
Kaifa memandang Jeni, Dan Wika
"Nah ini Isterinya Cowok Ganteng itu Jen"
Bisik Wika di Telinga Jeni
"Oh ini Istrinya, Uh bagi Jeni sih Jeni yang Cantik, Dia mah b aja kok!"
Ucap Jeni dengan ketus!
"Apa Kalian liat-liat?"
Ucap Kaifa
"Enggak kok!"
Ucap Jeni dengan ketus! Wika memilih pergi, Jeni pun mengikuti Wika
"Jeni muda lho daripada Istrinya Cowok Ganteng itu, Jeni gak insecure Kok?"
"Jeni, gak mungkin kan Kamu mau jadi Pelakor?"
Ucap Wika
"Emang knapa gitu?"
Ucap Jeni dengan sinis!
"Udah Jeni, Mending Kamu gak usah mikirin lagi Cowok yang udah beristri! Toh, Cowok Ganteng yang masih Single masih banyak"
"Wika, Emang Kamu gak kepincut Wajah Ganteng Kak Gilbert?"
"Bukan gak kepincut sih, Tapi Gue nyadar Diri, Wika gak sudi jadi Pelakor!"
"Ya udah terserah Lu deh Wika! Yuk Kita berangkat ke Sekolah, Bisi kesiangan!"
"Yuk! Kita belajar yang fokus! Orang Tua Kita menyekolahkan Kita untuk Sekolah, Bukan untuk Pacaran!"
"Iya Wika, Iya!"
Jeni, Dan Wika, Pun berangkat ke Sekolah.
Kaifa memakai Sandal, Dan berjalan Kaki, Membiarkan Pintu Rumah terbuka lebar, Kaifa menyusuri Gang demi Gang, Walau Daerah itu asing bagi Kaifa!
Hingga Kaifa pun sampai dijalan Raya, Kaifa melihat Penjual Sate Ayam sedang ngipas-ngipas Bara api, Kaifa langsung cemas!
"Kebakaran!"
Pekik Kaifa, Lalu Kaifa mencari Air dan berniat menyiram Panggangan Sate itu, Kaifa kalang kabut
"Aduh, Air mana Air?"
Teriaknya, Membuat belasan Orang memandang ke arahnya dengan tatapan aneh! Kaifa melihat Comberan keruh
"Nah itu ada Air, Tapi mana buat nyiduk Airnya yak?"
Ucap nya dengan bingung, Kaifa mencari wadah untuk menyiduk Air Comberan itu, Namun dijalanan itu Kaifa tak menemukan Wadah, Kaifa pun melihat Air mineral berbotol-botol berjejer, Di atas Meja, Dan Mejanya ada di dalam Lapak Penjual Sate, Kaifa pun nekad masuk ke dalam lapak Penjual Sate, Dan mengambil sebotol Air mineral, Pedagang nya menoleh pada Kaifa, Dan mengira Kaifa akan beli.
Kaifa membuka tutup botolnya yang masih disegel, Lalu tanpa babibu lagi menyiram Panggangan Sate seenak Perutnya! Hingga bara Apinya padam, Penjual Sate pun kaget, Dan emosi pada Kaifa!
"Kamu apa-apaan?".
Bentaknya pada Kaifa!
"Kebakaran, Kebakaran, Kebakaran"
Ucap Kaifa dengan cemas, Penjual Sate pun langsung menebak kalau Kaifa sakit Jiwa!
"Kamu, Sakit Jiwa?"
Kaifa malah lari
"Woi! Kamu harusnya dirawat di RSJ! Agar tak mengganggu Orang lain!"
Teriak Tukang Sate. Sedangkan Gilbert masih melajukan Motornya, Gilbert melihat Taman di pinggir Jalan raya, Gilbert lalu memarkir Motornya dibawah trotoar, Dan turun dari Motornya, Lalu duduk di Bangku Taman
"Oh iya, Gilbert baru ingat, Gilbert cari kerja lewat Grup cari Kerja di Facebook!"
Gilbert pun mencari Loker, Dan Menemukan Loker jualan Pentol Sapi Keliling, Gilbert pun menghubungi Nomer Whattsap yang tertera di postingan loker itu. Gilbert menelpon W'a Nomer itu, Dan ada yang mengangkat nya
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
Ucap Gilbert
__ADS_1
" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh"
Jawab yang ngangkat telepon
"Butuh loker yang jualan Pentol keliling?"
.
Tanya Gilbert
"Iya betul"
"Apa syaratnya?"
"Ijazah harus punya, Biarin Ijazah Sd juga, Dan lagi Pria mulai umur sembilan belas tahun, Sampai Enam puluh lima tahun, Jujur ya ingat, Harus jujur, Dan mau kerja keras!"
"Oh trus apa lagi syaratnya Bang?"
"Itu sih syarat nya Kak"
"Kalau itu Syaratnya, Gilbert bersedia sih Insya Allah"
"Kalau Kakak berminat Kakak datang aja langsung sekalian ke sini"
"Daerah mana?"
"Cicadas, Untuk alamat lengkapnya aku shareloc ya lewat Whattsap"
"Oh iya Nama Abang siapa?"
