Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 18


__ADS_3

Menyajikannya di Meja, Didepan Gilbert, Dan Reno.


"Gilbert silahkan di makan cemilannya yang Bi Ela sajikan diMeja"


Ucap Reno, Namun Gilbert malah nyengir


"Tapi Gilbert gak suka makan Ayam Kalkun mentah!"


Ucap Gilbert, Reno pun kaget


"Ayam Kalkun mentah?"


"Iya itu yang Bi Ela hidangkan di Meja Ayam Kalkun mentah"


Reno pun emosi pada Ela!


"Waduuuuuh, Bi Ela kenapa menghidangkan Ayam Kalkun mentah?"


Teriak Reno!


"Kan kata Pak Reno hidangkan yang ada di kulkas Yaudah Bi Ella hidangkan itu kan ayam kalkun itu dari kulkas"


Reno mukul Meja dengan kencang! Sampai Telapak Tangannya sakit!


"Brak!"


Reno meringis merasakan sakit!


"Sajikan Makanan yang matang!"


Teriak Reno, Ella segera mengambil sekardus Brownies Cokelat, Dari Kulkas, Dan menghidangkannya di Meja, Disebelah Ayam Kalkun mentah


"Sekarang apa yang Kau hidangkan Bi Ela?"


"Brownis Cokelat Pak Reno"


"Itu baru Makanan yang matang, Buka tutup Kardusnya cepat!"


Ucap Reno dengan Ludah yang sampai muncrat ke Udara, Dan mendarat di Perutnya! Ela membuka tutup Kardusnya


"Pak Reno duluan yang nyemil, Nanti baru Kamu Gilbert yang nyemil"


"Iya Pak silahkan"


Reno pun berniat mengambil Sepotong Brownies dari dalam Kardus, Namun apa daya karena Reno tak mampu melihat, Reno pun malah mencelupkan Tangan Kanannya kedalam segelas Kopi Susu yang panas! Reno pun meringis merasa panas, Dan malu oleh Gilbert, Muka Reno pun memerah bagaikan Tomat yang matang.


"Aduh Pak, Mau ngambil apa Pak? Biar Gilbert yang ambilkan"


Ucap Gilbert dengan kuatir.


Dengan gengsi kalau Dirinya Tak mampu melihat, Reno pun berkata


"Gak mau ngambil apa-apa kok, Tapi mau ngerasain gimana rasanya nyelupin Tangan kedalam Kopi Susu"


Gilbert pun kaget!


"Trus rasanya gimana Pak?"


Ucap Gilbert dengan sewot!


"Rasanya enak kok, Seperi makan Pisang, Kamu cobain dech Gilbert"


"Gak mau"


Tangan Reno merayap-rayap diAtas Meja, Mencari Brownies


"Pak Reno, Mau ngambil Brownies? Gilbert ambilkan yak?"


"Eh, Pak Reno bukan mau cari Brownies, Tapi mau cari Semut diMeja!"


Gilbert pun tambah kaget!


"Lho, Untuk apa Semut Pak?"


Reno pun gelagapan! Bingung mau jawab apa!


"Hmmm Anu...Eh mau di makan donk! Dibikin cemilan enak Semut!"


"Oh gitu"


Setelah Tangan Reno lama merayap-rayap di atas Meja, Tangan Reno pun mendarat di atas Asbak yang banyak Celacah Rokoknya, Dan Puntung Rokoknya! Hingga Tangan Kanan Reno pun belepotan dengan Celacah Rokok! Reno pun kesal! Namun berusaha disembunyikan kekesalannya, Jauh didalam Lubuk Hatinya!


"Pak kenapa ngobok Asbak?"


Tanya Gilbert yang aneh dengan kelakuan Makhluk didepannya, Yang bernama Reno itu.

__ADS_1


"Bukan ngobok Asbak sih, Tapi emang udah biasa kalau jam segini ngobok Asbak"


Gilbert bingung


"Lho, Biar apa?"


