Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 10


__ADS_3

Menuruti Rania, Keifa membuka seluruh Pakaiannya


"Kamu gosok Gigi Ambil Sikat Gigi Mu, Lalu beri Pasta Gigi pada Sikat Gigi Mu"


Dengan sabar Rania mengajari Keifa mandi. Setelah beres mandi Keifa yang dibalut Handuk pun masuk ke Kamar didampingi Rania. Gilbert sedang duduk diKasur didalam Kamar segera berdiri melihat Keifa masuk kedalam Kamar


"Keifa dimandikan Mamah lagi?"


"Enggak kok Bert, Tapi Mamah ngajarin Keifa mandi"


Gilbert pun keluar dari Kamar, Dan menutup Pintu Kamar. Rania memilihkan Pakaian untuk dipakai Keifa, Rania memakaikan Kaos merah, Dan Celana leging Hitam pada Keifa, Pakaian itu pemberian dari Ellen. Rania menyisir Rambut panjang Keifa hingga rapih. Gilbert, Rania, Dan Keifa keluar dari Rumah, Gilbert mengunci Pintu Rumah lalu memasukan Kunci Rumah ke Pesak Celananya


"Kita naik Grabcar, Gilbert pesan dulu Grabcar nya lewat Aplikasi Mah"


"Iya sip Gilbert"


Setelah datang Grabcar nya Gilbert membuka Pintu belakang Mobil


"Silahkan naik duluan Mamah"


Rania pun naik dijok kedua, Lalu Keifa duduk disebelah Rania, Dan Gilbert duduk didepan.


Grabcar melaju. 30 Menit kemudian Gilbert sampai di tujuannya, Kedai Bakso.


Gilbert turun dari Grabcar setelah membayar Ongkosnya, Rania dan Keifa pun turun juga dari Grabcar.


Gilbert duduk dibangku didalam Kedai Bakso Pak Johni, Disebelah Gilbert Rania duduk, Sedangkan Keifa di depan Rania duduknya. Pak Johni ramah pada Gilbert


"Eh Gilbert apa kabar?"


"Alhamdulillahirabil'alamin sehat Pak"


"Syukurlah, Kata Reyhan Kamu pindah kerjanya"


"Iya sih pindah kerjanya jadi Supir Pribadi Ua sih"


"Oh gitu Bert, Trus Kamu datang dengan siapa itu?"


"Oh ini Mamah"


Ucap Gilbert sambil memegang Pundak Kanan Mamahnya.


"Klo itu Istri"


Gilbert nunjuk ke arah Hidung Keifa, Pak Johni kaget


"Kamu udah nikah? Kapan nikahnya? Kok gak ngundang Ih?"


Gilbert nunduk


"Gilbert nikahnya dadakan, Itupun karena di Fitnah"


Ucap Gilbert dalam Hatinya


"Pedahal Pak Johni gak akan ngasih Amplop kosong kok"


"Maaf Pak soalnya Gilbert nikahnya gak Pesta kok, Gak ngebagiin Kartu Undangan juga"


"Lho, Knapa? Trus Reyhan juga gak Cerita kok klo Kamu udah nikah, Apa Reyhan juga gak tau klo Kamu udah Nikah?"


"Iya"


Tak lama kemudian datang Reyhan, Turun dari Gojek. Reyhan masuk ke Kedai Bakso Pak Johni


"Wei, Gilbert, Sudah datang duluan Kamyu"


"Iya Reyhan"


Lalu Reyhan duduk disebalah Gilbert


"Kamu udah pesan Bakso blum Bert?"


"Belum sih Reyhan"


"Oh jadi Gilbert janjian mo ketemu Reyhan disini?"


Ucap Pak Johni

__ADS_1


"Iya Pak, Eh Mamah mo pesan Bakso?"


Ucap Gilbert


"Mau Bakso yang besar yang isi Daging Cincang"


"Sip, Klo Keifa mau Bakso juga?"


Keifa menganguk


"Bskso besar juga seperti Mamah?"


Keifa menganguk lagi


"Gilbert juga mau Bakso besar isi Daging Cincang deh, Reyhan mo di pesenin?"


"Mau donk, Reyhan blom makan dari kemarin sore karena sedang bokek, Gilbert yang bayarin"


"Iya deh Rey"


"Ini Mamah Mu?"


Tanya Reyhan pada Gilbert sambil nunjuk Rania


"Iya ini Mamah, Dan itu Istri Gilbert"


Reyhan pun kaget


"Buset! Kapan nikahnya Lu?"


"Lima hari lalu"


"Dih, Kok Reyhan gak di undang sih? Sombong Lu Bert!"


Gilbert sedih


"Bukan sombong Rey, Tapi nikahnya juga gak Pesta, Gak bagiin Surat Undangan juga"


Ucap Gilbert dengan lirih


Ucap Johni sambil menyiduk Bakso besar ke Mangkok.


Gilbert bingung


"Duh masa iya sih harus diceritain yang sebenarnya...Trus malu gak yac klo diceritain yang sebenarnya, Gilbert nikah dengan Keifa gegara kena fitnah!"


Ucap Gilbert dalam Hatinya


"Kok malah melamun Bert?"


