Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 9


__ADS_3

Ayah Tirinya Jeni, Yang bernama Irfan yang berumur 55 tahun.


"Pak beli Deterjen Cair yang Sachet sebungkus, Dengan Pengharum Pakaian satu Sachet juga"


Ucap Gilbert


"Boleh, Oh iya Bapak baru lihat kamu deh, Kamu Warga baru di Daerah sini?"


Tanya Irfan pada Gilbert


"Iya baru beberapa hari"


"Siapa Nama Mu?"


"Gilbert"


"Oh Gilbert"


Tak lama kemudian Jeni datang, Jeni pun bahagia melihat Gilbert, Jantung Jeni kembali berdebar kencang


"Asyik Cowok Gantengnya kesini ke Warung Bapak"


Ucap Jeni dalam Hatinya, Gilbert memandang Jeni, Dan Jeni pun memandang Gilbert, Jeni salah tingkah lalu lari kedalam kamarnya, Dan menutup Pintu dengan kencang lalu lompat-lompat dengan Riang Gembira!


"Horeeeee! Cowok Ganteng itu memandang Jeniiiii!"


Setelah membeli Deterjen Gilbert merendam Pakaiannya, Pakaian Rania, Dan Pakaian Keifa di Kamar mandi, Gilbert teringat pada Jeni yang tadi memandangnya lalu lari


"Gadis Cantik tadi kenapa lari melihat Gilbert yak? Apa takut melihat Wajah Gilbert? Emang Nyeremin gitu Muka Gilbert?"


Ucap Gilbert dalam Hatinya. Lalu Gilbert tiduran diatas Kasur sambil pegang Hp


"Gio uda bales Chat Gilbert blum di Messenger?"


Gilbert membuka Messenger, Dan Gio sudah membalas Chatnya, Dan Gio lupa lagi pada Gilbert


'Kamu Siapa Maaf?'


Gilbert pun sakit Hati, Karena Sahabat nya sudah lupa padanya


"Kampret! Gio udah lupa ke Gilbert, Apa Gio Pikun?"


Ucap Gilbert, Lalu segera ngechat lagi Gio


'Gilbert Sahabat Mu, Masa lupa sih, Dulu Kita satu Bangku di SMK'


Gio yang sedang aktif di Messenger membalas lagi Chat Gilbert


'Maaf lupa lagi"


Gilbert kesal


'Pikuuuuun'


Lalu Gilbert pun keluar dari Messenger, Tak lama kemudian Reyhan Teman Kerja Gilbert saat di kerja di Toko Bolu menelponnya, Gilbert pun bahagia


"Ada juga Teman Gilbert yang mau nelepon Gilbert"


Gilbert ngangkat Telepon dari Reyhan


"Gilbert knapa Kamu kluar kerjanya dari Toko Bolu?"


"Karena Gilbert pindah kerja"


"Bos waktu itu bilang ke Karyawan lainnya klo Kamu kluar kerjanya"


"Iya Gilbert jadi Supir Pribadi Ua Gilbert"


"Oh iya Gilbert minjam Uang donk Lima Puluh Ribu Rupiah"


"Oh boleh kapan mo minjamnya?"


"Sekarang sih klo bisa Kamu datang ke Rumah Ku di Ranca Ekek"


"Tapi Gilbert gak tau arah ke Ranca Ekek"

__ADS_1


"Kamu naek Kereta Api dari Stasiun Kiaracondong Bandung, Jurusan Cicalengka, Kan klo mau ke Cicalengka ngelewatin Ranca Ekek"


"Buset jauh sepertinya, Eits, Kamu kan yang butuh mo pinjam Uang? Knape harus Gilbert yang jauh-jauh nemuin Kamu? Harusnya Kamu yang kesini donk nyamperin Gilbert"


"Males kluar Rumah Reyhan teh mo rebahan, Tapi sambil pegang Duid"


"Dih klo males udah gak usah pinjam Duid"


"Ya udah deh Reyhan yang nemuin Lu, Kita ketemuan yuk di Kedai Bakso pak Johni yang jualan deket Toko Bolu"


"Ya udah ayo"


Gilbert nutup Telpon dari Reyhan


"Dih ada Temen Nelpon mo pinjam Duit!"


Gilbert menoleh pada Keifa yang sedang duduk sambil melamun disebelah Rania, Sedangkan Rania fokus Chatan dengan Temannya di Whattsap.


"Keifa, Kamu nyuci Baju gih, Baju Kamu sana Cuci!"


Ucap Gilbert


"Nyuci Baju?"


Tanya Keifa pada Gilbert


"Iya Baju Kamu doank, Klo Baju Gilbert dan Mamah biar Gilbert yang nyuciin nanti"


Keifa pun berdiri


"Dimana Cuciannya Om?"


"Dih Mamggil Om lagi, Ya udah deh terserah Kamu, Cucian itu di Kamar mandi sedang direndam di Ember, Ingat yang di Cuci Baju Kamu yac, Gak usah yang Gilbert, Dan yang Mamah"


"Iya Om"


Keifa pun masuk ke Kamar mandi


"Bert, Emang Keifa bisa nyuci Pakaian gitu?"


