Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 20


__ADS_3

"Kaifa belum tentu mengerti Apa itu Cinta, Dan Gilbert juga tidak mencintai Kaifa, Jadi apa yang harus dipertahankan Mah?"


Ucap Gilbert dengan lirih.


"Kalau Mamah sih gimana Gilbert deh, Yang penting Gilbert bahagia"


"Karena perceraian harus pake uang, Gilbert akan kerja dulu mulai besok, Gilbert akan jualan ****** Ayam"


Rania pun kaget!


"****** Ayam? What? Emang nya Ayam punya ****** susu?"


"Eh maksudnya pentol Ayam, Bukan ****** Ayam salah ngomong Gilbert nya"


"Oh gitu Gilbert"


"Kaifa waktu itu juga keluyuran saat Gilbert pergi cari kerja, Pintu rumah dibiarin terbuka, Ayam bego jadi eek didalam rumah ih dasar!"


Ucap Gilbert


"Sabar Gilbert Sayang"


"Iya Mah jadi nanti Kaifa mau dititipin dulu ke rumah Tantenya"


"Iya Gilbert oke, Mamah gimana Gilbert sih"


Gilbert mengantarkan Kaifa ke rumah Tantenya


"Tante, Sebulan lagi Gilbert akan melayangkan gugatan cerai kepada Kaifa, Dan sambil nunggu surat cerai Kaifa disini tinggal dengan Tante Tifan!"


Tantenya Kaifa, Tifan kaget mendengar Gilbert akan ceraikan Kaifa!


"Lho kok kamu mau ceraikan Kaifa sih? Emangnya Apa salah Kaifa? Sampai kamu tega mau ceraikan Kaifa? "


Teriak Tifan dengan resah


"Tenang Tante, Kaifa gak salah kok, Tapi diantara Kita tak ada rasa cinta, Bagaimana bisa indah rumah tangga tanpa rasa Cinta?"


Tifan belotot pada Gilbert


"Karena kau tidak mencintai Kaifa kau tega akan ceraikan Kaifa? Bukannya kau berusaha mencintai Kaifa kau malah mau ceraikan Kaifa! Suami macam apa kau?"


Bentak Tifan pada Gilbert!


"Cinta itu penting dalam berumah tangga Tante Tifan, Lagian Gilbert kan nikahi Kaifa karena fitnah kok! Saat ini Kaifa masih Perawan kok!"


"Kau pokoknya tidak boleh ceraikan Kaifa! Bawa pergi sana Kaifanya!"


"Gilbert besok mau kerja, Kaifa suka keluyuran kalau Gilbert tinggalin, Klo disini kan Tante bisa perhatiin Kaifa!"


"Tidak mau! Tante tidak mau memperhatikan Kaifa lagi! Tante udah capek merhatiin Kaifa, Udah kamu bawa sana Kaifa! Kamu kan Suaminya! Tanggung jawab kamu donk merhatiin Kaifa!"


Bentak Tifan lagi pada Gilbert, Dan Gilbert pun bimbang


"Duh gimana ini? Tantenya Kaifa sudah tak peduli pada Kaifa"


Ucap Gilbert dalam hatinya.


"Udah sana bawa Kaifa pergi sekarang juga cepat!"


"Tunggu Tante, Jangan ngusir dulu Gilbert dan Kaifa! Apakah Kaifa punya Saudara lain selain Tante?"


"Nenek dan Kakek Kaifa dari pihak Ibunya sudah sepuluh tahun meninggal dunia, Sedangkan Kaifa Tantenya cuma satu, Karena Ibunya Kaifa dua bersaudara, Sedangkan Kakek dan Nenek Kaifa dari pihak Ayahnya tinggalnya jauh di Padang, Begitupun Tante Kaifa dari pihak Ayahnya pada tinggal di Padang, Kan Ayahnya Kaifa Asli Padang"


"Oh jadi Tante Tifan Adik Ibunya Kaifa?"


"Iya"


Gilbert bingung


"Trus kalau Kaifa Gilbert ceraikan Kaifa mau tinggal dengan siapa? Tapi klo tidak Gilbert ceraikan berarti Kaifa Istri Gilbert, Sedangkan Gilbert tidak mencintai Kaifa, Sedangkan Gilbert pun ingin menikah dengan Wanita yang Gilbert Cintai"

__ADS_1


Gumam Gilbert dalam hatinya.


"Gilbert bawa Kaifa pergi sekarang juga cepat!"


Tifan mendorong Pundak Kaifa, Dan membuat Kaifa marah pada Tifan


"Diaaaaam!"


Teriak Kaifa sambil belotot pada Tifan.


"Ya udah Kaifa kamu ikut lagi ke Cicaheum!"


Gilbert dan Kaifa pun ke Cicaheum. Gilbert dan Kaifa duduk diatas tikar ditengah rumah


"Kaifa besok pagi Aku akan pergi kerja, Dan pulangnya sorean, Kamu jangan keluyuran! Nurut! Aku tak mau kamu tersesat! Aku kasian padamu! Aku peduli padamu"


Ucap Gilbert dengan tegas!


"Iya Pak"


Ucap Kaifa.


"Sekarang Kamu tidur dikamar yak, Gilbert juga mau tidur sekarang! Besok pagi kan harus bangun berangkat kerja!"


