Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 16


__ADS_3

Kaifa duduk dengan Rania di rumah.


"Kaifa Kamu sudah mandi?"


"Sudah tadi Tante"


Gilbert pulang dari Warung membawa Kantong Plastik besar


"Gilbert membeli Roti Cokelat Tiga untuk Kita makan"


"Iya Bert"


Setelah makan Roti Cokelat Rania masak Nasi dengan Magicom, Didapur. Rania lalu menyalakan Kompor untuk menggoreng Telur. Tak lama kemudian Kaifa kedapur, Dan Kaifa melihat Api di Kompor, Kaifa langsung teringat Rumah mewah Orang Tuanya yang sedang terbakar oleh kobaran Api membara yang membumbung tinggi!


Kaifa langsung teriak histeris!


"Aaaaa!"


Rania dan Gilbert kaget! Segera menghampiri Kaifa


"Kaifa Kamu kenapa?"


Ucap Rania dengan cemas


Kaifa belotot dan menunjuk Api dengan Jempolnya, Gilbert dan Rania pun menoleh pada Api


"Oh sepertinya Kaifa takut melihat Api di Kompor"


Ucap Rania


"Kebakaraaaaan!"


Teriak Kaifa


"Ssssst jangan teriak kebakaran kalau tidak terjadi kebakaran, Nanti Tetangga kira emang ada kebakaran"


Ucap Gilbert, Kaifa segera mengambil Baskom yang di gantung di Paku yang ada di Tembok, Kaifa lalu lari ke Kamar mandi, Dan menyiduk Sebaskom Air dari Bak mandi dan menyiram Kompor Gas dengan Sebaskom Air hingga Apinya padam, Dan Kompornya basah kuyup!


Gilbert dan Rania resah


"Duh Kaifa, Kalau Kompornya disiram dengan Air sebanyak itu, Nanti Kompornya susah nyala lagi donk, Dan tar kalau Mamah mau masak gimanaaaaa?"


Ucap Gilbert, Rania memegang Pundak Kanan Kaifa Dan berkata


"Kaifa, Kamu tenang Kaifa"


Ucap Rania


"Kaifa takut kebakaran, Kaifa takut, Kaifa Takut, Takut, Takut"


Ucap Kaifa dengan cemas, Keringat deras mengucur dari Keningnya, Rania memeluk Kaifa


"Sayang tenang donk"


Gilbert pun mengambil Lap kering, Dan mengelap Kompor, Tembok, Dan Lantai, Lalu Gilbert mencoba menyalakan lagi Kompornya, Kaifa histeris lagi


"Jangaaaaan! Kompornya jangan dinyalakan lagiiiii!"


Teriak Kaifa, Gilbert pun kesal!


"Apa sih Kaifa? Gara-gara Kamu tau kompornya jadi basah kuyup! Bikin repot Kamu jadi Orang!"


Ucap Gilbert dengan ketus, Kompornya pun tak menyala


"Udah Bert, Nanti lagi nyalain Kompornya, Kita tenangin Kaifa dulu"


Gilbert, Rania, Kaifa duduk di Sofa, Rania duduk ditengah memeluk Kaifa, Dan Kaifa masih cemas, Jantungnya berdebar kencang


"Mamah, Pasti Mamah merasa kepanasan saat terbakar Api, Kasian Mamah"

__ADS_1


Ucap Kaifa dengan sewot


"Kaifa tenang Sayang"


Saat Ibunya dikeluarkan dari dalam Rumahnya yang terbakar oleh Pemadam kebakaran menggunakan Tandu, Kaifa melihat langsung Janazah Ibunya yang rusak parah Matanya belotot, Mulutnya mangap lebar, Merasakan panas luar biasa, Dan sakit luar biasa, Muka Ibunya matang, Kulit Muka Ibunya sebelah kanan terkelupas, Dan dari Muka kebawah pun matang, Begitu mengenaskan! Bagaikan Ayam yang sudah di Goreng garing di Minyak panas, Tapi tak sampai gosong.


Ibunya tewas ditempat!


Saat Itu Kaifa menangis lalu pingsan didepan Jenazah Ibunya yang sedang di tandu oleh Petugas Damkar. Dan tak sempat melihat Jenazah Ayahnya dan Adiknya yang kondisinya mengenaskan juga! Matang! Dan Dagingnya banyak yang terkelupas! Saat Kaifa sadar dari Pingsan, Kaifa ada di Rumah Tifan, Kaifa meraung dengan rasa sedih yang luar biasa! Kaifa pun menangis kencang di pelukan Rania


"Mamaaaaah"


Teriak Kaifa


"Sayang tenang Sayang"


Ucap Rania, Tak lama kemudian ada yang menggedor Pintu Rumah itu


"Tok Tok Tok!"


Gilbert berdiri, Berjalan mendekati Pintu, Dan membuka Pintu, Dan di Teras tampak Bu Ela, Dan 5 Tetangga Rania lainnya berdiri


"Eh ada apa?"


Ucap Gilbert


"Kami yang harus nya nanya ada apa? Dari dalam Rumah Tempat tinggal Mu ada yang teriak kebakaran! Apa yang kebakar emangnya?"


Ucap Ela


"Oh gak ada yang kebakaran kok"


"Lho, Kalau gak ada yang kebakaran, Kenapa teriak kebakaran bikin panik Warga!"


Ucap Tetangga Rania yang lainnya


"Itu Kaifa yang teriak kebakaran, Dia takut liat Api di Kompor"


Ucap Gilbert


Ucap Ela


"Istri Gilbert"


"Aneh, Lihat Api dikompor kok teriak kebakaran yuk bubar"


Ucap Ela, 6 Tetangga Rania pun pulang.


