Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 1


__ADS_3

Siang hari Sang Surya bersinar terik. Di Pinggir jalan raya, Di atas Trotoar Tampak Anak Lelaki Ganteng yang berumur 7 tahun sedang berjalan Kaki dengan Ibunya yang sedang membawa Setengah Karung Jagung Rebus. Anak Lelaki itu Berambut Cokelat tebal, Dengan Poni di Keningnya,Telinganya pun tertutup oleh Rambut Pirangnya, Matanya berwarna Hijau, Hidungnya mancung, Dengan Pipi kemerahan. Kulitnya putih, Dan Tubuhnya tinggi, Dan kurus. Anak itu mengenakan Kaos oblong Putih, Dan Celana Jeans pendek selutut. Dengan alas Kaki Sendal Jepit. Sedangkan Ibunya yang Cantik berumur 32 Tahun, Berambut Hitam tebal, Dan lurus Sebahu, Matanya Warna hitam berbeda dengan Mata Anaknya, Sedangkan Hidungnya mancung juga seperti Hidung Anaknya, Kulitnya Putih, Badannya tinggi, Namun kurus juga. Dan Tubuh kurus kerempengnya Mengenakan Daster Putih, Dan Alas Kakinya Sendal jepit juga.


"Gilbert duduk dulu yuk"


Ucap Ibunya pada Anak Pirang bernama Gilbert itu


"Iya Mah"


Gilbert dan Ibunya pun duduk dibangku kayu panjang yang ada di Trotoar.


"Alhamdulillahirabil'alamin Jagung yang Mamah jual laku 15 Biji hari ini"


"Iya Mamah"


Namun Ibunya tiba-tiba meringis kesakitan di Perutnya, Gilbert cemas


"Mamah kenapa?"


Tanya Gilbert pada Ibunya


"Perut Mamah sakit"


Gilbert pun resah, Sudah 5 bulan Ibunya sering sakit Perut seperti itu


"Mamah ke Dokter ya"


Ucap Gilbert


"Kapan-Kapan Kita ke Dokternya Sayang"


"Kok kapan-kapan terus sih Mah?"


Ibunya Gilbert terdiam dan berkata dalam Hatinya


"Bukannya Mamah tidak mau ke Dokter Nak, Tapi uang hasil jualan Jagung cukupnya untuk makan dan bayar kontrakan pun sering telat, Yang punya kontrakan sering ngamuk nagih uang Kontrakan"


"Mamah kok melamun?"


"Enggak kok. Oh iya Kamu haus?"


Gilbert menganguk


"Mamah belikan minuman"


"Iya Mah"


Ibunya Gilbert berdiri


"Kamu tunggu disini yak dengan Jagung di Karung, Mamah beli minuman dulu ke Kios itu"


Ucap Ibunya Gilbert sambil menunjuk Kios didekat Mereka.


"Oke Mah"


Ibunya Gilbert berjalan menghampiri Kios itu dan membeli 2 Gelas Air mineral, Lalu kembali duduk disebelah Gilbert


"Yuk Kita minum"


"Ayo Mah"


"Bismillahirahmanirahim dulu sebelum minum biar berkah"


"Baik Mamah, Bismillahirahmanirahim"


Gilbert dan Ibunya pun yang haus, langsung meneguk habis Air mineral itu, Hingga rasa haus Mereka pun hilang, Mereka tampak segar!


"Alhamdulillahirabil'alamin, Airnya segar ya Mah"


"Iya benar Gilbert Subhanallah, Yuk Kita jalan lagi"


"Yuk"


Gilbert dan Ibunya pun kembali berjalan Kaki


"Jaguuung, Jagung Rebuuus!"


Teriak Ibunya Gilbert


"Ayo dibeli Jagung rebus hangatnyaaa!"


Teriak Gilbert membantu Ibunya menjajakan Jagung rebus.


"Jagung rebusnya Pak, Besar lho"


Ucap Ibunya Gilbert pada Satpam Bank yang sedang berdiri


"Manis gak Jagungnya?"


Tanya Satpam itu


"Gak tau sih soalnya Saya belum pernah nyicip Jagungnya Pak"


"Dih, Gimana klo gak manis Jagungnya, Gak Saya gak mau beli Jagungnya"


"Oh iya Pak, Tak mengapa kok, Saya permisi yak Pak"


"Iya!"

