TAKTIK SELIR NIKA

TAKTIK SELIR NIKA
Di kamar Kaisar?!


__ADS_3

...*************...


Nika membuka matanya secara perlahan, punggungnya terasa sangat sakit, saat dia bernafas, lukanya seolah berdenyut, dan rasanya sangat perih.


"Sakit bangetttt!" Nika berteriak setelah dia membuka mata, sungguh saat dia sadar punggungnya terasa lebih nyeri. Dalam beberapa saat Nika sudah mengingat apa yang terjadi padanya kemarin.


Dia dituduh selingkuh, dihukum cambuk, diadili, lalu tiba-tiba Kaisar sendiri yang datang menyelamatkan Nika.


"Sakittt bangettt, beneran sakit ini mah, perih bangett!" Nika baru sadar, lukanya sekarang jauh lebih perih dibanding saat Nimonia mencambuknya.


Satu detik


Tiga detik


Sepuluh detik


Satu menit sudah berlalu, selama itu Nika terus saja mengeluh soal punggungnya yang sakit, namun setelah dia mengatur nafasnya, dia mencoba menahan rasa sakit itu di dalam dirinya, toh percuma saja teriak, tidak akan ada yang mendengar, teriak juga tidak akan membuat Nika langsung sembuh, kalau soal kepuasan sensasi berteriak, Nika sudah cukup, satu menit meringis, menangis kesakitan sudah cukup.


Akhirnya Nika kembali tenang, dia menghela napasnya.


Saat dia sadar, dia mengedarkan pandangannya, melihat dengan jelas ranjang mewah yang berkilau ini. Nika melihat sekali lagi dengan jelas dan detail, dimanapun matanya memandang hanya ada barang mewah dimanapun, entah itu hiasan dinding, lukisan, atau bahkan patung-patung, dan pedang yang tersusun rapi disini.


Jelas ini bukan kamarnya, dan ranjang mahal ini juga bukan miliknya! Nika tidak tau apa yang terjadi, saat di aula kemarin Nika memang berniat pura-pura pingsan, dia tidak menyangka bahwa dirinya akan pingsan sungguhan.


"Ah, anda sudah sadar Nyonya Selir, syukurlah kalau begitu."


Nika melihat dari arah pintu, tampak wanita paruh baya dengan jas berwarna putih mendekat padanya. Rambut yang terikat, membuat penampilan wanita tua itu tampak berkharisma dan elegan.


Tapi Nika tidak tau siapa orang ini, Nika tidak pernah ingat bertemu dengannya.


"Ayo, bawa masuk makanan, obat-obatan dan perbannya." Kata wanita itu lagi pada seseorang di luar sana. Sepersekian detik kemudian, tampak beberapa pelayan yang membawa makanan, air, obat-obatan dan perban berjalan masuk mengikuti langkah wanita tua tadi.

__ADS_1


Nika hanya diam memperhatikan situasi, dia tidak tau apa yang sudah terjadi sejauh ini, dan dimana dia sesungguhnya.


"Ah, anda pasti kaget. Perkenalkan saya adalah Dokter Helmes, saya adalah dokter kepercayaan yang mulia Kaisar. Yang mulia Kaisar sendiri yang meminta saya untuk mengobati anda." Kata Dokter Helmes memberikan salam hormat pada Nika, tak lupa ia tersenyum hangat pula.


Ah, wajar kan kalau Kaisar mengirimkan seorang dokter, mengingat Nika juga terluka karna penyamarannya.


Mungkin Kaisar Xander tidak mau berutang apapun pada ku? Ya baguslah, aku memang benar-benar butuh dokter sekarang, perih banget punggung aku!


"Ah begitu, perkenalkan saya Vinaika, maaf saya tidak bisa menyambut anda karna kondisi tubuh saya kurang memungkinkan untuk bangkit." Nika hanya beralasan, aslinya dia memang tidak mau bangkit, malas rasanya.


"Apa maksud anda? Tolong jangan meminta maaf, posisi anda terlalu tinggi untuk meminta maaf pada saya, dan saya mohon jangan terlalu formal pada saya, nanti saya yang akan kena masalah. Yang mulia Kaisar Xander akan menghukum saya."


