Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 2


__ADS_3

"Iya Gilbert"


"Bolehkah Gilbert kerja jadi Supir Ua?"


Tanya Gilbert pada Ibunya


"Boleh Sayang yang penting kamu betah ya kerja di sana"


"Terimakasih banyak Mamah"


"Iya Nak"


Gilbert menutup telponnya


"Mamah mengizinkan Gilbert kerja disini Ua"


"Bagus, Kamu kerja jadi Supir Ua mulai besok, Dan Kamu mulai malam ini nginap di Rumah Ua"


Gifran menunjukan Kamar pada Gilbert


"Kamu tidur di Kamar itu Gilbert"


"Baik Ua"


Saat senja Gilbert menyapu Teras Rumah Gifran, Tak lama kemudian Istri Beni mendekati Gilbert


"Waw Kamu rajin yac nyapu"


Istri Beni memakai Dres pendek Sepaha.


"Iya Teteh lagian Saya sedang ada waktu untuk nyapu"


Ucap Gilbert pada Istri Beni, Tak lama kemudian Beni teriak manggil Istrinya dari Kamar


"Lunaaaaa!"


Teriak Beni


Luna kesal


"Ih apaan sih teriak-teriak!"


Luna pun jalan cepat dan masuk ke Kamar, Beni sedang duduk di Kasur


"Seduhkan Kopi Susu untuk Ku cepat!"


Ucap Beni pada Luna Istrinya


"Iya bentar dulu, Aku mau ngomong"


"Mu ngomong apaan?"


"Gilbert Ganteng Yak, Hidungnya mancung, Kulitnya Putih, Baik lagi"


Ucap Luna, Dan membuat Beni emosi


"Dasar Wanita tidak waras Kau! Beraninya memuji Pria lain di Depan Ku! Kau sadar Aku siapa?"


Bentak Beni pada Luna, Dan Luna pun mundur


"Gilbert emang baik, Tidak kasar seperti Mu! Kamu Lelaki tidak baik, Sering kasar pada Istri Mu"


Ucap Luna dengan lirih, Beni pun iri pada Gilbert! Beni mulai membenci Gilbret! Hari berganti hari, Gilbert sudah 7 Hari tinggal di Rumah Gifran, Gilbert sudah mengambil satu Ransel Pakaian dari Rumah Kontrakan yang ada Ibunya ke Rumah Gifran, Dan Gilbert sering pergi dengan Gifran karena Gilbert Supir Gifran. Pada Siang hari Gilbert sedang mencuci Mobil Gifran di Halaman Rumah Gifran, Dan Gifran melihat Wanita Cantik berumur 23 tahun sedang jalan Kaki mengenakan Dres Merah, Namun Rambutnya panjangnya yang Sepinggang gimbal, Kaku, Nyatu dengan Debu, Tatapannya kosong, Dan Dressnya kotor, Kakinya juga kotor dan tak memakai Sandal, Gilbert merasa iba,


"Wanita itu sepertinya Mentalnya terganggu, Kasihan, Pedahal masih muda, Cantik lagi"


Ucap Gilbert dalam Hatinya, Dan dari belakang Wanita itu muncul 10 Orang Bocil yang mengikuti Wanita itu sambil meneriakinya


"Orang Edaaan"


Dan ada salah satu Bocil mengambil Batu sebesar Kepalan Tangan Orang Dewasa, Dan melemparkan Batu itu ke Punggung Wanita itu, Hingga Wanita itu meringis kesakitan...


Gilbert kaget dan segera berteriak


"Jangan menyakitinya kasihan!"


"Wanita itu Tidak waras Kak"


Ucap Bocil yang melempar Batu pada Wanita itu


Gilbert kesal


"Kamu tidak boleh menyakitinya, Emang apa salahnya pada Mu?"


10 Bocil itu malah pada tertawa


"Kalian jangan mengganggunya!"


Teriak Gilbert lagi, 10 Bocil itupun pada lari, Sedangkan Wanita itu berjalan pelan, Tak lama kemudian datang Gifran


"Kamu tadi teriak-teriak ada apa?"


Tanya Gifran pad Gilbert


"Itu ada Bocil nakal melemparkan Batu pada Wanita yang kena gangguan Mental, Kasian Wanita itu masih muda, Cantik tapi ya begitu"


Gilbert nunjuk Keifa yang berjalan pelan


Ucap Gilbert dengan lirih


"Oh Keifa, Dia Wanita Cantik, Masih muda, Umurnya baru Dua puluh tiga tahun, Namun sudah lima tahun menderita gangguan mental, Sejak OrangTuanya dan Adiknya Meninggal Dunia, Karena Rumahnya kebakaran!"


