TAKTIK SELIR NIKA

TAKTIK SELIR NIKA
Hampir saja terlambat!


__ADS_3

Buku itu bersinar mengeluarkan cahaya biru yang terang, buku itu terbuka sendiri, menunjukkan halaman yang memberikan petunjuk cara menggunakan sihir air.


bukan hanya petunjuk, tapi ada video seperti infocus yang muncul di atas buku itu. Sebuah petunjuk untuk menggunakan sihir air sebaik mungkin.


Nika membaca itu, dia perhatikan dengan seksama, lalu perlahan dia coba peragakan.


Dibuku itu tertulis bahwa harus fokus mengumpulkan aliran sihir di satu titik, yaitu hati, lalu biarkan aliran sihir mengalir dari hati menuju kepalanya, saat pengguna sudah merasa ada aliran sihir di kepalanya, dia harus mengimajinasikan kekuatan seperti apa yang ingin dia bentuk. Lalu dari imajinasi itu, rasakan tangan seolah akan membentuknya.


Itu yang tertulis pada dua halaman yang terbuka itu. Nika tidak bisa membuka halaman lainnya. Dia sudah berusaha membukanya, tapi tidak bisa, hanya halaman yang ingin buku itu tunjukkan yang bisa terbuka. Dan gambar bergerak orang-orang diatas buku itu terus berulang.


Nika segera bangkit berdiri, tidak ingin melewatkan sedikitpun kesempatan belajar yang sudah terpampang di depan matanya. Soalnya tidak tau, sampai kapan buku ini akan terbuka, dan apakah buku ini akan terbuka lagi. Nika memilih berlatih sekarang walaupun tengah malam.


Kesempatan emas ini datang pada Nika, mana mungkin dia lewatkan!


Nika bangun dari kasurnya, Dia mengatur napasnya dengan baik sesuai arahan dari buku, yang meminta jiwa dan hati harus tenang untuk melanjutkan tahap selanjutnya. Nika menghela napasnya untuk menarik semua fokusnya saat ini, berpaling dari masalah permaisuri atau apapun yang terjadi hari ini.


Nika mulai bisa fokus, dia memejamkan matanya, mencoba memfokuskan dirinya, mengalirkan seluruh aliran sihir yang menyebar, menuju satu titik di hatinya.


10 menit berlalu untuk Nika bisa fokus dan merasakan aliran sihir itu, dia benar-benar bisa merasakannya, rasa sejuk dan dingin yang memenuhi seluruh tubuhnya, seolah sungai yang dingin mengalir di seluruh tubuhnya.


Akhirnya setengah jam berlalu, dan Nika berhasil mengumpulkan semua energi sihir itu pada satu titik di hatinya.


Nika ingat, tahap selanjutnya yaitu mengalirkan sebagian energi mana itu ke kepalanya, sebagian saja. Karna ad peringatan di buku tua, jika seluruh aliran sihir dialirkan ke kepala, maka selesai sudah, orang itu akan mati karna kepalanya akan meledak akibat kepadatan energi sihir.


Shitt! Sial! Kenapa di detik-detik begini malah ingat kalimat itu!


Nika menghela napasnya, karna dia sudah merasakan, energi mana yang sudah dia kumpulkan selama setengah jam di hatinya, kembali menyebar ke seluruh tubuhnya dengan sangat cepat.

__ADS_1


Pada saat itu, Nika kehilangan fokusnya, dia memikirkan soal akibat dari kegagalan itu, dia takut mati karna ledakan energi mana yang akan membuat kepalanya pecah, karna itu fokus Nika hilang semuanya. Usahanya selama setengah jam hilang sudah. Nika gagal dan harus memulainya dari awal lagi.


"Okee, gak masalah, gagal sekali bukan berarti gagal sejati. Aku masih bisa coba dan bangkit kembali. Kalo aku nyerah, itu baru gagal! Yuk bisa yuk diriku yang kuat dan hebat ini!"


Nika kembali memfokuskan dirinya seperti sejak awal tadi, dia kembali mengalirkan energi sihir ke satu titik itu. Tapi hasilnya nihil, Sudah satu jam berlalu dan Nika belum bisa mengumpulkan energi sihir di satu titik seperti yang dia lakukan pertama kali tadi.


