
Tapi dengan Nika?
Nika tidak tau, apakah selir pertama ini masih menyukainya seperti saat itu, atau sudah beralih membenci Nika? Karna Nika menerima banyak perhatian dari sang kaisar, yang tidak pernah mereka dapatkan.
Tapi yang jelas, Vanesha masih tampak kesal, tapi tidak sekesal Irana, dia bahkan tersenyum tipis saat menatap Henza, dia menjadikan Henza sebagai pelampiasan kekesalannya pada Nika.
Nika semakin tidak sabar untuk memberi orang ini pelajaran.
"Wah, Selir Desha, anda benar, tapi berkat keluarga asal saya, saya masih baik-baik saja." Jawab Nimonia, dia sudah sangat kesal di dalam jiwanya ketika mendengar Desha yang menjawab.
"Beruntungnya anda, tidak harus terbaring satu harian di kasur seperti saya. Tapi syukurlah kondisi saya sudah lebih baik saat ini." Nika tersenyum manis, bersikap santai, seolah tidak merasakan tekanan apapun.
Padahal jelas, tiga selir di depannya sudah menatapnya penuh kebencian dan rasa iri dengki, bahkan Nika bisa merasa jiwa mereka kepanasan, kecuali selir Desha, yang masih tetap tenang dan santai, menyikapi semuanya dengan elegan, benar-benar tuan putri, pantas saja dia digadang-gadang sebagai calon utama permaisuri.
"Sepertinya kasur yang lembut, terbuat dari bagian tubuh yang diambil dari ular cinka di hutan terlarang memang benar-benar sangat nyaman yaa. Anda jadi bisa cepat sembuh, anda tampaknya sangat cocok dengan kasur kaisar." Tambah Desha, tidak memudarkan senyumannya, dia menatap Nika sebentar, lalu beralih ke Nimonia.
Wah!
Nika tidak menyangka, bahwa selir pertama ini akan mengeluarkan kata-kata seperti itu, yang bisa diartikan 'Benar, walau anda sakit, tapi anda tidur dengan kaisar di kasur yang sama.'
Dan itu keluar dari mulut selir pertama sendiri.
Apa dengan ini aku bisa menyatakan bahwa selir Desha masuk dalam sekutu ku?
ah, tidak secepat itu. Semua perempuan disini penuh dengan pikiran licik dan taktik manipulatif, disini tidak akan asing dengan yang namanya pengkhianatan.
Aku harus hati-hati, aku tidak bisa menarik orang lain ke kapal ku, bisa-bisa orang baru itu yang membuat kapal ku tenggelam.
Belum tentu, dan belum pasti dimana serli Desha berpihak, dan apa yang dia pikirkan. Untuk sementara, aku akan memperhatikannya saja.
Pertikaian itu terus berlanjut, terkadang Vanesha dan Irana juga ikut berbicara, tapi mereka langsung blak-blakan, karna sulit bagi mereka untuk menghina secara halus dan tersirat seperti yang tiga selir ini lakukan.
...**********...
__ADS_1
Nika sudah bosan di kamar, saat dia sudah bisa berjalan keluar, dia ingin kembali berjalan-jalan. Sore ini Nika memutuskan untuk menikmati pemandangan danau sore di tempat biasanya yang dia kunjungi.
Nika membawa beberapa makanan, dan minuman, serta alat kejut listrik dan buku sejarah kekaisaran ini. Dia sudah tidak sabar menikmati sore yang indahnya di bawah pohon pinggir danau seperti dulu.
Dia tau, di depan masih banyak hal yang harus dia kejar dan selesaikan, tapi biarkan Nika beristirahat dan menikmati waktunya untuk sekarang. Tidak apa-apa kan? Dia baru sembuh, dia ingin menikmati udara segar dunia ini sebelum dia kembali ke dunianya, atau bahkan mati karna gagal menjadi permaisuri.
Nika sudah sampai di tepi pohon.
Dia duduk disana sudah hampir setengah jam, dia makan, minum, membaca, dan melakukan segala hal yang bisa dia lakukan disana.
