
Kayaknya mereka semua salah paham deh, maksud perkataan Kaisar kan ga gitu. Biarin aja deh mereka salah paham, keuntungan buat aku.
Nika menyunggingkan senyuman miringnya, dia menatap menang ke arah Nimonia. Nimonia merasa sangat kesal, dan marah sampai tubuhnya bergetar hebat. Nika cukup terhibur dengan ekspresi telak Nimonia. Nimonia yang selalu tenang dan pandai mengatur ekspresi, kini terlihat jelas sedang marah. Nimonia yang selalu menang dalam perdebatan apapun, kini kalah dalam satu serangan.
"Siapa yang memberi kalian hak untuk menghukumnya?" Xander beralih ke arah Nimonia. Nimo bergetar, sungguh demi apapun Xander terlihat sangat menyeramkan saat ini. Sejak Nimonia datang, dia tidak pernah melihat Xander semarah ini, kali ini dia benar-benar menatap Nimo dingin.
"Kau juga, kenapa diam saja? Punya mulut kan?" Xander beralih ke arah Nika.
"Aku sedang kesakitan tau. Jangan dimarahin begitu, rasanya semakin sakit." Demi apapun, Nika jujur sekarang, dia menepis soal rencana untuk menghina Nimonia, atau membalas para selir lainnya, karna Nika benar-benar merasa sakit saat ini.
"Kalau begitu? Kenapa tidak menangis?" Xander masih menatap datar Nika yang terluka parah.
"Karna sa--"
Pingsan aja deh, cape aku, sakit banget juga, kalau debat ga bakal selesai ini mah.
Nika menghentikan ucapannya, dia pingsan secara terencana.
Bruk!
Benar, Nika pingsan di lantai tanpa Xander berinisiatif menangkapnya.
Beneran deh! Harusnya tadi aku jatuh ke pelukannya aja! Aku coba buat terlihat natural, tapi malah ga ditangkap!
Nika berbaring di lantai dengan luka yang sadis, dan mata yang dia pejamkan secara sengaja.
Ini sakit beneran asli, punggung aku berapa kali dicambuk sih!
__ADS_1
"Tahan semua orang yang berada disini, termasuk kau Hakim! Aku akan menghukum kalian nanti karna telah berani melakukan kekerasan dan ketidakadilan di istana ku!"
Xander mengangkat tubuh Nika dengan cepat, dia segera membawa Nika ke dokter, soalnya kondisi Nika benar-benar buruk. Xander bisa merasakan darah ditangannya semakin banyak, dan itu semua berasal dari punggung Nika.
"Panggil Nikola ke kamar ku cepat." Perintah Xander pada Starta, yang saat ini ekspresi Starta sudah tidak teratur. Starta bingung, kaget, dan seperti sulit mencerna sesuatu yang mudah, entah kenapa kepalanya jadi blank, melihat Xander memperlakukan seseorang seperti manusia, apalagi itu perempuan, dan salah satu selirnya.
Bukan hanya Starta, setiap orang yang melihat Xander menggendong Nika yang berdarah, ekspresi mereka tidak teratur, mereka melongo heran, matanya refleks membesar tidak percaya. Bukan karna Nika terluka parah, bukan pula bertanya kenapa selir Kaisar terluka, yang ada di kepala mereka adalah pertanyaan,
"Apa itu benar sang kaisar yang sedang menggendong selir?"
Itu rasanya pertanyaan yang tergambar jelas di wajah setiap orang yang melihat kaisar menggendong Nika yang pingsan, mereka sama sekali tidak tertarik pada apa yang terjadi pada Nika. Mereka hanya heran, pria berdarah dingin, berhati batu itu bagaimana bisa bergerak menggendong orang yang terluka?
Karna setau mereka, siapapun yang terluka, Kaisar Xander tidak mempedulikannya, apalagi sampai menggendongnya seperti itu. Sudah jelas, kejadian hari ini adalah kejadian yang besar.
......................
