Tangis Yang Tertahan

Tangis Yang Tertahan
Episode 7


__ADS_3

Merebahkan Tubuh nya di Kasur itu


"Subhanallah nyamannya tiduran disini Waw"


Ucap Gilbert.


Petang semakin larut, Udara begitu dingin...


Gilbert bangun dari Kasur, Dan keluar Kamar melihat Rania tidur di Tikar ditengah Rumah sedangkan Keifa masih duduk melamun di sudut diubin.


"Mamah tidurnya di Kasur ya, Biar empuk"


Rania pun bangun


"Kamu yang tidur diKasur, Biar Mamah tidur di sini, Kamu tidur dengan Keifa di Kasur"


"Gilbert yang tidur disini Mah"


"Ya udah deh"


Rania ke Kamar dan merebahkan Tubuhnya di Kasur, Rania yang ngantuk pun melanjutkan tidur di Kasur. Gilbert merebahkan Tubuhnya di atas Tikar, Gilbert pun mulai ngantuk, Namun Keifa malah bediri dan membuka Pintu Rumah


"Kamu mau kemana?"


Tanya Gilbert pada Keifa, Namun Keifa tidak menjawab Keifa berdiri di Teras memandang Cakrawala, Yang Gemerlap dengan Taburan Bintang.


"Keifa tidurlah, Sudah petang"


"Belum ngantuk, Om aja tidur duluan"


Ucap Keifa datar.


"Kalau Kamu blum tidur Aku mana bisa tidur, Gimana klo Kamu pergi keluyuran? Gimana kalau Kamu tersesat? Kau adalah IstriKu, Aku yang kini bertanggung jawab memperhatikan Mu"


"Ya udah Keifa tidur disini"


Keifa duduk di Teras


"Jangan tidur disitu, Kotor! Tidurlah didalam di atas Tikar"


"Udah biasa kok tidur tanpa alas"


Keifa pun merebahkan Tubuhnya di Teras yang kotor dengan Lumpur, Gilbert kesal


"Astaghfirullahaladzim, Keifa disitu kotor! Ayo bangun cepat!"


"Udah biasa kotor!"


Gilbert tambah kesal


"Jangan di biasakan lagi tidur di Tempat kotor!"


"Memangnya kenapa kalau tidur di Tempat kotor?"


Gilbert mencoba sabar menghadapi Keifa, Gilbert memaklumi kelakuan Keifa yang memang Keifa sakit Jiwa


"Keifa kalau Kamu tidur di Tempat kotor Kamu bisa sakit"


"Biarin saja kenapa memangnya?"


Ucap Keifa dengan ketus, Lalu Keifa memejamkan Matanya dan membayangkan Ibunya mengelus Lengan nya, Keifa tersenyum


"Mamah...Elusan Mamah lembut, Keifa bahagia merasakan elusan Mamah"


Ucap Keifa menghayati elusan lembut Ibunya yang dulu sering dirasakan nya saat Ibunya masih Hidup. Gilbert merasa iba pada Keifa


"Kasian juga Kamu, Pasti Kamu begitu merindukan Ibu Mu"


Gilbert memegang Tangan Kanan Keifa


"Keifa...Yuk tidur didalam, Disini dingin"


Keifa membuka Matanya, Lalu berdiri dan masuk kedalam Rumah, Gilbert pun ngemplong Keifa nurut masuk kedalam Rumah. Keifa merebahkan Tubuhnya di atas Tikar, Dan kembali memejamkan Matanya dan membayangkan Ayahnya yang tersenyum padanya, Keifa kembali tersenyum. Gilbert bimbang


"Gilbert tidur dimana yak? Tidur disebelah Mamah gak pantes sekarang mah kan Gilbert sudah Dewasa, Masa iya sih tidur dengan Keifa, Gimana kalau Keifa pipis di Celana sambil tidur? Ih bau pesing entar"


Gilbert pun merebahkan Tubuhnya jauh dari Keifa, Gilbert tidur tidak di Tikar tapi di Ubin, Gilbert merasa dingin, Gilbertpun tidur pulas.


