
Nya dimasukin ke Tupperware ya"
Ucap Reno
"Iya Terimakasih banyak Bos Reno"
"Oke, Tapi hari ini kamu gak diberi Uang, Kan itu diberi Penthol"
"Iya Bos Reno biarin ini Aku bersyukur diberi Penthol Ayam nya"
"Iya sok boleh Kamu pulang sekarang"
"Iya"
Gilbert naik ke Motornya dan melajukan Motornya menuju Cicaheum. Sesampainya di Rumah Gilbert melihat Kaifa sedang cemberut disudut Rumah. Gilbert duduk dan membuka Tutup Kotak makanan isi Penthol Ayamnya, Gilbert memakannya sebiji
"Subhanallah, Enaknya, Pantes harganya mahal, Rasanya seenak ini"
Kaifa tak merespon ucapan Gilbrert
"Kaifa mau Pentholnya?"
Kaifa menggelengkan Kepalanya
"Ya udah klo blum mau, Mungkin nanti mau, Klo nanti mau ambil Pentholnya, Aku mau mandi dulu"
Gilbert masuk kekamar mandi. Kaifa pun memakan 5 Biji Pentholnya dengan lahap. Keesokan harinya pagi hari Gilbert sudah mandi, Sedangkan Kaifa masih tidur pulas dikamar
"Duh Gilbert gak punya Uang untuk beli makanan, Gimana Kaifa kalau lapar ya saat Aku sedang jualan Penthol nanti?"
Gilbert bimbang...
Merasa kasihan pada Kaifa. Gilbert keteras berdiri diteras, Gilbert melihat Kertas Warna Ungu tergeletak diaspal
"Itu kok seperti uang sepuluh ribu rupiah"
Gilbert mengambilnya dan benar itu Uang
"Ini uang siapa?"
Gilbert menoleh kanan-kiri, Tak ada Orang disekitarnya.
"Ini mungkin Rezeki untuku, Alhamdulillahirabil'alamin Aku mau beli Nasi Kuning untuk sarapan Aku dan Kaifa"
Gilbert membeli sebungkus Nasi Kuning dan 2 Gelas Air Mineral. Gilbert memakan setengah Nasi kuningnya, Dan menyisakan setengah lagi untuk Kaifa. Air mineralnya pun segelas untuk Dirinya dan segelas untuk Kaifa. Gilbert pun berangkat naik Motornya ke Rumah Reno, Dan mulai jualan Penthol Ayam. Gilbert berniat lewat kedepan Rumah Rista, Karena ingin melihat Wajah Suami Rista. Setelah menempuh jarak 1 Kilometer Gilbert pun sampai didepan Rumah Kontrakan petak tempat tinggal Rista. Dan tampak Rista sedang menyapu teras rumah dengan memakai Daster lusuh Gilbert kaget melihat Lebam di Pipi Kanan Rista.
"Rista kenapa Pipimu lebam begitu?"
Tanya Gilbert kuatir, Rista tampak kaget melihat Gilbert lagi
"Lho kamu kok disini lagi?"
"Iya, Aku jualan Penthol Ayam"
"Oh kamu jualan Penthol Ayam"
"Iya, Mana Suamimu?"
Tanya Gilbert
"Sedang ke...kerja"
Rista Resah sampai gugup!
"Kok kamu tampak resah sih?"
"Mmm...Eng enggak kok"
"Kamu blum jawab kenapa Pipimu lebam!"
Rista pun langsung sedih
"Tadi Ditampar Suami"
Lirih Rista, Betapa kagetnya Gilbert mendengar ucapan Rista itu!
"Astagfiraullahaladzim, Kok tega Suamimu menamparmu! Karena alasan apa Suamimu sampai berbuat sekejam itu?"
"Gegara Rista minta dibelikan Daster baru, Karena Daster Rista yang kemarin robek, Rista sebenarnya punya lima daster, Tapi ya mau dibelikan yang baru, Soalnya udah setahun gak beli pakaian"
Lirih Rista, Gilbert pun merasa iba pada Rista karena sampai ditampar Suaminya hingga memar gegara minta dibelikan pakaian
"Tak sepantasnya Suamimu sampai menampar Wajah Cantikmu hanya karena kamu minta dibelikan Daster baru!"
"Iya sih, Emang Suami Rista sering mukul Rista kalau marah"
Mata Rista berkaca-kaca.
"Kasihan kamu Rista, Suamimu bukannya bersyukur memiliki Isteri secantik Kamu"
Rista menahan tangisnya...
Tak lama kemudian terdengar tangisan Evan dari dalam Rumah, Rista segera masuk kedalam rumah, Dan keluar lagi sambil menggendong Evan yang masih menangis
"Cup Sayang ini Ibu Nak"
__ADS_1
Ucap Rista
"Sayang kenapa nangis?"
