
......................
"Bukannya anda sibuk? Kenapa masih tetap disini?" Tanya Nika, pada Kaisar Xander yang duduk di hadapannya dengan santai, menikmati teh dan sarapan yang selalu Nika makan.
Ah, untuk sarapan Nika selalu suka teh ditambah susu, lalu dengan roti dan gorengan--risol. Dia mengajarkan Henza dan Lien untuk membuatnya, agar bisa disajikan pada Nika setiap pagi.
Dan sang kaisar sedang menikmati sarapan untuk Nika itu.
"Aku makhluk hidup." Jawab Xander santai, sambil tangan kirinya memotong risol, dan tangan kanannya digunakan untuk menyuap.
"Apa hubungannya?" Nika sudah mengernyit kesal, dia tau dia harus mendapatkan perhatian, kasih sayang dan cinta orang ini. Tapi kalau modelnya pria seperti ini, ingin sekali Nika gedig kepalanya, setidaknya sekali dalam seumur hidup.
"Makhluk hidup butuh makan."
Pria di depannya ini terlalu menyebalkan dan angkuh, jika bukan karena misi sistem untuk menjadi Permaisuri, Nika sudah memilih untuk kabur dan tinggal di pinggiran desa dengan nyaman. Membuka toko bunga dan menikmati hidup. Tapi sistem bilang, kalau Nika gagal, dia mati. Jadi pupus sudah harapan hidup tenang Nika.
"Iya, tapi kenapa anda harus makan di kamar saya dan makan makanan saya?"
"Karna aku tidur disini, dan bangun disini, jadi sarapan juga harus disini." Jawab Xander santai.
"Ah, aku sudah selesai. Aku pergi dulu, Pelayan mu bilang, resep makanan ini dari mu, bagus cukup enak, layak dimakan." Xander meletakkan garpunya, dia mengusap mulutnya. Dengan santai bangkit berdiri meninggalkan Nika dan piring kosong di depannya.
Xander benar-benar keluar dari kamar Nika setelah dia sarapan.
Wahai sistem, boleh ku gedig kepalanya?
__ADS_1
Nika benar-benar kesal. Namun dia tetap berusaha untuk sabar, dia tarik napasnya dalam-dalam dihembuskan secara perlahan.
Sedikit lebih tenang, Nika memilih duduk di dekat jendela, menatap halaman yang sudah ramai akan prajurit.
"Kenapa dia naik dari jendela? Padahal dari pintu bisa? Dasar kaisar Aneh."
Nika tidak tau, dia tidak sadar, saat dia mengatakan itu, ada angin hangat yang menyapa hatinya yang dingin, jantungnya berdetak sedikit lebih kencang, dia tidak bisa melihat bahwa pipinya sedikit merona, kenapa? barangkali cuaca di dekat jendela panas, kan?
......................
"Yang mulia kaisar pasti hanya mengunjungi nyonya Selir karena nyonya Selir sedang sakit saja." Ucap Mina--Pelayan pribadi Irana yang saat ini sedang bertugas untuk mencuci. Mina salah satu pelayan yang cukup terkenal di kalangannya, karna dia salah satu pelayan selir tinggi--Irana. Jadi kasta dan statusnya diantara para pelayan meninggi dengan sendirinya, pelayan lain mulai menyegani Mina karena memandang Irana. Konon katanya, satu keluarga rakyat jelata akan dihabisi dengan mudah, jika menyinggung Irana atau orang-orangnya.
Karna itu, saat ini beberapa pelayan selir lain yang ada di bawah Irana sedang mendengar cerita dan omong kosong yang Mina sampaikan.
Henza saat ini ada di ruang cuci, bersama beberapa pelayan lain dari selir lainnya yang sama-sama sedang bertugas mencuci pakaian.
Sejak setengah jam yang lalu, Henza sudah menceritakan betapa romantisnya kisah cinta kaisar Xander dan Selir Vinaika, cerita itu berbumbu manis saat Henza sang penyuka novel romansa mulai berbagi cerita.
"Kau pikir itu karna Kaisar mencintai Selir Vinaika? Kamu salah Henza! Itu hanya karena kasihan!"
