
"Apakah Kau mengerti menikah?"
Kaifa diam sejenak lalu berkata
"Menikah? Kaifa dulu sering mendengar Kata menikah"
"Dan apakah Kau sadar kalau Kau sudah menikah?"
Tanya Gilbert lagi pada Kaifa
"Oh memangnya Kaifa sudah menikah? Kapan? Dengan siapa?"
"Oh berarti Kamu belum sembuh sakitnya Kai, Kalau Kau sudah sembuh dari Sakit Jiwa, Kau tentu sadar klo Kau sudah menikah dengan Ku"
Kaifa kaget!
"Jadi Kaifa sudah menikah dengan Mu?"
"Iya Kai, Karena Kau blum sehat ayo Kita masuk ke RSJ, Kau harus diperiksa, Separah apa sakitMu Kai"
"Tapi Kaifa takut ketemu dengan Orang-Orang yang gak waras!"
Gilbert memegang Tangan Kanan Kaifa
"Tenang Mereka gak akan menyakiti Mu kok Kaifa, Percayalah"
Dengan ragu Kaifa pun masuk ke Halaman RSJ itu dengan Gilbert.
Lalu Gilbert dan Kaifa berpapasan dengan 15 Pasien RSJ, 10 Pria, Dan 5 Wanita. Ada Wanita umur 25 tahun sedang duduk dilantai sambil nangis, Kaifa resah melihatnya
"Knapa Wanita itu nangis? Apa Wanita itu disakiti Oleh Orang yang gak waras?"
"Blum tentu Kai, Lagian itu Wanita kan Pasien juga, Dia Sakit juga"
Kaifa melihat Pria umur 45 tahun sedang tepuk Tangan sambil tertawa
"Itu Orang gak waras ya Om, Eh Pak"
Gilbert tersenyum kecut. Kaifa melihat ada Pria umur 43 tahun yang sedang asyik ngobrol dengan Tembok
"Dih kok ngobrol dengan Tembok sih, Knapa gak ngobrol dengan Rumput sih"
Ucap Kaifa, Hingga Gilbert dan Kaifa pun bertemu dengan salah satu Dokter yang ada di RSJ itu
"Pak Dokter, ini mau diperiksa"
Ucap Gilbert sambil megang Pundak Kanan Kaifa, Dan Kaifa pun diperiksa oleh Dokter, Dan Dokter menyatakan Kaifa memang menderita Gangguan Jiwa Prolonged Grief Disorder yang parah, Kaifa larut dalam rasa sedih yang luar biasa karena Kaifa kehilangan Orang yang disayanginya, Kaifa juga semangat Hidupnya pun berkurang. Dokter pun menyuruh Kaifa dirawat di RSJ, Namun Kaifa segera menolak
"Kaifa gak mau tinggal di RSJ, Kaifa takut ketemu dengan Orang yang sakit Jiwa!"
Kaifa berlari kencang keluar dari Ruangan Dokter yang ada di RSJ itu, Kaifa pun tubrukan dengan Wanita umur 23 tahun, Seumuran Kaifa, Pasien RSJ yang sedang berjalan sambil memegang Segepok Potongan Kertas, Namun karena tubrukan dengan Kaifa, Wanita itu dan juga Kaifa jatuh terduduk, Kertas yang dipegang Wanita itupun terbang berhamburan, Wanita itu langsung emosi pada Kaifa
"Woy! Orang Edan! Lu jalan pake Mata gak sih? Masa Gue ditubruk sih! Itu uang nya jadi beterbangan deh!"
Bentak Wanita Pasien RSJ itu pada Kaifa, Lalu Kaifa meringis
"Maaf Mbak, Kaifa jalan pake Kaki bukan pake Mata, Soalnya Mata untuk melihat, Bukan untuk jalan Kaki"
Ucap Kaifa, Wanita Pasien RSJ itupun segera memungut potongan-potongan Kertas itu
"Gue Orang kaya raya tau, Duit Gue banyak nih"
Ucapnya, Setelah seluruh potongan Kertas dipungutnya, Wanita itu pun loncat-loncat
"Horeeeee! Gue mau belanjaaaaa!"
Teriaknya, Kaifa bengong dengan masih duduk.
__ADS_1
"Apa liat-liat? Mo minta duit? Kerja sana jangan ngemis!"
Bentak Wanita itu lagi pada Kaifa
"Gak kok gak minta duit"
Ucap Kaifa, Tak lama kemudian Gilbert datang dan menghampiri Kaifa
"Kaifa, Kok Kamu duduk disini sih?"
"Kaifa jatoh, Barusan tubrukan dengan Orang Edan itu"
Ucap Kaifa sambil nunjuk Wanita Pasien RSJ itu yang sedang memegang segepok potongan Kertas, Yang di anggapnya Uang.
"Ya udah sok berdiri"
Ucap Gilbert, Kaifa pun berdiri
"Kaifa, Mau ya dirawat disini, Gilbert akan pulang dulu mengambilkan Pakaian Mu, Kamu akan diperhatikan kok oleh Para Dokter yang ada disini"
"Tapi Kaifa gak mau bergabung dengan Mereka"
Ucap Kaifa dengan lirih, Sambil nunjuk Para Pasien di RSJ itu yang sedang asyik dengan Khayalan Mereka masing-masing.
