TAKTIK SELIR NIKA

TAKTIK SELIR NIKA
Kondisi yang berputar arah!


__ADS_3

...*************...


"Katakan, siapa pria yang berselingkuh dengan anda selir Vinaika?" Nimonia bertanya pada Nika yang sudah duduk tidak berdaya di depan semua orang.


Saat ini Nika berada di aula yang dipenuhi beberapa ksatria dan juga semua selir, pun ada hakim Selena, hakim perempuan muda yang sangat terkenal, dia putri seorang Duke. Hakim Selena adalah hakim yang paling adil di kekaisaran ini.


Hakim Selena berusia 28 tahun, dia putri seorang Duke terkemuka, keluarganya juga punya sejarah panjang dengan Kekaisaran Archerian, dibanding menjadi selir Kaisar, Selena memilih tidak menikah seumur hidupnya dan menjadi hakim, terkenal sebagai tiang kebenaran, dan Libra keadilan.


"Jawab Selir Vinaika!" Pekik Hakim Selena dengan suara yang meninggi.


Nika terdiam, berlutut di depannya. Dia sejak tadi diam saja, bingung harus jawab apa, tidak akan ada yang percaya juga kalau dia bilang dia bersama Xander, pun kalau mereka percaya, rasanya Nika akan merusak rencana besar Xander kalau sampai mengatakan Xander lah yang menyamar menjadi prajurit itu.


Nika memilih menutup mulutnya.


*Ctak!


Nimonia mencambuk Nika dengan sangat keras. Dan itu adalah cambukan ke empat untuk Nika. Dan selama empat kali dicambuk, Nika tetap diam.


Ini aku beneran bakal mati kah? Kayaknya iya deh? Tapi aku belum mau mati! Mimpi aku buat punya 10 M belum terwujud!


Nika memutar otaknya, mencari jawaban yang paling mungkin untuknya berdalih dan bisa lepas dari tuduhan ini.


"Saya jalan-jalan kemarin malam, dan--"


"Ditengah malam, Selir Vinaika?" Potong Nimonia cepat, bahkan sebelum Nika sempat menyelesaikan satu kalimatnya.


Tentu saja Nimonia tidak akan melewatkan kesempatan ini, pada pertemuan yang lalu dia cukup tersinggung dengan perkataan dan tindakan selir Nika. Saat ini dia diberikan kesempatan emas untuk membalas selir Nika, man bisa di lewatkan begitu saja kesempatan emas ini.


Nimonia akan membuatnya semakin buruk, Nimonia sudah merencanakannya, apapun yang Nika katakan dia akan selalu mencoba untuk menyudutkannya.

__ADS_1


Nimonia merasa puas, dia tidak perlu bersusah payah untuk menyusun rencana agar bisa memberi pelajaran pada Nika. Nika sendiri yang sudah terjebak pada takdir sialnya, dan Nimonia hanya perlu menambahkan minyak dan api saja, agar kasus ini tampak semakin panas dan membara, agar bisa membakar Nika dan kepercayaan dirinya.


Nika cukup kesal dengan ular satu itu yang semakin memperkeruh suasana karna perkataannya. Memang, dalam hal menyusun, memprovokasi, dan menyudutkan orang, Nimonia jagonya.


Tapi Nika belum mengaku bahwa dia kalah, terlalu cepat untuk Nika jika dia harus menyerah sekarang.


"Benar, ditengah malam saya berjalan-jalan mencari angin, di tengah perjalanan saya lemah saya menepi dan akhirnya masuk ke sebuah ruangan untuk tidur. Lalu ada ksatria itu lewat di dekat sana, jadi saya memintanya untuk menjaga saya sepanjang malam. Karna terlalu mengantuk, saya pun tertidur disana, dan tidak sempat kembali ke kamar saya sendiri." Nika menjelaskan, tentu saja isinya karangan, tidak begitu sebenernya kan?


Krrk!!!


Bola kristal di depan Nika berubah menjadi merah, berwarna merah kehitaman yang sangat pekat.


"Menjaga anda sepanjang malam maksudnya memeluk anda selama malam berlalu?"


*Ctas!!


Selir Nimonia lagi dan lagi mendaratkan satu cambukan keras pada Vinaika, demi apapun itu sangat sakit, Nika ingin menangis, tapi dia menahannya, dia tidak ingin terlihat lemah di depan mereka semua, apalagi di depan Nimonia yang angkuh.


Nimonia mencambuknya karna dia merasa berhak, karna statusnya saat ini adalah pemimpin para selir. Dia merasa, sudah tanggungjawabnya untuk mendisiplinkan para selir, termasuk Nika yang terkena tuduhan berselingkuh.


