
Gue benar-benar gak habis pikir Rafi bisa berbuat gitu, tapi emang gue gak bisa nolak sentuhan dia entah kenapa dan pas dia berhenti gue baru sadar jika itu semua salah untungnya dia belum lakuin lebih jauh jika tidak pasti lagi-lagi aku akan menyesal.
Gue keluar dari apartemennya dengan tubuh yang terbalut selimut setibanya dirumah, Gue langsung menyuruh Andika membayarkan ongkos tarifnya gara-gara tasku ketinggalan di apartemen Rafi.
“Udah aku bayar kak, tadi kenapa kok bisa pakai selimut gitu?” tanya Andika setelah gue ganti baju dan keluar dari kamar
“Hmm gak apa kok!” jawab Rasya berbohong
“Eh mau ikutan jalan-jalan gak sama Ival?” tanyaku pada Andika
“Ayo deh kak kemana?”
“Beli baju buat Ival sama kamu aja deh!” jawab Rasya
“Yaudah ayuk atuh kak!”
Kami berdua langsung keluar rumah setelah meminta izin pada Bi Leha, kita menuju mall untuk membeli baju Ival walaupun anakku masih bayi tapi ketika melihat baju yang lucu akhirnya aku membeli walaupun itu baju untuk umur beberapa tahun ke atas. Selesai membeli baju milik Ival kini Rasya membelikan beberapa baju dan seragam sekolah untuk Andika. Tak lupa Rasya membelikan tas dan alat tulis lainnya.
Selesai berbelanja mereka memutuskan untuk makan, ketika menunggu makanan seperti biasa banyak orang-orang yang menyindir Rasya yang di sindir hanya diam karena hinaan orang-orang itu memang benar adanya.
“Masih muda udah punya anak!”
“Duh kasihan banget gak punya masa depan!”
“Si cowok kayaknya masih muda deh tapi dia ganteng kok!”
“Duh kasihan orang tuanya pasti malu banget itu!”
__ADS_1
“Dasar anak muda jaman sekarang bisanya malu-maluin doang!”
Rasya tidak peduli pada komentar orang-orang itu dia lebih memilih tetap menggendong anaknya sambil memainkan handphone keduanya yang jarang sekali di pakai sedangkan Andika hanya melihat buku menu gara-gara dia tidak punya handphone.
Tak lama pesanan datang Rasya langsung makan dia benar-benar lapar apalagi hatinya saat ini kesal dengan Rafi. Selesai makan dia menunggu Andika yang masih sibuk makan karena tadi sebenarnya Andika menyuapi Rasya karena dia sedang menyuapi anaknya.
“Kamu makan dulu gih jangan buru-buru santai aja!” ucap Rasya sambil tetap menggendong anaknya
Drt drt
Suara ponsel yang bergetar membuat Rasya penasaran lalu dia membukanya, setelah membaca pesan tersebut Rasya memicingkan alisnya dia bingung karena pesan tersebut berisi orang yang tidak di kenal sedang meng add linenya.
Dia panik sekaligus heran kenapa? itu karena ponsel kedua Rasya kosong tidak ada apa-apa sama sekali hanya ada line itu pun jarang di gunakan dan tidak ada orang lain yang tau id line miliknya.
Cowok ganteng: Hai cantik
Cowok ganteng: Hah gue siapa? dedemit mungkin
R45Y4: Serah lo
Cowok ganteng: Ini gue
Cowok ganteng: Woi kok di read doang sih
Rasya hanya meread dia kesal bisa-bisanya ada orang seperti itu, baru saja dia selesai makan dan moodnya di ganggu sama orang gak jelas. Rasya pun memilih memesan makanan penutup yang terlihat enak, Andika hanya mengangga melihat tingkah majikannya yang seperti orang kerasukan setan.
Setelah selesai menghabiskan seluruh kue coklat Rasya dan Andika lebih memilih melanjutkan jalan-jalan dan saat benar-benar puas mereka langsung pulang karena hari semakin malam dan takutnya udara malam sangat tidak cocok untuk Ival yang masih bayi.