"Yang mulia selir terluka cukup parah yang mulia Kaisar, ada sembilan luka cambuk di punggungnya, semua luka yang dalam, terdapat serpihan diri tersangkut di dalamnya, tampaknya cambuk yang digunakan adalah cambuk berduri, tapi anda tenang saja karena saya sudah membersihkan semua lukanya." Kata Dokter Helmes memberikan penjelasan pada Kaisar Xander yang duduk tepat di sebelah Nika yang terbaring terluka, dia sedang tertidur, efek obat.
"Dia pasti akan sembuh kan? Kalau tidak sembuh, aku akan memberi mu hukuman keras." Xander melirik tajam ke arah wanita paruh baya itu, Dokter Helmes adalah dokter wanita berusia 40an tahun yang terkenal akan tangan ajaibnya yang bisa meramu obat-obatan, dengan efek yang mujarab. Karna itu dia dipanggil Dokter Helmes si tangan ajaib.
"Saya yakin yang mulia selir akan sembuh, selain obat dan ramuan, saya sudah memberikan saleb oles untuk yang mulia selir. Sudah saya berikan pada Duke Starta."
"Ya, kalau begitu pergilah."
"Baik yang mulia Kaisar."
Dokter Helmes segera pergi dari sana, suasana hati Xander sedang sangat buruk, tapi sang dokter yang sudah hidup cukup lama itu, baru pertama kalinya melihat yang mulia Kaisar cukup peduli pada seseorang.
__ADS_1
*Dia akhirnya memperlakukan seseorang sebagai manusia sebagaimana mestinya.
Dia bahkan sampai membawa selirnya ke kamarnya, apa ada yang sangat istimewa*?
Pintu tertutup, hanya ada Xander dan Nika di dalam ruangan itu, ah, ini kamarnya Xander. Nika adalah orang pertama selain Xander yang tidur di kasur ini.
Xander melirik Nika yang masih terbaring lesu dan wajahnya agak pucat. Sang kaisar langsung mengingat kejadian sebelumnya saat dia masih menjadi burung gagak hitam.
Kaisar Xander niatnya hanya ingin berkeliling sebagai burung, tapi saat melihat Nika memetik apel di kebun sendirian, Kaisar Xander menghampirinya, seperti sebelumnya Nika sangat ramah pada burung yang dianggap terkutuk ini. Nika memberinya makan, dan bahkan mengajaknya mengobrol.
Tapi saat Nika masih asyik berbincang dengan Xander mode burung, seseorang datang dan mengatakan sebuah tuduhan mengerikan pada Nika, saat itu juga Nika langsung diseret paksa oleh Nimonia dan beberapa ksatrianya.
Saat itu Xander langsung kembali ke kamarnya, namun dia harus menunggu setengah jam lagi untuk menjadi manusia, karna ada jeda waktu saat dirinya menjadi burung dan manusia.
Ketika Xander versi manusia sudah datang, Nika sudah terluka sangat parah.
"Saat itu tubuhku gemetar, aku tau aku marah saat melihat mu terluka. Aku tidak tau kenapa, tapi rasanya jika aku tidak melihat mu di tepi danau lagi, rasanya ada sesuatu yang akan hilang, dan aku merasa kosong."
Xander tidak tau apa itu, tapi yang pasti dia akan merasa tidak nyaman dan tidak tenang kalau Nika mati saat itu.
"Lagipula kau ini bodoh, kenapa tidak bilang saja kalau tidur dengan ku, kan kau sendiri juga yang mengatakan bahwa kau istri Kaisar, karna itu kenapa harus disembunyikan kalau tidur dengan ku, itu tidak melanggar hukum. Ah kau memang bodoh sekali." Xander melirik datar ke arah Nika, terbayang ekspresi wajah Nika malam itu, sepanjang malam Nika terus merengek meminta diantar pulang sambil memeluknya.
"Dia bisa tidur tenang juga ternyata."
Xander menarik selimutnya, dia ikut tidur di sebelah Nika. Bukan karna sesuatu perasaan, atau tarikan magnet tak terkendali yang ada di dekat Nika.
Tapi Xander memiliki pola pikirnya sendiri. Itu adalah kamarnya, dan itu adalah ranjangnya, kenapa dia harus ragu untuk tidur disitu?
__ADS_1