"Tolong jangan memperkeruh suasana dengan mengatakan hal jahat begitu Selir Nimonia."


"Memperkeruh suasana apanya selir Vinaika? Saya tidak akan mengatakan hal itu kalau saja anda jujur! Bola kristal berwarna hitam merah itu adalah bukti, bahwa semua yang anda katakan adalah kebohongan!"


*Ctas!


Lagi-lagi selir Nimonia mencambuk Nika, sungguh rasanya sangat sakit, Nika benar-benar ingin menangis.


"Tolong akui saja Selir Vinaika, ada saksi yang berkata jujur yang melihat anda keluar dengan seorang ksatria dari dalam ruangan tak terpakai pada pagi hari." Hakim Selena angkat bicara, pandangannya dingin, dia menatap Nika jijik, seolah Nika adalah makhluk paling hina di dunia ini.

__ADS_1


Tentu saja kan? Hakim Selena seorang wanita mandiri yang penuh akan harga diri tinggi dan martabat yang kuat, akan merasa jijik bahkan hanya untuk melihat sosok pengkhianat seperti Nika, yang dikabarkan berselingkuh. Hakim Selena dengan kehormatannya tidak sudi berada satu ruangan yang sama dengan Nika, yang tidak bisa menjaga kesucian janji pernikahan.


"Itu benar, saya melihat Nyonya Selir Vinaika masuk bergandengan tangan mesra dengan seorang ksatria biasa, dan keluar di pagi harinya dengan penampilan berantakan." Ujar salah satu pelayan.


Bola kristal yang semulanya berwarna merah dan hitam karna kebohongan Nika, seketika berubah menjadi warna putih dengan kejujuran dari pengakuan pelayan itu.


Kalau dipikir-pikir pelayan itu bener sih, tapi salah juga di bagian di tarik mesra, aku itu diseret sampai memar ya oleh Kaisar kalian yang kejam dan berdarah dingin itu!


Nika mulai memikirkan sudut pandang semua orang, apalagi Nika baru saja berbohong, dan pelayan itu terbukti jujur, Nika semakin tidak punya peluang untuk selamat hany dengan mengarang cerita.


Apa aku gunain sekarang aja yaa?


BRAK!!!!


Pintu aula di dobrak kasar Xander Xanji De Landish memasuki ruangan dengan beberapa ksatria, dan juga Starta yang ada disebelahnya.


"Yang mulia Kaisar, saat ini pengadilan sedang berlangsung, harap tenang, dan jangan langsung memenggalnya! Biarkan saya selalu hakim di kasus ini yang memu--"


"Kunci mulut mu itu." Kaisar Xander memotong ucapan Hakim Selena barusan. Selena langsung terdiam seketika, tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Karna jujur saja, Selena juga sangat takut pada Kaisar Xander, apalagi kalau Sang kaisar sedang marah seperti ini.


"Salam pada matahari Kekaisaran yang selalu menyinari tanah Archerian. Saya sebagai pemimpin para selir sedang mendidik dan menghukum selir yang berselingkuh dari anda. Tapi kalau anda ingin menghukumnya sendiri, saya tidak akan ikut campur." Nimonia menunduk memberikan salam, kedua tangannya terulur guna memberikan cambuk yang sudah berhiaskan darah Nika.


"Kenapa kau diam saja saat dicambuk begitu? Katakan saja sejujurnya, kau tidur dengan ku kemarin malam." Kaisar Xander membantu Nika berdiri, tubuhnya bergetar melihat darah di punggung Nika.


"Saya kira anda sedang menyamar untuk mencari pengkhianat, saya pikir rencana anda lebih penting dari nyawa saya, karna itu saya tidak ingin merusak rencana anda." Nika menjawabnya dengan sendu. Ekspresi wajahnya tampak sedih.


"Kenapa kau tidak menangis? Kemarin saja hanya karena aku menyentuh mu sedikit kau menangis, mengerang kesakitan sepanjang malam. Kenapa dengan luka punggung sebesar ini kau diam saja?"


Seluruh ruangan hening, Nimonia sangat terkejut, bukan hanya dirinya, tapi semua orang yang mendengar kalimat itu keluar dari mulut Kaisar Xander juga ikut terkejut.

__ADS_1


Kayaknya mereka semua salah paham deh, maksud perkataan Kaisar kan ga gitu. Biarin aja deh mereka salah paham, keuntungan buat aku.


Nika menyunggingkan senyuman miringnya, dia menatap menang ke arah Nimonia. Nimonia merasa sangat kesal, dan marah sampai tubuhnya bergetar hebat. Nika cukup terhibur dengan ekspresi telak Nimonia. Nimonia yang selalu tenang dan pandai mengatur ekspresi, kini terlihat jelas sedang marah.


__ADS_2