__ADS_1
Setibanya dirumah mereka langsung sibuk kedalam aktivitas masing-masing Rasya tidur dengan anaknya dan Andika sibuk belajar demi mengapai cita-citanya. Di dalam kamar Rasya masih bingung harus menyekolahkan Andika dimana namun dia akhirnya sadar jika sekolah di tempatnya juga satu gedung dengan smp-sma dengan senyuman yang ceriah dia pun setuju Andika sekolah disana toh ia juga bisa berangkat pulang bareng dan juga melindungi Andika yang masih baru beberapa hari kota.
*****
Ke esokan nya Rasya berangkat ke sekolah dengan memakai mobil, setibanya di sekolah kelasnya sangat sepi mungkin karena masih terlalu pagi. Rasya pun memilih menunggu yang lain di tangga dia duduk disana dengan raut wajah sedikit senang namun perlahan hilang gara-gara melihat seseorang yah dia adalah Rafi.
Rasya berdiri kemudian membalikkan tubuhnya dia berjalan menuju kelas namun langkahnya terhenti karena Rafi memenang tangannya dengan lembut. Rasya hanya terdiam cowok itu berjalan sambil menariknya beberapa meter jauh dari tangga. Setelah menjauh dari tangga Rafi kini berdiri di depannya Rasya pun hanya memalingkan kepalanya malas berhadapan langsung dengan Rafi.
“Ada apa?” tanya Rasya kesal
Terlihat Rafi melepaskan tangannya dan cowok itu lagi-lagi memasangkan dasi pada dirinya. Setelah itu berlalu begitu saja tanpa menjawab pertanyaannya tadi. Saat ingin mengejarnya tiba-tiba saja seseorang memanggilnya mau tidak mau Rasya kembali ke kelas sepertinya ada yang penting. Dan benar saja saat di dalam kelas para temannya sibuk mengerjakan tugas dari guru fisika mereka banyak yang tidak paham maka mereka sama-sama meminta Rasya menulis jawabannya di papan tulis agar teman sekelasnya bisa mengerjakan tugas.
Walaupun kesal dengan kelakuan para temannya Rasya tetap mau menolong, setelah menyelesaikan tugas mereka semua menuju lapangan untuk mengikuti upacara. Saat di lapangan lagi-lagi dia melihat Rafi yang di hukum dia merasa bersalah.
Rasya menyesal pada dirinya sendiri padahal Rafi selalu ada ketika dirinya sedang kesusahan bahkan cowok itu tidak pernah meminta balasan yang ada Rafi selalu merubahnya mengajarinya mengaji, mengajak sholat bareng tapi sekarang gara-gara hari itu keduanya tidak saling sapa sok sibuk padahal pada kangen tapi gengsi mau ngomong.
Ketika Rafi selesai dihukum upacara pun dimulai Rasya mengikutinya dengan serius sampai-sampai seseorang datang berniat menyuruhnya menjauh tapi untungnya Rafi datang menolong dan meminta maaf padahal yang salah dirinya bukan Rafi. Rasya menatap cowok di hadapan Rafi sepertinya dia ketua osis kenapa? apa yang yang salah dengan penampilannya pikir Rasya.
Obrolan Rafi dan Si ketua osis sangat pelan dan sulit di dengar namun ketika Rafi mengangguk lalu ketua osis pergi Rasya malah penasaran dan yang membuatnya semakin penasaran adalah saat Rafi menariknya menjauh dari lapangan cowok itu mengajak Rasya ke gudang sekolah. Suasana yang sepi membuatnya takut apalagi ini berada di gudang lantai dua hanya ada Rafi dan dirinya, pikiran Rasya semakin was-was setelah mengingat kejadian kemarin.
Dia tidak akan melakukan disini kan? -pikir Rasya sambil melihat sekelilingnya
“Ke-kenapa kau mengajakku kesini?” tanya Rasya dengan nada bergetar takut.
Rafi tersenyum dan mendekati Rasya seperti akan menciumnya sontak ia memejamkan mata tapi ternyata cowok itu tidak melakukan apa pun, dengan perlahan Rasya membuka matanya setelah mendapat perintah dari Rafi.
Thanks for reading see you next time!
__ADS_1
Instagram: rosakawahara