Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 11


__ADS_3

Sampai di Kedai Bakso Pak Johni. Lalu Mereka lahap makan Bakso buatan Pak Johni yang lezat. Setelah pada beres makan, Gilbert pun meminjamkan Uang 50 ribu rupiah pada Reyhan, Dan Reyhan pun pamit pulang. Gilbert membayar Pesanan Baksonya pada Pak Johni.


"Yuk Kita pulang Mamah, Kaifa"


"Eh Bert Mamah mau pulang ke Rumah Kontrakan dech, Udah lama kan gak dibersihkan Mamah, Dan Mamah mau beberes disana"


"Oh gitu Mah, Gilbert anter ya?"


"Gak usah Kamu anterin, Kamu pesenin aja Grabcar untuk Mamah"


"Baiklah, Gilbert pesankan Grabcarnya ya, Sekaligus Gilbert bayarin ongkosnya"


"Iya Bert"


Rania pun pulang ke Kontrakan yang dulu ditinggalinya dengan Gilbert, Di Daerah Cicadas.


"Kalo Kita ke Cicaheum pulang Kaifa"


Gilbert memandang Celana Kaifa yang basah kuyup, Gilbert pun bingung


"Buset, Celana Mu basah gitu, Trus kalo naik Grab nanti Kendaraan Orang lain basah"


Kaifa menunduk


"Gilbert punya ide!"


Gilbert lalu menghampiri Johni dan berbisik pada Johni


"Pak Johni minta kantong plastik besar donk"


"Boleh ini"


Gilbert pun memegang Kantong Plastik besar


"Kita pulang naik Grabcar Kaifa, Tros Kamu duduk di Kantong Plastik ini nanti"


Kaifa menganguk. Gilbert pun memesan Grabcar lewat Hpnya, Grabcar pun datang, Gilbert naik dijok kedua, Dan menggelar Kantong Plastik dijok sebelahnya dan nyuruh Kaifa duduk dijok yang sudah dilapisi kantong plastik itu.


"Nah jadi Jok Mobilnya gak akan kebasahan dari Celana basah Kamu deh"


Ucap Gilbert dengan riang gembira, Kaifa pun ikut senang. Rania sudah sampai di Kontrakan Tempat tinggalnya, Rania langsung nyapu Rumah, Karena Lantai Rumahnya sudah berdebu, Rania pun ngepel Rumah hingga kinclong. Lalu Rania duduk diSofa beristirahat. Rania pun teringat Gilbert


"Apakah Gilbert tidak kerepotan mendampingi Kaifa?"


Fikir Rania


Kembali menceritakan Gilbert, Yang sudah sampai di Cicaheum dengan Kaifa. Gilbert membuka Kunci Pintu Rumah


"Kamu cebok lagi sana, Dan Ganti Celana basah Mu dengan Celana kering!"


Ucap Gilbert


"Iya Om Baik"


Gilbert menyodorkan Celana kering pada Kaifa


"Ini Celana Mu"


"****** ******** mana?"


"Ambil sendiri ****** ********"


Kaifa pun mengambil ****** ******** dari Kantong Plastik, Dan segera ke Kamar mandi. Tak lama kemudian Beni datang, Beni turun dari Motor Yamaha Free Go merah miliknya. Dan yang nyetirin Sahabat Beni, Tanpa permisi dulu Beni langsung nyelonong masuk ke Rumah tempat tinggal Gilbert itu, Yang Pintunya terbuka lebar, Beni berdiri sambil pegang Tongkat Kayu, Sambil memakai Sepatu Boots Hijau di satu kakinya, Karena Kaki yang satunya lagi buntung. Gilbert kesal melihat Beni


"Mau apa Loe kesini?"

__ADS_1


Bentak Gilbert pada Beni


"Mau apa? Ya terserah Gue mau ngapain juga, Toh ini Rumah Bokap Gue Cuy, Bukan Rumah Lu!"


Bentak Beni pada Gilbert


"Ya emang ini Rumah Bokap Lu sih, Ya udah terserah Lo mo ngapain juga!"


Gilbert masuk ke Kamar, Dan menutup Pintu Kamar dengan kencang!


Beni pun tersinggung, Lalu memukul Pintu Kamar itu dengan Tongkatnya


"Duak!"


Gilbert pun membuka Pintu Kamar


"Apa sih Ben?"


Ucap Gilbert berusaha sabar menghadapi Beni


"Lu jangan banting Pintu donk Bego! Gak sopan Lu banting Pintu, Ada Tamu juga! Gimane rasanya Punya Bini gak waras? Enak? Udah Gituan kah?"


Emosi Gilbert kembali naik


"Lu kesini cuma mau ngejek?"


"Bukan ngejek sih, Tapi mau tanya-tanya, Cowok Ganteng yang nikah dengan Cewek Sinting!"


"Kak Beni, Mumpung Gue masih bisa sabar yak, Mending pulang dech, Kaki pincang nya istirahatkan"


Beni pun emosi tingkat tinggi! Beni belotot pada Gilbert, Mukanya merah!


"Sialan! Beraninya Kau menghina Kaki Beni! Dulu Kaki Beni tidak pincang! Dulu Kaki Beni normal! Namun setelah jatuh dari Motor lima belas tahun yang lalu Kaki Kiri Beni remuk! Dan di amputasi oleh Dokter!"


Teriak Beni


Beni terdiam sejenak lalu berkata dalam Hatinya


"Beni iri pada Gilbert karena Gilbert Ganteng dan tidak cacat! Apalagi setelah Luna Istri Beni sering memuji Gilbert, Tambah iri deh dan cemburu, Makanya Beni sengaja memfitnah Gilbert tidurin Kaifa, Agar Gilbert menikah dengan Kaifa yang sakit Jiwa!"


