TAKTIK SELIR NIKA

TAKTIK SELIR NIKA
Jalan-jalan pagi


__ADS_3

...***********...


"Yang mulia, Nyonya Selir hanya bisa berjalan sekitar satu jam saja, setelahnya tolong perintahkan beliau untuk istirahat." Dokter Helmes memperingatkan.


Nika tidak tau bahwa jadinya akan seperti ini, dia pikir ketika orang-orang itu melapor pada Kaisar, respon Kaisar mungkin datar dan tidak peduli, atau bahkan jika dia peduli sedikit saja, dia akan meminta para prajuritnya menemani Nika.


Harusnya begitu, bukannya malah dia sendiri yang menemani aku!


Tapi gapapa sih, bagus juga, kalau gini kan aku bisa lebih dekat dengan kaisar, bisa menyentuh takhta permaisuri juga!


Nika tersenyum tipis, dia cukup puas walau kejadian ini tidak terduga. Kaisar berjalan disampingnya untuk menemaninya.


"Bukannya kau sakit? Kalau sakit tetaplah ada di tempat mu, di kasur itu. Kenapa keluar?" Tanya kaisar Xander dengan wajah yang cukup datar.


"Saya juga bisa mati depresi kalau setiap hari hanya menatap hal-hal yang serupa di dalam sana." Jawab Nika dengan menghela napasnya, pertanda bahwa dia sudah menjalani hari-hari yang berat.


Hampir lima belas menit dia berjalan dengan sang kaisar, Nika mencoba mengobrol sedikit-sedikit pada kaisar. Sementara itu di dalam hatinya, Nika percaya bahwa dia sudah lebih dekat dengan takhta Permaisuri, apalagi tatapan setiap orang yang melihat dirinya berjalan berdampingan dengan kaisar, mereka semua berekspresi kaget, takut, terkejut, ekspresi yang menggambarkan bahwa mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, walau mereka melihatnya dengan mata yang menempel di kepala mereka.


Ekspresi mereka semua menang cukup berpengaruh untuk Nika, dia senang dengan ekspresi orang-orang itu. Tapi, ekspresi dua orang di hadapannya jauh lebih menghibur dari semua ekspresi yang sebelumnya dia lihat.


Itu adalah ekspresi Irana dan Vanesha. Mereka berdua tampak terkejut, dan marah. Mereka menatap benci ke arah Nika secara terang-terangan, tatapan dingin dan menusuk yang tidak mereka sembunyikan, karna merasa, posisi mereka lebih tinggi dari Nika itu sendiri.


Keduanya berasal dari keluarga hebat, dan keduanya sama-sama putri manja, membuat mereka menyepelekan seseorang yang berasal dari keluarga yang ada di bawah mereka.


"Salam kepada yang mulia kaisar Xander, matahari kekaisaran Archerian."


"Salam kepada yang mulia kaisar Xander, matahari kekaisaran Archerian."

__ADS_1


Ujar Vanesha dan Irana bersamaan, menunduk menghadap kaisar Xander yang sedang menemani Nika berjalan.


Kaisar Xander bahkan tidak menjawab, dia hanya melirik datar keduanya sebentar, sebelum kembali melanjutkan perjalanan dengan Nika.


Jangan tanya! Nika ingin tertawa sekarang juga, tapi dia tahan untuk menjaga imagenya kan?


Nika berusaha sekuat tenaga untuk menahan suara tawanya, dan tetap menjaga ekspresinya.


Namun suasana Nika kembali buruk saat dia mengingat satu hal, setelah melihat wajah perempuan itu disana.


Wajah Nimonia.


Dia jadi mengingat bahwa Nimonia sama sekali tidak dihukum setelah memukulinya atas tuduhan palsu. Nika tau perempuan itu adalah pemeran utama wanita, jadi wajar saja kalau dia mendapatkan plot armor, tapi Nika tetap saja ingin mendengar alasan yang bagus dari sang kaisar, kenapa dia tetap membiarkan Nimonia tanpa hukuman.


"Yang mulia kaisar, bolehkan saya bertanya?" Nika menghentikan langkahnya, walau sejak tadi dia memang melangkah dengan sangat pelan, sampai kaisar Xander sendiri bersusah payah menyeimbangi langkah selirnya itu.