Pagi Hari Rania bangun dari tidur, Dan merasa ingin pipis, Rania keluar Kamar dan melihat Gilbert masih tidur pulas di Ubin, Sedangkan Keifa tidur pulas di atas Tikar.


"Lho kok Gilbert gak tidur diatas Tikar sih?"


Rania masuk ke Kamar mandi dan diBak mandi tak ada Gayung, Rania pun bingung


"Dih gak ada Gayung, Gimana mau cebok klo gak ada Gayung?"


Rania lalu mengambil Botol Air mineral miliknya yang Air Mineralnya sudah habis, Rania pun menyiuk Air dari Bak untuk cebok dengan Botol Plastik itu.


Gilbert pun bangun, Merasa Punggung nya sakit, Karena Tudur diUbin yang amat keras. Gilbert meringis


"Gilbert gak ada Gayung, Gak ada Sabun mandi, Pasta Gigi, Dan Sikat Gigi, Gimana Kita mandi coba?"


Ucap Rania


"Beli di Pasar Alat Mandinya, Gilbert yang beli, Mamah istirahat di Rumah dengan Keifa yak"


"Iya"


Gilbert pun pergi menyusuri jalan raya, Dan sampai di Pasar Cicaheum, Gilbert pun membeli Gayung, Ember, Piring kaca selusin, Dan Gelas Kaca selusin, Shampo sebotol, 3 Buah Sikat Gigi, Pasta Gigi, Sabun mandi, Dan 3 Buah Handuk, Gilbert membawa belanjaan sebanyak itu dengan jalan Kaki. Sedangkan Beni duduk diSofa diRumahnya dengan bahagia


"Gilbert nikah juga dengan ODGJ! HAHAHA rasain Gilbert punya Bini ODGJ!"


Sedangkan Gilbert baru sampai ke Rumah, Tampak Rania dan Keifa sedang duduk diatas Tikar


"Mamah ini Gilbert belanja buanyak habis Seratus lima puluh ribu rupiah"


"Subhanallah Banyak belanjanya Gilbert"


Ucap Rania


"Iya sih"


Tak lama kemudian lewat Penjual Bakso


"Treng Treng Treng"


Bunyi Mangkok yang dipukul Penjual Bakso itu


"Kita Sarapan Bakso yuk"


Ajak Gilbert pada Rania dan Keifa

__ADS_1


"Yuk, Mamah juga sedang pengen makan Bakso, Mangkoknya yang Mang Bakso"


Gilbert memesan 3 Mangkok Bakso, Dan Mereka pun makan Bakso dengan lahap.


Senjahari Gilbert menyiram Teras dengan seember Air, Hingga Teras pun bersih dari Lumpur. Dibalik Tiang Listrik tampak Gadis Cantik berumur 17 tahun sedang memandang Gilbert dengan kagum


"Subhanallah Gantengnya Cowok itu"


Ucap Gadis itu, Gilbert pun merasa ada yang memperhatikannya...


Gilbert pun menoleh kearah Tiang Listrik itu, Gadis itu cepat sembunyi dengan malu. Gilbert pun heran


"Perasaan ada yang memperhatikan Aku deh"


Ucap Gilbert pelan. Jantung Gadis itu berdebar kencang


"Aduuuuuh Cowok Ganteng itu noleh"


Ucap Gadis itu dengan salting, Lalu lari dan masuk ke Rumahnya, Yang tak jauh dari Rumah yang diTempati Gilbert, Hingga Gilbert pun melihat Gadis itu lari, Gilbert kaget


"Loh kenapa Cewek itu lari?"


