TAKTIK SELIR NIKA

TAKTIK SELIR NIKA
Minta izin


__ADS_3

......................


Kalau sudah ke dunia asing, apalagi fantasi dimana sihir dan monster lazim. Tentu Nika tidak ingin melewatkannya! Pasar di kota kekaisaran Archerian ini. Nika sudah banyak membaca buku, di dataran Nether ini, yang paling berkuasa adalah kekaisaran Archerian dibawah kepemimpinan Xander.


Karna itu, Nika tidak mau berdiam diri saja di istana. Hatinya berkata agar Nika segera keluar dari sana.


Tapi untuk keluar, Nika butuh izin.


"Karna itu, aku butuh bertemu sang kaisar sekarang." Kata Nika memaksa masuk ke kamar kaisar. Kini selir manis itu sudah berdebat dengan salah satu ksatria yang berpangkat cukup tinggi, yang bertugas menjaga sang kaisar.


"Sekali lagi, maaf tidak bisa yang mulia selir." Jawab pria berwajah datar itu, dengan pakaian ksatria yang lengkap, wajah dan ekspresinya tidak berubah, dia masih tetap berdiri tegak menatap lurus ke arah Nika.


"Hey hey, apa yang kau lakukan disini ksatria Fal? Apa kau tidak lihat Yang mulia selir kesayangan yang mulia kaisar sedang berdiri disini dan ingin masuk, tapi kau menghalanginya? Beliau ini selir kesayangan loh."


Tiba-tiba dari arah belakang Zeanda datang dengan jubah ksatrianya, kalau Zeanda ini adalah pria dan jendral utama peperangan secara terbuka. Maka Ksatria Fal, adalah pemimpin prajurit bayangan yang Xander punya. Xander memiliki pasukan kegelapannya sendiri secara diam-diam tanpa sepengetahuan para bangsawan.


Tugas Ksatria kegelapan ini adalah melindungi Xander, dan menuruti apapun yang Xander perintahkan. Kalau ksatria di muka umum menjalankan perintah Xander demi kesetiaan dengan cara kehormatan, kalau pasukan kegelapan Xander menjalankan perintah Xander demi kesetiaan, dan dengan cara apapun bahkan tanpa ampun, asal mereka bisa menyelesaikan misi tuan mereka.


Fal memiliki keterikatan khusus dengan sang kaisar. Karna itu, bisa dikatakan Zeanda dan Fal ini setara. Zeanda jendral ksatria di depan umum, dan Fal, pemimpin prajurit kegelapan.


Nika sendiri tidak tau dengan identitas asli Fal. Nika juga tidak tau kalau di kekaisaran ini ada yang namanya pasukan kegelapan kaisar, karna Nika belum menyelesaikan game itu, dan belum sampai di chapter penjelasannya.


Karna Fal saat ini sedang diperintahkan kaisar untuk menjaga depan sebagai prajurit biasa. Fal baru kembali satu hari yang lalu, dari tugas dan misi yang Xander berikan khusus untuknya.


"Benar tau, aku ini selir kesayangannya kaisar. Berani sekali kau menghalangi jalannya selir tercintanya kaisar." Tambah Nika menimpali. Untuk Nika sekarang, bagaimanapun caranya dia mau bertemu Xander sekarang, dia butuh izin Xander agar kereta kudanya bisa lewat dari gerbang depan itu. Nika mau lihat-lihat dunia luar dan pasar sekarang, dia mau lihat seluas apa dunia fantasi yang kini ia tinggali.

__ADS_1


"Benar dia ini selir kesayangan kaisar. Apa kau tidak tau, yang mulia Kaisar setiap malam menghabiskan malam dengan beliau?" Tambah Zeanda lagi memanaskan suasana.


"Itu benar. Aku ini selir kesayangannya kaisar."


"Itu hanya rumor, Kaisar tidak memiliki selir kesayangan. Tidak mungkin yang mulia Kaisar Xander seperti itu." Jawab Fal. Mau bagaimana lagi, Fal kan sudah kenal Xander dari lama, dan dia baru pergi hanya sekitar dua bulan.


Nika menatap prajurit itu sinis.


