
...************...
Nika membuka matanya secara perlahan, ada yang aneh, tapi nyaman. Perasaan familiar yang pernah dia rasakan.
Benar sekali, sudah dia duga, ini adalah perasaan tidur di dalam pelukan Xander.
Nika akhirnya masih diizinkan untuk tidur di kamar Kaisar Xander, dan malam ini, mereka tidur bersama. Tentu Nika tau, Xander memilih tidur di kasur yang sama dengan dirinya, karna kasur yang super lembut dan nyaman ini adalah milik Kaisar Xander. Mana mungkin dia mau mengalah dan tidur di tempat lain hanya karna Nika seorang kan?
Nika mengedipkan matanya beberapa kali, saat pandangannya jelas, dia bisa melihat sebuah pemandangan menakjubkan, sebuah pahatan mahakarya yang nyata, pria tampan berambut perak yang sedang tidur manis di depannya.
Sangat manis saat tidur, namun Nika yakin dia seketika bisa menjadi monster kalau sudah bangun.
Yaah seenggaknya aku masih dibolehin tidur di kamar ini, lumayan kan buat manas-manasin selir lainnya, sekalian buat iri yang lain.
Nika menarik napasnya dalam-dalam, punggungnya masih terasa sakit walau sudah lebih baik, dan Kaisar tidak jadi mengusirnya, selama disini, Nika akan memanfaatkan segalanya.
Brak!!
Pintu di dobrak, Nika yang masih mengenakan piyama tidur yang tipis, segera menarik selimutnya dan merapatkan diri pada pelukan Xander.
Siapa itu? Pembunuh bayaran kah? Tapi pembunuh bayaran masanya datang dobrak dari depan pagi-pagi buta.
"Yang mulia kaisar! Saya dengar anda tidur dengan seorang selir! Itu bohong ... ka~an?"
Ternyata yang mendobrak pintu itu adalah Zeanda. Dia kembali setelah satu bulan lamanya, kesalahannya yang memberikan Nimonia gelar pemimpin selir dengan menggunakan wajah dan hak Xander, sudah dia tebus dengan menghabisi sangat banyak monster.
Dan saat dia kembali, Zeanda mendengar kabar mengejutkan, bahwa sang kaisar yang dia kenal berhati batu dan tanpa nafsu, sudah tidur beberapa malam berturut-turut dengan satu orang selirnya.
__ADS_1
Bagi Zeanda itu tidak mungkin, dia sudah mengenal kaisar sangat lama, dan dia tidak percaya kaisar yang seperti batu itu akan tidur dengan seseorang, apalagi itu salah satu selirnya yang dia anggap alat saja.
Dan pemandangan di depan Zeanda sudah membuktikan keaslian kabar yang dia dengar. Di depan matanya sendiri, Kaisar Xander tidur dengan seorang perempuan yang menutup dirinya dengan selimut.
"Yang mulia, sa--"
"Siapa yang mengizinkan mu menginjakkan kamar ku?" Kaisar yang sudah bangun menatap sinis dan penuh amarah pada jendral besarnya yang baru kembali.
Deg!
Sungguh, tatapan sinis sang kaisar benar-benar terasa dingin, menusuk hatinya. Dia hanya tidak tau harus bereaksi apa pada kabar yang berseliweran di sekitarnya ketika dia memasuki istana. Karna kaget, dan ingin membuktikan keberadaan itu sendiri, dia langsung berlari ke kamar kaisar untuk menanyakan kebenarannya pada Xander langsung.
Tapi sepertinya Zeanda sudah melakukan kesalahan, sepertinya dia sudah membangunkan amarah singa yang tertidur. Zeanda sadar dia sangat bersalah, saat tatapan itu tidak melembut setelah beberapa saat.
"Saya hanya ingin datang untuk melapor tugas saya sudah selesai yang mulia Kaisar, saya sudah menjalankan hukuman yang anda perintahkan. Sekali lagi ampuni saya, saya tidak tau akan mengganggu waktu anda seperti ini." Zeanda langsung segera berlutut di hadapan sang kaisar, dengan wajah yang cukup takut. Dia tau, jika dia mengatakan alasan dirinya berlari kencang kesini untuk bertanya soal gosip kaisarnya tidur dengan salah satu selirnya, wah habis sudah, Zeanda tau dia akan dihajar habis-habisan. Untung dia masih bisa mengelak dan menghindar di detik-detik terakhir seperti ini.
