
"Agak ngeselin sih emang, ta--"
Ucapan Nika terhenti, saat dia baru sadar, dirinya memakai gelang warna hitam dengan sebuah safir yang bersinar di tengahnya.
Nika berusaha mengingatnya, dia coba dengan keras, dimana dia mendapatkan gelang itu, dan kapan dia memakainya! Padahal Nika ingat dengan jelas, dia tidak pernah memakai gelang seperti itu.
Nika tidak ingat apapun soal gelang itu.
Ting!
Tiba-tiba jendela sistem yang muncul menyita perhatian Nika.
[Sistem : Pengguna gagal mendapatkan pedang terkutuk, maka pengguna juga gagal mendapat hadiah tersembunyi.]
Nika benar-benar sangat kesal saat ini, setelah semua usahanya, sistem tidak memberikan hadiah apa-apa lagi sebagai imbalan, tidak kah ini berlebihan? Apa gunanya sistem ini, sejauh ini sistem ini tidak membantunya sama sekali kan?
[Sistem : Karna pengguna gagal menyelesaikan misi yang diberikan, maka pengguna akan dihukum sakit selama tiga hari! Semoga kedepannya pengguna bisa berhasil agar tetap sehat!]
[Catatan : Setiap pengguna gagal melakukan misi yang sistem berikan. Maka pengguna akan mendapatkan hukuman sakit sesuai tingkat kesulitan misinya. Kalau begitu, tetap semangat untuk pengguna!]
Ctak!
__ADS_1
Jendela sistem itu menghilang, dan dalam sekejap tubuh Nika langsung berubah sangat panas, dia langsung demam tinggi! Pandangannya buram, rasanya tubuhnya sangat panas hingga terasa seperti masuk ke dalam air yang mendidih.
Hukuman sialan ini menambah tingkat kekesalan Nika pada jendela sistem terkutuk ini!
Perlahan-lahan Nika mulai kehilangan kesadarannya, demamnya terlalu tinggi sampai membuatnya pingsan sebelum mengumpat untuk sistem itu.
......................
Empat hari berlalu, dan akhirnya Nika sadar sepenuhnya, dia sudah sembuh. Dan saat dia sembuh, ada satu perintah dari pemimpin selir-Nimonia, yang memerintahkan mereka semua untuk berkumpul di aula.
Memang benar, pemimpin para selir memiliki hak itu, hak untuk memerintahkan selir lainnya dalam beberapa hal. Dan Nimonia menggunakan hak yang kaisar Xander berikan, dengan mengumpulkan 46 selir lain di aula di bawah kepemimpinannya.
Dan hari berkumpul itu adalah hari ini. Syukurlah Nika sudah sembuh, jika tidak maka masalah baru di luar prediksinya akan muncul.
Karna mulai chapter ini dan selanjutnya, Nika tidak tau alurnya bagaimana, karna itu dia harus sangat hati-hati dalam bertindak atau mengatakan apapun.
Nika sampai di aula, ada banyak selir lain yang sudah ada disana, tapi baik Irana, Vanesha, Desha maupun Nimonia sendiri belum kelihatan disana.
Emang ya pemeran utama tuh, datangnya mau terakhir Mulu, apa itu ciri-ciri pemeran utama ya?
Nika menghela napasnya, dia harap ini segera selesai agar dia bisa berlatih sihir airnya lagi di kamar. Nika suka bermain sihir air itu, rasanya menakjubkan.
Nika menunggu cukup lama, satu persatu para pemeran utama datang, dimulai dari Irana terlebih dahulu, tidak lama setelahnya lalu Vanesha, dan cukup berjeda datanglah Selir Desha. Setelah semuanya berkumpul, Selir Nimonia juga memasuki aula dengan tegas, berani, gagah, dan berkharisma, benar-benar pemeran utama yang mempesona.
__ADS_1
Berat banget saingan aku, rasanya aku mau pukul diri aku yang anggap game ini mudah dulu.
