TAKTIK SELIR NIKA

TAKTIK SELIR NIKA
Singkirkan keluarga itu


__ADS_3

Nika diam sebentar. Giginya ia rapatkan, tubuhnya bergetar menahan amarah, tatapannya tajam dan menusuk, untuk Irana yang sudah berani menyentuh orang-orangnya.


"Akan ku balas 10 kali lipat!" Nika serius, matanya menyipit mengerikan.


Ah, ternyata si cengeng bisa marah juga ya? cukup menyeramkan.


Xander memperhatikan Nika dengan serius dari tempatnya, dia bisa melihat dengan jelas bahwa selirnya yang lemah dan mudah menangis itu sedang marah untuk orang lain saat ini, dan kemarahannya benar-benar serius.


Xander bisa merasakan ada aura dendam di sekitar Nika. Aura yang tidak pernah Xander bayangkan akan muncul dari selir kecilnya yang cengeng itu.


Tanpa Xander sendiri sadari, bibinya tertarik, dia tersenyum tipis melihat Nika yang sedang sangat marah, dia berapi-api tidak sabar untuk menjambak rambut Irana. Tapi Nika tidak akan melakukan yang seperti itu, dia punya rencana dan taktiknya sendiri untuk membalas Nika.


Uruslah perempuan itu, keluarganya biar aku yang tangani.


......................


Di ruangannya Xander sedang berkerja bersama dengan Starta seperti biasanya. Setelah dia tidur dan sarapan di kamar Nika, Xander biasanya kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian, lalu ke ruangan kerjanya untuk kembali menjadi pemimpin sebuah negara besar yang sibuk, sementara Zeanda juga sibuk mengurus para prajurit yang baru masuk.


"Mulai cari tau soal Marquis Gaverin, semua bisnis kotornya, dan skandal apapun, segalanya yang bisa menjadi alasan yang cukup untuk aku memusnahkan keluarga itu sampai akar-akarnya." Kata Xander santai, sambil membaca laporan di depannya.


"Maaf? Apa yang anda maksud Marquis Gaverin yang hebat dalam berdagang itu?" Ulang Starta, dia harap dia salah dengar, karna nama orang sekaligus nama keluarga yang Xander ucapkan barusan adalah, Marquis Huzin Le Garvin dari keluarga Garvin.


Keluarga Garvin memang bukan pendiri kekaisaran, tapi keluarga ini sudah menjadi salah satu unsur penopang kekaisaran, karna bisnis mereka yang hebat. Konon katanya, setiap orang dari keluarga Garvin memiliki kecerdasan dan keberuntungan dalam berbisnis, karna itu mereka sangat kaya dan juga memiliki banyak relasi.


Bisnis keluarga Garvin kuat, bisnis mereka besar, kelompok dagang yang mereka kelola cukup berpengaruh dengan pemasukan istana kekaisaran, bahkan pajak yang mereka berikan biasanya lebih tinggi dari pajak bangsawan lainnya.

__ADS_1


Bisa dikatakan, Keluarga Garvin adalah keluarga kedua terkaya setelah keluarga kekaisaran.


Itulah kenapa Irana Le Garvin memiliki posisi yang tinggi, semenjak dia masuk istana selir, karna asal keluarganya dia menjadi petinggi tiga selir secara sendirinya, karena itu tidak ada yang berani melawan Irana.


"Yang mulia, saya salah dengar kan?" Ulang Starta lagi, dia bukannya takut kalau melawan keluarga Garvin, karna sudah jelas pemenangnya tetap keluarga kekaisaran De Landish.


Kekaisaran Archerian di perintah secara mutlak dibawah kendali kaisar saat ini, Xander sendiri.


"Hebat apanya, dia itu menipu dan mengancam." Jawab Xander santai, dia benar-benar menganggap masalah ini enteng.


Tidak seperti Starta yang menganggap bahwa masalah ini merepotkan.


"Anda tau, mereka itu keluarga kaya, penopang kekaisaran."


"Penopang apanya, mereka hanya benalu, kau tau itu. Penopang itu hanya cerita karangan leluhurnya."