Sejujurnya Nika agar ragu mempertahankan kaisar Xander atas kebebasan Nimonia, dia kira Nimonia akan dihukum. Nika takut, kalau pertanyaannya ini akan menyebabkan kerenggangan dalam hubungannya dan kaisar Xander.


Meski mereka juga belum bisa dibilang dekat, Nika takut dengan pertanyaan itu, membuatnya semakin jauh dengan Xander. Dan usahanya sampai sejauh ini bisa sia-sia.


Tapi Nika benar-benar penasaran, dia ingin keadilan, dia ingin tau alasan bagus apa yang Xander katakan kalau Nika bertanya soal itu.


Gimana kalau dia jawab, 'terserah aku, kan aku kaisarnya.'


Kalau beneran dijawab gitu, aku bisa apa lagi.


Sifat dan cara bicara Xander yang angkuh dan arogan itu mendukung argumen Nika di dalam hati barusan. Apalagi Xander itu adalah kaisar berdarah dingin, yang sangat ditakuti bahkan oleh bawahannya sendiri. Dia dianggap iblis, oleh pengikutnya sendiri. Karna Xander memang se-menyeramkan itu, dan sebebas itu. Dia selalu melakukan apa yang dia suka, tanpa alasan yang pasti.

__ADS_1


"Aku sudah menghukumnya, dicambuk seratus kali. Tapi dia tidak terluka, sepertinya dia punya sesuatu." Jawab Xander dengan datar, dia tampak tidak tertarik.


"Apa kau sudah puas berjalan? Kembalilah ke kamar mu." Kata Xander lagi, yang berpikir bahwa Nika sudah lelah berjalan makanya dia berhenti.


"Ya ..." Nika menjawab tanpa sadar.


......................


Nika diam di kamarnya dia tidak tau apa maksud dari perkataan Xander. Dia sudah memberikan hukuman seratus kali cambuk pada Nimonia, tapi dia tidak terluka. Plot armor seperti apa yang Nimonia punya?


Gila sih, plot armor MC, gitu banget, sampe dicambuk 100 kali gak luka, masih bisa berdiri. Emang pelindung apa yang Nimonia punya, perasaan ga gitu deh. Aku yakin cerita di game Nimonia tetep bisa luka.


Nika menghela napasnya, dia menarik dalam-dalam oksigen itu lagi, lalu menghembuskannya secara perlahan, dia butuh melakukan itu agar kepalanya tetap dingin, dia tetap waras, dan jiwanya tidak gila setelah mengetahui kemampuan pemeran utama.


Aku harus cari tau itu sih. Tapi daripada itu, aku ga nyangka, Kaisar Xander akan memberikan hukuman se-menyeramkan itu pada selirnya. Bukannya 100 kali cambuk itu sama dengan kematian? Aku yang dicambuk sepuluh kali saja rasanya sudah diujung kematian.


Tapi Nimonia dicambuk seratus kali? Bukankah itu gila?! Kalau Nimonia tidak memiliki kemampuan khusus itu, dia akan mati, aku yakin itu. Tapi Xander memang benar-benar berdarah dingin kan? Apa tidak ada sisa rasa cintanya untuk Nimonia?


Nika memejamkan matanya sebentar, dia tau dia sedang berada di dunia gila yang kekuatan dan pelindung orang-orangnya tidak masuk akal. Dibanding itu, Nika lebih kesal saat dia membuka mata, dia ada di kamarnya.


Nyaman sih, Nika suka berada disini, tubuhnya lebih nyaman berbaring di kamarnya sendiri, dibanding di kamar Xander walau kamar Xander jauh lebih luas, dan kasurnya lebih empuk.


Tapi Nika berharap dia bisa tetap disana beberapa hari lagi. Mau bagaimana lagi Xander menyuruhnya kembali ke kamarnya, Nika takut melanggarnya dan jika dia bersikeras ada disana, Nika bisa ditendang. Lagipula, dia sudah cukup puas bisa berjalan-jalan dengan Kaisar Xander selama setengah jam tadi pagi, setidaknya dia bisa menunjukkan pada semua orang kalau dirinya cukup istimewa di mata sang kaisar kan?


Ting!


Jendela sistem tiba-tiba muncul di depannya, yang membuat dirinya cukup kaget!

__ADS_1


__ADS_2