Meski begitu ada satu hal yang kosong, yaitu pohon di samping Nika kosong, biasanya ada yang mulia kaisar dalam pakaian ksatria biasa kan?
Tapi tampaknya sang kaisar sedang sangat sibuk hari ini, atau memang karna Nika sudah tau, buat apa kaisar itu tetap menyamar kan?
Tapi tetap saja, Nika merasa cukup kesepian, saat dia menoleh ke samping biasanya ada orang lain, sekarang dia benar-benar sendirian.
Gimana soal Selir Desha hari ini ya? Apa dia beneran ada pihak aku? Tapi aku ga bisa mutusin cepat, bisa aja dia nipu atau manfaatin kau, disini semuanya ular, percaya sama diri sendiri Nika!
Udahlah jangan dipikirin, aku cuma bakal pantau dia aja untuk sementara waktu, aku bakal fokus buat balas selir Irana, tapi gimana caranya yaa?
Ting!
Disaat Nika sedang bosan dan berpikir, sistem selalu saja memuncul dirinya, entah ini sebuah keberuntungan atau kesialan yang dia bawa kali ini.
Dia datang.
[Sistem : Selamat! Anda naik level! Hadiah Naik Level bisa anda klaim dengan bonus hadiah misteri setelah menyelesaikan misi!]
[Anda sedang ditargetkan! Kehidupan anda dalam bahaya! Dimakan atau memakan! Dimangsa atau memangsa! Anda segera mengalaminya! Selesaikan misi dari kami untuk mendapatkan hadiahnya!]
[Misi : Singkirkan satu dari Empat selir! Untuk mencapai puncak dan menjadi permaisuri anda harus menyingkirkan mereka!]
Siapa yang ingin anda singkirkan lebih dulu?
__ADS_1
A. Selir Irana
B. Selir Vanesha
C. Selir Desha
D. Selir Nimonia!
[Catatan > Hadiah yang akan diterima sesuai pilihan anda! Mohon hati-hati dalam memilih! Kalau anda gagal artinya anda mati! Kalau anda mati, artinya anda gagal! Semangat pengguna!]
Pucuk dicinta ulam pun tiba.
Tanpa basa-basi Nika langsung menekan tombol A, karna dia memang sedang ingin menyingkirkan Irana.
Tapi dia agak kesal, ia mengernyit melihat kalimat terakhir dan semangat yang sistem itu berikan, rasanya mau muntah setelah mendapat semangat dari sistem yang mengaturnya untuk mati.
Yo, jadi gimana cara aku buat singkirkan Irana dari istana ini. Pasti gak mudah, karna dia anak dari keluarga terhormat, secara gak langsung, aku mutusin buat lawan keluarganya jika aku mau menyingkirkannya dari istana ini
Pasti berat. Nika tau itu, tapi dia tidak ada keinginan untuk menyerah, ingatan soal luka di sekujur tubuh Henza sudah tertanam di kepalanya, dan dia tidak bisa berdiam diri dan tutup mata jika pelayannya di lukai, hanya karena Irana merasa iri dan tidak suka pada Nika sendiri.
......................
"Jadi, alat mana yang bisa bantu aku buat selesaiin misi dan tujuan aku ya?"
Nika menatap empat alat dunia modern yang dia dapatkan dari sistem. Empat alat asing di dunia ini.
Malam ini Nika sudah ada di kamarnya, sendirian, dia menjabarkan alat-alatnya diatas kasur, menatapnya satu persatu secara seksama.
Nika sudah tau bentuk alat dan kegunaan masing-masing dari mereka, tapi Nika melihat satu hal yang tampak tidak berguna disini, yaitu : parfumnya.
Nika menatap datar parfum itu, dia sudah mencoba parfum itu, tidak ada efek khusus, wanginya juga bukan wangi yang memikat, lantas apa gunanya parfum ini? Apa cuma sekedar pelengkap?
"Eh? Kertas apa yang ada di tutup parfum ini?"
__ADS_1
Nika merasa parfum itu tidak berguna, sampai dia menemukan secarik kertas yang menjelaskan kegunaan parfum itu, membuat dia tersenyum menyeringai puas kegirangan.