__ADS_1


"Mamah kenapa Mamah gak bilang aja ke Pak Satpam barusan kalau Jagungnya manis"


Ucap Gilbert


"Nak, Mamah memang gak tau rasa Jagungnya manis atau enggak, Mamah gak bisa bilang manis kalau Mamah belum mencoba Jagungnya, Mamah tak mau berbohong"


"Oh begitu ya Mah"


Ibunya Gilbert kembali menawarkan Jagungnya pada Tukang Parkir


"Pak Jagung manisnya"


"tidak!"


Ucap Tukang Parkir itu


Ibunya Gilbert kembali menawarkan Jagung pada Penjual Bakso


"Jagungnya Pak mau beli"


"Enggak"


Ucap Tukang Bakso, Walau jarang yang membeli Jagungnya, Ibunya Gilbert tetap semangat jualan Jagung. Ibunya Gilbert menawarkan Jagung pada Penjual Tape


"Jagung nya Pak"


"Berapaan?"


"Seribu limaratus satu biji Pak pada besar Jagungnya"


"Beli lima biji"


Ucap Penjual Tape, Betapa bahagianya Gilbert dan Ibunya


"Alhamdulillahirabil'alamin"


Saat senja Mereka pun pulang ke Rumah kontrakan petak yang berjejer. Gilbert pun mandi dan meminum Susu Cokelat hangat sambil duduk di atas Tikar, Lalu giliran Ibunya yang mandi. Setelah beres mandi Ibunya pun menikmati segelas Susu Cokelat hangat, Gilbet menyetel Radio, Dan terdengar Lagu Ayah yang di nyanyikan Ebiet G Ade, Gibert pun langsung teringat Ayahnya yang sudah meninggal Dunia Lima bulan yang lalu karena kanker Hati, Ayahnya meninggal di usia 35 tahun.


"Mamah, Gilbert rindu Papah"


Ucap Gilbert dengan lirih


"Jangan sedih Nak, Papah bahagia disana, Papah sudah tidak merasakan sakit lagi"


Ucap Ibunya


"Iya Mah"


Tak lama kemudian ada yang mengetuk Pintu Rumah


Gilbert segera berdiri, Dan membuka Pintu Rumah, Tampak Lelaki Ganteng Berumur 37 tahun memakai Jaz Formal dan Dasi merah. Lelaki itu berdiri tegap, Dan Gilbert bahagia melihat Lelaki itu


"Uaaaaa!"


Teriak Gilbert


"Gilbeeert!"


Ucap Lelaki itu, Yang tak lain adalah Kakaknya Ibunya Gilbert.


"Mamah ada Ua"


Ucap Gilbert


"Kak Gifran, Silahkan masuk"


Ucap Ibunya Gilbert, Lelaki bernama Gifran itupun masuk ke Rumah itu dan duduk diatas Tikar


"Gimana kabar Mu Rania? Sudah setahun Kita tak bertemu, Kau masih tinggal di Rumah ini kenapa?"


Tanya Gifran pada Ibunya Gilbert yang bernama Rania


"Aku sedang tidak sehat, Perut Ku sakit, Aku sih betah tinggal disini, Tak masalah tinggal disini"


Ucap Rania


"Kamu sakit apa?"


"Sakit Perut, Udah 5 bulan ini Perut Ku sering sakit"


Gifran kaget


"Sudah ke Dokter di periksa?"


"Belum"


"Kok belum sih, Suami Kamu Ravanza kan meninggal Dunia karena penyakit juga, Kamu tidak boleh sepelekan rasa sakit!"


"Aku sedang mengumpulkan uang untuk periksa ke Dokter!"


Gifran mengeluarkan Uang seratus ribuan 5 lembar dari Dompetnya


"Ini uang untuk Kamu ke Dokter"


"Tidak usah Kak, Aku juga sedang berusaha nabung kok"


"Kok gak usah sih?"

__ADS_1


"Aku tidak mau merepotkan Kakak!"


"Terima uang ini, Aku tak merasa di repotkan kok"


"Terimakasih banyak Kak"


Rania pun menerima uang dari Gifran, Dan keesokan harinya Rania ke Dokter, Dan Dokter mengatakan kalau Rania menderita Kanker Usus, Rania pun semampunya membeli Obat-Obatan. 14 Tahun kemudian Gilbert sudah berumur 21 tahun, Gilbert sudah Pemuda. Gilbert yang pirang mempesona walau Tubuhnya masih kurus. Gilbert bekerja sebagai Pelayan Toko Bolu. Gilbert pulang bekerja membawa Seplastik Obat untuk Ibunya yang Gilbert beli dari Toko Obat. Gilbert dan Ibunya sudah tidak tinggal di Rumah kontrakan petak, Tapi Mereka tinggal di Rumah kontrakan yang ada kamarnya, Karena Gilbert yang membayar Kontrakan. Gilbert duduk disebelah Ibunya dan menyodorkan Segelas Air putih


