
Ting!
Tiba-tiba jendela sistem muncul . Sistem memberikan pilihan.
[Sistem : Ini adalah kesempatan pengguna untuk merubah sesuatu, ini adalah titik penentuan yang akan memberikan dampak besar untuk kehidupan pengguna di dunia ini. Pilihan anda, akan menentukan arah kapal anda berlayar!]
A. Mendukung Nimonia menjatuhkan harga diri Desha yang tinggi
B. Memilih membantu Desha
C. Ikut memanaskan situasi dengan memprovokasi keduanya
D. Diam saja seolah tidak peduli.
Nika diam sebentar melihat jendela sistem itu.
Kalau dia ingat, selir Desha itu adalah selir pertama dari keluarga Duke terkemuka, Tidak seperti Vanesha dan Irana, Desha tampak tenang dan diam, dia jarang terlibat masalah dengan orang lain, karna itu dia dianggap sebagai kandidat utama permaisuri.
Jarang sekali Selir Desha berbicara, atau ikut campur pada suatu masalah, dia lebih tenang selama ini, orang menyebutnya permata kekasihnyaa Archerian, dia bunga perkumpulan sosial dulu, apalagi dia dari keluarga Duke terpandang.
Di istana selir ini pun Desha tidak bertingkah seolah penguasa, dia bertingkah biasa saja. Hanya orang-orang saja yang menghargai dan menghormatinya, mengingat asal keluarganya dan ayahnya orang yang hebat dan berjasa untuk kekaisaran ini.
Nika memilih B, kali ini Nika tidak lari lagi. Nika sudah mengibarkan bendera menyatakan bahwa dia sudah mulai ikut ambil bagian untuk perang perebutan takhta permaisuri ini.
Nika mengambil teko keramik itu, dan menuangkan teh untuk Nimonia. Nika melakukan apa yang Nimonia perintahkan pada Desha. Nika yang melakukannya, dengan wajah yang dia atur sedemikian rupa. Bukan hanya teh untuk Nimonia, Nika juga menuangkan teh untuk Desha, dengan ekspresi yang sama dan senyum yang tidak berubah.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini Selir Vinaika? Saya meminta pada Selir Desha, kenapa malah anda? Apa anda sedang menyatakan bahwa anda dan selir Desha itu setara?" Nimonia menaikkan sebelah alisnya, dia menatap tipis pada Nika. Nika tau jelas, maksud dari ucapan Nimonia barusan adalah, dia ingin mengadu domba antara selir Desha dan Nika.
Tidak Nika sangka, bahwa pemeran utama wanita yang berkharisma ini juga sangat berbakat untuk memprovokasi orang. Nika tetap tenang, kalau cuma adu debat seperti ini dia juga bisa.
Nika dulu adalah seorang kasir minimarket, dia sudah sering menerima sindiran, komplain, dan tuduhan penipuan, Nika sudah terbiasa. Jadi kalau hanya sekadar provokasi santai seperti ini, Nika pun bisa.
"Ah? Apakah saya dan Selir Desha berbeda di istana ini? Seingat saya anda Pemimpin Selir sendiri yang bilang di aula saat itu, bahwa selain anda, empat puluh selir lainnya di istana ini, setara statusnya." Jawab Nika dengan tenang, tanpa ekspresi takut atau gentar di wajahnya, matanya tidak bergetar, Nika masih menatap tegas ke arah siapapun yang menatap matanya.
Resmi sudah! Kali ini Nika benar-benar sudah meninggalkan Zona nyamannya, dia bahkan sudah unjuk taring di peperangan ini. Membuat musuh-musuhnya mulai mewaspadai orang baru yang masuk ke zona perang dengan berani.
Tanpa siapapun sadari, gigi Nimonia merapat, dia sedikit kesal, sejauh ini hanya Nika saja yang berhasil membalikkan kata-katanya. Biasanya lawan debatnya adalah Irana dan Vanesha, tapi tidak satupun dari mereka berhasil menang atau setara dengan kemampuan bicara Nimonia. Nimonia selalu menang telak saat berdebat dengan selir yang ada di istana ini.
