Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 19


__ADS_3

"Adakah Loker disini?"


Ucap Rania


"Oh blum butuh Pegawai, Soalnya masih bisa melayani Pembeli tanpa Pegawai"


Ucap Pria Pemilik Rumah makan itu


"Oh gitu, Klo begitu Saya permisi dulu"


"Iya"


Rania keluar dari Rumah makan itu, Dan berjalan lagi kembali mencari kerja, Rania memasuki Toko demi Toko menanyakan loker, Namun belum dapat juga. Sudah 5 Toko Rania datangi namun blum mendapat juga loker, Hingga Kaki Rania letih, Rania pun pulang dengan lunglai. Sedangkan Gilbert berdiri di Teras Rumahnya, Kaifa berdiri disebelah nya


"Gilbert mau pinjam Uang dulu ke Boni Teman kerja Gilbert saat kerja di Toko Bolu, Kaifa, Kamu mau ikut? Klo Kamu ditinggalin lagi seperti tadi Kamu bisi keluyuran lagi, Dan tidur lagi di Emper!"


"Kaifa ikut donk, Kaifa mau naik Motor ngeeeeeng...Kaifa suka naik Motor!"


Ucap Kaifa dengan sewot! Gilbert naik ke Motornya, Kaifa duduk di belakangnya, Gilbert pun melajukan Motornya, 50 Menit kemudian Gilbert sampai didepan Rumah Boni yang berlokasi di Cigondewah, Revan tinggal di Rumah kontrakan berjajar.


"Kaifa turun dari Motor, Kita sudah sampai di tujuan"


"Kita dimana?"


"Didepan Rumah Boni"


Kaifa pun turun dari Motor, Begitupun Gilbert, Lalu Gilbert mengetuk Pintu Rumah Boni


"Tok Tok Tok"


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"


Ucap Gilbert, Tak lama kemudian Istrinya Boni membuka Pintu Rumah, Istrinya Boni yang Cantik seumuran dengan Boni 25 tahun.


"Eh siapa?"


Tanya Istrinya Boni pada Gilbert


"Oh Temannya Boni, Apa Boninya ada?"


"Ada sedang mandi, Tunggu sebentar, Silahkan duduk dulu di Teras"


"Iya Terimakasih banyak Teteh"


Gilbert pun duduk di Teras Kontrakan Tempat tinggal Boni, Lalu Kaifa duduk disebelah Gilbert, Kemudian Boni yang udah beres mandi dan berpakain rapi menghampiri Gilbert


"Eih Gilbert, Tau darimana Rumah Boni?"


"Tau dari Taufik, Tadi Gilbert nanya Alamat lengkap Rumah Kamu lewat Chat, Taufik pernah ke Rumah Kamu kan, Jadi Taufik tau Alamat lengkap Rumah Mu, Kalau nanya langsung ke Kamu, Kan W'a Kamu gak aktif udah seminggu"


"Oh iya abis kuota, Blum sempat beli Kuota, Kemarin Raihan malah beli Tv Tujuh Belas inch, Bukan beli Kuota"


"Oh gitu"


"Itu siapa Bert?"


Ucap Boni sambil nunjuk ke Arah Pundak Kanan Kaifa dengan Jempolnya


"Istri"


Boni kaget!


"Serius? Kapan Kamu nikah?"


"Udah lama kok"


"Oh gitu, Kok Boni gak di undang sih?"


"Gak undangan Nikah nya juga, Soalnya Gikbert dulu di fitnah nidurin Cewek ini oleh Kakak Sepupu Gilbert yang jahat"


Ucap Gilbert dengan lirih, Boni pun kaget!


"Waduh, Gitu"


Gilbert menunduk lesu


"Iya, Dan yang mirisnya Kaifa itu sakit Jiwa"


"Kaifa? Siapa Kaifa?"


"Iya Cewek ini"


Boni pun memandang Kaifa yang sedang melamun kosong

__ADS_1


"Maaf Bert, Jadi Istri Mu ini sakit Jiwa?"


"Iya"


"Aduh, Trus kalau nganu gimana?"


"Nganu apaan?"


"Ya Hubungan Suami Istri"


"Sejak nikah juga belum pernah"


"Oh gitu yak, Kamu gak mau emang gituan dengan IstriMu?"


Gilbert bimbang


"Boni, Aku belum mencintainya, Dan bahkan Aku tidak tau kapan Aku bisa mencintainya, Dan mungkin Kaifa pun tak mengerti apa itu Cinta"


Ucap Gilbert dengan lirih


"Oh gitu, Malang nasib Mu Bert, Menikah dengan Wanita yang tidak Kau Cintai, Sedangkan Boni menikah dengan Wanita yang Boni Cintai"


Gilbert sedih


"Iya, Pedahal dulu Gilbert berharap kalau Gilbert menikah dengan wanita yang Gilbert Cintai"


"Dan lagi Bert Kalau Kau gituan dengan Istri Mu, Nanti Istri Mu Hamil, Dan kalau Istri Mu sakit Jiwa, Bagaimana bisa Istri Mu merawat Bayi"


"Nah iya gitu Bon"


"Istri Boni donk, Cantik, Waras, Bisa nyuciin Pakaian, Bisa merawat Anak, Nyapu, Nyetrika"


"Iya Bon"


Gilbert pun teringat yang sebenarnya, Dulu saat Gilbert berumur 17 tahun dan duduk di kelas 2 SMK, Gilbert mencintai Kakak kelasnya, Dan Cewek itupun Cinta pada Gilbert Namun belum sempat Pacaran Cewek itu keburu keluar dari Sekolah, Dan gak ada kabarnya lagi! Gilbert belum bisa melupakan Cewek itu sampai saat ini, Bahkan Gilbert sering teringat padanya, Gilbert pun sudah sering cari Akun Facebook Cewek itu, Namun tak menemukannya, Cari Akunnya di Instagram pun pernah, Tapi tetap Akunnya gak ketemu, Dan Rista adalah Nama Cewek yang menjadi Cinta pertama Gilbert.


