
Pulang dengan Faren. Gilbert kembali mendorong Gerobak Pentol Ayamnya.
"Pentoooooool Ayaaaaaaam!"
Teriak Gilbert
"Pentoooooool!"
Teriak Anak Perempuan yang sedang berdiri didepan Toko Tas, Gilbert berhenti melangkah
"Iya Dek beli Pentol Dek?"
"Iya beli masa mau ngutang sih! Berapaan Pentolnya Bang?"
"Seribu lima ratus rupiah per Biji, Dek"
"Beli Tujuh Biji"
"Oh sepuluh ribu lima ratus rupiah klo Tujuh Biji"
"Oke"
"Pake Saus kecap Pentolnya?"
"Boleh"
Gilbert menyodorkan 7 Biji Pentolnya di Pelastik pada Anak itu, Lalu Anak itu membayar dengan Uang pas. Gilbert kembali mendorong gerobak Pentolnya.
Sore hari Gilbert hentikan mendorong Gerobaknya didepan Toko Sepatu, Gilbert duduk diteras Toko itu, Dan duduk diteras Toko itu Gilber menghitung Hasil jualan Pentolnya
"Dapat Lima puluh ribu rupiah dari lima orang pembeli"
Gilbert merasa haus Dan lapar, Namun tidak berani memakai uang itu. Gilbert pun menuju rumah pemilik Gerobak Pentol yang Bernama Reno, Dan setor uang hasil jualan pentolnya. Gilbert diberi segelas air putih, Dan sepiring nasi dengan lauk 1 Tahu goreng. Gilbert pun makan dan minum. Reno pun memberikan uang Sepuluh ribu rupiah pada Gilbert.
"Ini uang untukmu"
"Terimakasih banyak Bos"
"Iya"
Gilbert pun ke Cicaheum, Pintu rumah tertutup rapat. Gilbert mengetuk pintu
"Kaifaaaaaaa"
Namun tak ada sahutan dari Kaifa, Gilbert pun membuka pintu rumah yang tidak terkunci itu
"Kriet"
Tampak Kaifa sedang duduk sambil melamun dengan murung...
"Kamu nurut gak keluyuran, Kamu baik Kaifa, Tapi kenapa kamu murung?"
"Kaifa sedang memikirkan Mamah Kaifa, Bapak Kaifa, Dan Adik Kaifa, Kasihan Mereka kebakar ampe gosong! Pasti Mereka kepanasan kesiksa"
Lirih Kaifa, Gilbert sedih mendengar ucapan Kaifa
"Kaifa Aku tau berat ujian yang menimpamu...Aku turut sedih, Tapi kamu yang sabar, Yakinlah Sekarang Orang tuamu dan Adikmu udah gak kepanasan lagi"
"Iya tapi sering kebayang keadaan Orang tua Kaifa dan Adik Kaifa saat itu, Betapa mengenaskannya keadaan mereka"
Lirih Kaifa lagi, Air matanya mulai menetes membasahi pipinya
"Kaifa, Jangan sedih terus donk, Kamu mau makan?"
Kaifa menggelengkan Kepalanya
"Aku belikan Nasi rames dan Air mineral gelas?"
"Gak mau"
"Roti mau?"
"Gak mau! Aku bilang gak mau!"
Teriak Kaifa sambil beringas! Gilbert kaget!
"Ouh ya udah gak usah marah donk!"
Kaifa menangis kencang
"Ssst jangan menangis kencang malu! Kamu itu bukan Anak kecil! Kamu Dewasa!"
Kaifa tak pedulikan ucapan Gilbert, Diluar rumah, Jeni, Karin, Raisa, Pak Rt dan Isterinya berkerumun didepan Rumah yang ditinggali Gilbert dan Keifa, Mereka kaget dengan suara tangisan Keifa yang nyaring!
"Ada apa dirumah itu?"
Ucap Pak Rt
"Gak tau atuh, Coba Pak Rt ketuk pintunya, Tanyain ada apa"
Ucap Jeni, Pak Rt pun mengetuk pintu rumah itu
"Tok tok tok"
Gilbert didalam Rumah pun resah, Jantungnya berdebar kencang...
Gilbert juga merasa malu karena lengkingan tangisan Keifa.
"Ada apa?"
Ucap Pak Rt dari luar Rumah, Gilbert pun membuka pintu, Dan nongol dipintu membuat Jeni bahagia memandang Gilbert.
"Iya Pak"
Ucap Gilbert
"Siapa yang nangis?"
Tanya Pak Rt
__ADS_1
"Isteri"
Ucap Gilbert
"Kenapa Isterimu menangis?"