"Ya udah klo gak mau gak bisa maksa"
Ucap Gilbert lalu menemui Dokter lagi ke ruangannya
"Pak Dokter, Kaifa ngotot gak mau dirawat disini, Saya gak tega maksanya, Jadi Saya minta Obatnya aja untuk Dia"
"Baik"
Dokter pun memberikan Obat Antidrespesan untuk Kaifa
"Berikan pada Kaifa, Satu Pil satu kali sehari, Dan sesudah makan"
"Iya"
Gilbert memesan Grabcar lagi menuju Rumah Gifran. Dalam waktu 50 menit Gilbert dan Kaifa sampai didepan Rumah Gifran. Gilbert membuka Gerbang Rumah Gifran yang tertutup rapat. Gilbert lalu masuk ke Halaman Rumah Gifran, Diikuti Kaifa, Pintu Rumah Gifran terbuka lebar
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
Ucap Gilbert, Dan salam Gilbert dijawab oleh Luna yang sedang duduk di Sofa didalam Rumah Gifran, Sambil menggendong Rio
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh"
Luna keluar Rumah dan memandang Gilbert dengan rasa rindu yang dalam
"Gilbert, Apa kabar?"
"Alhamdulillahirabil'alamin sehat, Kak Luna, Ua Gifran ada?"
"Syukurlah klo Kamu sehat Bert, Wa Gifran ada kok baru pulang kerja, Tar Luna Panggilkan sebentar"
Luna pun kedapur menemui Gifran, Dengan masih gendong Rio, Didapur Gifran sedang menggoreng Sosis Sapi.
"Pak, Ada Gilbert nanyain Bapak"
"Oh iya Luna"
Gifran matikan Kompornya, Dan segera mengangkat Sosisnya dengan Serok ke Piring Kaca. Gifran berjalan cepat keluar Rumah menemui Gilbert yang masih berdiri di Teras Rumah Girfan.
"Gilbert, Ada apa?"
"Mau kerja kan udah libur kerjanya udah lima hari"
"Oh trus itu Istri Mu masa Kamu bawa kesini sih?"
__ADS_1
"Ya ikut tinggal disini dengan Gilbert bolehkan Om?"
"Gak bisa Bert, Maaf ya Istri Mu itu kan sakit Jiwa, Om gak mau Istri Mu sampai mengacau disini!"
Ucap Gifran dengan ketus, Gilbert pun bingung
"Trus gimana donk Om? Masa iya Kaifa ditinggalin di Cicaheum?"
"Ya itu urusan Mu, Gini deh Bert Om akan cari Orang lain deh untuk menggantikan Mu jadi Supir Om"
Gilbert pun kesal!
"Om gimana sih maen pecat gitu!"
"Maaf Bert Kamu cari kerjaan lain deh yang bisa sambil membawa Istri Mu yang sakit Jiwa itu!"
"Udah klo Om gak mau memperkerjakan Gilbert lagi biarin, Tapi Gilbert minta gaji yang selama dua puluh lima hari Gilbert kerja di Om kan"
"Ini"
Gifran mengeluarkan Uang Dua ratus lima puluh ribu rupiah dari Pesak Celananya, Gilbert pun kaget
"Lho kok cuma segini Om?"
"Harusnya berapa Bert?"
"Ya masa cuma Dua ratus lima puluh ribu rupiah sih, Sehari cuma sepuluh ribu rupiah berarti"
"Iya emang segitu"
"Duh, Kerja di Pabrik Bolu mah sebulan gajinya Tiga Juta Rupiah, Sehari berarti Seratus Ribu Rupiah Om, Jauh amat jumlahnya!"
Gifran kesal!
"Masa pada Om itungan gitu sih Bert?"
"Udah gimana Om deh terimakasih banyak Gilbert udah boleh ikut tinggal di Rumah Om yang di Cicaheum"
"Oh iya Gilbert, Kamu klo bisa jangan cuma ikut tinggal doank, Bayar ya ke Om, Bayar sewa perbulan Limaratus ribu rupiah!"
"Oh iya nanti klo udah cukup uangnya Gilbert bayar, Gilbert mo cari kerja dulu"
"Iya sok"
"Kaifa Kita ke Cicaheum lagi yuk"
"Ayo"
Gilbert dan Kaifa keluar dari Halaman Rumah Gifran, Gilbert pun menutup rapat lagi Gerbang Rumah Gifran. Tak lama kemudian datang 5 Anak Lelaki umur 10 tahunan, Mengerumuni Kaifa
"Eh Orang Edannya punya Suami"
Ucap Salah Satu Anak itu
"Iya, Kok mauan Suaminya nikah dengan Cewek gak Waras!"
Ucap Anak lainnya, Lalu Mereka menertawakan Gilbert dan Kaifa, Dan membuat Gilbert emosi!
"Pergi Kalian!"
Teriak Gilbert, 5 Anak itupun lari.
"Eh Kaifa Kita ke Rumah Mamah yuk, Gilbert kan udah gajian, Mau memberikan Uang ke Mamah, Nanti Kaifa diberi Uang juga kok"
Kaifa
Bersambung
__ADS_1