"Tapi tahun lalu selir Irana jatuh dari tangga karna pesta perburuan, tapi yang mulia kaisar tidak menjenguknya tuh. Sedangkan dengan selir kami, beliau datang langsung pada malam hari dan memilih tidur bersama, itu apa namanya kalau tidak cinta?" Jawab Henza dengan santai, posisinya memang sedang menang kan? Benar adanya kalau saat ini Nika adalah selir yang paling Xander perhatikan.
"Sombong sekali kau ini! Hanya karna selir yang kau layani sedang sedikit di perhatikan kaisar, kau sudah sombong bukan main! Lihat saja nanti saat kaisar sudah bosan dengannya, dia akan diberi pelajaran oleh Selir Irana, dan saat itu aku juga akan memberikan mu pelajaran!" Mina mana terima, dia yang sudah ketularan kesombongan Irana tidak akan pernah terima kalau ada yang menyombongkan dirinya di depannya.
"Ya sudah lihat saja nanti, semua juga tau bahwa saat ini Selir Vinaika yang diberi sangat banyak perhatian, karna sebelumnya yang mulia kaisar tidak pernah memberikan perhatiannya pada siapapun."
__ADS_1
"Hah, dasar, kau!!"
Henza tersenyum puas, dia sudah sejak lama kesal dengan Mina yang sering menindas pelayan lain hanya karna selir yang dia layani status asal keluarganya lebih tinggi, padahal jelas, siapapun selir disini itu setara.
......................
Henza sudah selesai mencuci, dia bersiap kembali menuju kamar Nika.
Disana, Henza melihat Nika masih berbaring lesu di kasurnya sambil membaca buku soal sejarah. Penampilan Nika yang seperti itu, mengingatkan Henza saat dulu dia awal-awal melayani selir Vinaika.
Henza ingat, Selir Vinaika sudah masuk di kekaisaran ini hampir dua tahun, bisa dikatakan dia selir menengah, tapi juga bukan selir baru, tidak termasuk selir lama.
Sejak kedatangan Selir Vinaika, Henza yang dulunya bekerja berat penuh ketakutan dan tekanan di istana kekaisaran, di pindahkan ke istana selir untuk melayani selir baru bernama Vinaika, bersama dengan Lien--rekannya yang ditugaskan untuk melayani selir Vinaika.
Kondisi mental dan fisik Henza perlahan membaik, dengan pekerjaan disini yang tidak terlalu berat, dan selir Vinaika yang tidak manja dan tidak banyak minta.
Henza bersyukur selir yang dia layani tidak kasar, sekalipun dia mantan tuan putri di sebuah kerajaan kecil. Selir Vinaika yang Henza ingat adalah orang yang baik, tenang, kalem, dan elegan, tidak suka berteman, tapi tidak suka mencari musuh. Selir Vinaika yang dia kenal, lebih suka kesendirian, dan lebih menyukai buku dan bunga. Bahkan dengan dirinya dan Lien saja sebagai pelayannya, selir Vinaika tidak akrab, tapi juga tidak kasar.
Henza juga ingat, saat itu selir Vinaika berusia 19 tahun saat dia dibawa kemari oleh sang kaisar sebagai tawanan. Selir Vinaika berasal dari sebuah kerajaan bernama Northem. Kerajaann kecil yang makmur dan bangga atas hasil panen coklat yang melimpah, hasil alam yang sangat bagus.
Henza sendiri tidak tau kenapa kaisar memilih untuk menjadikan putri kerajaan itu sebagai selir untuk ditawan, dibanding menguasai kerajaan kecil itu, padahal jelas, Kekaisaran Archerian mampu untuk mengambil alih kerajaan kecil yang sejahtera itu.
"Henza? Kenapa melamun disitu?" Nika bertanya pada pelayannya saat dia menyadari sang pelayan itu hanya diam tak bergerak, memandang kearahnya sambil tersenyum tipis.
"Ah tidak, saya hanya teringat masa lalu saja. Anda sudah lebih terbuka saat ini."
__ADS_1