Nika tidak mengerti maksud perkataan dokter itu, bagaimana bisa Nika yang selir figuran posisinya bisa lebih tinggi dari dokter Kekaisaran kepercayaan Xander?


Dokter ini bercanda kan? Ini namanya basa-basi kan ya?


"Ah begitu, ngomong-ngomong apa anda tau kita dimana sekarang? Dan apa yang terjadi setelah saya pingsan kemarin?" Nika mencoba mengabaikan basa-basi dari sang dokter, dan langsung menanyakan apa yang membuatnya penasaran sejak dia bangun.


"Ah ya, baiklah, tolong rawat luka ku, rasanya semakin perih. Tapi ngomong-ngomong, kenapa kita ada di kamar kaisar? Apa sejak kemarin aku tidur disini?" Nika sekali lagi mengedarkan pandangannya pada kamar ini, dia merasa semuanya masuk akal, kenapa setiap barang di tempat ini terasa mewah dan berkesan, ternyata ini memang kamar kaisar.


Pantas saja, seandainya berbeda. Punya kaisar ternyata.


Nika mengangguk mengerti.


"Kemarin? Maaf yang mulia selir, anda sudah terbaring tak sadarkan diri di kamar kaisar selama tiga hari berturut-turut." Dokter itu menjelaskan dengan senyuman, tapi matanya bingung ingin berekpresi seperti apa, setelah melihat wajah Nika yang kaget setengah mati.


"Apaaa?! Tiga hari? Tidur disini? Beneran?! Tidur di kamar Kaisar?!"


Dokter Helmes tidak tau harus bereaksi bagaimana agar Nika tenang.


......................

__ADS_1


Satu jam sudah berlalu, Nika sendirian di kamar Kaisar ini. Setelah Dokter Helmes mengganti perban dan mengoleskan saleb lagi, Nika sarapan dan minum obat.


Nika sudah merengek untuk pindah tempat tidur saja, karna dia tidak nyaman tidur di ruangan Kaisar.


Kalau dia yang bawa aku kesini, artinya dia sendiri kan yang bolehin aku ada disini. Aku gak bakal di penggal tiba-tiba kan?


Nika merasa bosan, dia tidak tau harus apa. Dia sulit untuk bergerak, dokter Helmes juga tidak mengatakan apapun soal situasi di luar, padahal dia ingin tau apa yang terjadi selama tiga hari ini saat dirinya tak sadarkan diri.


Tapi Nika juga sangat bersyukur dengan kedatangan dokter Helmes, berkat dokter itu dan tangan ajaibnya, Nika bisa bernapas lebih tenang, karna sekarang punggungnya terasa jauh lebih baik, meski agak perih saat bergerak, tapi tidak seperti saat Nika bangun pagi sebelumnya.


*Gimana nasib Nimonia yaa? Dia kan yang kuat banget buat mukulin aku dan hukum aku, habis tau semua kebenaran kalau prajurit itu ternyata yang mulia Kaisar, apa yang terjadi ya?


Apa yang mereka pikirkan yaa?


Bagaimana pendapat orang-orang tentang ku sekarang*?


Apa aku semakin dekat dengan takhta Permaisuri?


Atau malah semakin jauh?


Punggung aku sakit sih, tapi kalau dengan cambukan mematikan ini bisa menyingkirkan Nimonia dari jalan ku buat jadi permaisuri kayaknya setimpal deh.


Soalnya, Nimonia itu kan pemeran utama, dia yang ditakdirin buat jadi permaisuri. Jadi kalau Nimonia tersingkir sekarang, kayaknya jalan aku buat jadi permaisuri bisa lebih mulus deh.


Dan misi dari sistem bisa lebih cepat terselesaikan, kan?


"Saya dengar anda sudah sadar. Saya datang kesini untuk meminta maaf atas tuduhan kasar saya yang saya berikan pada anda, Selir Vinaika."


Panjang umur, Nika baru saja membicarakan orang itu, dan kini Nimonia muncul di depan matanya, dengan dua pelayannya yang membawa dua buah kotak yang cukup besar.


Sangat tidak enak melihat senyuman miring Nimonia itu.

__ADS_1


__ADS_2