"Puas Kamu Kaifa, Bikin Tetangga banyak yang heboh?"


Ucap Gilbert


"Tante, Mamah Kaifa ampe parah kondisinya karena kebakar Api, Dan Hati Kaifa sakit tak terperi saat melihatnya"


Ucap Kaifa dengan berurai Air Mata di Pipinya, Dan Suara lirih. Rania ikut sedih


"Iya Sayang, Mamah mengerti bagaimana perasaan Mu"


"Kaifa, Kau wajar merasa sedih saat Melihat kondisi Jenazah Ibu Mu yang tragis, Tapi tak perlu Kau terus bersedih, Toh kesedihan tak dapat mengulang waktu yang sudah berlalu, Pun tak dapat mengubah apa yang tlah terjadi di masa lalu, Yang harus Kau lakukan adalah Kau mendo'akan Orang Tua Mu, Dan Adik Mu"


Ucap Gilbert, Panjang Lebar


"Iya Pak, Tapi susah untuk melupakan bayangan Jenazah Mamah Kaifa yang malang"


Kaifa, Melepaskan Pelukan Rania, Lalu Kaifa berdiri


"Pak, Tante, Keluarkan Kompor yang tadi, Dan Tabung Gas nya juga keluarkan cepat! Sekarang juga, Takut nya meledak!"


Ucap Kaif dengan sewot!

__ADS_1


"Gak usah dikeluarkan, Kompornya juga susah menyala, Kan Kamu siram tadi pakai Air sebaskom penuh"


Ucap Rania


"Oh gitu ya, Dulu juga Rumah Orang Tua Kaifa kebakaran dahsyat karena Ada sebotol bensin deket Kompor Gas gitu menurut Tante Tifan, Karena ada botol gosong bau bensin ditemukan deket Kompor Gas yang gosong"


Gilbert, Dan Rania kaget!


"Oh ya pantesan klo ada Bensin deket Kompor Gas, Gimana gak kebakaran coba"


Ucap Gilbert, Perut Rania keroncongan, Dan berbunyi nyaring


"Kruuuuuk"


"Mamah masih lapar? Duh, Gimana atuh? Mana Kompor jadi susah nyala Mah"


"Mamah beli Sayur mateng aja deh nanti"


"Kaifa, Kamu udah bikin repot Mamah! Ayo Kita pulang!"


"Pulang kemana? Kaifa blum punya Rumah"


"Ke Cicaheum"


"Emang Rumah yang di Cicaheum Rumah siapa?"


"Rumah punya Wa Gifran sih, Nanti Gilbert akan menyewa nya, Kalau sudah dapat kerja"


Saat Petang Gilbert dan Kaifa sudah di Cicaheum. Gilbert tiduran diatas Tikar di tengah Rumah, Sedangkan Kaifa sudah tidur pulas, Di Kasur di Kamar.


"Besok Gilbert akan cari kerja, Kaifa mau gak mau ditinggal di Rumah, Karena gak mungkin cari kerja sambil bawa Kaifa!"


Ucap Gilbert, Lalu tidur pulas.


Keesokan harinya, Gilbert berjalan Kaki menuju Penjual Bubur Ayam, Gilbert pun membeli Bubur Ayam 2 Porsi, Dan makan Bubur Ayam dengan Kaifa, Lalu Gilbert mandi, Dan memakai Kaos Warna Merah, Garis-Garis Hitam, Dan Celana Jeans Pinsil Warna Hitam, Dan Sepatu Sneakers Hitam.


"Kaifa, Gilbert berangkat dulu cari kerja, Kemarin Gilbert kan memberikan Uang Lima Puluh Ribu Rupiah untuk Mu, Belum Kamu belikan Uangnya kan? Klo Kamu lapar, Kamu beli Makanan ke Warung, Kamu bisa kan beli Makanan ke Warung?"


"Bisa"


"Kamu masih ingat kan cara beli Makanan ke Warung?"


"Masih donk! Bapak fikir Kaifa pikun apa?"


Ucap Kaifa dengan ketus!


"Oh bagus klo Kamu masih ingat cara beli Makanan ke Warung, Kamu jangan keluyuran gak jelas, Soalnya klo Kamu keluyuran gak jelas Kamu bisi nyasar!"


"Iya Bapak Bawel!"


Ucap Kaifa lagi dengan ketus!


"Dan ingat, Klo keluar Rumah Kamu pakai Sendal yak, Agar Kaki Mu gak kotor!"


"Iya Bapak Iya"


"Oke Gilbert berangkat kerja dulu"


Gilbert pun keluar dari Rumah, Dan naik ke Motornya, Lalu melajukan Motornya, Kaifa masih duduk di dalam Rumah, Di atas Tikar, Pintu Rumah terbuka lebar. Tak lama kemudian Jeni, Dan Raisa berdiri didepan Rumah Tempat tinggal Kaifa itu, Jeni, Dan Raisa melihat Pintu Rumah itu terbuka lebar


"Pintu Rumah Cowok Ganteng itu terbuka lebar, Mungkin Istrinya ada di dalam Rumah, Kita lihat Muka Isteri nya yuk"


Ucap Jeni semangat


"Tapi klo ada Cowok Ganteng itunya gimana?"


Ucap Wika


"Ya biarin atuh"

__ADS_1


Tak lama kemudian Kaifa keluar Rumah, Dan


Bersambung


__ADS_2