Gilbert kaget dan sedih

__ADS_1


" Astaghfirullahaladzim Kasihan ya"


"Iya, Keifa selamat dari tragedi mengerikan itu karena saat Kebakaran dahsyat terjadi Keifa sedang Sekolah SMA, Sedangkan Kedua Orang Tuanya sedang di Rumah, Ayahnya sudah pulang kerja, Adiknya yang berumur 10 tahun sudah pulang sekolah, Dan Ibunya emang Ibu Rumah Tangga"


"Oh begitu tragis"


"Iya, Rumahnya kini tinggal separo dan gosong, Pedahal Rumahnya besar, Dan mewah lho dulunya"


"Trus kini Keifa tinggal dengan Siapa?"


"Tinggal dengan Tantenya sih, Adik Dari Ibunya, Tapi sepertinya Keifa jarang di perhatikan deh, Buktinya Keifa kotor begitu"


Keesokan harinya pada senja Gilbert sedang duduk di Kursi yang ada di Teras, Tak lama kemudian Beni menghampiri Gilbert dengan membawa segelas Juz Jeruk


"Gilbert maafkan Kakak yang sering judes pada Mu"


Ucap Beni,


"Iya Kak"


"Ini Kakak bikin Juz Jeruk untuk Mu, Di minum yak"


Gilbert kaget


"Duh Kak, Pedahal gak usah repot-repot bikinkan Juz Jeruk untuk Ku"


"Dih gak merepotkan kok, Silahkan di Minum Juz Jeruk nya"


Gilbert ragu dan berkata dalam Hatinya


"Apa Juz Jeruk ini tulus diseduhkan Kak Beni?"


"Ayo donk minum Juz Jeruknya"


"Nanti aja di Minum nya"


"Sekarang!"


Gilbert pun meminum seteguk Juz Jeruknya


"Habisin donk Juz Jeruknya Masa cuma diminum seteguk sih jijik yah?"


"Enggak kok gak jijik, Masa jijik sih"


"Ya udah kalau enggak jadi dihabisin Juz Jeruknya sekarang"


Gilbert pun meneguk habis Juz Jeruk itu


"Yuk jalan-jalan Gilbert dengan Kak Beni"


"Kemana?"


"Yak keliling Daerah sini, Sambil ngobrol Kita"


"Duduk disini Gilbert"


"Oh iya"


Gilbert pun duduk disebelah Beni


"Gilbert Kamu bisa nyetir Mobil dari umur berapa?"


"Dari umur 17 tahun, Di ajarin Pak Guru Matematika dulu saat Sekolah SMK"


"Oh gitu yak"


Gilbert merasa ngantuk


"Aku ngantuk Kak, Pulang yuk, Aku mau tidur"


Ucap Gilbert


"Nanti pulangnya, Kakak pengen ngobrol dengan Mu disini"


"Oh gitu Kak"


Gilbet tambah ngantuk


"Ngantuknya nambah, Tumben jam segini Aku ngantuk"


"Bentar lagi pulangnya"


Gilbet ngantuk berat, Dan mulai memejamkan Matanya sambil duduk


"Kamu segitu ngantuknya Gilbert?"


"Iya duh ngantuknya luar biasa"


Gilbet pun ambruk ke Lantai dan tidur pulas, Beni pun menyeringai dan berkata


"Obat tidur yang Ku masukan ke Juz Jeruk tadi manjur"


Beni pun menarik Kaki Gilbert dan memasukan Gilbert ke Rumah kosong yang pintunya terbuka lebar, Rumah kosong itu kotor Lantainya, Dan ada Kamarnya, Beni memasukan Gilbert ke Kamar yang ada di Rumah kosong itu, Dan di Kamar itu tampak Keifa sedang tidur pulas tanpa alas, Beni pun mendempetkan Gilbert dengan Keifa, Lalu tepuk Tangan Dan tertawa terbahak-bahak


"Hahaha Gilbert Kau pantes berpasngan dengan Wanita yang Edan itu!"


Lalu Beni mengeluarkan Hp nya dari Pesak Celananya, Dan memotret Gilbert yang tidur pulas bersebelahan dengan Keifa. Beni pun memvideo juga Gilbert dan Keifa, Lalu keluar dari Rumah kosong itu, Dan berjalan cepat menuju Rumah Pak Rt dan Menggedor Pintu Rumah Pak Rt


"Pak Rt tadi Saya mendengar Suara rintihan dari Rumah kosong, Trus Saya gak berani masuk ke Rumah kosong itu untuk mengeceknya, Tapi Barusan Saya memberanikan Diri untuk mengecek ke dalam Rumah kosong itu, Dan Saya mendapati Gilbert Sedang tidur dengan Keifa!"