Celetuk Reyhan. Rania ikut sedih melihat Gilbert sedih


"Kasihan Gilbert tampak sedih, Pasti bingung antara mau Cerita atau tidak tentang Pernikahannya dengan Keifa, Yang tanpa Pesta, Tapi dadakan gitu, Dan lagi karena Fitnah"


Ucap Rania dalam Hatinya.


"Bert kok malah diam?"


Celetuk Reyhan lagi, Gilbert pun berkata


"Klo di ceritain mah panjang Rey"


"Ceritain aja, Ceritanya gak sepanjang Rel Kereta Api kan?"


"Gak tau deh"


"Dih, Coba ceritain aja Bert, Penasaran Gueeeee"


Karena di Desak Reyhan, Gilbert pun menceritakan yang sebenarnya


"Jadi gini, Gilbert kan pindah kerjanya dari jadi Pelayan Toko Bolu, Menjadi Supir Pribadi Ua Gilbert, Nah Ua Gilbert punya Anak Namanya Beni, Nah Beni itu Kakak Sepupu Gilbert, Tapi dengan teganya Kak Beni masukin Obat tidur ke Minuman lalu itu Minuman diberikan ke Gilbert, Lalu Gilbert diajak ngobrol diTeras Rumah kosong, Dan Gilbert pun ketiduran di Teras Rumah kosong, Lalu Kak Beni mungkin menyeret Gilbert keDalam Kamar Rumah kosong, Dan didalam Kamar Rumah kosong itu ada Keifa yang sedang tidur, Lalu Kak Beni mendempetkan Gilbert disebelah Keifa, Lalu difoto, Dan di Video oleh Kak Beni timbulah Fitnah dari Kak Beni"


Reyhan, Dan Johni pun kaget, Dan Sedih, Mendengar Cerita Gilbert


"Astagfiraullahaladzim, Jahatnya itu Beni Saudara Mu Bert, Kok tega fitnah Kamu sekotor itu!"


Ucap Reyhan

__ADS_1


"Jadi Kamu difitnah nidurin Keifa itu?"


Ucap Johni


"Iya"


Keifa meringis, Keifa lalu jongkok di bawah Bangku, Gilbert kaget


"Kamu knapa Keifa?"


"Mau pipis"


Dan Keifa pun pipis di Celana hingga Air kencing nya menggenang ditanah, Betapa kagetnya Reyhan, Dan Johni melihat Keifa yang sudah Dewasa pipis di Celana


"Astagfiraullahaladzim, Knapa itu Istri Mu Bert? Kok udah Dewasa gitu Pipis di Celana?"


Pekik Reyhan, Gilbert pun kesal


"Kaifa! Kamu kok pipis di Celana sih?"


Ucap Gilbert


"Knapa gak bilang klo Kamu mau pipis Keifa? Klo Kamu bilang Mamah akan antar Kamu cari Toilet umum!"


Ucap Rania kesal juga.


Kaifa nunduk


"Bert serius nanya, Istri Mu knapa? Apa segitu gak bisanya nahan Pipis?"


Ucap Reyhan sewot! Gilbert berdiri dan mendekati Kaifa


"Celana Mu jadi basah deh, Pasti bau pesing, Kamu cebok yac, Dan Cuci Celana Mu di Toilet umum!"


Ucap Gilbert, Kaifa pun berdiri


"Dimana Telolet Mumunnya?"


Ucap Keifa dengan Watados.


"Disana, Aga jau sih dari sini, Tapi biarin Gilbert antar yuk"


"Iya"


Gilbert dan Keifa pun berjalan Kaki di pinggir jalan raya. Rania resah


"Gilbert mungkin malu punya Istri Keifa, Tapi Keifa juga gak mau kali sakit Jiwa, Tapi karena Musibah berat Jiwa Keifa jadi sakit"


Ucap Rania dalam Hatinya. Johni meletakan 3 Mangkok Bakso diatas nampan, Dan menyajikannya di Meja


"Tar satu lagi blom di ladangin"


Ucap Johni


"Iya kalem Pak"


Ucap Reyhan, Lalu memandang Rania, Dengan malu Reyhan bertanya pada Rania


"Maaf Tante, Istrinya Gilbert kok pipis di Clana?"


Rania nunduk dan berkata dengan lirih


"Mungkin Keifa gak kuat nahan kencing, Makanya gak sengaja deh pipis di Clana"


"Oh gitu Tante"


Johni menyajikan satu Mangkok Bakso lagi di Mangkok


Sedangkan Gilbert dan Keifa sudah sampai didepan Toilet Umum


"Cebok sana! Kosong itu Toiletnya"


Keifa pun masuk kedalam Toliet, Lalu menutup Pintu Toilet. Gilbert berdiri didepan Pintu Toilet. Kaifa membuka Celana luar dan dalamnya, Lalu memyiram Celana luar dan dalamnya dengan Air, Lalu cebok, Dan memakai lagi ****** ***** dan luarnya itu walau basah kuyup. Lalu Kaifa keluar dari Toilet Umum itu, Gilbert pun membayar Seribu Rupiah pada Penjaga Toiletnya. Lalu Gilbert berjalan Kaki menuju Kedai Bakso Pak Johni, Kaifa berjalan dibelakangnya, Banyak Orang memandang Aneh melihat Kaifa, Karena Celanya basah kuyup.


Gilbert, Dan Kaifa pun


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2