"Gilbert silahkan pulang dulu, Besok kesini lagi pukul Tujuh Pagi untuk jualan Pentol Ayam"


"Oke"


Gilbert pun naik ke Motornya.


Gilbert sudah sampai di Depan Rumah di Cicaheum, Gilbert melihat Pintu Rumah yang terbuka lebar, Tak lama kemudian keluar 5 Ekor Ayam besar dari dalam Rumah, 5 Ekor Ayam Jantan itu dengan rapinya berbaris keluar dari dalam Rumah, Santuy, Dan Watados masuk ke Rumah Orang lain tanpa permisi


"Eyh! Kalian udah ngapain dari Rumah?"


Teriak Gilbert


"Kokokokokok"


Ucap 5 Ayam itu, Gilbert masuk kedalam Rumah dan Gilbert kesal luar biasa saat melihat eek Ayam berserakan di Lantai Rumah, Baunya pun buset!


"Dasar Ayam Tolil! Seenaknya mengeluarkan limbah Perut di Rumah Orang!"


Teriak Gilbert, Lalu Gilbert mengambil Lap dan mengelap Eek Ayam itu, Dan membuang Lapnya ke Tong Sampah yang agak jauh dari Rumah. Lalu Gilbert pun cuci Tangan dengan Sabun cair. Dan ke Teras, 5 Ayam itu sedang duduk nyantuy di Teras Rumah Fahri, Gilbert belotot pada 5 Ayam itu


"Kalian tidak sopan eek di Rumah Orang!"


Teriak Gilbert, 5 Ayam itu terdiam memandang Wajah Gilbert, Tak lama kemudian Fahri keluar dari dalam Rumah nya dan berdiri di Teras dekat 5 Ayam itu


"Ada apa Gilbert teriak-teriak? Berisik tau!"


Ucap Fahri dengan ketus!


"Itu 5 Ayam itu eek di dalam Rumah! Gak sopan bingit!"


Teriak Gilbert lagi! Fahri pun marah pada 5 Ayam itu


"Kalian waras gak sih? Masa eek di Rumah Orang sih?"


Bentak Fahri pada 5 Ayam Oren itu


"Itu Ayam peliharaan siapa sih?"


Ucap Gilbert


"Kenapa Ayam nya gak di kandangin? Kok dibiarin liar sih?"


Ucap Gilbert lagi


"Soalnya kalau diKandangin kasian, Takutnya Ayamnya merasa bosan didalam Kandang, Jadi dibiarin Hidup bebas!"


"Ya kalau mau dibiarin Hidup bebas, Coba didik yang baik Ayam nya agar Tau sopan santun, Dan Tata krama!"


Ujar Gilbert


"Oke"


Gilbert pun teringat pada Kaifa


"Eh Kaifa kemana? Kok gak ada"


Gilbert pun resah


"Apa Kaifa keluyuran?"


Gilbert pun menutup Pintu Rumah, Dan berjalan cepat mencari Kaifa, Gilbert melewati Gang demi Gang


"Duh Kaifa, Kamu keluyuran kemana sih"


Gilbert pun sampai di Jalan Raya, Gilbert berjalan sambil melihat Kanan Kiri, Dan setelah berjalan Kaki sejauh 1 Kilometer, Gilbert pun menemukan Kaifa sedang tidur pulas dengan posisi tidur menyamping di Emper Toko Alat Olahraga, Gilbert kaget, Dan menghampiri Kaifa


"Duh Kaifa, Kamu kok tidur disini sih?"


Gilbert mengguncang Lengan Kaifa, Dan Kaifa pun bangun, Memandang Gilbert


"Hai Pak, Ketemu lagi Kita"


Ucap Kaifa


"Ayo pulang! Aku sudah bilang tadi kalau Kamu jangan keluyuran!"


Ucap Gilbert dengan kesal!


"Apa kabar Pak?"

__ADS_1


Ucap Kaifa


"Ayo pulang Kaifa! Kau masih sakit, Kau harus dirawat di RSJ!"


