
Apa Kaifa pernah dibawa berobat ke Tempat lain selain ke Rumah Sakit Jiwa?"
"Belum pernah sih soalnya biaya nya takut mahal"
"Oh gitu, Kirim lewat sms Tante Lokasi Makam Orang Tua Kaifa dan Adiknya"
"Oke"
Tifan pun mengirimkan Alamat lengkap Pemakaman Orang Tua Kaifa dan Adiknya. Gilbert lalu memesan Grabcar lagi
"Ayo Kita ke Pemakaman OrangTua Mu dan Adik Mu, Kita naik Grabcar, Karena Motor Gilbert ada di Rumah Om Gifran"
Kaifa bahagia
"Ih beneran Om mau nganter Kaifa ke Pemakaman Orang Tua Kaifa?"
"Beneran donk Kai"
"Terimakasih banyak Om"
"Iya Kaifa"
Gilbert dan Kaifa naik ke Grabcar, Mereka duduk diJok kedua.
"Kaifa ingin melihat Kedua Orang Tua Kaifa, Betapa Kaifa merindukannya"
"Iya Kaifa"
30 Menit kemudian Gilbert, Dan Kaifa, Sampai didepan Gerbang Pemakaman Orang Tua Kaifa, Didekat Gerbang Pemakaman itu berjejer 15 Pedagang, Mereka jualan Bunga, Air Mineral, Dan Bendera Kuning
"Gilbert beli'in Bunga untuk di tabur di Atas Makam Orang TuaMu dam Adik Mu"
"Iya"
"Dan Air Mineral untuk dibacakan Surah Alfatihah, Lalu di siramkan diatas Makam Orang Tua Mu dan Adik Mu"
Setelah membeli Bunga, Dan Air Mineral, Gilbert berjalan masuk ke Pemakaman, Disebelahnya Kaifa
"Sebelah mana Makam Orang Tua Mu Kaifa?"
Ucap Gilbert, Namun Kaifa malah bingung
"Kaifa lupa lagi, Soalnya udah lama gak nengok Makam nya sih"
Gilbert Video Call Tifan
"Tante, Sebelah mana Makam Orang Tuanya Kaifa?"
"Oh dibawah Pohon Mangga yang sudah berjenggot, Di Pemakaman itu cuma ada Satu kok Pohon yang sudah berjenggot"
Gilbert kaget
"Pohon yang sudah Berjenggot? Emang ada Pohon yang sudah berjenggot?"
"Ada Pohon yang umurnya sudah Ratusan Tahun, Ukurannya besar lho, Dan ada Rumbainya gitu, Untuk jelasnya Kamu tanya deh ke Penjaga Makam nya dimana Makam Pak Piko, Dan Bu Mila, Itu Nama Orang Tua Kaifa"
"Penjaga Makam nya yang mana Tante?"
"Yang Rumah nya disekitar Makam Cat Merah"
"Oke"
Gilbert nutup Vc nya dengan Tifan, Dikejauhan Gilbert melihat Rumah Cat Merah, Gilbert segera berjalan menuju Rumah itu, Dan Kaifa berjalan dibelakang Gilbert, Diteras Rumah bercat Merah ada Pria berumur 55 tahun sedang duduk, Gilbert menghampiri Pria itu
"Kakek Penjaga Makam?"
__ADS_1
"Iya Cep bener"
"Mau nanya, Klo Makam nya Pak Piko, Dan Bu Mila disebelah mana yak?"
"Yang meninggal Dunia karena kebakaran?"
"Iya"
"Mari Om antar kesana"
Pria itu pun itu mengantar Gilbert, Dan Kaifa ke Makam Orang Tua Kaifa yang bersebalahan. Makam Kedua Orang Tua Kaifa Tidak ditembok, Tapi diatasnya di Tanam Rumput Hijau, Batu Nisannya pun emang Pakai Batu, Tulisannya merupakan Pahatan dari Batu itu, Hingga Aksaranya gak luntur, Sedangkan Makam Adiknya disebelah Makam Ibunya. Kaifa duduk disebelah Makam Ibunya, Lalu memeluk erat Batu Nisan Ibunya, Kaifa memejamkam kan Matanya dan berkata
"Mamah Kaifa begitu merindukan Mamah, Kaifa ingin mendekap erat Mamah, Kaifa ingin hangat kasih Sayang dari Mamah seperti dulu"
Ucap Kaifa dengan lirih, Gilbert dan Pria Perawat Makam pun sedih menyaksikan Keifa
"Mamah ada di dalam Tanah?"
Keifa memandang Makam Ibunya, Kaifa memegang Makam itu
"Kaifa ingin melihat Mamah"
"Kaifa, Taburilah sebagian Bunga ini di atas Makam Ibu Mu, Sisain untuk ditaburkan di Makam Ayah Mu dan Adik Mu
Ucap Gilbert sambil menyodorkan sekantong Kertas Bunga yang tadi dibelinya, Kaifa pun memegang Sekantong Kertas Bunga dan menaburkan sebagian Bunga di atas Makam Ibunya
"Ini Bunga untuk Mamah, Apakah Mamah suka Bunganya?"