"Makan dulu Obat Mamah, Ini minum nya"


"Terimakasih Gilbert"


"Iya Mah, Gimana kalau Mamah berhenti jualan Jagung, Mamah istirahat di Rumah, Kan Gilbert kerja menghasilkan Uang"


"Mamah masih mampu kok jualan Jagung, Lagian Perut Mamah jarang kerasa Sakit Kok Nak"


"Ya udah gimana Mamah aja deh"


Tak lama kemudian Hp Gilbert yang ada di Pesak Celana Jeans Birunya berbunyi


"Tring tring Tring"


Gilbert mengeluarkan Hp nya dan melihat layar Hp nya


"Ua nelpon"


Ucap Gilbert lalu mengangkat Telponnya


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ua"


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Gilbert"


"Iya Ua ada apa?"


"Besok Kamu kesini donk, Ke Rumah Ua, Kamu belum pernah kan ke Rumah Ua kan Masa Ua mulu yang ke Rumah Kamu"


"Oh iya Wa, Gilbert malu mau ke Rumah Ua teh, Lagian Gilbert gak tau alamat lengkap Rumah Ua, Taunya Ua tinggal di Lembang"


"Ua Sherlock deh Rumah Ua"


Gifran matikan Telpon dan Sherlock Alamatnya lewat Whatsap pada Gilbert.


"Mamah boleh Gilbert ke Rumah Ua?"


"Boleh, Kalau Ua yang nyuruh"


"Mamah mau ikut ke Rumah Ua?"


Tanya Gilbert pada Rania, Namun Rania malah sedih, Rania teringat 20 tahun yang lalu saat Gilbert berumur 5 bulan, Dirinya menanyakan pada Gifran dimana Rumah Gifran, Namun Gifran malah ketus


"Apa sih nanya Rumah Kakak segala!"


Dan sejak saat itu Rania tidak berani niat berkunjung ke Rumah Gifran.


"Mah, Kok malah seperti sedih?"


"Enggak kok"


Keesokan harinya Gilbert pamit ke Ibunya untuk pergi ke Rumah Gifran, Karena Rania tidak mau ikut ke Rumah Gifran


"Mamah, Gilbert berangkat dulu ke Rumah Ua Gifran yak"


"Iya Nak Hati-Hati dijalan yak"


Gilbert naik ke Motor Honda Beat Warna Biru miliknya yang Gilbert beli dari Tabungannya. Gilbert sudah sampai di Rumah mewah Gifran yang luas, Untuk pertama kalinya Gilbert bertemu dengan Istri Gifran, Yang berumur 55 tahun bertubuh Gemuk, Bernama Ellen, Gilbert pun bertemu dengan 3 Anak Gifran, Yang tak lain adalah Kakak Sepupunya. Anak pertama Gifran Bernama Beni, Berumur 30 tahun, Berwajah Ganteng, Namun Kaki kanannya buntung, Hingga jalannya memakai Tongkat. Beni memiliki Istri Cantik berumur 25 tahun bernama Luna. Beni pun sudah memiliki 1 Anak Lelaki bernama Rio berumur 5 tahun. Anak Istri Beni tinggal di Rumah Gifran, Sedangkan Anak kedua Gifran Bernama Erlangga berumur 25 tahun tinggal dikosan aga jauh dari Rumah Gifran. Anak ke 3 Gifran bernama Tomi berumur 10 tahun masih tinggal di Rumah Gifran juga.


"Subhallah ini Gilbert Anak dari Adik Mu?"


Tanya Istrinya Gifran pada Gifran


"Iya"


"Ganteng nya, Kulitnya Putih"


Beni langsung sinis


"Apaan sih Mah pake muji Gilbert segala!"


"Gilbert Kamu mau gak jadi Supir Ua?Sedang butuh Supir Ua teh"


"Tapi Gilbert kerja di Toko Bolu"


"Kamu kluar aja dari Toko Bolu, Trus Kamu kerja di Ua jadi Supir Ua"


"Iya deh Ua, Tapi Gilbert minta izin dulu ke Mamah"


"Boleh"


Gilbert pun menelpon Ibunya


"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Mamah"


"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh"


"Mamah"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2