
"Saya dengar anda sudah sadar. Saya datang kesini untuk meminta maaf atas tuduhan kasar saya yang saya berikan pada anda, Selir Vinaika."
Panjang umur, Nika baru saja membicarakan orang itu, dan kini Nimonia muncul di depan matanya, dengan dua pelayannya yang membawa dua buah kotak yang cukup besar.
Sangat tidak enak melihat senyuman miring Nimonia itu. Jujur saja, Nika pikir saat ini Nimonia sedang dihukum oleh Kaisar Xander karna terlah melakukan tuduhan palsu, tapi ternyata dia masih baik-baik saja tanpa luka, sementara Nika disini terluka parah sampai duduk pun tak bisa.
Iri banget, itu pasti karena dia pemeran utama, Kaisar Xander mengampuninya.
Nika menarik napasnya dalam-dalam, setidak suka apapun dia kepada Selir Nimonia, tapi dia tidak bisa menunjukkannya secara terang-terangan, karna di dunia ini ada yang namanya etika berbicara, karna status Nimonia lebih tinggi dari Nika sendiri, tetap Nika harus menghormatinya.
"Iya, tidak ada yang bisa menduga kan kalau yang mulia Kaisar tidur dengan saya. Jadi wajar saja tuduhan itu terarah pada saya." Nika tersenyum sangat manis, tak ingin kalah, dia juga membalas perkataannya Nimonia.
Nimonia tersenyum dengan paksa, padahal urat-urat kekesalan sudah muncul jelas di kepalanya. Tentu saja Nimonia mengerti maksud dari perkataan Nika. Maksudnya adalah 'Aku sudah tidur dengan kaisar loh, disaat tidak ada yang pernah tidur dengan kaisar.'
Dan tebakan Nimonia sungguh benar, karna maksud perkataan Nika memang seperti itu, dia ingin menyombongkan keberuntungannya yang bisa tidur dengan sang kaisar malam itu.
"Ah begitu, untuk permintaan maaf saya, saya ingin memberikan hadiah pada anda. Hati saya rasanya sangat sakit, kalau mengingat kejadian hari itu. Tangan saya bahkan sampai gemetar saat mengingat, bahwa tangan berdosa ini sudah melukai tubuh berharga anda." Nimonia tersenyum tipis, sudah jelas apa maksudnya kan?
Nika paham dari kalimat panjang yang berarti. 'Tangan ku memukul tubuh mu loh, walau kau pernah tidur dengan Kaisar.'
Nika tak ingin kalah, apalagi menunjukkan ekspresi lengahnya, dia tetap tersenyum santai dengan matanya yang sedikit menyipit. "Tidak apa-apa, anda kan tidak tau kebenarannya dan hanya ingin mendisplinkan saja, tapi anda kurang hati-hati, saya sarankan kedepannya agar memastikan dulu kebenarannya baru menghukum pelakunya."
"Iya, anda benar, saya memang kurang hati-hati dan terlalu tergesa-gesa, itu semua melindungi harkat dan martabat yang mulia kaisar. Aduh, anda pasti merasa sakit sekali."
"Iya itu benar, cukup sakit, tapi saya sudah diobati, apalagi tiga hari terakhir saya tidur di tempat nyaman ini." Nika tersenyum puas.
Semua orang harus lihat ekspresi Nimonia yang kesal sekarang, Nika berhasil membalikkan telak kata-kata pemimpin selir ini. Tentu saja kan? Tidak ada kata-kata yang bisa Nimonia katakan, faktanya Nika tidur di ranjang kaisar selama tiga hari terakhir. Tentu itu membuat siapapun iri, mengingat Kaisar Xander itu berdarah dingin.
__ADS_1
Nika tersenyum menang, puas melihat ekspresi terdiam Nimonia, walau disana Nimonia berusaha untuk tetap tenang, tapi tangannya yang sedikit gemetar dan giginya yang ia rapatkan, dengan tatapan mata yang ragu membuat Nika semakin yakin, Nimonia sedang kebingungan sekarang.
"Kau, keluarlah."
Tiba-tiba Kaisar Xander sudah ada di belakang Nimonia, dia baru saja masuk dari pintu dengan Duka Starta.
