TEKAD

TEKAD
02. COWOK MISTERIUS


__ADS_3

Srak srak


Saat lelah menangis Rasya mencoba menenangkan diri namun tiba-tiba terdengar suara yang membuatnya takut.


“Huh aku kira ada suara berisik apa ternyata seekor kucing liar!” Rasya menatap kesal cowok di hadapannya dia merasa familiar namun tidak bisa mengingat akibat kepalanya masih pusing setelah mabuk


Dia berdiri berusaha sadar dari mabuknya, setelah pandangannya sedikit membaik ia langsung menjawab hinaan cowok dihadapannya itu.


“E... enak aja lo tuh kucing liar!”


Cowok itu mendekat saat melihat wajah Rasya dengan jelas dia kaget terlebih mencium bau alkohol dalam diri Rasya.


Huh gadis kan... Aku kira dia gadis baik-baik tapi ini kok bau alkohol dan rokok sih... 


Pikir cowok di hadapan Rasya karena hari yang semakin gelap, cowok itu pun mengajak Rasya bermalam di kontrakan miliknya. Dia membiarkan Rasya tidur di kamar sedangkan dirinya di luar. Saat subuh Rasya terbangun bahkan dia teriak cukup keras membuat sang pemilik rumah kaget lalu masuk.


“Ada apaan?” panik pemilik rumah


“Ta.. tadi pas bangun ada kecoa!” ucap Rasya sambil menutupi tubuhnya


“Oh!” jawab cowok di hadapan Rasya sambil melirik jam yang menunjukkan pukul empat


“Udah ilang kayaknya terus kamu masih kayak gitu ngapain?”


“Anu tadi kecoanya terbang ke tubuh gue sangking paniknya jadi ngelepas semua baju!” sambil menunjuk baju-baju yang tergeletak di lantai


Cowok itu mengangguk paham lalu berjalan menuju lemari pakaian dan memberikan satu style baju yang pas untuk Rasya.


“Pakai itu aja dulu, bajumu akan aku taruh di kamar mandi besok kamu bisa cuci sendiri!”


“Dan cepatlah pakai terus ambil wudhu!”


“Untuk apa?” cowok dihapannya menatap Rasya bingung


“Untuk sholat kan udah subuh!”


Rasya hanya diam “Kau jangan bilang gak ngerti!”


“Bukan tapi gue lagi libur!”


“Oh yaudah!” jawabannya berlalu pergi


Cowok itu menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu menjalankan sholat subuh. Setelah sholat dia kembali tidur di luar, saat jam menunjukkan pukul 6 keduanya bangun.


“Lo ngapain?” tanya Rasya saat melihat cowok itu membuat sarapan


“Bikin sarapan!”

__ADS_1


“Oh yaudah gue nyuci baju dulu ya, sori ganggu!” ujar Rasya menuju kamar mandi


Saat di berada di dapur dia bingung karena tidak ada mesin cuci, Rasya pun mencoba mencuci bajunya memakai tangan walaupun dia sendiri tidak paham mencuci karena selama ini dia melaundry dan saat memiliki pembantu seluruh baju miliknya di cuci oleh bi Leha.


Ini dimana ya? aku pengen segera balik dan motor gue gimana ya? -batin Rasya


Setengah jam dia mencuci baju akhirnya selesai, kemudian mandi, dan sarapan selesai semuanya dia meminta cowok itu untuk mengantarnya ke bar kemarin. Awalnya cowok itu menolak namun Rasya memaksa hingga akhirnya dia mau. Saat tiba di bar terlihat Ziu dan Kinar yang sedang menunggu dirinya.


“Siapa dia?” tanya kedua temannya setelah melihat Rasya yang berjalan bersama cowok


“Eh gue juga gak kenal sih, tapi dia baik kok!”


Cowok itu pun pamit tanpa berniat memperkenalkan dirinya, Rasya sih tidak peduli yang penting dia pulang dengan selamat namun saat perjalanan kerumah dia seperti melupakan sesuatu namun tak bisa mengingatnya. Ketika di rumah dia sudah di sambut oleh bi Leha dan anaknya yang masih bayi. Melihat hal itu Rasya langsung menggendongnya dia tersenyum saat melihat anaknya masih tertidur. Karena masih bayi akhirnya Rasya membawanya masuk agar tidak terkena angin.


Di dalam dia meletakkan bayinya pada ranjang khusus bayi yang terletak di ruang keluarga, Rasya berniat menjaga anaknya sambil bersantai. Saat menonton TV dia sempat mendapatkan ide untuk mencari baby sister karena bagaimana pun bi Leha juga sudah tua tidak mungkin bisa melakukan semuanya sendirian.


