
***Instagram*: RosaKawahara**
Ke esokan paginya Rafi dan Rasya terlihat mencolok karena keduanya sama-sama memakai jaket couple yang di beli Rafi, awalnya Rasya tidak mau memakainya namun dia merasa bersalah juga padahal Rafi sering berbuat baik padanya.
Saat di parkiran mereka berdua jalan bareng menuju kelas dengan muka yang sama-sama masam, jika Rafi memang dari dulu muka dia dingin tapi kali ini muka Rasya benar-benar seram dan ia semakin kesal saat Rafi menggandeng tangannya menuju kelas.
“Katanya mau dibuang?” tanya Rafi saat menaiki tangga bersama Rasya
“Yaudah gue buang nih!” ucap Rasya sambil melepaskan tangannya dari Rafi lalu membuka jaketnya namun di tahan oleh Rafi
“Jangan dibuang!”
“Ck, mereka pada mikir lo pacar gue!” kesal Rasya
Rafi tersenyum “Aku beli cuman buat tanda kita itu sahabat Sya!”
“Oh!” kesal Rasya sambil meninggalkan Rafi
Kali ini Rafi benar-benar bingung saat menatap kepergian Rasya padahal ia sudah berusaha berbuat baik malah jadi makin buruk, cewek benar-benar susah dimengerti. Tanpa pikir panjang ia pun menaruh tasnya lalu ke lapangan untuk mengikuti upacara untungnya kali ini Rasya memakai atribut lengkap jadi dia tidak perlu repot-repot di hukum ataupun memberikan hukuman.
Selesai upacara dia akan mengikuti pelajaran dengan tenang, kali ini ia mapel pelajaran olahraga dan di lapangan ia melihat Rasya yang lagi-lagi kena hukuman bahkan Rafi saja bosan apa yang dihukum tidak merasakan itu?.
Kelakuan Rasya memang ajaib dia cantik, banyak yang menjadi tertarik padanya tapi ia tak pernah melihat seorang pun yang peduli para laki-laki hanya sibuk melihat Rasya yang dihukum. Rafi yang kesal akhirnya dia pergi membeli minum lalu mengambil jaket di kelas Rasya untuk menutupi tubuh indah milik Rasya.
“Nih!” ujar Rafi sambil menyerahkan sebotol air mineral dan jaket milik Rasya
“Terimakasih!” ucap Rasya menerima minuman lalu membiarkan Rafi mengikat jaket pada pinggangnya
“Lain kali jangan dilepas!” ucap Rafi tersenyum kearah Rasya
“Iya, tapi kamu sekarang lepas jaket?”
“Rasya aku kan lagi olahraga, kalo pakai jaket nanti malah kepanasan!”
"Oh iya juga ya hehehe!” jawab Rasya sambil tersenyum dan kikuk
“Yaudah balik sana ntar kamu di hukum lagi!” perintah Rafi kalem
__ADS_1
Rasya tersenyum lalu melangkah pergi meninggalkan Rafi yang mungkin akan melanjutkan pelajaran olahraganya. Setelah kepergian Rasya, Rafi sibuk mengambil nilai keduanya yaitu basket saat ia melemparkan bola banyak murid-murid perempuan yang heboh melihat wajah Rafi yang sangat tampan, tapi itu juga membuat nya risih menurut Rafi cewek-cewek cantik di sekitarnya lebih cantik Rasya walaupun sikapnya buruk tapi gadis itu tetap baik tidak seperti yang lain.
Setengah jam kemudian selesai mengambil nilai ia pergi ke kelasnya lalu menganti pakaian, setelah menganti seragamnya ia langsung ke kantin mencari Rasya karena bel istirahat sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu, seperti biasa saat ia di kantin pasti akan membuat kaum alay dan sejenisnya akan sibuk memfoto ataupun memberinya coklat tapi karena sifatnya dingin ia memilih cuek dan mencari keberadaan Rasya.
Namun gadis itu tidak terlihat akhinya ia kembali ke kelasnya mencari Rasya, ternyata benar gadis itu sepertinya membawa bekal tanpa pikir panjang ia pun masuk meskipun temannya Rasya terlihat tidak suka jika orang kelas lain datang ke kelasnya.
“Sya!”