"Teringat kepada Orang tuanya dan Adiknya yang udah meninggal dunia karena kebakaran"
Jawab Gilbert, Betapa kagetnya Jeni mendengar Gilbert sudah mempunyai Isteri, Jeni merasa kecewa! Dan lemas! Jeni berlari kencang menuju rumahnya dengan hati resah! Jeni pun masuk kekamarnya, Duduk dikasurnya
"Apa Jeni gak salah dengar? Gilbert udah punya Isteri katanya?"
Jeni meremas Guling dengan kencang!
"Ih kirain Gilbert masih Jomblo!"
Jeni pun menangis merasa tidak ada harapan untuk menjadi Pasangan Gilbert! Sedangkan Pak Rt masih berdiri diteras rumah yang ditinggali Gilbert dan Keifa.
"Oh gitu, Kirain ada yang disiksa"
"Enggak ada yang disiksa kok, Ma'af udah bikin berisik"
"Iya gak apa"
Pak Rt dan Isterinya pun pulang. Sedangkan Karin dan Raisa masih berdiri didepan Rumah Itu, Gilbert menutup pintu rumah dan duduk didekat Kaifa
"Keifa pelan nangisnya malu ih"
Keifa pun berhenti menangis dan menghapus Air Matanya
"Apakah benar Orang Tua Keifa dan Adik Keifa udah gak kepanasan lagi?"
"Yakinlah Kaifa Orang Tua mu dan Adikmu tidak kepanasan lagi"
"Iya dech"
Gilbert memandang Kaifa dan merasa iba pada Kaifa yang Orang Tuanya dan Adiknya meninggal dunia karena terbakar! Dan Kaifa pun tak punya Rumah, Tantenya pun tidak peduli lagi padanya! Gilbert pun memikirkan kalau Dirinya ceraikan Kaifa, Lalu Kaifa akan tinggal dimana? Namun Gilbert juga berfikir kalau Dirinya ingin menikah dengan Wanita yang dicintainya, Gilbert ingin memiliki Isteri yang waras. Gilbert bimbang...
"Aku kewarung dulu, Kamu jangan bikin onar Kaifa!"
Ucap Gilbert
"Iya"
Gilbert pun membeli Nasi uduk dan Lauknya Ati Ayam goreng. Uang Gilbert sisa 3 Ribu rupiah, Gilbert membeli Roti Kadet dan Air mineral gelas 2.
"Kaifa ini makan dulu, Nasi uduk dan Ati Ampela, Juga Air mineralnya udah Aku belikan"
"Tapi...Kaifa gak selera makan"
Lirih Kaifa
"Kalau gitudah nanti aja klo kamu udah lapar makannya, Sekarang Aku mau mandi dulu"
Gilbert pun mandi, Beres mandi makan Roti Kadet dan minum segalas Air Mineral. Gilbert pun main game Pubg dengan konsentrasi! Sedangkan Keifa makan dan minum karena dari tadi udah lapar. Kesokan harinya Pagi hari Gilbert sudah mandi, Sedangkan Keifa masih tidur pulas dikamar.
Lirih Gilbert. Lalu keluar rumah, Menutup pintu rumah, Dan naik kemotornya, Gilbert pun melajukan motornya menuju Rumah Reno.
Gilbert mendorong Gerobak Pentol, Tanpa diberi sarapan dulu oleh Reno, Karena Reno mengira Gilbert udah sarapan dirumah Gilbert. Dan Gilbert malu minta sarapan pada Reno.
"Pentoooooool"
Teriak Gilbert menjajakan Pentol. Siang hari Gilbert mulai merasa lelah, Keringat bercucuran dari Keningnya, Perut Gilbert berbunyi nyaring minta di isi, Kerongkongan nya pun kering karena dahaga. Dan baru ada 1 Pembeli. Gilbert pun berhenti mendorong Gerobak, Dan duduk dibangku Kayu panjang yang ada didepan Warung. Pemilik Warung Pria umur 50 Tahunan berkumis tebal
"Pak, Ikut duduk"
Ucap Gilbert pada Pemilik Warung
"Silahkan"
Gilbert berada di pinggir jalan yang lumayan besar, Di sebrang jalan dihadapan Gilbert ada Kedai Bakso, Tak lama kemudian dari Gang yang berada disamping Kedai Bakso muncul Wanita Cantik, Berkulit Putih. Wanita itu berambut lurus pendek sebahu, Dan memakai Daster, Juga sendal jepit.Betapa kagetnya Gilbert melihat Wanita itu!
"Rista"
Gumam Gilbert! Rista adalah Nama Wanita itu yang tak lain adalah Cinta pertama Gilbert saat SMP. Begitu bahagianya Gilbert memandang Wanita itu, Lalu segera berdiri, Dan menyebrang jalanan yang lenggang. Gilbert menghampiri Wanita itu
"Rista apa kabar?"