Nika mengintip dari balik tubuh Xander, tubuhnya masih dia lapisi di dalam selimut. Sementara Zeanda di depan sana dengan pemikiran liarnya.
Sepertinya pemikiran Zeanda sudah sangat jauh, kan?
"Keluarlah, aku akan menambah hukuman mu nanti. Tapi jika sekali lagi kau masuk kamar ku tanpa izin, aku akan langsung memenggal mu." Xander menatap tajam ke arah Zeanda.
......................
"Aku pergi, jangan merusak kamar ku." Kaisar Xander segera pergi ke ruangannya, ada banyak rapat, banyak tugas, dan banyak masalah masyarakat yang harus dia selesaikan. Ah dia juga punya tugas untuk menghukum seseorang.
"Bagaimana mau merusak, bangkit pun saya belum bisa tau." Nika menghela napasnya, sejauh ini dia hanya bisa duduk, mungkin untuk berdiri dan berjalan santai butuh beberapa hari lagi. Punggungnya masih berdenyut pedih ketika dia salah posisi.
__ADS_1
"Ya itu benar sih, jangan bawa siapapun masuk ke kamar ku, artinya kau tidak diizinkan menerima tamu di dalam kamar ku." Xander melirik Nika dengan dingin, ini adalah peringatan keras.
"Baiklah yang mulia." Nika yang paham akan menurut saja, daripada dia diusir dari kamar ini sekarang juga kan?
...----------------...
Hari sudah sore, Nika sudah bisa bangkit sendiri. Entah kenapa, rasanya lukanya lebih cepat sembuh dari sebelumnya. Luka Nika sudah lumayan membaik, tidak seperti prediksi dokter Helmes yang mengatakan, Nika akan bisa bergerak beberapa hari lagi.
Tapi saat ini, Nika sudah bisa bergerak, dia bahkan secara perlahan mencoba keluar dari kamar Xander, bukan pergi, hanya mencoba untuk jalan-jalan. Dia cukup bosan selama beberapa hari ini hanya diam di kamar Xander, ditemani buku dan tidak ada orang yang sering berbicara dengannya. Bahkan, dia tidak tau kabar dunia luar saat ini, sampai sekarang Nika juga tidak tau pasti apa yang sebenarnya terjadi pada hari ketika dia dipukul dan diadili di aula istana selir.
Nika berjalan keluar dengan tertatih, dia bisa merasakan ada hawa sejuk air yang membasuh punggungnya.
Apa mungkin itu efek sihir aku?
Pernah terbesit pemikiran seperti itu dari Nika, namun dia tidak bisa memastikannya, mungkin saja benar dan mungkin saja salah.
"Ah Nyonya Selir, kenapa anda keluar? Bukan kah anda masih sakit? Kalau butuh sesuatu anda hanya perlu membunyikan loncengnya, kami akan datang."
Ucap salah seorang pelayan yang sejak tadi menjaga pintu masuk dengan seorang ksatria. Nika tidak kenal pelayan itu, wajahnya asing. Tapi melihat seragam pelayan yang dia pakai, Nika jadi cukup merindukan wajah dan suara Lien dan Henza.
"Tidak ada, aku hanya ingin keluar."
"Anda harus tetap istirahat yang mulia. Nanti anda bisa terluka semakin parah."
"Aku bosan, aku mau jalan-jalan." Nika melirik datar pelayan itu, dia sudah terkurung disana hampir seminggu loh, wajar kalau dia bosan, saat dia bisa berjalan Nika mau menghirup udara segar sekarang.
"Baik Nyonya Selir, tapi sebelumnya anda harus menunggu izin yang mulia Kaisar dulu, kami akan sampaikan permintaan anda."
__ADS_1
Sampaikan aja, toh dia pasti gak bakal peduli.
Nika yakin sekali, memangnya siapa Nika sampai namanya harus mengganggu Xander yang sedang bekerja.