Kafa menempelkan Telinga Kanan nya diatas Makam Ibunya
"Mamah...Bicaralah pada Kaifa, Sedikit saja Mah, Biarin walau sebentar saja juga, Kaifa begitu rinduuuuu Suara Mamah, Nasihat Mamah, Omelan Mamah saat Kaifa salah"
Ucap Kaifa lagi dengan lirih,
"Kalau dari Perkataanya Keifa seperti Orang sehat kok"
"Mamah bicaralah Mah, Trus didalam Tanah apakah Mamah gak pengap?"
Kaifa tiba-tiba mengorek-ngorek Rumput yang ada diatas Makam Ibunya, Membuat Gilbert dan Pria perawat Makam itu kaget
"Kaifa, Knapa Kamu mengorek Rumput itu?"
Ucap Gilbert sewot
"Kaifa mau menggali Makam Mamah Kaifa ingin melihat Mamah, Dan memeluknya erat"
Gilbert dan Pria perawat Makam tambah kaget
"Jangan digali Makam Ibu Mu!"
Ucap Pria perawat Makam dengan resah
"Kaifa mau melihat Mamah, Kaifa akan membongkar Makamnya Kakek, Bantu Kaifa menggali Tanah Makam Mamah, Om juga bantuin donk"
"Kaifa sadar Kaifa, Jangan gali Makam Ibu Mu, Biarkan Ibu Mu istirahat dengan tenang"
Kaifa belotot pada Gilbert
"Om kalau gak mau bantuin Kaifa menggali Makam Mamah, Om jangan melarang Kaifa untuk menggali Makam Mamah Kaifa!"
Bentak Kaifa pada Gilbert, Lalu Gilbert memegang Kedua Tangan Kaifa dengan erat
"Stop! Jangan merusak Rumput Hijau di atas Makam Ibu Mu! Lebih baik Kau Do'akan Ibu Mu agar tenang di Alam sana, Daripada Kau lakukan hal konyol"
Ucap Gilbert pada Kepada Kaifa
__ADS_1
Namun Kaifa malah meronta, Dan melepaskan Kedua Tangannya dari genggaman kedua Tangan Gilbert, Lalu Kaifa menggali Tanah diatas Makam Ibunya dengan kedua Tangannya, Pria perawat Makam segera menepuk Pundak Kaifa
"Hentikan gali Makamnya!"
Kaifa tetap tak peduli Ucapan Pria itu, Hingga Pria itupun kesal pada Kaifa
"Kakek akan telepon Polisi untuk menangkap Mu!"
Bentak Pria itu pada Kaifa
"Silahkan telepon Polisi"
Ucap Kaifa dengan sinis, Gilbert pun cemas lalu menarik Tangan Kanan Kaifa yang belepotan Tanah Kuburan,
"Ayo pulang Kaifa, Daripada Kau mengacau!"
"Tidak mau!"
Kaifa lagi meronta, Gilbert pun menggendong Kaifa untuk pertama kalinya
"Ayo Kita pulang"
Gilbert berjalan sambil menggendong Kaifa keluar dari Pemakaman, Tidak peduli banyak Orang memandangnya dengan memandang aneh! Didepan Gerbang Makam Gilbert menurunkan Kaifa dari gendongannya.
"Kita pulang sekarang oke!"
Kaifa pun menangis dengan kencang, Membuat belasan Orang berkerumun menonton nya! Gilbert merasa malu
"Berisik Kaifa ssst!"
"Mamaaaaaah"
Ucap Kaifa sambil berlinang Air Mata di Pipinya, Gilbert segera memesan Grabcar, 5 Menit kemudian Grabcar datang, Gilbert membuka Pintu belakang Mobil
"Naik Kaifa"
"Gak mau, Kaifa gak mau ninggalin Mamah"
Gilbert kesal lalu naik ke Mobil
"Terserah Kamu deh Kai, Gilbert mau pulang"
Kaifa pun jalan cepat masuk lagi ke Pemakaman,
"Kaifa! Gilbert akan Telepon pihak Rumah Sakit Jiwa untuk membawa Mu ke Rumah Sakit Jiwa!"
Teriak Gilbert, Kaifa pun resah, Lalu balik lagi menghampiri Gilbert
"Jangan Om Jangan"
"Ya udah masuk ke Mobil cepat!"
Saat petang Gilbert duduk di Kamar, Diatas Kasur sambil memandang Layar Hp nya, Gilbert pun mencari Lokasi Rumah sakit Jiwa terdekat dari Lokasinya saat itu, Dan Gilbert pun menemukannya
"Besok Gilbert akan membawa Kaifa ke Rumah sakit Jiwa, Mau gak mau Kaifa nya, Toh demi Kebaikannya, Agar Dia sehat Jiwanya"
Gilbert mulai ngantuk,
"Kaifa tidur dikamar, Gilbert ditengah Rumah!"
Teriak Gilbert, Lalu berdiri, Dan keluar Kamar, Keifa sedang duduk diatas Tikar ditengah Rumah
"Masuk Kamar, Dan lekas tidur!"
Ucap Gilbert, Kaifa pun masuk ke Kamar, Dan merebahkan Tubuhnya di Kasur, Gilbert merebahkan Tubuhnya diatas Tikar. Gilbert pun tidur pulas, Begitupun Kaifa tidur pulas. Pagi tlah tiba Ayam berkokok dengan kencang di Teras Rumah Gilbert, Dan Gilbert pun bangun dari tidur, Gilbert lalu ke Kamar mandi pipis, Setelah Pipis Gilbert membuka Pintu Rumah, Dan melihat
__ADS_1
Bersambung