Nika dan Nimonia sama-sama kaget melihat Kaisar Xander ada disana, tidak satupun dari mereka menyadari kehadiran sang kaisar itu. Kehadiran Xander membuat keduanya terdiam, juga memudarkan senyum Nika. Jujur saja, Nika belum terbiasa menghadapi Kaisar Xander, meskipun akhir-akhir ini hubungan mereka sedikit lebih dekat, kan?
"Saya?" Nika menunjuk dirinya sendiri, karna arah pandangan Xander tertuju pada Nika.
Nika benar-benar kesal saat ini, wajahnya merah padam.
Kalau memang mau mengusir ku saat aku sadar, bisa tidak jangan di depan perempuan itu?! Aku baru saja menang perang dingin dengannya, dan kau menyuruh ku keluar dari kamar mu. Habislah aku, harga diri ku benar-benar hancur!
Nika sudah sangat kesal, kalau tau dia akan di usir di depan Nimonia, Nika tidak akan sombong seperti tadi. Kan sekarang Nika jadi malu, seolah menjilat ludah sendiri.
Nika melirik kesal ke arah Nimonia yang tersenyum tipis, sedikit menertawakan kemalangan Nika, ah atau sudah tertawa puas jauh di dalam lubuk hatinya.
Aku ini masih sakit loh, tega banget ngusir!
Nika menghela napasnya, mungkin sejak awal Xander memang menunggu Nika sadar agar segera mengusirnya dari kamarnya.
"Bukan, tapi dia. Kau keluarlah." Jawab Xander santai sambil menunjuk Nimonia.
Jangan tanya, jika tidak ada Xander Nika akan tertawa terbahak-bahak, kali ini wajah Nimonia yang sangat merah, entah karna kesal atau sangat malu.
......................
__ADS_1
Setelah Nimonia meminta maaf, dia segera pergi dari kamar Xander, Suka Starta juga langsung pergi setelah mendapatkan stempel dari kaisar Xander. Hanya tersisa Nika dan Xander di ruangan ini.
"Kenapa kau tidak mengusirnya?" Xander bertanya pada Nika, yang saat ini duduk tapi tidak bersandar sambil memakan buah yang Nimonia bawa, lumayan kan penunda lapar.
"Siapa? Selir Nimonia?" Nika mengernyit heran, apa orang ini benar-benar tidak tau.
"Iyalah dia, memangnya siapa lagi? Tidak mungkin aku, aku pemilik kamar ini."
"Itu benar sih, yang ada Anda yang akan mengusir saya. Tapi yang mulia, soal pertanyaan anda tadi, kenapa tidak mengusir selir Nimonia, tentu saja karna pangkat saya lebih rendah darinya. Dia pemimpin selir, sedangkan saya hanya selir biasa." Nika menunduk sedih, sambil memainkan jarinya.
Nah sekarang, angkat aku menjadi selir khusus apapun, yang setidaknya pangkatnya setara dengan Nimonia!
Nika berharap kaisar Xander peka, semua akan lebih mudah kalau Nika sampai mendapatkan kebaikan pangkat.
"Oh begitu, ya sudahlah, sudah pergi juga." Jawab Kaisar Xander enteng tanpa beban.
Nika langsung melirik tajam ke arah kaisar itu. Taktiknya tidak berhasil, kaisar Xander tidak memberikannya gelar lain. Padahal normalnya Kaisar itu akan iba dan memberikan gelar yang setara atau lebih tinggi untuk Nika, kan?
Sudahlah lupakan, dia memang pria berdarah dingin.
"Baiklah, terimakasih yang mulia."
"Melihat kau tidak merengek dan menangis, tampaknya luka mu sudah sembuh. Kau sudah bisa pindah kamar sekarang."
"Belum! Saya tidak bisa bangkit yang mulia, biarkan saya Istirahat total agar segera sembuh, saya mohon, tolonglah saya, punggung saya rasanya seperti dicabut kulit dari dagingnya."
Nika tidak bisa membiarkan Kaisar Xander mengusirnya dengan mudah. Nika harus memanfaatkan peluang ini untuk lebih dekat dengan takhta permaisuri kan?
__ADS_1