
...****************...
................
Hampir satu Minggu ini Nika habiskan dengan tidur bersama Kaisar Xander, dia jadi cukup terbiasa bangun dengan melihat wajah tampak kaisar Xander tepat di depan matanya. Sudah beberapa hari berlalu, sejak Nika kembali ke kamarnya, Kaisar Xander selalu datang di malam hari untuk tidur disebelahnya, baik secara terang-terangan maupun dari jendela.
Nika juga sudah merasa lebih baik, walau lukanya masih agak sakit, dia sudah lebih mendingan, dia sudah bisa berjalan.
Tapi ada satu masalahnya, Nika sudah bisa berlatih, tapi dia tidak akan bisa berlatih kalau Xander terus datang mengunjungi kamarnya, akan sangat sulit nantinya. Nika tidak mau ada siapapun yang tau soal kemampuan sihirnya, karna dia ingin menyimpan ini sendiri untuk menjaga dirinya sendiri.
Tapi Xander ada disini, Nika sudah coba berpikir keras dengan masalah ini, dia cari jalan keluarnya, tapi belum ada.
Eh bentar, pede gila aku, percaya diri banget kalo kaisar bakal datang tiap malam, paling ntar kalau bosan atau sibuk dia ga datang lagi.
Nika baru menyadari satu hal, Xander adalah seorang Kaisar, mana mungkin dia hanya setia pada satu wanita, akan tiba saatnya nanti Xander akan berhenti berkunjung ke kamarnya kan, entah karna bosan atau memang sibuk.
Walau agak kesal tapi gapapa, kan bisa belajar sihir.
Nika sudah mengerti jalan keluar dari masalah belajar sihir, tapi Nika merasa jalan keluar itu bukan jalan keluar terbaik, dia tiba-tiba saja merasa kesepian, membayangkan jika Xander tidak lagi datang ke kamarnya, mungkin? Atau karna Nika memang sendirian di dunia ini, jadi dia mudah merasa kesepian?
Nika menghapus pikirannya itu, dia turun dari kasurnya secara perlahan, karna Kaisar Xander masih tidur dengan nyenyak di kasurnya.
Nika tidak ingin membangunkannya hanya karna guncangan, soalnya Xander kelihatan sangat nyenyak, barangkali harinya memang sibuk dan melelahkan, wajar saja jika dia sibuk, dia kan seorang kaisar.
"Henza." Nika berteriak sedikit, tidak membangunkan Xander. Henza yang Nika percaya ada di depan pintu masuk secara perlahan.
Nika cukup terkejut melihat pelayannya yang baru masuk ini, pelayannya penuh dengan luka dan perban, wajahnya buruk, apa yang terjadi pada Henza?
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada mu Henza? Kenapa wajah mu begitu? Kenapa punggung mu berdarah, dan kenapa dengan tangan mu itu?!"
Nika baru saja bangun di pagi hari, dan saat dia memanggil pelayannya--Henza. Henza sudah datang dengan wajah yang membiru, mata yang bengkak, bibir yang berdarah, serta tangan yang sudah terbalut perban putih.
Nika tidak tau apa yang terjadi!
Dia ingat Henza kemarin masih baik-baik saja, mereka masih bertukar cerita soal masa lalu Vinaika dengan seksama dan tawa. Tapi tiba-tiba perempuan yang semulanya sehat sudah terluka sangat parah hanya dalam satu malam.
"Tidak, tidak ada yang terjadi nyonya Selir. Ini hanya karena saya ceroboh dalam bekerja, makanya terjatuh dan terluka." Jawab Henza sekenanya.
Padahal jauh di dalam hati dan ingatannya, kejadian kemarin masih terasa begitu nyata untuk dikatakan mimpi dan ilusi. Dia diseret menuju kamar Irana, dan disiksa sedemikian rupa sampai dia terluka parah begini.
"Jangan bohong, apa yang terjadi?" Nika menatap Henza datar, dia tentu tau, mana ada jatuh yang mengakibatkan luka separah ini, kecuali jatuh dari motor dan terseret aspal atau sejenisnya. Tapi kan itu tidak mungkin terjadi di sini, lebam itu bukan karna jatuh, Nika yakin itu.