Kaifa pun cemas


"Jangan donk jangan anterin Kaifa lagi ke RSJ Pak!"


teriak Kaifa, Gilbert berjalan cepat, Kaifa mengikuti, Gilbert sedih


"Kok Gilbert ngalamin punya Istri sebandel Kaifa, Jangankan bisa memasak, Dan mengerjakan pekerjaan Rumah, Merawat Dirinya pun Kaifa belum mampu"


Ucap Gilbert dalam Hatinya dengan lirih, Gilbert ingin menangis...


Namun di tahannya, Tangis yang tertahan


Gilbert masuk kedalam Rumah, Dan memandang Kaifa yang masih berdiri di Halaman Rumah dibawah Teras


"Kau biarkan Pintu Rumah terbuka lebar! Dan Ayam sampai masuk kedalam Rumah, Lalu eek didalam Rumah!"


Ucap Gilbert


"Kaifa keluar lihat Pemandangan luar, Dan ada kebakaran juga serem dech"


"Sekarang Kamu mandi, Aku beli pembersih Lantai, Mau ngepel!"


Sedangkan Rania dirumah Kontrakan tempat tinggalnya sedang mencoba menyalakan Kompor yang disiram oleh Kaifa, Setelah Rania lap Kompornya kemudian Kompornya bisa nyala, Rania pun ngemplong


"Tok tok tok"


Terdengar Pintu Rumah diketuk, Rania segera membuka Pintu, Tampak Wandi sedang berdiri tegap diTeras


"Udah ada Uang untuk bayar Kontrakan? Harusnya kemarin kan Bu Rania bayar Kontrakan!"


Ucap Wandi dengan ketus! Rania pun resah


"Aduh maaf Pak Wandi, Uang untuk bayar Kontrakan belum ada"


Wandi pun kesal!


"Kok blum ada sih? Kapan atuh adanya?"


"Pokoknya klo udah ada Uang untuk bayar Kontrakannya pasti dibayar"


"Kapan? Harus jelas donk!"


"Nanti, Saya akan cari Uangnya dulu"


"Pokoknya klo besok blum bayar Kontrakan juga, Bu Rania pindah yak!"


"Iya Pak Wandi"


Dan Wandi pun pergi, Rania bingung


"Duh, Harus cari Uang kemana untuk bayar Kontrakan?"


Ucap Rania dengan lirih,


Rania pun ingat kalau Kompor di Dapur belum dimatikan, Rania lari kedapur dan matikan Kompornya. Rania pun keluar Rumah, Mengunci Pintu Rumah, Dan jalan Kaki


"Kalo cari kerja, Dapat uang pun blum tentu Lima ratus ribu Rupiah klo kerjanya baru sehari"


Rania duduk di Emper Toko Sepatu, Rania pun misscall Gilbert, Tak lama kemudian Gilbert menelepon Rania


"Mamah Miscall Gilbert?"


Ucap Gilbert


"Iya Bert, Kamu udah punya Pulsa?"


"Iya tadi Gilbert nemu Uang di jalan Lima belas Ribu Rupiah, Gilbert ambil dech, Karena gak tau Pemilik Uang nya Siapa Gilbert belikan Pulsa dech yang Sepuluh Ribu Rupiah"


"Oh gitu, Bert yang punya Kontrakan nagih lagi, Katanya klo besok blum bayar juga disuruh Pindah"


Gilbert kaget! dan resah


" Astaghfirullahaladzim, Gilbert akan carikan Uang untuk bayar Kontrakan Tempat tinggal Mamah kok, Mamah tenang"


Gilbert menutup Telponnya. Rania pun berdiri berjalan Kaki dengan bimbang


"Mau cari kerja dech, Biar gak terus ngandelin Uang dari Gilbert, Kan Gilbert juga sedang prihatin"


Ucap Rana, Lalu Rania masuk ke Rumah makan dan menghampiri Pemilik Rumah makan lalu berkata


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2