Rangga sebagai teman.
__ADS_1
"Semoga pulang dari sini status teman berubah jadi calon suami," bisik Raisa pada telinga Vega.
Vega tertawa sambil menjawab,"Aamiin ....,"
"Aku juga mau seperti kamu. Dapat suami yang tampan, posesif dan mapan," bisik Vega.
"Gimana menurutmu? Oke enggak dia?" bisik Vega lagi.
"Oke! Selera kamu bagus! Setidaknya tidak mengharapkan lagi Chef William," ucap Raisa terbahak kemudian menutup mulutnya.
Vega mendelik. Ternyata Raisa diam-diam mengetahuinya kalau Vega sempat naksir Chef William.
Vega memukul pelan bahu Raisa sambil memanyunkan bibirnya.
"Awas kalau bikin gosip! Itu hanya fun aja, buat penyemangat! Tapi udah gak lagi kok. Udah cepat sadar. Apalagi setelah tahu Chef William naksirnya ke kamu!" ejek Vega sambil menjulurkan lidahnya.
Raisa menoleh melihat Rangga. Untung Rangga sedang sibuk memakan kudapan itu.
"Awas ya kamu! Jangan bahas lagi!" ucap Raisa mendelik. Vega dan Raisa tertawa menyadari kekonyolan mereka.
Merekapun bertemu dengan teman-teman kursus mereka. Mereka heboh dan sibuk berselfi ria.
"Permisi. Raisa harus pulang. Maaf ya kami duluan," Rangga menarik tubuh Raisa dari kerumunan teman-teman kursusnya.
"Raisa! Siapa itu?! Kenalin dulu dong!" teriak teman-teman Raisa. Raisa hanya melambaikan tangannya karena tubuhnya sudah ditarik pergi dari ruangan itu.
"Mas ....ah!" keluh Raisa menghempaskan tangan Rangga.
"Kamu kalau udah sama teman-teman kamu, aku dicuekin," kata Rangga.
"Nyuekin apa? Sebentar aja sama teman-temanku. Enggak boleh aku senang sedikit!" gerutu Raisa.
"Ya .... setidaknya kenalin Mas kek! Masa Mas jadi kayak bodyguard kamu!"
"Enggak ah! Nanti dikira om aku lagi!" ejek Raisa.
"Apa?! Kamu mulai berani ya ngejek Mas!" Rangga menggelitik Raisa sambil berjalan ke tempat parkir.
"Aduh, ampun, geli Mas!"
Setelah sampai di mobil mereka, Rangga membukakan pintu untuk Raisa. Setelah Raisa masuk, Ranggapun segera masuk ke mobil dan duduk didepan kemudi. Setelah pintu mobil tertutup. Dengan jahilnya, Rangga menarik kepala Raisa hingga wajah Raisa menghadap padanya.
Segera dil*matnya bibir ranum Raisa. Raisa yang kaget, berniat menjauh dari wajah Rangga. Ia meronta-ronta. Tapi terlambat. Rangga mengunci pergerakan Raisa. Kepala Raisa sudah dipegang dengan kuat hingga tidak bisa berkutik.
Mulut Rangga memaksa Raisa untuk membuka mulut Raisa. Raisapun membuka mulutnya karena tidak bisa mengelak. Segera saja lidah Rangga menari-nari membelit lidah Raisa. Cukup lama. Pag*tan bibir mereka. Untung saja kaca mobil Rangga gelap sehingga orang dari luar mobil tidak bisa melihat mereka.
C*uman Rangga turun ke telinga, ceruk leher Raisa, hingga sampailah di bagian d*d* Raisa
"Mas ... jangan mulai lagi deh!" protes Raisa.
"Ini hukuman buat kamu!" jawab Rangga dengan nafas memburu.
Diturunkannya gaun Raisa dari kedua bahu Raisa, hingga bagian atas gaun itu merosot, membuat d*d* Raisa terekspos dengan br* warna merah. B*lahan yang menyembul dibalik br* Raisa, membuat Rangga menatap nyalang.
Segera ditangkupnya, salah satu g*n*ng kembar Raisa. Kemudian dengan tergesa disingkirkannya tali yang menopang g*n*ng kembar itu.
Detik berikutnya, bisa ditebak, Rangga mel*mat habis g*n*ng kembar itu hingga meninggalkan stempel kepemilikan di seluruh permukaan kulit benda kenyal itu.
Raisa hanya bisa menjambak rambut Rangga sambil memejamkan matanya, menahan segala n*kmat yang dirasakannya.
Rangga benar-benar sudah tidak tahu tempat untuk meny*lurkan ga*rahnya. Untung di parkiran masih sepi, karena orang-orang masih menikmati acara hiburan yang berlangsung di dalam restoran.
"Mas ....," Raisa bergumam lirih ketika Rangga menyingkap gaunnya. Sandaran jok yang Raisa duduki sudah diturunkan hingga Raisa dalam keadaan terbaring.
Rangga pindah duduk, mengungkung tubuh Raisa. Dan terjadilah lagi ulah Rangga yang memompa tubuh Raisa. Kali ini di dalam mobil. Hal yang baru dilakukannya sepanjang pernikahannya dengan Raisa. Dulupun dengan Rena, Rangga belum pernah melakukannya.
Entahlah, dengan Raisa, Rangga ingin mencoba hal-hal *nt*m yang baru. Kem*lekan tubuh dan kebeliaan Raisa, membuat g*ir*hnya selalu bangkit setelah kini ia benar-benar merasa jatuh cinta pada Raisa.
"Kamu hanya milikku seutuhnya," ucap Rangga dengan lirih.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Haduh jadi ikut ngos-ngosan kayak lari marathon nih akibat ulah Rangga yang udah bucin berat! Selanjutnya apa masih indah ya kisah cinta mereka?
__ADS_1
Selamat liburan dan menikmati suasana kumpul keluarga ya Readers!
TO BE CONTINUED