"Kak Beni, Walaupun berat Gilbert berusaha memaafkan Kak Beni kok, Karena membenci Orang lain itu tidak baik, Walaupun Kak Beni salah pada Gilbert, Tapi Gilbert tidak mau membenci Kak Beni, Biar Allah yang membalaskan perbuatan jahat Kak Beni pada Gilbert, Allah adalah Hakim paling Adil"


Beni pun keluar dari Rumah itu dengan pincang, Namun berhenti melangkah saat sudah sampai Teras Rumah


"Tapi Bert, Lu udah mantep-mantep blum dengan Kaifa? Udah kan? Masa belooooom"


"Itu bukan urusan Kak Beni"


Sahabat Beni yang daritadi duduk di Motorpun mengajak Beni pergi


"Ben yuk Kita nongkrong di Kafe"


"Ya udah ayo"


Beni pun naik ke Motor, Sahabat Beni pun melajukan Motor Beni. Kaifa keluar dari Kamar mandi, Dan sudah memakai Celana kering. Gilbert memandang Kaifa


"Kini Kaifa bersih dari debu, Tidak sekucel dulu, Kaifa memang Cantik, Apa Gilbert coba bawa Kaifa ke Rumah Sakit Jiwa untuk berobat"


Ucap Gilbert dalam Hatinya, Kaifa duduk diatas Tikar, Gilbert pun duduk dihadapan Kaifa


"Kamu pernah dibawa ke Rumah sakit Jiwa oleh Tante Mu?"


Mendengar Rumah Sakit Jiwa Kaifa langsung histeris


"Aaaaaa tidak mauuuuu!"

__ADS_1


Teriak Kaifa, Gilbert pun kaget


"Lho, Kamu kok histeris gitu Kai kenapa?"


"Kaifa tidak mau dibawa lagi ke Rumah sakit Jiwa, Kaifa takut, Disana banyak Orang Sakit Jiwa"


"Oh Kaifa sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa, Tapi kok Kaifa takut oleh Orang yang sakit Jiwa? Pedahal Dirinya juga sakit Jiwa"


Ucap Gilbert dalam Hatinya


"Kaifa disuruh tinggal disana, Tapi Kaifa gak mau, Dan Kaifa pun gak jadi tinggal disana"


Ucap Kaifa sambil cemberut


"Jadi Kamu blom sempat dirawat disana toh? Gimana klo Kamu mau tinggal disana, Biar di obati, Kamu biar sembuh ya"


Keifa kesal pada Gilbert


"Kaifa sehat kok, Kaifa gak sakit! Ini Kaifa bisa duduk, Gak pusing! Dan Om jangan berani membawa Kaifa ke Rumah sakit Jiwa!"


Bentak Kaifa pada Gilbert


"Kaifa, Di Rumah sakit Jiwa ada Dokter kok, Dan Orang sakit Jiwa disana tak akan melukai Mu kok, Gilbert mau mengantar Mu kesana, Dan mau membiyayai perawatan Kamu disana, Gilbert ingin Kamu sehat Jiwa Raga"


Kaifa belotot


"Kaifa sehat kok! Pokoknya Kamu jangan bawa Kaifa ke Rumah sakit Jiwa!"


Kaifa memalingkan Mukanya dari Gilbert


"Ya udah klo Kamu gak mau berobat ke Rumah sakit Jiwa, Gilbert gak akan maksa kok"


Kaifa lalu memandang Gilbert lagi


"Antar Kaifa donk ke Makam Orang Tua Kaifa dan Adik Kaifa"


"Kaifa masih ingat Makam OrangTuanya dan juga Adiknya"


Ucap Gilbert dalam Hatinya


"Om mau yak nganter Kaifa ke Makam Orang Tua Kaifa, Dan Adik Kaifa? Udah lama Kaifa gak kesana"


"Iya, Gilbert mau nganter Kamu kesana kok, Tapi dimana Makam Orang Tua Mu, Dan Makam Adik Mu?"


"Di Pemakaman Palero"


"Daerah mana?"


"Kaifa gak tau"


Gilbert pun menelpon Tifan


"Tante"


"Iya Bert, Apa Bert? Kamu mau memberi Uang ke Tante lagi?"


"Bukan, Tapi mau nanya Lokasi Makam Orang Tua Kaifa dimana?"


"Oh Kamu mau nengok Makam Orang Tua Kaifa?"


"Iya, Kaifa minta diantar kesana mungkin mau Ziarah"


"Oh iya Kaifa baru sekali ke Makam Orangtuanya, Dan Adiknya, Yaitu setelah Orang Tuanya dan Adiknya baru lima hari meninggal Dunia, Karena saat Hari Pemakaman Orang Tuanya, Dan Adiknya Kaifa malah pingsan seharian, Dan setelah sadar nangis siang malam selama lima hari, Dan di hari kelima Kaifa capek nangis, Lalu berhenti nangis, Terus Tante ajak Kaifa kesana, Dan Kaifa diam disana tak berkata apa-apa, Lalu Tante jelaskan ke Kaifa kalau OrangTuanya dan Adiknya dikubur disitu, Kaifa tetap diam, Dan sudah pulang dari sana pun tetap diam, Eh melamun siang malam ampe sebulan, Mandi gak mau, Di mandiin pun harus dipaksa! Lima bulan kemudian Kaifa pun dibawa ke Rumah sakit Jiwa eh malah gak mau tinggal kesana, Kaifa pun blum sempat dirawat disana"


"Oh gitu ya Tante, Tapi

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2