Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 15


__ADS_3

Gilbert pun teringat Motornya ada di Garasi Rumah Gifran, Gilbert segera membuka Gerbang Rumah Gifran lagi, Dan masuk lagi ke Halaman Rumah Gifran


"Ua, Gilbert mo ngambil Motor Gilbert"


Gifran nongol di Pintu Rumahnya


"Sok ambil sana!"


"Iya Ua sip"


Gilbert masuk ke Garasi Gifran yang terbuka, Lalu menuntun Motornya keluar Garasi Gifran, Kunci Motornya tergantung di Motor, Gilbert pun naik ke Motornya, Dan menyalakan Motornya, Lalu melajukan Motornya keluar Rumah Gifran


"Kaifa, Tutup Gerbang Rumah itu"


Kaifa pun menutup Gerbang Rumah Gifran, Tak lama kemudian datang 10 Orang Pemuda yang memakai Seragam Putih Abu, Mereka berhenti berjalan saat melihat Gilbert, Dan Kaifa


"Waw ini Lelaki Ganteng yang mau memperkaos Wanita gak Waras!"


Ucap salah satu Pemuda itu, Dan Pemuda lainnya pun tertawa, Gilbert pun kesal!


"Saya tidak memperkosa Kaifa kok! Tapi difitnah oleh Kak Beni!"


Teriak Gilbert!


"Masih gak ngaku Lu, Malu, Cewek gak Waras pun doyan juga, Saking gak kuatnya"


Ucap Pemuda lainnya


"Udah terserah Kalian klo gak percaya, Kaifa, Naik ke Motor, Kita langsung ke Rumah Mamah"


Kaifa pun naik ke Motor


"Kok mauan yak perkaos Cewek gak Waras!"


Ucap salah satu Pemuda lainnya, Gilbert pun segera melajukan Motornya dengan kencang. Kaifa pun memegang Kaos Gilbert dengan resah


"Jangan terlalu kencang donk majuin Motornya Pak, Kaifa takut jatuh, Soalnya jatuh rasanya gak enak!"


Teriak Kaifa, Gilbert pun memperlambat laju Motornya. Saat di Lampu Merah Gilbert hentikan laju Motornya, Gilbert melihat di sebelah Kanannya, Diatas Trotoar ada Orang gangguan Mental sedang duduk dengan Baju kotor, Celana kotor dan banyak sobeknya, Tanpa alas Kaki


"Kamu dulu kumel seperti Orang itu Kaifa"


Ucap Gilbert, Kaifa pun memandang Orang itu


"Iya gitu?"


"Iya Kaifa, Kamu waktu itu udah berapa lama gak mandi?"


"Udah lama gak tau berapa lama, Soalnya mo mandi teh males, Soalnya walaupun Kaifa mandi toh Orang Tua Kaifa, Dan Adik Kaifa tetap nggak akan hidup lagi"


"Iya, Tapi mandi itu kan penting, Membuat Tubuh bersih, Harum, Segar, Apalagi Kebersihan sebagian dari Iman"


"Oh gitu"


Saat Lampu Hijau, Gilbert lajukan lagi Motornya. 30 Menit kemudian Gilbert, Dan Kaifa sampai di depan rumah kontrakan tempat tinggal Rania.


Gilbert turun dari Motornya, Begitupun Kaifa. Pintu Rumah tempat tinggal Rania tertutup rapat


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"


Ucap Gilbert namun blum ada jawaban, Gilbert mengetuk Pintu Rumah itu, Namun tak ada respon juga, Gorden Rumah itupun tertutup rapat. Gilbert resah


"Duh, Mamah kemana?"


Kaifa malah merebahkan Tubuhnya di Teras


"Kaifa, Jangan tiduran di Teras donk, Malu"


"Lho malu oleh siapa Pak?"


"Oleh Orang yang lewat atuh Kai"


"Kenapa malu?"