“Bi saya mau cari baby sister buat bantuin bibi juga gimana?”


“Saya pasrah atuh non, tapi gimana anak bibi saja yang di kampung ikutan kerja disini? kasihan non dia sendirian dirumah bapaknya juga sudah meninggal!”


“Memang anak bibi udah tamat sekolah...?” tanya Rasya sambil membenarkan duduknya


“Belum non dia baru kelas tujuh smp tapi enggak sekolah lagi karena enggak ada biaya!”


Rasya menggangguk paham dia tersenyum kemudian setuju saja jika anak bi Leha juga kerja di sini untuk menjaga anaknya.


“Yaudah boleh bi tapi nanti anak bibi sekolah disini juga ya nanti saya bantuin bayar sppnya aja bi kalo buku-bukunya bibi aja ya!” kata Rasya sambil nyengir


“Bibi juga seneng anak bibi bisa sekolah lagi makasih ya non!”


“Iya bi yaudah saya titip Ival ya bi!”


“Non tidak pulang lagi nanti?”


“Pulang bi ini kan hari minggu saya kasih para karyawan gaji!”


“Oh hati-hati ya non!” Rasya mengangguk


Dia berjalan menuju kamar lalu mandi, selesai mandi dia pun bergegas menuju restoran miliknya dengan memakai mobil sport kesayangannya berwarna merah. Mobil itu memiliki banyak kenangan saat dirinya berpacaran dengan Bara namun untuk saat ini dia berusaha move on jika tidak nasib anaknya akan buruk.


Setibanya di restoran miliknya dia cukup senang karena pembeli masih saja ramai, dia pun menuju ruangannya dia memangil satu-satu pegawainya secara bergantian lalu memberikan mereka gaji. Semua karyawan sangat senang telah mendapatkan gajinya bahkan sempat mendapatkan bonus dari Rasya karena beberapa minggu ini restoran makin ramai.


Selesai memberikan gaji pada seluruh karyawan dia memilih untuk makan spageti, kue muffin dan dengan minumannya jus stoberi. Saat menikmati makanan dia sempat melihat cowok yang menolongnya kemarin sepertinya sedang membeli makan.


Ada duit juga dia bisa beli disini -pikir Rasya tetap sibuk menikmati spagetinya


“Lima puluh ribu mas?” ucap cowok itu kaget

__ADS_1


“Iya masnya kan pesan nasi goreng seafood satunya dua puluh lima ribu mas!”


“Astagfirullah nasi goreng biasa cuman sepuluh ribu di pertigaan rumah!” gerutunya sambil membuka dompet namun hanya berisi uang dua puluh ribu


“Saya gak jadi deh mas!” ucapnya


Salah satu pegawai Rasya pun kesal bersiap mengomel namun untungnya Rasya datang dan memberinya uang dengan alasan membantunya.


“Mas nih jangan marah-marah!”


“Iya mbak!” jawab pegawainya lalu pergi


“Eh gausah mbak!” ucap cowok itu


“Hmm sebagai tanda terimakasih aja!” ucap Rasya berbisik


“Yaudah makasih ya!” ucapnya kemudian berjalan pergi


Rasya pun mengambil tasnya kemudian mengejar cowok itu. Saat di luar dia kaget karena melihat cowok itu bersama gadis lain yang pakaiannya tertutup tidak seperti dirinya kekurangan bahan. Setelah gadis itu pergi Rasya menghampirinya mencoba untuk mengajak kenalan.


“Cewek lo cantik!” ujar Rasya yang malah membuat cowok itu kaget


“Astagfirullah asalamualaikum dulu kek!”


Rasya nyengir kemudian mengucapkan salam “Asalamualaikum!” ucapnya tersenyum


“Waalaikumsalam, telat sih tapi yaudahlah!” berjalan pergi


“Hei tunggu itu pacar lo?”


“Kenapa?”


“Cantik pinter juga lo milih pacar!”


Cowok itu tersenyum “Cemburu?”


Rasya membulatkan matanya tak percaya “Dih gak lah apaan coba!”


“Yaudah!” berjalan meninggalkan Rasya tapi gadis itu malah mengejarnya entah kenapa


“Hei tunggu nama lo siapa!” cowok itu berhenti


“Kepo, udah sana jangan ikutin gue!”


“Ye pelit amat!”


Rasya pun memilih pulang kerumah, karena hari juga semakin malam dan dia besok juga harus sekolah. Setibanya dirumah dia langsung tidur tanpa melihat anaknya terlebih dahulu lagian mungkin saja Ival juga sudah tidur.

__ADS_1


Jangan lupa vote and komen!


Instagram: rosakawahara


__ADS_2