Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 3


__ADS_3

"Bapak, Ini Gilbert sudah memperkosa Keifa di Rumah kosong!"


Ucap Beni lantang, Gifran makin kaget


" Astagfirullahaladzim masa iya begitu?"


"Iya Pak beitu"


Gilbert segera berkata


"Tidak Wa, Gilbert tidak melakukan itu sungguh Wa!"


"Tapi kenyataannya begitu benarkan Pak Rt?"


Ucap Beni lagi


"Iya benar Pak Gifran, Pemuda ini harus bertanggung jawab!"


Ucap Pak Rt, Gifran tetap tak percaya


"Masa iya sih Gilbert memperkosa Keifa? Gilbert kan baik Orangnya"


"Pokoknya Lelaki ini harus tanggung jawab Nikahin Keifa!"


Ucap Tifan


"Percayalah Pada Ku Kalian, Aku tak melakukan nya sungguh"


Teriak Gilbert, Namun Tifan tetap ngotot Gilbert harus menikahi Keifa


"Ya Sudah Gilbert Kamu nikahi Keifa 7 hari lagi karena kan sebelum nikah harus bikin surat-surat dulu"


Ucap Gifran, Gilbert kaget


"Tapi Wa Gilbert tidak memperkosa Keifa"


"Ya mau gimana lagi Tantenya Keifa ngotot gitu"


Gilbert lari masuk ke Kamar dan menutup Pintu Kamar dengan kencang! Gilbert kesal dituduh memperkosa Keifa! Gilbert pun menduga Kalau Beni yang menjebaknya! Gilbert mengingat kejadian tadi, Beni memberinya Juz Jeruk, Tumben tidak biasanya, Apalagi biasanya kan Beni judes padanya! Dan tadi tiba-tiba saja Beni memberinya seGelas Juz Jeruk, Dan memaksa juga agar Juz nya di Minum oleh Gilbert, Lalu Gilbert merasa ngantuk berat setelah meneguk habis Juz itu, Gilbert pun yakin kalau Beni memasukan Obat tidur ke Juz Jeruknya, Lalu sengaja mengajak Gilbert ke Teras Rumah kosong itu agar Gilbert tidur disitu, Dan Beni membawa Gilbert kedalam Rumah kosong itu dan menjebaknya dengan Keifa! Gilbert menonjok Tembok dengan kencang


"Beniii! Tega sekali Kau memfitnahKu!"


Teriak Gilbert dengan emosi! Hp Gilbert yang ada di Pesak Celananya berbunyi, Gilbert segera mengambil Hp nya, Lalu memandang Layar Hp nya


"Mamah"


Gilbert mengangkat Telepon nya


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Mamah"


" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh Gilbert dari tadi Mamah ingat Kamu, Sedang apa Kamu?"


Gilbert menunduk sedih


"Sepertinya Mamah punya Firasat tak enak karena kejadian tak baik yang menimpa Gilbert tadi"


Fikir Gilbert


"Gilbert Kok diam?"


Tanya Mamahnya kuatir


"Kalau Gilbert bercerita pada Mamah tentang kejadian tak mengenakan tadi, Mamah mungkin sedih, Gilbert tak mau Mamah sedih"


Fikir Gilbert lagi


"Gilbert ada apa? Jawab Mamah Sayang"


"Gilbert tak ada masalah kok Mah, Tenang Mah"


"Syukurlah Gilbert kalau tak ada masalah, Mamah lega Sayang, Kamu udah makan belum?"

__ADS_1


"Udah tadi, Mamah udah makan belum?"


"Udah barusan Nak"


"Tok tok tok"


Terdengar Pintu Kamar di gedor


"Gilbert buka Pintu Kamarnya Ua mau bicara dengan Mu!"


Teriak Gifran


"Sebentar Mah, Ua manggil Gilbert"


"Iya Nak"


Gilbert membuka Pintu Kamar dengan masih menempelkan Hp nya di Telinga Kanannya


"Mamah udah dulu yak Telponannya, Nanti Gilbert telepon Mamah, Kita Ngobrol lagi Mamah"


"Iya Gilbert Oke"


Ibunya Gilbert mematikan Telponnya


"Gilbert Kamu memang tak memperkosa Keifa?"


"Iya Wa, Tak mungkin Gilbert berbuat begitu, Gilbert takut Dosa Wa, Gilbert mah boro-boro memperkosa Cewek, Pacar juga blom pernah punya"


"Ua juga gak percaya sih Kamu memperkosa Keifa, Kamu itu baik, Ua tau Kamu dari Kamu masih Anak-Anak, Dan lagi Kamu Ganteng, Bersih, Masa iya mau memperkosa Keifa yang kotor, Dekil itu"


"Maaf Wa kalau ucapan Gilbert menyinggung Hati Ua, Tapi sepertinya Beni yang menjebak Gilbert"


Gifran terkejut


"Beni? Gimana caranya menjebak Mu?"


"Beni memasukan Obat tidur pada Juz Jeruk yang diberikan pada Gilbert, Lalu Gilbert meminumnya dan Beni mengajak Gilbert ke Teras Rumah kosong, Lalu Gilbert ngantuk berat, Dan tidur diteras Rumah kosong, Lalu Beni menjebak Gilbert dengan Keifa Wa!"


"Astagfiraullahaladzim, Masa iya juga sih Beni tega berbuat jahat begitu, Beni memfitnah Mu, Pedahal Kamu Adik Sepupunya"


"Beniii!"