Tanya Gilbert pada Orang yang di teleponnya
"Oh Reno"
Ucap nya
"Oh Bang Reno"
"Iya, Saya sherloc dulu Alamat Rumah Saya yak"
"Iya Bang Reno"
Gilbert pun menutup Panggilan W'a nya.
15 Menit kemudian Gilbert sudah sampai didepan Rumah Reno yang besar, Dan mewah, Dihalaman Rumah Reno ada 5 Gerobak Pentol Ayam berjajar. Reno keluar dari Rumahnya, Dan menyambut Gilbert dengan ramah
"Eh silahkan masuk "
Ucap Reno
"Iya Bang Reno, Oke, Sip"
Reno adalah Pria Tunanetra berumur 45 tahun, Reno berjalan menggunakan Tongkat. Gilbert dan Reno duduk di Sofa di dalam Rumah Reno, Mereka duduk berhadapan.
"Siapa Nama Mu?"
Tanya Reno pada Gilbert
"Oh Nama Gilbert"
"Kamu serius cari Kerja?"
"Serius donk Bang"
"Oh gitu, Bang Reno memiliki Lima belas Gerobak Pentol, Dan Bang Reno memiliki sepuluh Anak Buah yang jualan Pentol, Sedangkan lima gerobak lagi nganggur, Bang Reno sedang cari lima Orang lagi untuk jualan Pentol keliling"
"Oh gitu, Gilbert mau jualan Pentol kok"
"Gajinya sejuta lima ratus ribu rupiah sebulan, Laku gak laku Pentolnya gajimu tetap utuh sebulan sejuta lima ratus ribu rupiah, Dan Uang makan diberi, Sehari lima belas ribu rupiah, Kamu bisa tinggal di Mes kok, Saat pulang jualan, Dan jualan di mulai dari pukul tujuh pagi, Ampe jam berapapun bebas, Asal laris Pentol Ayam nya"
Ucap Reno panjang lebar
"Iya Bang Saya faham Bang, Kapan mulai kerja?"
"Besok yak, Soalnya Pentol Ayam yang akan dijualnya harus di sediakan dulu"
"Oke sip Bang"
"Gilbert Mau Kopi Susu?"
"Enggak kok belum pengen ngopi"
"Tapi Abang pengen minum Kopi Susu, Temenin Abang Ngopi, Kamu juga harus mau minum Kopi Susu!"
__ADS_1
"Tapi Gilbert gak mau merepotkan Abang, Jadi biar Abang aja yang ngopi"
"Gak merepotkan kok kalau Kamu ikut ngopi, Abang malah seneng Kamu mau nerima tawaran Abang"
"Iya deh Kalau gak merepotkan Abang, Gilbert mau ngopi"
"Bi Elaaaaaaa"
Ucap Reno, Tak lama kemudian Pembantu Reno pun menghampiri Reno sambil membawa Pisau tajam di Tangan Kanannya
"Iya Pak Reno"
Gilbert kaget melihat Pembantu Reno membawa Pisau tajam mengkilat
"Seduhkan dua bungkus Kopi Susu cepat!Gak pake lama!"
Ucap Reno dengan tegas.
"Baik Pak Reno, Oh iya Kopi Susunya Merk apa?"
"Dih, Merk apa aja boleh, Yang penting Kopi Susu!"
"Yang rasa apa Kopi Susunya?"
"Yang rasa apa aja deh!"
"Kopinya yang panas, Atau dingin?"
"Yang panas! Udah sana seduh Kopi Susu! Dari tadi nanya mulu!"
"Maaf Pak"
Ela pun lari ke dapur.
"Gilbert, Kamu udah nikah blum?"
"Udah"
"Bang Reno juga udah nikah, Punya Anak kembar, Cewek dan Cowok umur tujuh tahun, Namanya Karin, Dan Davin"
"Subhanallah"
"Iya, Sekarang Istri sedang belanja ke Pasar dengan Karin, Dan Davin, Belanja bahan untuk bikin Pentol Ayam"
"Oh Pentol Ayam nya siapa yang bikin?"
"Koki donk! Abang punya Koki yang handal memasak Namanya Armand"
Ela datang membawa nampan silver, Di atas Nampan Silver ada 2 Gelas Kopi Susu panas, Yang masih ngebul Asapnya, Ela lalu menyajikan 2 Gelas Kopi Susu itu di atas Meja
"Silahkan di minum Kopi Susu panas nya Pak Reno"
Ucap Ela yang berumur 23 tahun.
"Ambilkan cemilan juga Bi Ela, Di Kulkas"
"Cemilan apa?"
"Yang ada di Kulkas weh kesiniin, Hidangin!"
"Baik Pak Reno"
"Pedahal gak usah repot-repot Pak"
Ucap Gilbert
"Gak usah repot-repot gimana?"
"Ya gak usah nyediakan cemilan juga, Gilbert mah Kopi Susu juga cukup"
"Saya nyediakan Cemilan untuk Saya cemil kok, Bukan untuk Kamu"
Gilbert pun merasa malu
"Ouh gitu Bang"
"Iya gitu, Jangan Gr Ente!"
"Hehehe iya Bang"
Ela mengeluarkan Daging Ayam Kalkun utuh, Dan mentah dari dalam Kulkas, Dan
Bersambung
__ADS_1