"Eh Gilbert? Alhamdulillahirabil'alamin baik kabarku"
"Iya Rista, Kamu masih ingat ke Aku?"
Ucap Gilbert
"Tentu"
"Rista kamu tinggal dimana?"
"Aku tinggal tak jauh dari sini kok"
"Rista Kamu udah nikah?"
Rista terdiam Mukanya langsung murung...
"Lho kenapa kamu kok jadi murung?"
Rista menggelengkan Kepalanya perlahan
"Ti...tidak kok"
"Oh gitu"
"Kamu udah nikah belum?"
Kini Gilbert yang murung...
"Udah"
Jawab Gilbert pelan...
__ADS_1
"Ouh udah syukurlah"
"Tapi kalau kamu udah nikah belum Rista?'
"Aku beli Bakso dulu, Permisi"
Rista masuk ke Kedai Bakso, Gilbert yang penasaran Rista sudah nikah atau belum segera mengikuti Rista kedalam Kedai Bakso
"Jawablah Rista kamu sudah nikah belum?"
Rista pun tampak bersedih...
"Udah"
Jawab Rista dengan parau...
Gilbert pun kecewa namun berusaha tak kecewa.
"Kok kamu jawabnya seperti sedih sih?"
"Gak kok"
Ucap Rista dengan Mata berkaca
"Rista boleh Aku minta Nomber Whatsapmu?"
"Maaf tapi Rista tak punya Hp"
Lirih Rista.
"Oh gitu ya, Trus rumahmu dimana?"
Tanya Gilbert
"Di gang deket sini, Ngontrak rumah petak"
Ucap Rista
"Oh udah berapa lama kamu nikah?"
"Udah Tiga tahun"
Jawab Rista
"Oh udah lama, Punya Anak?"
"Punya, Umur Setahun, Sedang tidur dirumah, Klo kamu Gilbert udah berapa lama nikah?"
"Baru sebulan"
"Waw Pengantin baru Sedang Mejehna Romantis ya"
Gilbert terdiam
"Romantis darimana? Boro-boro"
Gumam Gilbert dalam hatinya
"Bu mau beli Bakso? Atau mau ikut ngobrol?"
Ucap Penjual Bakso
"Eh maaf Pak Sayah mau beli Bakso Sepuluh ribuen, Bakso doank dibening"
"Mang Pentoooooool, Ada yang beli"
Teriak Pemilik Warung diseberang jalan
"Oh iya, Tar!"
Gilbert pun menyebrang jalan dan berdiri 5 Pria dekat Gerobak Pentolnya, Mereka membeli Pentol. Beres melayani Pembeli Gilbert memandang Kedai Bakso, Rista sudah tidak ada di Kedai Bakso itu...
"Pak Kumis Baplang, Terimakasih banyak tadi Aku udah di izinkan ikut duduk dibangku Itu"
"Iya Dek"
Gilbert mendorong Gerobak Pentol keseberang jalan, Dan masuk ke gang yang tadi Rista muncul, Gilbert masih ingin memandang Wajah Cantik Rista yang sudah 5 Tahun tidak berjumpa dengannya sejak kelulusan SMP. Gilbert menyusuri gang itu, Banyak Anak bermain bola, Dan ada Anak Lelaki Tampan, Berkulit Putih, Yang berumur 1 Tahun sedang duduk di Aspal gang itu. Gilbert berhenti mendorong Gerobak
"Duh Anak siapa, Kok duduk ditengah jalan"
Gilbert mendekati Anak itu
"Dek minggir ya Om mau lewat"
Anak itu tersenyum manis pada Gilbert, Dengan perlahan Gilbert mengangkat Anak itu ke pinggir, Tak lama kemudian keluar Rista dari Rumah Kontrakan yang berjajar
"Evan Kamu keluar rumah Nak"
"Eh Rista"
"Gilbert"
"Ini Anakmu?"
"Eh iya"
Gilbert menyodorkan Evan pada Rista, Dan Rista pun menggendong Evan
"Kamu tinggal dirumah itu?'
"Iya"
Tak lama kemudian terdengar teriakan Suami Rista dari rumah tempat tinggal Rista
"Woy Rista!'
Dan Rista tampak resah lalu segera masuk kedalam Rumah itu sambil menggendong Evan. Gilbert pun penasaran ingin melihat Wajah Suami Rista. Gilbert berniat besok akan lewat lagi kedepan Rumah Tempat tinggal Rista sambil jualan Pentol lagi. Gilbert setor uang hasil jualan Pentol pada Reno, Dan Reno memberikan 15 Biji Pentol pada Gilbert. Pentol itu
Bersambung...
__ADS_1