Teriak Gifran, Tak lama kemudian Beni datang


"Apa Pak?"


"Kamu memasukan Obat tidur ke Juz Jeruk Gilbert?"


Beni emosi pada Gilbert


"Lu jangan ngadu yang tidak-tidak ke Bapak Gue!"


Bentak Beni pada Gilbert


"Ngaku aja Kak Beni, Kenapa Kak Beni tega memfitnah Ku? Apa salahKu pada Kak Beni? Aku ini Saudara Mu, Adik Sepupu Mu, Kita punya Hubungan Darah"


Beni tambah emosi


"Apa buktinya kalau Gue memasukan Obat tidur ke Juz Tadi?"


Bentak Beni lagi pada Gilbert


"Buktinya Aku ngantuk berat"


Beni memeluk Gifran dan berkata dengan lirih


"Pak, Beni ini Anak Mu Pak, Bapak harus percaya pada Anak Bapak, Darah Daging Bapak, Beni tidak memasukan Obat tidur ke Minuman Gilbert kok"


Gifran bimbang


"Lantas mana yang benar sih?"

__ADS_1


"Beni yang benar Pak, Lagipula gak ada buktinya kan kalau Beni memasukan Obat tidur ke Minuman Gilbert"


"Iya sih, Bapak gak lihat Beni masukin Obat tidur ke Minuman Gilbert"


Tak lama kemudian datang Ellen dan Luna, Mereka pulang dari Toko Brownies


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Mamah beli Brownies Amanda nih, Di antar Luna belinya"


Ucap Ellen dengan sumringah


"Oh gitu yak"


Ucap Gifran


"Iya gitu, Tapi Pak tadi di jalan Mamah berpapasan dengan Bu Melda Tetangga Kita, Dan Bu Melda sedang duduk di Kedai Bakso, Eh Bu Melda malah bisik-bisik dengan Penjual Bakso sambil melihat ke Mamah, Knapa sih yak?"


"Mamah blum tau kan kalau Gilbert udah bikin malu Kita Mah tadi"


Ucap Beni, Luna kaget


"Kenapa Emangnya Gilbert?"


"Gilbert memperkosa Keifa di Rumah kosong! Edan kan Mah?"


Luna dan Ellen kaget


" Astagfirullahaladzim yang benar Beni!"


Ucap Luna


"Iya bener Mah, Besok Gilbert harus menikah dengan Keifa untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kejinya!"


Luna tak percaya


"Gak mungkin Gilbert yang Ganteng dan bersih mau memperkosa Wanita kotor yang Edan itu! Jangan ngaco Beni!"


Ucap Luna, Beni pun emosi pada Luna


"Lagi-lagi Kamu memuji Gilbert di depan Ku ya, Kamu itu yak tidak menghargai Suami Mu!"


Bentak Beni pada Luna


"Tapi Beni, Mamah juga tak percaya kalau Gilbert memperkosa Keifa! Masa iya ada selera itu Gilbert pada Keifa yang kotooor, Pasti bau itu!"


"Tapi emang Iya Mah Gilbert memperkosa Keifa, Saking gak tahannya kali pingin nganu"


"Kak Beni stop bikin cerita palsu! Aku memang tak memperkosa Keifa kok, Aku takut dosa, Mamah Ku sering mengajarkan Ku tentang kebaikan, Mamah Ku mendidik Ku!"


"Tapi Gilbert Tantenya Tifan kan ngotot minta Kamu nikahin Keifa, Besok Kamu nikahin Keifa yak, Daripada Tifan laporin Kamu ke Polisi, Ua akan beritau Mamah Mu kalau Kamu besok akan nikah"


Gilbert kaget


"Tapi Wa Gilbert tak mau menikah dengan Keifa"


"Kamu harus mau"


Beni memperlihatkan Video Gilbert sedang tidur dengan Keifa pada Luna dan Rania Isteri Gifran, Mereka pun kaget. Di Tempat lain Tifan sedang duduk dengan Suaminya Yang bernama Alex


"Pah 7 hari lagi pokoknya Keifa harus nikah dengan Cowok yang tadi menidurinya! Cowok itu harus tanggung jawab! Kalau Keifa Hamil kan repot, Biaya Melahirkan mahal yak gak kebayang deh klo sampai Cowok itu gak tanggung jawab!"


"Iya harus tanggung jawab donk tentu Cowok itu! Besok Kita ke Rumah Pak Gifran lagi membawa Keifa, Kamu mandikan Keifa pas mau nikah nanti ampe bersih!"


"Aduh Pah sebenarnya Mamah ogah mandiin Keifa, Kotooor amat, Udah Lima Belas hari Keifa gak mandi, Dan lima belas hari yang lalu pun Keifa mandi sendiri, Gak tau bersih gak tau kaga, Kayaknya Daki Keifa udah ada lima kiloan deh saking banyak dan tebelnya!"


"Iya juga yak, Kalau Better tebel Coklatnya, Kalau Keifa tebel Dakinya!"


"Tapi itu Cowok yang memperkosa Keifa kesambet apaan yak sampe mau memperkosa Keifa"


"Au deh, Apa Cowok yang perkosa Keifa masih muda? Papah blum pernah lihat Wujudnya"


"Muda tau, Ganteng lagi dan Saudaranya Pak Gifran yang kaya raya itu, Yang Rumahnya besar dan mewah"

__ADS_1


Suami Tifan pun bahagia dan berteriak


Bersambung...


__ADS_2