Kaifa masuk kekamar, Dan tidur pulas.


Gilbert pun tidur pulas ditengah rumah diatas tikar. Keesokan harinya pagi hari, Gilbert membeli Nasi uduk dengan Telur dadar dua bungkus, Gilbert juga membeli lima bungkus Taro, Dan 2 Botol Teh Pucuk Harum


"Ini Taro untuk nyemil kamu nanti Kaifa, Pas Gilbert sedang kerja, Sekarang kita sarapan nasi uduk sebungkus ewang, Teh Pucuk Harum sebotol ewang"


Setelah beres makan dan minum, Gilbert mengeluarkan uang lima belas ribu rupiah dari pesak celananya, Dan menyodorkannya pada Kaifa


"Ini uang untukmu, klo ada pedagang lewat kedepan rumah kita, Kamu beliin uangnya"


Kaifa menganguk.


"Gilbert mandi dulu"


"Gilbert pergi kerja dulu Kaifa, Kamu nanti mandi"


"Iya Pak tapi Kaifa takut terjadi kebakaran Pak"


Ucap Kaifa dengan resah


"Kamu jangan resah ingat Berlindunglah kepada Allah yang menciptakan Alam semesta"


"Iya Pak benar"


Gilbert naik ke motornya, Dan melajukan motornya menuju Cicadas.


Sesampainya di Cicadas, Gilbert menemui Reno, Motor Gilbert diparkir dihalaman rumah Reno yang luas.


"Itu Gerobak Pentol Ayamnya, Udah ada Pentol Ayamnya didalam etalase gerobag, Dan panci Gerobak"


"Iya"


"Itu Pentol Ayam harganya Seribu lima ratus rupiah per biji, Harganya Mahal karena Pentol Ayam yang akan kamu jual dibuat dengan daging Ayam asli, Yang dipadukan dengan rempah berkualitas tinggi, Dan dibuat oleh Chef handal, Yang ahli dalam membuat olahan makanan"


Ucap Reno panjang lebar.


"Iya Bos Reno"


Ucap Gilbert.


"Laku gak laku, Itu Pentol Ayam, Kamu akan digaji sejuta lima ratus ribu rupiah perbulan, Gilbert"


"Oke"


Dengan semangat Gilbert berjalan kaki mendorong gerobak, Gilbert menyusuri jalan lebar.


"Pentol Ayaaaaam!"

__ADS_1


Teriak Gilbert, Dan Gilbert berpapasan dengan belasan Orang namun belum ada yang minat beli pentol Ayam yang Gilbert jual, Namun Gilbert tetap semangat menjajakan pentol Ayam. Baru kali itu Gilbert jualan makanan sambil berjalan kaki mendorong gerobak! Gilbert pun sampai dijalan raya yang ramai, Dan ada yang berteriak dari belakang Gilbert


"Fareeeeen!"


Gilbert pun segera menoleh kebelakang, Tampak Nenek berumur 85 tahun berjalan kearahnya


"Faren tunggu! Kamu darimana aja?"


Gilbert hentikan langkahnya dengan heran


"Faren? Nenek itu manggil Faren kok sambil mandangin Gilbert sih?"


Gumam Gilbert dalam hatinya, Nenek itupun hentikan langkahnya didekat Gilbert


"Faren, Jawab Nenek kamu darimana aja?"


"Nenek bicara kesiapa?"


Nenek itu lalu memeluk Gilbert dan menangis tersedu-sedu, Membuat Gilbert bingung


"Nenek kenapa nangis?"


"Nenek kangen Faren, Udah lama kamu pergi dari rumah"


Ucap Nenek itu dengan berlinang air mata


"Faren siapa Nek?"


"Ih, Kamu kan Cucu Nenek, Masa lupa sih pada Nenek Mu"


"Tapi Nek, Namaku bukan Faren"


"Kamu Faren, Ayo pulang Kamu pulang"


Nenek itu melepaskan pelukannya pada Gilbert, Dan menarik tangan kanan Gilbert


"Ayo pulang!"


"Ih Nek Aku sedang jualan pentul Ayam!"


"Apaan itu Pentul, Ayo pulang Faren! Nanti Nenek belikan Mobilan"


"Nek, Aku bukan Faren!"


Tak lama kemudian datang Cucu Nenek itu yang bernama Faren, Dan Faren Mukanya mirip Gilbert, Dan umurnya setahun lebih tua dari Gilbert


"Nenek Faren disuruh Mamah nyariin Nenek, Ternyata Nenek disini toh, Ngapain narik-narik tangan pedagang bakso!"


Ucap Faren.


"Eh Faren, Kok ada dua Faren nya sih"


"Udah pulang Nenek sekarang yuk!"


"Ih! Faren yang asli mana sih?"


"Ini Faren Nek"


Ucap Faren, Nenek itupun segera melepaskan tangan Gilbert, Dan langsung memegang tangan kanan Faren.


"Ih Faren kamu darimana aja? Udah lama pergi dari rumah"


Ucap Nenek itu dengan lirih.


"Duh Nenek, Dasar pikun, Faren baru beberapa belas menit pergi kewarung, Udah dibilang lama pergi dari rumah!"


"Oh gitu Faren


Ucap Nenek itu lalu


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2