
Instagram: RosaKawahara
"Aku suka kamu Rafi tapi maaf mungkin kamu akan kecewa jika tau kehidupan asliku!”
Dia kabur begitu saja, tapi aku tidak mengejarnya karena masih shock. Dan sejak kejadian itu kami berdua malah sedikit menjauh saat pulang sekolah aku juga tidak sempat bertemu dengannya telfon dan chatku tak dibalas akhirnya aku memilih diam sampai ke esokan paginya aku bertemu dengannya di parkiran sekolah dia memakai sepeda motor, sedangkan aku memakai mobil karena salah satu saudara angkatku telah kembali, dia tidak mementingkan harta warisan seperti adik perempuanku saudara angkatku juga kabur dari rumah karena tidak suka dengan orang tua kandungnya yang selalu menyuruhnya berbuat jahat padaku, saudaraku kabur ke Amerika menetap disana selama setahun ia juga mengumpulkan uang untuk membeli rumah sendiri setelah balik dari Indonesia.
Tanpa pikir panjang aku memanggilnya dia cuek akhirnya aku menariknya secara paksa lalu membawa Rasya ke dalam mobil disana aku langsung menciumnya lembut setelah itu memberikan sebuah kalung. Dia terlihat bingung akhirnya aku menjelaskan perasaan ku semoga saja semuanya tidak salah aku harap perasaan ini benar-benar suka bukan hanya sekedar rasa suka terhadap sahabat.
“Jadi gimana?” tanyaku
“Maaf Raf aku kemarin kayaknya efek masih mabuk deh!” dia keluar dari mobilku lalu kembali ke kelasnya
Aku hanya diam, benar-benar bingung harus berbuat apa? kenapa sih disaat aku sudah jatuh cinta dia malah hanya main-main. Perasaan Rasya berubah-ubah namun Rafi tak menyerah dia pasti akan membuatnya jatuh cinta kembali.
Rafi pun mengikuti pelajaran dengan tenang dia tidak peduli lagi dengan Rasya bukan bermaksud benci namun hanya membiarkan gadis itu menenangkan diri.
*******
Sore harinya
Rasya keluar kelas menuju parkiran disana ia melihat Rafi terdiam sepertinya menunggu seseorang, saat Rasya ingin pergi dengan motornya tiba-tiba seseorang datang dia bukan Rafi melainkan seseorang yang dulu pernah hadir dalam hidupnya, yah dia adalah Bara.
Sosok yang ia rindukan tiba-tiba hadir dalam wujud yang nyata itu membuatnya bahagia, Rasya pun memutuskan langsung turun dari motornya lalu memeluk Bara. Ia menangis dalam pelukan cowok itu di satu sisi Rafi yang menunggu Rasya lama merasa kecewa, hatinya sakit apalagi saat melihat gadis yang mulai ia cintai memeluk seseorang di depan matanya.
“Sya!” panggil Rafi pelan
“Lho!” ujar Bara
“Sya aku mau ngomong sama kamu!” ujar Rafi lembut
“Sya aku juga mau jelasin ke kamu!” sahut Bara yang juga ikut-ikutan
__ADS_1
“Elu kemana aja gua hamil anak elu?” ucap Rasya dengan bahasa Korea karena Rafi tidak paham dengan bahasa tersebut dan juga ia tidak ingin soal hubungan masa lalunya di ketahui Rafi
“Tidak, saya ingin menjelaskan dia bukan anak saya waktu itu setelah kamu mabuk aku aku memang menaruhmu ke hotel setelah itu aku pergi selama 2 jam an mencari baju dan obat untuk meredakan mabukmu Sya aku memang kecelakaan karena kondisiku setengah mabuk, aku koma beberapa minggu setelah sadar ternyata seseorang membuat berita kematianku akhirnya aku memilih pergi ke Amerika selama 2 tahun ini aku selalu memikirkan kamu dan anakmu itu akhirnya aku pulang ke Indonesia lagi demi mencari kebenarannya siapa ayah dari anak itu jika memang tidak berhasil di temukan aku akan bersedia menanggung nya karena bagimana pun juga karena ke lalaianku meninggalkanmu sendirian di kamar hotel" ucap Bara menjelaskan secara detail
"Lalu siapa anak itu Bara?” jawab Rasya frustasi
“Aku tidak tau, saat ini aku sedang sibuk mencari informasi Sya!” jawab Bara
“Intinya lo yang mulai dan lo juga yang harus tanggung jawab" ucap Rasya penuh penekanan
“Iya kalo tidak ketemu aku yang akan tanggung jawab memberi makan 2 orang lagi tidak akan membuatku miskin!"