“Lho Rafi, ada apa?” tanya Rasya sibuk membuka bekalnya
Rafi mendekat ke telinga Rasya lalu membisikkan sesuatu “Nanti pulang sekolah mau jalan bareng?” tanya Rafi tersenyum lembut ke Rasya
“Kemana?”
“Terserah!” Rasya pun mengangguk dan mengajak Rafi makan bersama
“Eh tapi aku bawa mobil!” kata Rasya yang baru inget jika dirinya dan Rafi sama-sama berangkat sendiri
“Yaudah pakai mobil kamu aja ntar motorku biar di bawa sama temenku!”
“Oke deh, nih kamu habiskan aja!”
Rasya mengeleng pelan “Aku tuh udah kenyang!”
Rafi mengangguk paham lalu memakannya pelan-pelan sambil mengajak Rasya ngomong, selesai makan mereka ke kantin untuk beli minum lalu kembali lagi ke kelas. Kali ini Rafi cukup senang karena Rasya sudah tidak marah lagi padanya mungkin akan bisa kembali seperti beberapa waktu lalu.
Perkenalan mereka memang singkat namun tanpa Rafi sadari gadis itu telah suka padanya tetapi sepertinya Rafi masih belum merasakan apapun pada terhadap Rasya.
********
Sore harinya
Bel pulang sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu namun Rasya masih belum keluar akhirnya Rafi dan Zian temannya menunggu kedatangan Rasya di parkiran sekolah.
Tak lama kemudian Rasya keluar dengan tersenyum lembut sepertinya mood dia bagus, tanpa pikir panjang Rafi pun bersiap-siap lalu memberikan kunci motornya pada Zian, dia adalah temannya sejak kecil dan rumahnya berada di depan kontrakan Rafi.
“Hi!” sapa Rasya pada teman Rafi yang terlihat panik entah kenapa
__ADS_1
“H.. Hi!”
“Temen lo kenapa dah Raf?” yang di tanya tersenyum lalu memberi tau jika Zian itu suka pada Rasya maka tidak heran jika ia seperti itu
“Aku Rasya salam kenal!” ucap Rasya memperkenalkan diri dengan ramah
“Zi.. Zian!” jawabnya
“Udah ayo ntar keburu malem Sya!”
“Eh... Kita pergi dulu ya Zian sampai ketemu besok!” ujar Rasya ramah
Zian mengangguk lalu pergi ke tujuannya, sedangkan Rafi mengajak Rasya ke mall tempat di mana Rasya pernah berpacaran dengan Bara. Saat di mall mereka sibuk mencari buku untuk bahan ujian dan Rasya juga sibuk membeli alat tulis untuk sekolah Andika.
Selesai mencari yang di perlukan mereka berdua sibuk mencari toko makan kesukaan Rasya, meskipun merepotkan tapi ia tetap mau menemaninya toh mungkin saja Rasya lapar gara-gara bekalnya ia habiskan.
Tak lama kemudian setelah memesan makanan mereka menunggu, saat itu pun kejadian yang tak terduga terlihat tepat dihadapan Rasya namun Rafi tak melihatnya karena sibuk mengecek buku yang baru di belinya.
“Maaf ya!” ucap seorang laki-laki yang begitu familiar bagi Rasya
“Tidak apa mas!” ucap si mbak tak lama cowok itu pergi entah kemana
“Bara!”
Karena merasa penasaran akhirnya Rasya memilih mengejar orang itu namun tak berhasil karena mallnya terlalu ramai, ia berusaha menengok kanan kiri samapai akhinya seseorang menghampiri Rasya secara tiba-tiba, membuatnya kaget.
“Kaget!” ucap Rasya lalu berjalan ke mejanya semula
“Kamu kenapa, lihat apaan sih kok kayak lihat setan gitu?” tanya Rafi kepo
Keduanya duduk ke meja yang mereka pesan lalu tak lama kemudian pesanannya datang membuat Rasya bahagia.
“Tadi kamu lihat apa Sya?” tanya balik Rafi yang sedaritadi di cuekin
“Tidak, cuman salah lihat mungkin!” Rafi mengangguk lalu keduanya sibuk makan
Setelah selesai makan keduanya pulang kerumah masing-masing sebelum hari semakin gelap.
__ADS_1
**Jangan lupa vote and komen
Thanks for reading, see you next time**!