"Berisik sekali di luar." Kaisar Xander membuka pintu kamarnya, tepat di depannya berdiri Nika dan Zeanda yang sudah bersebelahan.


"Kenapa kau menangis lagi? Dasar cengeng." Xander menarik tangan Nika untuk mendekat padanya, dan menjauh dari Zeanda. Entahlah, Xander juga tidak paham, tapi rasa kesal tumbuh dihatinya begitu cepat, ketika matanya menangkap gadis cengengnya ada di sebelah pria playboy itu. Perasaan itu bukan cemburu, Xander yakin itu, itu hanya sedikit perasaan tidak nyaman. Barangkali karna Nika adalah selir Xander?


Bukan cemburu perasaan kesal yang aku rasakan barusan, itu karna si cengeng ini adalah selir ku, jadi dia tidak boleh ada di dekat pria playboy seperti Zeanda. Selir hanya milik Kaisar.


"Siapa yang menangis?" Nika mengernyit heran, demi apapun dia tidak menangis sekarang, tidak ada satu bulir pun air hangat yang menetes dari matanya sekarang. Yang ada Nika hanya semakin kesal saja, dia hanya ingin keluar jalan-jalan, tapi itu dipersulit seperti ini.


"Kau yang menangis." Jawab Xander datar.


"Saya tidak menangis." Nika masih bersikeras, soalnya dia hanya kesal, bukan sedih.


"Kau menangis." Pun dengan Xander yang bersikeras tidak mau mengalah.


"Iya saya menangis!" Kesal Nika, dia semakin kesal saja, untuk itu, dia akan lakukan apapun agar menyelesaikan ini dengan cepat. Sudahi perdebatan tidak penting itu, karna Nika punya tujuan yang lebih penting makanya datang kemari. Berdebat dengan orang-orang ini tidak akan ada untungnya.


"Tidak heran, kau memang selir ku yang cengeng. Lantas, kali ini kenapa kau menangis?" Xander tersenyum tipis tanpa siapapun sadari, ada sesuatu perasaan geli dihatinya, dia tidak bisa menjelaskannya, tapi yang pasti rasanya dia senang seolah menang debat dari Nika.

__ADS_1


Nika menahan kekesalannya sebisa mungkin, inilah yang Xander inginkan.


Sudahlah, sesukanya saja.


"Dia yang buat saya kesal! Saya ingin pergi jalan-jalan keluar sekarang! Dan penjaga gerbang, saya harus mendapat izin anda, jadi saya kembali kesini untuk meminta izin! Tapi dia tidak mengizinkan!"


......................


Sungguh, Nika tidak tau kalau aduannya itu bisa berdampak cukup besar saat ini. Karna sekarang Nika ada di satu kereta kuda yang sama dengan kaisar Xander, dengan Fal sebagai kusirnya.


Sesuai dengan permintaan Nika yang mau keluar diam-diam dan tidak ingin mencolok, hanya menyamar sebagai warga biasa agar dia bisa menikmati suasana pasar di kota ini. Jadi dia meminta Fal memakai kereta kuda jelek, dan Xander disuruh menyamar memakai pakaian sederhana dan juga menutup wajah serta rambutnya. Soalnya itu mencolok sekali.


Pun dengan Nika yang memakai pakaian biasa.


"Yang mulia, sihir apa yang bisa merubah warna mata, saya juga mau mencobanya, mau buat warna merah, biar saya tidak cengeng dan menjadi pemberani." Celetuk Nika menatap wajah Xander, yang kini matanya sudah berubah menjadi warna kuning. Nika juga mau mencoba merubah matanya menjadi warna merah, karna dulu di dunia modern, dia suka salah satu karakter animasi yang juga bermata merah, kesannya lebih berani dan misterius.


"Tidak akan aku beritahu." Jawab Xander enteng tanpa beban.


"Kalau gitu kenapa anda ikut saya keluar? Anda kan banyak pekerjaan, padahal bisa hanya memberikan izin dan satu ksatria saja."


"Kau itu cengeng, gampang menangis. Kalau ku tinggalkan kau di luar sini, kau pasti akan terus menangis."


...Boleh ku pukul kepalanya?...


Biarkan kata-kata barusan Nika simpan untuknya sendiri selama sisa umurnya.

__ADS_1


__ADS_2