Lien masuk dengan membawa nampan berisikan sarapan untuk Nika dan sang kaisar, dia letakkan di meja, dan kembali ke hadapan Nika dengan posisi menunduk.
"Maaf memotong pertanyaan anda nyonya, saya akan jawab, kemarin malam Henza diseret oleh dua pelayan Nyonya Selir Irana, sedangkan saya dikurung dan dibekap di kamar, hingga tidak bisa memanggil anda untuk meminta bantuan." Jawab Lien, bukan Henza, tapi Lien yang menjawabnya, Henza dan Lien tidur di kamar yang sama.
Nika menaikkan satu alisnya, sepertinya dia sudah tau kenapa, dan bagaimana bisa pelayannya seperti ini, dan kenapa dia berbohong.
"Lalu, katakan apa yang dia lakukan pada mu Henza?" Nika serius, tatapannya garang. Dia menatap Henza dengan penuh tekanan, benar, saat ini Nika sedang menagih kejujuran dari pelayannya.
Jujur saja, Henza pun merasa takut.
"Kau tidak akan bisa membayangkan apa yang terjadi pada mu kalau kau berbohong pada ku kan?" Nika menatap serius pelayan berambut pendeknya, sedangkan Lien pun hanya diam saja dan menunduk mengikuti kata-kata Nika. Dia juga ingin tau apa yang terjadi pada Henza.
Lien khawatir pada Henza, karna yang Lien tau hanya sampai Henza diseret, dan tidak tau apa yang terjadi setelahnya, kemana Henza dibawa, dimana dia pada malam itu, apa yang terjadi padanya hingga saat dia kembali, sekujur tubuhnya penuh dengan luka. Henza tidak menceritakan apapun bahkan pada Lien juga.
__ADS_1
"Kalau kau berani berbohong padanya, kau akan dihukum mati beserta keluarga mu." Kata Xander enteng, sambil memakan sarapan yang Lien bawa diatas kasur Nika.
Nika melirik datar pria yang dengan santainya makan disana, sementara Nika sudah penuh amarah dan kesedihan saat melihat pelayannya datang penuh luka begini.
Sedangkan Henza langsung tersentak, dia takut, tentu saja, ancaman kaisar bukan main-main, apalagi ancaman itu keluar langsung dari mulut pria paling kejam di kekaisaran ini, sang kaisar itu sendiri, penguasa tanah Archerian yang hebat.
"Saya dibawa ke sebuah ruangan, entah ruangan apa itu, saya disiksa, saya ditampar, saya ditendang di seluruh tubuh saya, satu kuku saya dicabut secara paksa--"
Nika menarik napasnya, dia merasa ngilu sekali mendengarnya, dia benar-benar iba pada pelayannya yang satu ini.
"Baiklah, katakan semuanya agar aku tau cara terbaik untuk membalasnya." Nika menarik napasnya, bersiap mendengar cerita lanjutan pelayannya, yang sudah pasti tidak berakhir dengan bahagia.
"Saya dijambak, saya dipukul, kepala saya dihantam dengan vas bunga. Nyonya Selir irana bilang itu hukuman pada saya karna saya mengatakan bahwa anda adalah selir kesayangannya yang mulia kaisar." Lanjut Henza, dengan wajah tertunduk, dan air mata yang sudah mengalir begitu deras.
Nika diam sebentar.
"Akan ku balas 10 kali lipat!"
......................
Di ruangannya Xander sedang berkerja bersama dengan Starta seperti biasanya.
"Mulai cari tau soal Marquis Gaverin, semua bisnis kotornya, dan skandal apapun, segalanya yang bisa menjadi alasan yang cukup untuk aku memusnahkan keluarga itu sampai akar-akarnya." Kata Xander santai, sambil membaca laporan di depannya.
"Maaf? Apa yang anda maksud Marquis Gaverin yang hebat dalam berdagang itu?"
"Hebat apanya, dia itu menipu dan mengancam."
__ADS_1
Kau fokus saja untuk membalas perbuatan anaknya, aku akan urus keluarganya agar tidak bisa ikut campur dalam balas dendam mu. Jadi jangan menangis, dasar cengeng.