Jadi mendapatkan seseorang yang bisa melawan kata-katanya cukup membuat Nimonia kesal.
"Jangan terlalu dipikirkan, apa salahnya hanya menuangkan teh, Selir Nimonia?" Selir Desha angkat bicara, dia berdiri menuangkan teh untuk gelas Nika yang kosong.
Nika juga terkejut, tapi mengingat Selir Desha yang berasal dari keluarga terpandang dengan sejarah panjang dan erat dengan Kekaisaran Archerian, pasti dia tidak akan diam saja kalau dirinya diusik. Ini adalah balasan dari Selir Desha untuk memperingatkan Selir Nimonia untuk tidak mengusiknya, bahkan jika dia adalah seorang pemimpin selir.
Nimonia kesal sebentar, lalu dia merubah ekspresinya lagi untuk tetap tenang, seolah dia masihlah penguasa pesta teh ini.
"Anda benar selir Desha. Kalian sama dan setara, tidak ada bedanya, kita ini teman kan?" Nimonia tersenyum manis.
"Wah, matahari sedang cerah, alangkah lebih baik kalau tidak ada angin dingin di ruangan ini." Celetuk Nika, suasananya terlalu intens, Nika takut kalau ini berlanjut, ini akan berubah menjadi lebih parah, terlebih lagi yang sedang beradu argumen adalah dua orang tokoh penting di dunia ini.
"Kalau begitu anda harus keluar dengan pakaian yang lebih tebal, atau kenakan lah selendang. Sebentar lagi memang musim dingin akan tiba." Selir Desha menyuguhkan makanan ringan pada Nika.
__ADS_1
"Anda benar." Nika menerima saran dan cemilan itu dengan senyuman.
Baik Nimonia, maupun Desha sendiri, mengerti maksud kalimat Nika itu. Nika harap pertikaian kata diantara mereka berakhir disitu. Sambutan dari selir Desha juga menyepakati kalau mereka harus berhenti disana, atau situasi akan lebih tegang.
.....................
Pesta teh itu sudah selesai, Nika kembali ke kamarnya, tapi saat di kamar, dia menemukan suatu hal yang menarik, namun menguras tenaga.
"Nyonya Selir, ini adalah hadiah yang diberikan oleh Selir pertama Desha untuk anda. Dayang kepercayaannya sendiri yang mengantarkannya kesini." Kata Lien memberikan sebuah kotak yang cukup besar kepada Nika.
Nika tau ini bukan sekedar hadiah biasa, tentu pasti ada maksud dibaliknya, Nika paham akan hal itu.
Baik Lien maupun Henza tidak bertanya lebih jauh, apalagi soal pesta teh itu, mereka hanya diam menyimak reaksi dari Nika setelah melihat kotak itu.
"Ah begitu ya, terimakasih." Kata Nika, dia membuka kotak itu secara perlahan. Saat Nika menerimanya, dia sudah tau dia semakin jauh dari hidup nyaman dan tenang, tapi tidak masalah, karna ini adalah pilihannya dan dia tidak akan menyesalinya.
Nika melihat ada satu set perhiasan yang terbuat dari safir di dalam kotak itu, lalu ada selendang berwarna biru persis seperti mata Nika.
Angin dingin ... butuh selendang untuk menghangatkan, musim dingin segera tiba?
Nika berpikir sejenak, dia tau di dunia ini hal-hal kecil pun memiliki arti. Seni berbicara disini sangat dibutuhkan.
Apa maksudnya dia ingin merangkul ku masuk ke pihaknya?
Nika menafsirkannya seperti itu.
__ADS_1
Jangan bercanda selir Desha, karna aku lah yang akan menjadi permaisuri kekaisaran ini, hanya aku, demi kembali ke dunia ku dengan yang 10 Miliyar yang dijanjikan!