"Udah bangun duduk boleh di Teras"


Kaifa pun duduk, Gilbert mengeluarkan Hp nya dari Pesak Celananya, Dan menelpon Rania lewat Whattsap, Namun Wa Rania tidak aktif.

__ADS_1


"Duh Wa Mamah juga gak aktif"


Gilbert menelpon Rania lewat Panggilan Seluler, Namun Pulsa Gilbert gak ada atau 0 Rupiah.


"Oh iya, Pulsa Gilbert kan udah abis dari Sebulan lalu, Beli yang lima puluh ribu rupiah, Dan di daftarkan paket Internet yang sepuluh giga, Untuk sebulan"


Gilbert pun duduk disebelah Kaifa, Tak lama kemudian Tetangga sebelah Rania Wanita yang berumur 35 tahun keluar dari Rumahnya


"Eh Gilbert, Apa kabar Bert?"


Tanya Wanita itu


"Eh Bu Ela, Alhamdulillahirobbilalamin Gilbert sehat"


"Syukurlah klo sehat, Udah lama Ibu gak ngeliat Kamu Bert, Kamu tinggal dimana gitu sekarang?"


"Di Cicaheum"


"Oh gitu, Trus siapa Cewek itu?"


Ucap Tetangga Rania sambil memandang Kaifa yang sedang bengong sambil mangap


Oh ini hmmm anu..."


Gilbert pun bingung, Antara mau ceritain Kaifa Istrinya, Atau tidak


"Kok malah melamun sih Bert?"


"Anu i...ini"


"Anu apa Bert? Kok malah gugup? Oh itu Pacarnya yak?"


Gilbert menggeleng


"Bukan kok, Tapi Istri sih"


Wanita BerNama Ela itupun kaget!


"Lho, Kapan Kamu nikahnya Bert? Kok gak ngundang Tetangga sebelah sih? Tros Ibu Kamu juga kok gak bilang sih klo Kamu nikah?"


"Maaf Bu Ela, Soalnya Gilbert nikah gak Pesta, Jadi gak bagiin Surat Undangan juga sih"


"Di Lembang di Rumah Om Gilbert"


"Oh gitu, Kapan Pacarannya? Kok ujug-ujug Nikah sih Bert? Ibu blum pernah lihat Kamu bawa Cewek kesini sebelum sekarang"


"Iya sih Bu"


Tak lama kemudian datang Lelaki berumur 51 tahun, Pemilik Kontrakan Tempat Tinggal Rania


"Gilbert mana Mama Mu Bert?"


"Justru Gilbert juga gak tau Mamah kemana, W'a nya gak aktif"


"Oh gitu, Hari ini waktunya Mamah Mu bayar Kontrakan, Tapi kok Mamah Mu malah gak ada sih? Apa sengaja ngumpet gak mau bayar Kontrakan?"


"Belum tentu ngumpet sih, Pak Wandi jangan So'udzon dulu"


"Ya udah Kamu aja yang bayarin, Harga sewanya perbulan masih lima ratus ribu rupiah kok"


Gilbert resah dan berkata dalam Hatinya


"Duh, Gimana ini? Gilbert ada Uangnya Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah, Blum bisa bayarin Kontrakan Tempat Tinggal Mamah"


"Bert mana? Usahakan jangan telat bayar Kontrakannya!"


"Maaf Pak Wandi, Gilbert blum punya Uang untuk bayar sewa Kontrakan Pak Wandi, Sabar dulu Pak Wandi, Kan selama ngontrak di Rumah Kontrakan Pak Wandi Gilbert blom pernah kan telat bayar Kontrakan"


"Iya, Dan kali ini pun usahakan donk jangan telat juga bayar Kontrakannya!"


Ucap Wandi dengan ketus.


"Iya Pak Oke"


Wandi pun pulang.


"Bu Ela Tau gak Mamah Gilbert kemana?"