"Sore"


Terdengar Suara Orang dari dekat Gilbert, Dan Gilbert pun menoleh pada Sumber Suara, Tampak Pria bertubuh Gendut yang Berumur 35 tahun sedang berdiri dan memandang Gilbert


"Eh Bang"


Ucap Gilbert


"Hai Tetangga baru"


Ucap Pria Gendut itu


"Hai Bang, Kenalkan Gilbert"


Lalu Gilbert menyodorkan Tangan Kanannya pada Pria Gendut itu, Pria Gendut itupun menjabat Tangan Gilbert


"Fahri, Boleh Panggil Bang Fahri, Tinggal disitu"


Ucap Pria Gendut berNama Fahri itu


Fahri menunjuk Rumahnya yang bersebelahan dengan Rumah yang diTinggali Gilbert


"Iya Bang Fahri"


"Kamu tinggal dengan Siapa Gilbert?"


"Dengan Mamah Ku dan Istri"


"Oh Kamu sudah Menikah?"


"Iya Kalau Bang Fahri?"


"Sudah menikah dan Punya Satu Anak Perempuan berumur Satu Tahun, Dan Abang kerja sebagai Tukang Parkir depan Indomaret, Kalau Gilbert kerja apa?"


"Jadi Supir"


Gilbert melihat Sapu Lidi diTeras Rumah Fahri


"Boleh pinjam Sapu?"


"Boleh donk silahkan"


"Keifa mandi Oke"


Ucap Rania


"Tidak mau"


Ucap Keifa dengan lirih


"Kenapa tidak mau? Mandi Oke, Biar Tubuh Mu bersih, Dan segar"


Rania menyodorkan Handuk baru pada Keifa


"Ini Handuk baru, Gilbert membelikan Handuk ini untuk Mu"


Keifa mengambil Handuk nya dan memandangnya lalu memeluk Handuk itu


"Mandi sekarang Keifa, Kamu bisa mandi sendiri kan?"


"Bisa, Tapi Keifa tidak mau mandi, Untuk apa mandi?"


"Agar Badan bersih dan segar"


Keifa pun berdiri namun Keifa teringat saat Tifan memandikannya dengan Sabun Colek, Dan Kulitnya menjadi gatal, Keifa pun resah


"Keifa gak mau mandi, Waktu itu di mandikan Tante Tifan Keifa gatal Kulitnya"


Ucap Keifa dengan lirih, Rania kaget


"Tante Mu memandikan Mu, Lalu Kamu gatal?"


"Iya"


"Kok bisa? Masa malah gatal? Memang Tante Mu memandikan Mu dengan apa?"


"Gak tau"


"Coba sekarang mandi lagi"


"Gak mau!"


"Mamah mandikan Keifa"


Ucap Rania, Keifa menggelengkan Kepalanya


"Gak usah malu, Yuk Mamah mandikan"


Keifa ragu


"Ayolah mandi Keifa"


Keifa pun menganguk perlahan, Rania pun masuk ke Kamar mandi


"Sini Keifa"


Keifa pun masuk ke Kamar mandi


"Buka Kebaya Mu"

__ADS_1


Keifa membuka Kebayanya


"Rok Mu dan Pakaian dalem Kamu juga buka ya"


Keifa pun menurut, Rania pun memandikam Keifa dengan Sabun Cair, Rambut Keifa pun di Sampoin, Rania juga menggosok Gigi Keifa dengan Sikat Gigi baru, Dan juga memakai Pasta Gigi, Lalu Rania membalut Tubuh Keifa dengan Handuk baru, Keifa pun merasa segar, Rania mengambil Bra dan Cd dari Kresek.


Bra dan Cd itu Pemberian dari Ellen juga, Harum dan bersih karena sudah di Cuci oleh Pembantu di Rumah Ellen.