"Bert, Kok malah melamun?"


"Eh oh maaf"


"Mau di seduhkan Kopi Bert?"


"Gak usah, Oh iya Gilbert kesini mau pinjam Uang Lima ratus ribu rupiah"


"Buset, Gede gitu minjam duid nya, Untuk apaan? Untuk judi?"


"Bukan donk! Gilbert tidak pernah judi kok! Mabuk Miras tidak pernah! Malah Merokok juga Gilbert tidak kok!"


"Bagus donk, Trus untuk apa Duid sebanyak itu Bro?"


"Untuk bayar Kontrakan Mamah sih"


"Oh gitu, Nanti Boni pinjemin dech, Skarang Kita ngobrol dulu"


"Ngobrol apaan?"


"Kamu belum pernah Ciuman?"


"Belum pernah, Trus ngapain Kamu nanya gitu segala"


"Nanya doank sih, Bert klo Kamu gak Cinta dengan Istri Mu yang Sakit Jiwa itu, Udah Kamu ceraikan saja!"


Gilbert pun berfikir sejenak


"Oh iya juga, Gilbert kan gak merasa pernah nodain Kaifa, Gilbert pun tak perlu di repotin Kaifa lagi, Klo Gilbert ceraikan Kaifa"


Ucap Gilbert dalam Hatinya


"Boni ambil Uangnya dulu didalam Lemari Pakaian, Tapi kapan Kamu mau bayar?"


"Dih baru juga mau pinjam Duit, Udah ditanya kapan bayar!"


"Harus jelas donk kapan bayarnya!"


"Sebulan lagi klo Gue gajian!"


"Bener Bert?"


"Bener"


Boni pun masuk kedalam Rumah dan kembali hampiri Gilbert sambil menyodorkan Uang Seratus Ribuan Lima Lembar


"Terimakasih banyak Kak Boni"

__ADS_1


"Iya"


"Eaaaaaa"


Terdengar Tangisan Bayi dari dalam Rumah Tempat tinggal Reihan


"Itu Anak Mu nangis? Udah lahir Anak Mu? Kan waktu Gilbert kerja di Toko Bolu dengan Mu, Kamu cerita Istri Mu sedang Hamil yak"


"Iya, Melahirkan lima hari lalu, Kamu kan tadi ketemu dengan IsteriKu, Kamu lihat donk Perutnya kempes"


"Gak merhatiin Perut Istri Mu kok! Anak Mu Cewek apa Cowok Boni?"


"Cewek, Beratnya Tiga Kilo Gram, Di lahirkan normal di Bidan, Namanya Elika"


"Subhanallah selamat ya Boni, Lihat donk Anak Mu, Pasti Cantik, Kan Mamah nya juga,Cantik, Bapaknya Ganteng"


"Tar ya diambil dulu kedalam, Barusan lagi Minum Asi"


Boni masuk kedalam Rumah, Dan keluar lagi sambil menggendong Elika yang berumur 5 Hari, Elika Cantik, Memakai Topi Bundar Warna Pink, Dan Gaun Pink, Sepatu Pink, Elika membuka Matanya, Dan gerak-gerak, Gilbert pun kagum melihatnya


"Subhanallah, Cantiknya Elika"


Gilbert menyentuh Pipi Kanan Elika dengan Jari Telunjuk nya


"Eits! Tangan Mu bersih gak Gilbert?"


"Bersih kok udah mandi da"


"Oh gitu, Awas jangan sampai Tangan Mu kotor, Dan Berkuman!"


"Iya Kak Boniiiii, Boleh Gilbert gendong Elika?"


"Bisa gak Kamu gendong Bayi?"


"Insya Allah bisa"


"Sebelumnya udah pernah gendong Bayi belum?"


"Belum pernah sih"


"Oh gitu, Hati-Hati atuh gendong Elika nya"


Dengan fokus Gilbert menggendong Elika, Kaifa pun menoleh pada Elika


"Eh Ada Bayi"


Boni resah


"Gilbert Isteri Mu galak tidak?"


"Tidak!"


"Takutnya nyakitin Elika!"


"Enggak kok, Kaifa blum pernah nyerang Siapapun"


"Iiiiih gemas!"


Teriak Kaifa, Elika pun menangis pingin Asi lagi


"Sini Elikanya biar nyusu lagi ke Ibunya"


Gilbert pun menyodorkan Elika pada Reihan


"Gilbert mau nganterin Uang dulu ke Mamah"


"Iya sok Bert"


Gilbert menuju Rumah Kontrakan Tempat tinggal Rania, Sedangkan Elika diSusuin lagi oleh Ibunya.


Gilbert pun memberikan Uang pada Rania 500 Ribu Rupiah


"Uang darimana ini Gilbert?"


"Minjem dari Temen, Mamah bayarkan Kontrakan sekarang"


"Iya Bert terimakasih"


"Iya Mamah, Gilbert akan menceraikan Kaifa"


Rania kaget!


"Lho kenapa Bert?"

__ADS_1


Gilbert pun meringis


Bersambung


__ADS_2