"Baiklah, karna semuanya sudah berkumpul disini, aku ucapkan selamat pagi!" Nimonia duduk di satu kursi mewah yang sudah di sediakan, sementara selir lain dibiarkan berdiri saja di tempatnya.
Hening, tidak ada jawaban sapaan selamat pagi dari Nimonia. Sudah jelas, selain kesal karna Nimonia yang dari negara kecil asing bertingkah seenaknya di dalam istana para selir ini, selain itu juga mereka tidak ingin mencari masalah dengan tiga selir tinggi jika mereka memihak Nimonia. Tiga keluarga para selir tinggi itu adalah petinggi Kekaisaran ini. Selir manapun tau, keluarga mereka bisa dalam bahaya, jika terlibat pertengkaran dengan tiga selir tinggi.
"Kalian tau kan sekarang aku adalah pemimpin para selir? Kalian tidak akan coba-coba melawan dan tidak mengakui ku kan? Gelar ku ini diberikan langsung oleh yang mulia Kaisar Xander Xanji De Landish, apa ada yang berani melawan kehendaknya?" Nimonia tersenyum miring, dia sangat puas sekarang, melihat para selir lain yang hanya diam membatu dengan mencoba menahan mulut mereka agar tidak melawan.
Ekspresi, tingkah, dan gerak-gerik para selir lain yang iri dan kesal itu benar-benar hiburan tersendiri bagi Nimonia, rasanya sangat puas untuknya ketika bisa mengalahkan 46 orang ini, apalagi 3 orang diantaranya adalah para selir yang digadang-gadang akan menjadi calon permaisuri di masa depan. Kepuasan tersendiri bagi Nimonia bisa mengalahkan tiga putri dari tiga keluarga besar dan berpengaruh.
Vanesha dan Irana yang sudah sangat kesal, menahan mulut mereka untuk tidak bicara, kerutan di dahi, gigi yang dirapatkan dan tatapan penuh kebencian mereka adalah kesukaan Nimonia. Melihat Vanesha dan Irana tidak berdaya, karna ada nama Kaisar Xander dibalik kekuasaan yang Nimonia pegang saat ini. Mana mungkin mereka berani menyangkal kehendak Kaisar Xander. Mereka juga takut dipenggal.
"Baiklah, aku sebagai pemimpin selir di istana bunga ini, memerintahkan untuk semua selir yang lain, 46 selir harus mengucapkan selamat pagi pada ku setiap pagi di aula ini. Dari jam tujuh hingga delapan pagi, kalau kalian terlambat kalian akan dihukum." Kata Nimonia menurunkan satu perintah barunya, dan perintah ini masih masuk akal, dan tidak perlu di protes, karna status Nimonia saat ini adalah pemimpin para selir. Sementara posisi itu selalu saja kosong sejak Kaisar Xander memerintah.
"Apa-apaan itu, aku tidak mau! Memangnya kau siapa berani memerintah ku?!" Irana menjawabnya dengan lantang dan keras, tak lupa wajah sombongnya tetap ia pertahankan.
"Aku siapa? Aku pemimpin para selir. Selir Irana, posisi anda ada di bawah saya saat ini, jadi anda harus menuruti perintah saya kan? Tapi kalau seandainya anda masih ingin protes, saya tidak keberatan untuk menyampaikannya langsung pada kaisar Xander. Kalau anda lupa, gelar yang saya terima ini juga diberikan Kaisar Xander loh, kalau mau protes, boleh pada beliau." Nimonia menjawabnya dengan sangat tenang. Mau bagaimanapun, dia memang sedang dalam posisi menang sekarang.
"Tidak." Irana membuang wajahnya.
"Tidak apa Selir Irana?! Katakan yang jelas!" Nimonia meninggikan suaranya, membuat sedikit gema di aula itu.
"Aku tidak akan protes dan menurut! Aku akan mengucapkan selamat pagi setiap hari, sudah puas?!"
__ADS_1
Wah gila, Irana kena pukul telak.
Nika daritadi hanya diam saja memperhatikan, ini bukan ranahnya untuk ikut campur.