Nika sudah kehilangan fokusnya, dia sudah sulit untuk berkonsentrasi. Ini lebih sulit dari percobaan pertama tadi, karn fokus Nika sudah buyar, meski hampir dua jam berlalu, Nika tidak peduli, dia masih terus berusaha fokus, dan terus mencoba mengumpulkan energi mananya di satu titik di tubuhnya.


......................


"Nyonya! Anda harus bangun cepat!" Lien berteriak tepat di telinga Nika, dia juga menggoyang tubuh Nika dengan sedikit kasar. Lien sedang sibuk dan berusaha keras untuk membangunkan Nika yang berusaha keras. Sementara Henza sedang sibuk menyiapkan air mandi, sabun, dan pakaian yang akan Nika kenakan hari ini.


"Ada apa Nien, ini masih terlalu pagi, matahari masih belum naik sepenuhnya, biarkan aku tidur lagi, aku sangat mengantuk. Biasanya juga aku masih tidur jam segini." Nika menguap, dia masih sangat mengantuk, matanya masih terbuka sedikit, saat matanya terbuka perlahan, di jendela masih belum terang, masih cukup gelap, dan biasanya Nika masih tidur jam segini.


Sungguh Nika masih sangat mengantuk, kemarin malam dia sibuk untuk melatih sihirnya, walau dia hanya berhasil sampai mengalirkan sebagian energi sihir ke kepala, dia baru berhasil sampai disana.


"Nyonya Selir Vinaika harus bangun! Anda tidak boleh terlambat! Jangan sampai anda terlambat untuk memberi salam pada pemimpin selir! Kalau anda terlambat nanti anda bisa dihukum!"


"Apanya yang memberi sa ... lam." Nika mengucek matanya perlahan.


"...."


"...."


Ucapan Lien langsung membuat Nika membuka matanya lebar-lebar, dia akhirnya sadar sepenuhnya, Nika ingat hari ini sudah di mulai aturan Nimonia, untuk memberinya salam setiap pagi dari jam tujuh hingga delapan pagi, siapa yang terlambat akan langsung mendapatkan hukuman.


"Ayo cepat, apa yang kita lakukan, ayo bersiap, air mandi ku sudah selesai? Bagaimana dengan pakaian ku?"

__ADS_1


Nika sudah melompat dari kasurnya, dia langsung buru-buru bergerak, entah kemana rasa kantuk dan lelah yang menguasai tubuhnya sejak tadi.


.......


...****************...


"Selamat pagi, pemimpin selir." Nika menunduk hormat pada Nimonia yang sekarang duduk angkuh penuh kehormatan di tengah aula.


"Ya, kembalilah." Nimonia tersenyum.


Nika segera berbalik pergi, rasanya menyesakkan ada di dekat pemerian utama wanita, energinya berbeda, senyumnya membuat Nika ingin menyerah pada takhta permaisuri.


Nika berjalan sendirian di lorong, tapi tidak benar-benar sendirian, setiap beberapa meter selalu ada ksatria yang menjaga.


Nika menghela napas lega, karna tidak sia-sia dirinya sudah sibuk sejak pagi, dan tidak terlambat di hari pertama ini.


Aku harus kasih Lien sama Henza bonus, karna berkat mereka aku ga terlambat.


sekarang aku cape, mau istirahat dulu deh.


Nika memilih pohon di tepi danau sebagai tempat peristirahatannya lagi, namun ini menyebalkan karena ada seorang ksatria yang tertidur di pohon sebelah Nika.


Dih bukannya kerja malah leha-leha, yang lainnya kerja dia malah enak-enak baringan disitu!


Nika ingin menegurnya, sekalian melampiaskan kekesalannya karna ksatria ini sangat sombong. Tapi keinginan itu Nika tahan, dia akan sangat malu jika ksatria itu menjawab, bahwa saat itu adalah waktu istirahatnya.


Jadi Nika mengurungkan niatnya, jika itu benar-benar waktu istirahatnya, Nika akan merasa bersalah karna mengganggu tidur orang, padahal Nika sendiri tau, dibangunkan pas sedang asyiknya tidur itu rasanya sangat menyebalkan.

__ADS_1


__ADS_2