Gilbert pun turut berkata pada Evan. Lalu Evan memeluk Rista erat sambil terisak...
Rista mengecup lembut Kening Evan
"Jangan sedih Sayang"
Evan berhenti menangis, Lalu menunjuk Perutnya
"Kenapa Evan?"
Tanya Rista
"Mam"
Jawab Evan, Lalu mengerakan Mulutnya seolah sedang mengunyah makanan
"Oh Evan lapar?"
Tanya Rista lagi, Evan menganguk, Rista sedih
"Maaf Evan...Ibu belum memasak Nasi hari ini, Bahkan Uang Ibu belum cukup untuk membeli Beras"
"Ouh gitu ya, De Evan mau Penthol Ayam?"
Tanya Gilbert dan Evan menganguk
"Berapaan Harga Penthol Ayamnya Bert?"
"Gak usah bayar, Gratis untuk Evan dan Kamu"
"Aduh biar Rista bayar, Malu klo gratis mah, Rista punya uang Seribu lima ratus rupiah ini disaku daster"
"Gak usah malu"
Gilbert membuka tutup panci, Dan memasukan 11 Biji Penthol Ayam kepelastik
"Pake air gak usah?"
"Iya biarin pake Air, Duh maaf jadi merepotkan Gilbert"
"Ih gak merepotkan kok!"
"Kecapin doank gak usah disambelin, Eh Gilbert kok banyak gitu Penthol Ayamnya? Satu cukup pedahal"
"Ih kan biar kenyang Lho Penthol Ayamnya untuk De Evan dan Rista"
"Iya oke"
Rista menuangkan Penthol Ayam nya ke Mangkok pelastik
"Suamimu kemana sekarang?"
"Sedang pergi dengan 5 Temannya tadi pagi, Sekarang kan hari minggu, Libur kerjanya"
"Oh kerja apa Suamimu?'
"Tukang Parkir didepan Griya"
"Oh gitu"
Tak lama kemudian Suami Rista yang bernama Jovan datang. Jovan berumur 55 Tahun, Berawajah Tampan, Berkulit Putih, Gemuk dan Pendek. Jovan memandang tajam pada Gilbert
"Sedang apa kamu disini?"
Bentak Jovan pada Gilbert!
"Aku sedang jualan Penthol Ayam! Anda jangan main bentak donk!"
Tegas Gilbert! Jovan pun memandang tajam pada Rista
"Masuk Kamu kedalam Rumah!"
Bentak Jovan pada Rista! Dan Rista segera masuk kedalam Rumah sambil menggendong Evan, Dan membawa Mangkuk isi Penthol Ayamnya kedalam Rumah. Gilbert merasa geram pada Jovan yang kasar pada Rista! Jovan masuk kedalam rumah, Menutup pintu rumah dengan kencang!
"Bruk!"
Gilbert mendorong Gerobak Penthol Ayamnya. Di Cicaheum Kaifa sedang makan Nasi kuning yang disisakan Gilbert. Kaifa pun minum Air mineral gelas yang disediakan Gilbert, Kaifa pun merasa kenyang, Lalu rebahan diatas tikar, Dan langsung terbayang Keadaan Gosong Orang Tuanya dan Adiknya! Kaifa resah, Lalu segera duduk dengan ngos-ngosan!
"Mamah! Papah! Adik!"
Teriak Kaifa, Lalu segera berdiri, Membuka Pintu Rumah, Berniat menenangkan Diri, Ingin merasakan udara segar. Kaifa keluar Rumah tanpa Alas Kaki, Dan tanpa menutup pintu Rumah. Kaifa merasa tenang, Kaifa tersenyum, Lalu bertepuk Tangan, Dan lewat kedepan Rumah Jeni, Saat itu Jeni sedang duduk dibangku kayu panjang yang ada di depan rumahnya. Disebelah Jeni ada Karin dan Wika, Mereka memandang aneh kepada Kaifa karena Kaifa tepuk Tangan sambil berjalan tanpa alas kaki!
"Wanitu itu Odgj kali,, Makanya tepuk tangan sambil jalan, Ih sayang mana Cantik, Masih muda lagi"
Ucap Jeni merasa iba! Wika dan Karin pun merasa iba pada Kaifa
"Iya, Apa gerangan penyebab Wanita itu Terkena gangguan Jiwa?"