"Saya tau, tapi apa anda tau, itu menambah pekerjaan saya. Dia keluarga yang cukup tangguh, kehilangannya memang akan sedikit berpengaruh pada keseimbangan Kekaisaran kita. Tapi tugas saya lagi banyak-banyaknya yang mulia kaisar. Tolong jangan tambah tugas saya dengan mengurus benalu itu." Starta akhirnya mengeluarkan isi hatinya.


Starta tidak takut pada Marquis Huzin ataupun keluarga Gaverin sendiri, kehilangan mereka tidak masalah, tapi hanya akan menambah kerjaan saja. Untuk Starta yang kerjaan hari-harinya sudah menumpuk, ini sangat menyebalkan.


"..." Xander tidak menjawab apapun, bahkan ekspresi wajahnya menjelaskan bahwa dia tidak peduli, dan tidak dengar soal apa yang sejak tadi Starta proteskan.


"Menambah pekerjaan saja. Kalau begitu yang mulia, setidaknya beritahu saya alasan bagus apa sehingga anda ingin menghancurkan keluarga itu secara tiba-tiba? Bukannya selama ini anda tidak terlalu peduli pada mereka, mereka juga tampak lebih tenang setelah anda menjadikan putrinya salah satu selir anda."


"Keluarga mereka akan menghalangi tupai cengeng ku untuk melompat. Mengganggu, jadi singkirkan saja mereka semua sekaligus." Xander diam sebentar, dia mengingat ekspresi Nika yang berapi-api, dia penuh kebencian saat itu, kepada Irana. Karna Nika benar-benar kesal dan tidak terima bawahannya disakiti.

__ADS_1


Kau fokus saja untuk membalas perbuatan anaknya, aku akan urus keluarganya agar tidak bisa ikut campur dalam balas dendam mu. Jadi jangan menangis, dasar tupai cengeng.


Jangan tanya, coba lihat wajah Starta saat ini, wajah yang mencerminkan isi hatinya.


'Kenapa aku harus menghancurkan sebuah keluarga hanya untuk seekor tupai bisa melompat?'


"Yang mul--"


"Diam atau kau ku lempar ke gunung Cafik." Ucapan Xander berhasil memotong omongan Starta dengan sempurna.


Tatapan dingin dan siap membunuh siapa saja itu mampu membuat Starta diam di tempatnya, dia sudah cukup berbicara, dan saatnya menuruti perintah. Starta memang mengeluh, tapi sejak awal dia juga sudah tau sifat kaisarnya ini, sekali Xander katakan jatuhkan, maka keluarga itu harus sejatuh-jatuhnya.


......................


Nika sudah lebih sehat saat ini, di kamarnya, Empat selir tinggi sudah berkumpul untuk menjenguknya.


Tentu saja, mereka adalah Selir Desha, Pemimpin Selir Nimonia, Selir Vanesha, dan juga selir bocah penggila kekerasan, selir Irana.


Melihat wajahnya saja, Nika sudah ingin mencabiknya, agar dia bisa merasa puas dan bisa menatap Henza.


"Syukurlah selir Vinaika sudah lebih baik sekarang, hari saya sakit setiap harinya memikirkan bagaimana saya yang salah paham ini bisa mencambuk anda, tangan saya begitu perih setiap harinya." Ujar Selir Nimonia membuka pembicaraan, tampaknya Nimonia sudah menyusun sebuah rencana.


"Mau bagaimana lagi kan? Selir Nimonia tidak tau kalau prajurit itu adalah sang kaisar yang menyamar. Jangan terlalu merasa bersalah, atas kelalaian anda, anda juga sudah dihukum seratus cambuk kan? Rasanya itu sudah sepuluh kali lipat dari rasa sakit selir Vinaika. Jadi jangan terlalu keras pada diri sendiri, Pemimpin Selir yang bijaksana."


Bukan Nika, tapi Selir Desha yang mengatakannya. Tampaknya Selir yang selama ini kelihatan tenang dan damai, juga sudah mulai mengeluarkan taringnya. Nika mulai menelaah perkataannya barusan, dia bertentangan dengan Nimonia, itu jelas.

__ADS_1


Tapi dengan Nika?


Nika tidak tau, apakah selir pertama ini masih menyukainya seperti saat itu, atau sudah beralih membenci Nika? Karna Nika menerima banyak perhatian dari sang kaisar, yang tidak pernah mereka dapatkan.


__ADS_2