Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 6


__ADS_3

"Iya dan itulah yang menyebabkan Keifa Sakit Jiwa!"


Ucap Gifran, Rania pun merasa iba pada Keifa


"Kasihan Keifa, Pedahal Keifa masih muda, Cantik pula, Tapi kena gangguan Mental, Dan Yatim Piatu pula"


Ucap Rania dengan lirih.


Cakrawala mendung...


Hujan pun mulai turun


"Hujan! Ayo Kita masuk ke Rumah!"


Ucap Gifran, Lalu masuk ke Halaman Rumah miliknya dan berdiri di Teras Rumahnya Gilbert, Rania, Dan Keifa pun mengikuti, Teras Rumah itu kotor berlumpur tebal, Kaca Rumah itupun berdebu tebal! Gifran mengeluarkan Kunci Pintu Rumah itu dari Pesak Celana Hitamnya, Dan membuka Kuncinya, Gifran membuka Pintu Rumah itu perlahan


"Kriet"


Pintu Rumah itupun terbuka lebar. Rumah itu Temboknya bercat Oren, Lantai nya Keramik namun kotor juga! Debunya tebal! Di Rumah itu ada Tikar kain yang di gulung di sudut, Ada Sapu ijuk, Meja Kayu, Ada Lampunya juga, Dan tak ada Barang lain lagi di Rumah itu, Dan ada 1 Kamar, Di dalam Kamar itu tak ada barang apapun juga. Didapur dan Kamar mandi pun tak ada Barang apapun, Adanya Bak mandi dan Wc jongkok.


"Lantai Rumah ini kotor, Gilbert Sapu dulu Lantai Rumah ini dari Dapur, Kamar"


Ucap Gifran, Gilbert pun nyapu dari mulai Dapur, Kamar tidur, Dan Ruang Tengah, Debunya di keTeraskan. Lantai Rumah itu pun bersih dari Debu. Gifran mengambil Karpet dari sudut, Dan menggelarnya ditengah Rumah, Karpet itu bersih.


"Ini Alas duduk, Kalau Kasur Ua akan membawakan untuk Mu, Tak usah beli, Ua punya Kasur yang udah gak kepake oleh Ua, Kasur bekas Ua, Dan saat ini Kasurnya ada di Halaman belakang Rumah Ua, Nanti malam Ua anterin kesini Kasurnya, Dan banyak Barang lainnya"


"Terimakasih banyak Ua"


Ucap Gilbert


"Kamu punya Uang Gilbert?"


Tanya Gifran pada Gilbert


"Punya Tiga Ratus Ribu Rupiah, Sisa gajihan dari Toko Bolu 25 hari yang lalu"


"Bagus deh, Sekarang Ua pulang dulu yak nanti malam kesini lagi bawain Kasur tea, Dan Rania Kamu mau berapa hari nemenin Gilbert dan Keifa?"


"Gak tau gimana nanti aja"


Gifran pun pulang, Di Rumah itu kini tinggal Gilbert, Rania, Dan Keifa. Rani dan Gilbert pun duduk di atas Tikar dengan bimbang, Sedangkan Keifa berdiri, Dengan kesedihan mendalam terpancar dari Sorot Matanya


"Keifa duduklah"


Ucap Rania, Namun Keifa tak peduli ucapan Rania, Dan tetap saja berdiri sambil melamun


"Mamah...Gilbert tidak memperkosa Keifa, Tapi Gilbert dipaksa menikahinya oleh Keluarga Keifa, Nama Gilbert pun tercoreng di Mata banyak Orang, Pedahal di Foto dan Videonya jelas kan kalau Gilbert tidur pulas, Bukan sedang melecehkan Keifa!"


Ucap Gilbert dengan lirih, Rania menunduk sedih


"Mamah percaya pada Ucapan Gilbert kok, Gilbert selama ini kan Blum pernah mengecewakan Mamah, Kamu Anak yang baik Sayang, Tapi Gilbert...Mamah blum pernah melihat Fotonya dan Videonya"


"Gilbert punya Foto dan Videonya kok, Dikirim oleh Kak Beni lewat Whatsap, Dan yang Videoin dan Fotoin juga Kak Beni"


Gilbert memperlihatkan Foto dan Video Dirinya yang sedang tidur pulas dengan Keifa yang juga tidur pulas


"Ih iya benar, Gilbert tidur pulas di Fotonya dan Videonya, Keifa juga tidur pulas kok, Tapi kok Warga bisa yakin kalau Kamu gituin Keifa"


"Ya mungkin karena Gilbert walaupun tidur pulas tetap Bersentuhan Dengan Keifa, Tangan Gilbert yang bersentuhan dengan Keifa, Karena Kak Beni memposisikan Gilbert dan Keifa dempetan bersebelahan"


"Oh mungkin juga begitu, Tapi Kamu tak salah Gilbert, Soalnya Kamu tak sadar, Dan Keifa juga tak salah karena sedang gak sadar juga"


"Ya sekarang mah mau tak mau Gilbert harus nerima menjadi Suami Keifa, Walaupun Gilbert tidak mencintai Keifa, Dan Keifa juga Sakit Jiwa"


Ucap Gilbert dengan lirih, Gilbert merasa lapar

__ADS_1


"Gilbert lapar, Mamah lapar gak?"


"Blum lapar sih"


"Kalau Keifa lapar?"