__ADS_1


"Tadi sih Pagi lihat Mama Mu berdiri di Terasnya sambil melamun, Trus Bu Ela pergi ke Warung, Eh pas pulang dari Warung Mama Mu udah gak ada di Terasnya, Gak tau kmane"


"Oh gitu"


"Iya, Bu Ela masuk dulu kedalam Rumah, Mau masak Semur Pindang Tongkol"


"Iya silahkan Bu Ela Oke"


Ela pun masuk kedalam Rumahnya, Dan nutup Pintu Rumahnya. Tak lama kemudian Rania datang


"Mamah"


"Eh Gilbert, Kaifa, Dari kapan Kalian datang?"


"Lima belas Menit yang lalu, Mamah darimana? W'a Mamah kok gak aktif? Gilbert kuatirin Mamah"


Jawab Gilbert


"Oh Mamah pulang jalan-jalan, Kalau W'a Mamah gak aktif karena Kuota Mamah abis kemarin Sore"


Rania mengeluarakan Kunci Pintu dari Pesak Dasternya, Dan membuka Kunci Rumah.


"Yuk Gilbert, Kaifa, Masuk kedalam Rumah"


Rania, Gilbert, Dan Kaifa pun masuk kedalam Rumah itu, Lalu Mereka duduk di atas Sofa.


"Gilbert, Kaifa, Kalian udah makan?"


"Kita Udah tadi Pagi makan Bubur Ayam"


Ucap Gilbert


"Oh gitu, Maaf Mamah blum bisa menjamu Kalian makan, Soalnya Mamah blum masak Nasi hari ini, Karena Mamah kehabisan Beras kemarin Siang"


Ucap Rania dengan lirih, Gilbert pun kaget, Dan sedih


"Astaghfirullahaladzim jadi mamah belum makan dong hari ini?"


Ucap Gilbert


"Iya belum, Jadi daripada ngerasain lapar di Rumah, Mamah pilih jalan-jalan dech, Di pinggir jalan raya, Sambil melihat banyak Kendaraan melaju, Lalu lalang"


"Oh gitu Mah, Hari ini Gilbert Gajian, Tapi Gaji Gilbert tidak sebesar Gaji yang Gilbert dapat saat di Toko Bolu"


Gilbert mengeluarkan Uang Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah dari Dompetnya


"Ini Uang Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah, Gaji Gilbert selama kerja Dua puluh lima hari jadi Supir Pribadi Ua Gifran"


Rania pun kaget!


"Oh gitu, Nominalnya emang rendah gaji sehari sepuluh ribu rupiah di Zaman kini"


^^^"Iya gitu Mah, Dan lagi Wa Gifran memecat Gilbert juga, Jadi saat ini Gilbert gak punya kerja, Tapi Gilbert akan cari kerja kok, Biar punya Penghasilan Uang lagi"Yang sabar ya Bert Oke"^^^


"Iya Mah, Ini Uang Seratus Lima puluh ribu rupiah untuk Mamah, Lima puluh ribu rupiah untuk Kaifa, Dan Lima puluh ribu rupiah untuk Gilbert"


Rania pun menerima Uang dari Gilbert dengan bahagia


"Terimakasih banyak Bert"


"Iya Mah Sip, Gilbert mo ke warung, Mo beli Kopi Susu, Mamah mau nitip beli Beras?"


"Iya Bert, Beliin Beras sekilo ke warung yak, Minyak Kelapa seperempat, Dan Telur Ayam Setengah kilo"


Rania menyodorkan Uang Seratus Ribu Rupiah pada Gilbert


"Oke, Kaifa tunggu ya dengan Mamah, Gilbert ke Warung dulu"


"Iya Pak Oke"


Gilbert pun berjalan Kaki menuju Warung Iwan, Dan Iwan berumur 17 tahun


"Iwan beli Beras sekilo donk, Minyak Seperempat, Dan Telur Ayam Setengah kilo"


"Oh Oke Kak Gilbert Ashiyap"


Sedangkan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2