Ucap Karin
"Entah, Dan dimana pula Wanita itu tinggalnya? Perasaan baru lihat"
__ADS_1
Ucap Raisa. Kaifa berjalan menyusuri gang demi gang, Hingga sampai dijalan raya, Dan melewati Sekolah SMK ada Ratusan Siswa dan Siswi yang sedang istirahat. Puluhan Siswa dan Siswi SMK itu memandang aneh pada Keifa yang berjalan Kaki tanpa alas kaki, Dan kaki Keifa pun kotor! Melihat seragam yang dipakai Siswa dan Siswi itu Keifa pun teringat kalau dulu Dirinya pun pernah memakai seragam putih abu
"Waw aku juga dulu perasaan pernah dech memakai pakaian seperti itu"
Gumam Kaifa, Dan Kaifa pun teringat saat Dirinya pulang sekolah SMK, Masih memakai seragam putih abu, Kaifa mendapati Orangtuanya dan Adiknya sudah meninggal dunia dalam keadaan gosong! Rumahnya pun tinggal tersisa puing nya yang juga sebagian gosong! Kaifa kembali bersedih! Hatinya terasa sakit! Nafasnya mulai berat, Kaifa pun menangis pilu, Berurai Air mata dengan suara tangis yang lumayan kencang! Tak peduli Puluhan Siswa dan Siswi SMK itu memandang aneh kepadanya! Kaifa pun berlari dan duduk diemper Toko Pakaian. Kaifa menghapus air matanya dan merasa rindu ingin sekolah lagi...
"Sudah lama Kaifa tak memakai pakaian seperti tadi...Kaifa ingin duduk dibangku yang ada mejanya menulis"
Gumam Kaifa. Rania sedang duduk diangkot. Rania ingin mengunjungi Gilbert, Karena sudah 5 hari Dirinya tidak berkomunikasi dengan Gilbert karena tak punya Kuota dan tak punya Pulsa Jadi tak bisa komunikasi dengan Gilbert lewat Hp. Rania melihat Kaifa sedang melamun diemper Toko pakaian
"Itu Kaifa, Kiri Mang Angkot"
Rania turun dari Angkot dan menghampiri Kaifa segera
"Kaifa kamu dengan siapa disini Sayang?"
Tanya Rania
"Kaifa kesini"
"Oh Gilbert mana?"
"Gilbert? Siapa Gilbert?"
"Suamimu"
"Suami? Kaifa punya Suami?"
"Iya punya"
"Gilbert itu yang sering serumah dengan Kaifa?"
"Iya itu"
Wajah Gilbert pun terbayang oleh Kaifa
"Oh Bapak itu?"
"Iya, Ayo pulang"
"Kemana?"
"Kerumah"
"Tapi Rumah Kaifa kan terbakar sisa puing sebagian gosong!"
"Bukan pulang kerumah mu, Tapi kerumah yang baru baru ini kamu tinggali dengan Gilbert"
"Itu Rumah siapa sih Bu?"
"Nanti dijelasin, Sekarang kita pulang dulu yuk Sayang"
Kaifa pun berjalan kaki dengan Rania kerumah. Dirumah mereka duduk berhadapan diatas tikar. Rania melihat Rambut Kaifa gimbal, Banyak debu tebalnya, Dan Dikedua Lengan Kaifa banyak Dakinya! Dan tercium Aroma tak sedap dari Tubuh Kaifa yang sudah 5 hari tidak mandi dan keramas!
"Kaifa, Kamu udah lama gak keramas dan mandi?"
Tanya Rania, Kaifa menganguk
"Iya, Untuk apa keramas? untuk apa mandi?"
"Keramas agar Rambut bersih, Mandi Agar Tubuh bersih, Karena kebersihan sebagian dari Iman"
"Oh gitu, Nanti dech Kaifa mandinya"
Tak lama kemudian Gilbert datang, Turun dari Motornya
"Asalamu'alaikum warah matu lahi wa baro katu"
Ucap Gilbert
"Wa'alaikum salam warah matu lahi wa baro katu"
Jawab Rania dan Kaifa
"Eh ada Mamah"
Ucap Gilbert dengan riang gembira, Lalu Gilbert salim pada Ibunya
"Kamu darimana Gilbert?"
Tanya Rania
"Pulang jualan Penthol Ayam, Gilbert baru Lima Hari kerja, Jadi belum gajian, Mau kasbon malu kalau kerja pun baru lima hari"
"Oh gitu, Mamah udah lima hari gak punya pulsa dan kuota, Jadi gak bisa nelepon dan ngechat Kamu, Mamah ingin tau kabarmu makanya Mamah nemu uang dijalan lima ribu rupiah dipakai ongkos kesini dech"
"Ouh gitu Mamah, Ma'af Mamah Gilbert pun udah lima hari gak nelepon Mamah, Gak ngechat Mamah, Soalnya Gilbert pun gak punya pulsa dan kuota udah lima hari juga"
"Iya biarin, Eh Gilbert tadi Mamah saat diangkot melihat Kaifa sedang duduk di teras toko pakaian sambil melamun ya udah Mamah ajak pulang"
Gilbert pun kaget
"Kaifa kamu keluyuran lagi? Aduh Kaifa"
Gilbert
__ADS_1
Bersambung