Keifa menganguk karena Keifa pun merasa lapar


"Gilbert cari warung Nasi yak"


"Tapi Ujan Gilbert"


Ucap Rania


"Klo nunggu Hujan reda gak tau kapan redanya Mah"


"Tapi nanti Kamu basah kuyup kalau Ujan-Ujanan, Kamu kan gak bawa Pakaian ke Rumah ini selain Pakaian yang Kau pakai"


"Iya juga ya, Pakaian Gilbert masih di Rumah Ua, Gilbert nelepon Ua deh untuk dibawakan Pakaian, Dan Mamah juga gak bawa Pakaian kan?"


"Iya sih"


Rania ngantuk


"Mamah ngantuk, Mau tidur dulu ya"


"Iya Mah silahkan"


Rania pun tidur


"Keifa, Duduklah apa Kau tidak pegal berdri terus?"


Ucap Gilbert, Keifa pun duduk disudut dan cemberut


"Duduk disini, Di atas Tikar, Disitu dingin, Klo disini hangat"


Tak peduli Ucapan Gilbert, Lalu Gilbert berdiri dan mendekati Keifa


"Ayolah duduk di atas Tikar, Aku peduli Pada Mu"


Gilbert mengulurkan Tangannya pada Keifa


"Ayo berdiri Keifa"


Keifa menggeleng


"Kamu jangan bandel, Aku peduli pada Mu"


Keifa tetap tak peduli ucapan Gilbert


"Ya sudah terserah Kamu deh!"


Gilbert pun duduk kembali diatas Tikar didekat Mamahnya, Gilbert pun buka Youtube


"Nonton Video di Chanel Youtube Sopi Lisnawati banyak Video uniknya"


Ucap Gilbert dengan semangat lalu setelah puas nonton Youtube Gilbert ke Teras, Hujan tlah reda


"Saatnya cari Warung Nasi, Gilbert minta izin dulu ke Mamah"


Gilbert membangunkan Mamahnya


"Mamah Hujan reda Gilber cari Warnas dulu yak"


Rania membuka Matanya

__ADS_1


"Oh iya"


Gilbert keluar Rumah, Berjalan Kaki di Daerah yang asing bagi Gilbert. Setelah 500 meter berjalan Kaki Gilbert pun menemukan Warung Nasi, Gilbert pun membeli 3 bungkus Nasi Rames, Lauknya Pindang Tongkol. Gilbert juga membeli 3 Botol Air Mineral. Gilbert pun ke Rumah lagi. Rania sedang duduk di atas Tikar, Sedangkan Keifa masih duduk di Keramik disudut, Masih dengan Wajah Murung.


"Mamah, Gilbert membeli tiga bungkus Nasi Rames, Lauknya Pindang Tongkol, Gilbert juga beli tiga Botol Air Mineral, Yuk Kita makan bareng, Keifa yuk Kita makan"


Keifa pun merasa lapar, Gilbert menyodorkan sebungkus Nasi Rames yang sudah dibukakan olehnya pada Mamahnya


"Ini Mamah"


Gilbert juga membuka bungkus Nasi satu lagi dan menyodorkannya pada Keifa


"Ini makan dulu"


Keifa mengambil Nasi bungkus itu


"Terimakasih Om"


Ucap Keifa pada Gilbert, Dan Gilbert pun kaget di Panggil Om oleh Keifa


"Dih, Kok Manggil Om sih? Kamu kan lebih Tua dari Aku, Masa iya Manggil Om!"


Ucap Gilbert pada Keifa


"Biarin donk Bert, Gimana Keifa mau Manggil Kamu apa juga, Kamu harus maklumi Keifa, Kan Keifa sedang Sakit Jiwanya"


Ucap Rania


"Iya sih Mah, Lagian Keifa blum diberi tau Nama Ku"


Keifa mulai makan dengan Tangannya


"Gilbert"


Sambil menunjuk Dadanya Gilbert menyebutkan Namanya, Keifa menganguk tanpa menoleh ke Gilbert, Dan Gilbert pun makan sambil duduk di sebelah Rania. Setelah beres Makan Gilbert menyodorkan Sebotol Air Mineral pada Rania, Dan Keifa.


Saat petang Gifran datang dengan Ellen. Gifran membawa Kasur busa, Ransel Gilbert yang berisi Pakaian Gilbert, Dan Seprai baru Dan sekeresek Pakaian bekas Ellen


"Ini Kasur, Ua juga udah beli Seprai baru di Toko barusan"


"Terimakasih banyak Ua"


Ucap Gilbert


"Dan ini didalam Keresek ini ada Pakaian bekas Kak Ellen untuk Rania, Dan Keifa"


Ucap Ellen


"Terimakasih banyak Kak Ellen, Kak Gifran"


Ucap Rania


"Iya Rania, Kita mau pulang lagi sekarang"


Ucap Ellen


"Iya Hati-Hati yak Kak"


"Iya Rania"


Gifran dan Ellen pun pulang. Gilbert meletakan Kasur Busa itu di Kamar, Dan membuka Ranselnya Gilbert melihat Pakaian nya dan Seprei yang masih di Plastikin


"Alhamdulillahirabil'alamin Seprei baru"


Ucap Gilbert dengan Bahagia, Gilbert pun memasang Seprei barunya, Dan mengibaskan Seprei nya 3 kali, Lalu

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2