Pak Rt kaget


"Gilbert? Siapa?"

__ADS_1


"Adik Sepupu Beni"


"Saudara Mu?"


"Iya, Saya tak menyangka Dia akan berbuat begitu, Nih Saya fotoin dan Videoin untuk bukti!"


Beni memperlihatkan Foto dan Video Gilbert yang sedang tidur bersebelahan dengan Keifa, Pak Rt tambah kaget


"Jadi intinya Saudara Mu meniduri Keifa?"


Teriak Pak Rt


"Iya! Sepertinya rintihan tadi Suara Keifa yang di perkosa oleh Gilbert!"


"Wah Kamu kok punya Saudra kek begitu"


"Ayo Kita grebek Mereka!"


Triak Beni, Lalu Beni dan Pak Rt berjalan cepat menuju Rumah kosong itu, Lalu Mereka masuk kedalam Kamar yang ada di Rumah kosong itu, Tampak Gilbert masih tidur lelap dengan Keifa, Pak Rt pun kaget


" Astaghfirullahaladzim"


"Mereka tidur mungkin kecapekan habis nganu"


Ucap Beni, Tak lama kemudian datang Tantenya Keifa yang berumur 35 tahun, Bernama Tifan yang membawa sepiring Nasi Goreng, Tifan kaget melihat Keifa tidur dengan Lelaki yaitu Gilbert


"Keifa!"


Teriak Tifan


"Bu Tifan, Keifa di tiduri Gilbert"


Ucap Beni, Tifan resah


"Gilbert? Siapa Gilbert? Siapa Orang yang itu?"


Teriak Tifan


Keifa pun terbangun dan menoleh pada Gilbert, Keifa kaget dan mundur


"Keifa, Katakan apa yang telah di perbuat Lelaki itu pada Mu?"


Teriak Tifan, Namun Keifa malah diam, Tifan menyimpan Piring isi Nasinya di Lantai, Dan segera berteriak lagi


"Kamu beraninya menuduri Keifaaa!"


Teriak Tifan, Gilbert pun membuka Matanya perlahan walau susah untuk membuka Matanya karena masih ngantuk berat. Pak Rt kesal lalu menarik Tangan Kanan Gilbert dengan kencang


"Bangun Kau Kurang ajar! Beraninya berbuat begitu pada Keifa!"


Bentak Pak Rt pada Gilbert, Dan Gilbert pun kaget


"Astaghfirullahaladzim Ada apa ini?"


"Jangan pura-pura Bego deh Gilbert! Lu nidurin Keifa kan?"


Bentak Beni pada Gilbert, Dan Gilbert pun tambah kaget


"Maksud Kakak apa?"


"Udah jangan pura-pura Bego!"


"Kamu memperkosa Keifa kan? Beni yang melaporkan pada Saya, Dan juga Saya melihat Kamu tidur dengan Keifa!"


Ucap Pak Rt, Gilbert terbelalak, Dan menoleh pada Keifa yang cemberut sambil duduk


"Aku benar-benar tak mengerti, Tadi Aku ngantuk berat, Trus ketiduran sepertinya dan Kenapa saat aku bangun jadi seperti ini Kak Beni katakan apa yang sebenarnya terjadi?"


Ucap Gilbert dengan lirih, Tifan pun menangis


"Kau memperkosa Keifa? Bagaimana kalau Keifa Hamil? Sedangkan Keifa kan Sakit Jiwa siapa yang akan merawat Anaknya nanti?"


Ucap Tifan debgan berlinang Air Mata di Pipinya,


"Kamu harus tanggung jawab menikahi Keifa, Atau di laporkan ke Polisi dan di penjara!"


Bentak Pak Rt pada Gilbert


"Aku tak memperkosa Keifa, Aku bahkan tidak tahu mengapa Aku ada disini!"


Teriak Gilbert, Lalu memandang Beni dengan tajam


"Apa Kau yang sengaja memfitnah Ku?"


Bentak Gilbert pada Beni


"Pak Rt Gilbert malah nuduh Saya!"


Pak Rt memegang Erat Tangan Kanan Gilbert


"Kamu tinggal dimana?"


Bentak Pak Rt lagi pada Gilbert, Dan Gilbert meronta


"Pak Saya tidak tau knapa begini?"


Teriak Gilbert


"Pak Rt, Gilbert tinggal di Rumah Orang Tua Saya"


Gilbert pun di giring ke Rumah Gifran dengan di tonton belasan Warga, Gilbert merasa malu, Kesal, Dan bingung! Gifran kaget


"Ada apa ini?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2