Rania memakaikan Bra dan Cd itu pada Keifa, Dan mengambil Daster dari Kresek satu lagi, Dan Daster itu Pemberian dari Tifan untuk Keifa, Daster itu bawahnya sudah robek besar


"Aduh ini Daster udah sobek, Mana sobeknya besar lagi"


Rania pun mencari Pakaian lain dari Kresek pemberian Ellen, Dan menemukan Kaos Warna Cokelat yang masih bagus, Juga Celana Kain panjang Warna oren sobek dikit dibagian bawah


"Celana ini adem bahannya, Tapi sobek, Biarin deh sobeknya dikit yang ini mah"


Rania memakaikan Celana itu pada Rania. Gilbert beres nyapu Teras, Gilbert masuk kedalam Rumah, Dan melihat Keifa sudah segar


"Keifa udah mandi?"


"Udah"


Ucap Rania


"Mandi sendiri?"


"Di mandikan Mamah"


Gilbert kaget


"Mamah mandikan Keifa? Tapi Mamah gak cape kan mandikan Keifa?"


"Enggak kok"


"Syukurlah kalau gak capek, Sekarang Gilbert mau mandi dulu"


Gilbert pun mandi


Di Tempat lain Gadis yang tadi mengintip Gilbert sedang duduk diAtas Tikar diRumahnya, Gadis itu duduk disebelah Ibunya


"Mamah Tadi Jeni melihat Cowok Ganteng lho sedang nyapu Teras"


Ucap Gadis itu yang Namanya Jeni


"Oh dimana?"


Tanya Ibunya


"Di Teras Rumah yang udah lama kosong, Itu loh Rumah yang bersebelahan dengan Rumah Pak Fahri yang Gendut"


"Oh gitu"


Tak lama kemudian Hp Jeni berbunyi, Jeni mengangkat Telponnya


"Halo Wika"


Yang menelepon Jeni adalah Wika, Teman Sekolah Jeni.


"Jeni sedang apa?"


"Sedang duduk, Oh iya Jeni tadi melihat Cowok Guanteng Mukanya tau"


"Aduh Kamu Jen seperti Orang yang baru lihat Cowok Ganteng aja, Kan Cowok Ganteng mah banyak atuh!"


"Iya sih Cowok Ganteng emang banyak, Tapi Cowok Ganteng yang tadi Keifa lihat Guantengnya level tinggi lho"


"Seganteng apa?"


"Pokoknya unik Gantengnya tau, Hidung mancuuung, Kulitnya Putih, Pokoknya Buleee!"


"Waw Cowok Bule?"


"Iya besok Kamu kesini, Aku tunjukin deh Orangnya"


"Iya besok Wika ke Rumah Jeni yak"


"Iya"


"Eh udah dulu Telponannya Wika sedang jerang Air, Dan Airnya udah mendidih"


Wika pun nutup Telponnya.


Di Tempat lain...


Tifan sedang makan Mie Instant dengan Suaminya yang bernama Farel Dan Anaknya


"Keifa tinggal dimana dengan Suaminya?"


Ucap Tifan


"Besok Kamu tanyain aja ke Pak Gifran, Keifa tinggal dimana dengan Suaminya"


"Iya deh besok ditanyain"


"Kamu sekalian minta Uang pada Pak Gifran yak"


Ucap Farel


"Oh iya ya"


Petang tlah tiba, Angin berhembus kencang, Gilbert sedang duduk diatas Tikar dengan Rania, Dan Keifa


"Mamah tidur dulu yak Mamah ngantuk, Kamu tidur diAtas Tikar jangan tidur di Ubin lagi keras!"


"Tapi Mah..."


Gilbert menunjuk Keifa


"Gilbert takut Keifa pipis sambil tidur, Trus Air Pipisnya kena Gilbert kan jijik juga"


"Kemarin juga Keifa gak pipis sambil tidur kok, Kamu kan Suaminya Keifa, Toh wajar kok kalau Kamu tidur deketan dengan Keifa"


Ucap Rania lalu masuk ke Kamar dan tidur pulas. Keifa pun merebahkan Tubuhnya diAtas Tikar


"Mamah Keifa kangen Mamah"


Ucap Keifa dengan lirih


"Jangan sedih terus Keifa, Mamah Mu bahagia disana kok"


Ucap Gilbert sambil memandang Keifa, Dan Keifa pun

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2