“Hei!” panggil Rafi yang akhirnya angkat bicara setelah dikacangin
“Cih gua gk butuh duit elu bangsat, gua cuma butuh seseorang buat jadi ayahnya Ival setelah kejadian itu aku sering di caci maki, dihina orang-orang tapi aku tidak peduli aku sudah terbiasa tapi aku tak ingin Ival di hina aku takut jika dia besar sudah bisa bermain dengan temannya dia akan di hina karena tidak ada ayahnya aku takut mentalnya kacau!" ucap Rasya lirih
“Hei kalian berdua bisa diam gak?” bentak Rafi mulai kesal karena terus menerus di abaikan
“Apa?” tanya Bara dan Rasya bersamaan mereka berdua menoleh ke arah Rafi yang sepertinya ketakutan
Rasya pun menjelaskan jika Bara itu adalah mantannya, dan Bara pun menjelaskan jika Rafi itu saudara angkat dari Rafi. Yah ketiganya bingung tapi Rasya memilih mengajak Bara pergi dari hadapan Rafi karena ia ingin menujukan Ival pada Bara.
Selama perjalanan mereka mengobrol tentang alasan kenapa selama ini meninggal, sebenarnya itu hanya rekayasa dari seorang penabrak Bara yang dulu pernah membuat nya hingga koma. Bara juga berharap cepat atau lambat pelakunya tertangkap dan mereka segera tau siapa bapak dari Ival.
Setibanya di rumah Rasya, Bara langsung menggendong Ival dengan perasaan bahagia walaupun bukan anak kandungnya tapi ia sangat menyangi anak kecil. Saat ini mereka sibuk menonton tv sambil menemani Andhika belajar.
“Lo serius suka sama kakak gue?”
“Iya tapi gue takut kalo dia tau gue udah punya anak mana hasil di luar nikah!”
“Rafi gak akan benci sama lo paling cuman ngejauhin lo aja!” jawab Bara setengah tersenyum
__ADS_1
Senyuman yang aku rindukan sejak dulu, Bara terimakasih masa lalunya namun saat ini hadirmu mungkin tak akan seperti dulu lagi -batin Rasya
“Ye sama aja!”
Mereka pun melanjutkan aktivitasnya dengan makan malam kemudian mereka menuju ke hotel siapa tau mereka bisa mencari tau bukti beberapa tahun lalu tentang kejadian saat itu. Setibanya di hotel mereka tidak menemukan apapun karena pemiliknya melarang siapapun melihat cctv hotel karena menurutnya itu menganggu privasi hotelnya.
Mau tak mau mereka pulang kerumah masing-masing dengan perasaan sedih, tapi mereka berdua tidak boleh menyerah pasti suatu saat akan ketemu siapa sang pelaku. Tapi menurut Bara sendiri dia bingung apa alasannya seseorang menabrak dirinya dan membuat Rasya seperti itu? padahal mereka berdua sama-sama dari anak yang mungkin saja tidak bisa menjadi pewaris dari kedua orangtuanya.
Setibanya dirumah Rasya sangat shock karena melihat Rafi di depan rumahnya dia sedang berjongkok di halaman rumah untuk apa coba?. Rasya pun menghampiri Rafi cowok itu langsung memeluknya entah kenapa dia bahkan sepertinya habis menangis.
"Sya jangan tinggalin aku!”
“Rafi lo kenapa?”
“Aku sayang sama kamu Sya jangan sama Bara plis!”
Rasya tersenyum, perasaannya benar-benar bingung dia senang jika Rafi suka padanya namun ia juga takut kalo Rafi mengetahui bahwa dia sudah punya anak apakah semuanya akan berakhir indah?.
“Raf gue lagi sibuk kalo mau ngomong besok aja ya pr gue masih banyak yang belum gue kerjain!”
Rafi mengangguk dalam pelukan Rasya “Iya besok kita berangkat bareng ya Sya!”
Rasya mengangguk lalu pamit ke dalam rumahnya, ia menuju kamar lalu menangis sejadi-jadinya, apakah ia harus menjawab jujur pada Rafi namun bagaimana bisa?. Tak lama kemudian ia mendapat sebuah ide dia memilih pergi ke luar negeri untuk menenangkan dirinya, dia tidak ingin bertemu Rafi terlebih dahulu saat ini.
Ia mengajak anaknya juga dan meninggalkan Bi Leha, Andhika dan lestoran miliknya ia meminta Andhika untuk membantunya mengelola lestoran selama ia pergi.
“Saya titip rumah dan lestoran pada kalian ya saya ada urusan di luar negeri jadi mohon bantuannya!”
“Baik, terimakasih untuk selama ini kami akan berusaha sebaiknya!”
Rasya mengangguk lalu melangkah pergi keluar rumah dengan bantuan Andhika yang membawakan koper miliknya.
__ADS_1
**Jangan lupa vote and komen!
Thanks for reading see you next time**!!!