"Gak tau deh coba Gilbert liatin"


Gilbert nongol ke Dalam Kamar mandi, Dan melihat Keifa sedang melamun sambil berdiri didalam Kamar mandi


"Nyuci Pakaian Fa, Bukan melamun"


"Oh iya Om, Maaf Keifa lupa"


Keifa pun memandang Cucian yang direndam dengan bingung, Lalu berkata


"Keifa gak tau caranya nyuci Pakaian gimana Om, Soalnya dari dulu Keifa blom pernah Nyuci Pakaian"


"Oh gitu, Kamu berarti blom bisa nyuci Pakaian, Klo gitu, Gilbert ajarin yak, Kamu liatin saat Gilbert nyuci Pakaian biar Kamu bisa nyuci Pakaian"


"Iya Om"


Gilbert pun nyuci Pakaiannya, Pakaian Rania, Dan Pakaian Keifa, Dan Keifa memperhatikan Gilbert nyuci Pakaian.


Gilbert pun merendam Pakaian dengan Molto.


"Gilbert mo mandi dulu, Kamu duduk dengan Mamah disana yac"


"Iya"


Keifa pun duduk disebelah Rania, Sedangkan Gilbert mandi.


Setelah mandi Gilbert memakai Kaos Putih, Jacket Jeans Biru, Dan Celena Jeans Pinsil Warna Hitam, Gilbert tampil Kece! Gilbert menyemprotkan Parfum pada Pakaiannya.


"Kamu gaya gitu"


Ucap Rania


"Gilbert mau ketemuan dengan Reyhan sekalian main, Ngebaso juga, Mamah mo ikut?"


"Ikut donk, Keifa ikut juga masa ditinggalin di Rumah ihl, Kasian klo di tinggalin Dirumah Keifanya"

__ADS_1


Gilbert bimbang


"Apa Keifa tidak akan merepotkan klo dibawa? Keifa kan sakit itu"


"Keifa kan Istri Mu Bert, Kamu harus nerima Keifa apa adanya"


"Iya sih Mah, Iya deh Keifa juga ikut, Mamah, Dan Keifa mandi dulu yak, Gilbert tungguin"


"Iya Bert, Mamah mandi dulu yac, Eh Keifa Kamu mandi, Kamu bisa kan?"


"Keifa gak mau mandi males"


"Kan Kita mo pergi, Kita mandi dulu biar rapih, Harum, Seger"


"Iya deh Tante"


"Mamah mandi duluan, Nanti Keifa mandi"


Rania pun mandi lalu setelah mandi Rania memakai Gamis Merah, Jilbab merah, Dan Sendal merah miliknya yang dibelikan Gilbert lima bulan yang lalu. Keifa masuk ke Kamar mandi di Kamar mandi Keifa teringat saat Dirinya duduk di Sofa mewah 6 tahun yang lalu, Saat Dirinya umur 17 tahun, Keifa sedang nonton Tv Acara Favoritnya Laptop Unyil, Ibunya menghampirinya, Dan mengelus Lengan Kanannya


"Keifa Sayang, Cantik, Mandi dulu, Mamah mau jerang Air Hangat untuk mandi Keifa"


Ucap Ibunya, Namun Keifa malah kesal


"Dih nanti lagi mandinya!"


Ucap Keifa dengan ketus.


"Sayang udah sore, Mamah jerang Air, Trus Kamu mandi, Lalu lanjutkan nonton Tv nya"


"Iya deh baweeeeel!"


Teriak Keifa, Ibunya pun jerang Air.


Keifa yang membayangkan saat itupun menyesal karena dulu Dirinya sering ketus pada Mamahnya, Dan Kini Mamahnya tlah tiada, Keifa pun menangis tersedu-sedu didalam Kamar mandi, Lalu duduk lemas di Lantai Kamar mandi yang basah. Gilbert, Dan Rania pun mendengar Suara Keifa menangis, Mereka pun kaget, Dan kuatir


"Astaghfirullahaladzim Kenapa Keifa menangis?"


Ucap Gilbert


"Gak tau deh, Coba Mamah cek dulu"


Rania kedepan Pintu Kamar mandi yang tertutup rapat


"Keifa knapa nangis?"


Keifa tak menjawab pertanyaan Rania, Dan Tetap nangis lirih, Rania pun membuka Pintu Kamar mandi, Tampak Keifa duduk di Lantai Kamar mandi dengan berlinang Air Mata, Rania jongkok disebelah Keifa, Dan memeluk Keifa


"Kenapa nangis Cantik?"


"Keifa nyesel dulu sering marah pada Mamah...Kini Mamah udah lama gak ketemu Keifa, Betapa Keifa ingin bertemu Mamah, Keifa ingin minta maaf pada Mamah dan memeluknya dengan erat"


Ucap Keifa dengan lirih, Rania pun sedih


"Sabar Cantik, Jangan sedih terus, Mamah Mertua Mu menyayangi Mu"


Keifa kaget dan berkata


"Mamah Mertua? Siapa?"


"Ini Mamah Mertua Mu"


"Mertua? Nama Mu Mertua?"


"Bukan, Jadi gini, Kamu kan Nikah dengan Gilbert, Jadi Gilbert adalah Suami Mu, Dan Ibunya Gilbert ini Mertua Mu"


Keifa meringis tak mengerti Ucapan Rania


"Keifa mandi dulu yak"


Keifa menganguk pelan


"Buka semua Pakaian Mu"


Keifa pun

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2