TEKAD

TEKAD
06. WEKEND


__ADS_3

Rafi pov on


Namaku Rafi cowok yang terkenal paling dingin di sekolah, emang sih aku tidak tertarik dengan urusan orang lain apalagi sampai harus dekat dengan wanita itu sangat menyebalkan karena apa? karena mereka hanya ingin menyombongkan diri bisa berpacaran denganku, mangkanya aku memilih cuek dan tidak peduli pada sekitarku namun salah saat aku bertemu dia rasanya ingin sekali melindunginya karena dia seperti orang yang pernah ku temui namun aku tidak ingat sama sekali.


Aku sebenarnya pewaris dari AN Grub salah satu perusahaan yang terkenal di kotaku tapi karena sesuatu aku memilih pergi dari rumah sama seperti Rasya tapi bedanya aku masih di anggap sedangkan Rasya hidupnya benar-benar menyedihkan.


Dan aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara walaupun nantinya aku yang akan menjadi pewaris yang sah tapi saat ini aku belum yakin semua aset orang tua akan di berikan padaku, karena orang tua angkatku sepertinya melakukan rencana yang akan membunuhku maka dari itu aku kabur dan suatu saat pasti akan merebut kembali hartaku.


Walaupun sudah hidup sendiri namun ternyata aku masih saja di ganggu oleh kedua adik tiriku yang merepotkan itu, contohnya saat aku ingin membeli makan di tempat yang tak jauh dari rumah kontrakan eh sialnya pas di jalan malah ketemu adik perempuanku dia minta beliin nasi goreng yang di restoran mahal aku menolak dia malah mengancam akan melaporkan ku ke ayahku menuduh aku berbuat kasar daripada makin banyak urusannya jadi aku memilih menurutinya , pas mau membayar ternyata uangku kurang dan untungnya ada Rasya membantuku membayarkan tapi saat itu dia belum tau namaku dan setelah kejadian itu ke esokan harinya aku semakin berusaha dekat dengannya bahkan membuat orang-orang iri pada Rasya yang bisa mendekatiku namun setelah kejadian kemarin di danau entah kenapa kami berdua sedikit berubah memang sih saling menyapa tapi tidak seperti beberapa hari lalu yang selalu makan bareng, pulang bareng saat ini jauh lebih memilih sendiri-sendiri.


Terkadang juga saat Rasya sendirian aku menyapanya dia malah cuek bikin kesal aja, pokoknya seharian penuh aku di cuekin bahkan lebih parah dia memblokirku entah apa yang salah padaku kemarin padahal niatku itu hanya ingin menenangkan dia bukan membuat kami semakin jauh.


Kami tak saling sapa hampir satu minggu dan hari ini adalah hari minggu dimana saat itu dia pernah berjanji bakalan mau ikut kencan denganku tapi aku rasa tidak akan, jadi aku memutuskan menghubunginya lewat telfon biasa semoga saja bisa dan semoga saja tidak kekurangan pulsa.


Ketika telfon tersambung dan dia mengangkatnya aku sangat terkejut buru-buru aku menjawabnya saat dia mendengar suaraku dia agak marah namun aku mengancamnya jika tidak menempati janji aku akan selalu mengusik hidupnya, tentu saja setelah mendengar ancamanku kami berdua pun bisa berkencan bersama di sebuah taman hiburan. Disini kami berdua sangat menikmati apalagi saat aku berhasil memenangkan permainan yang berhadiah boneka aku sangat senang dan boneka itu aku berikan padanya tapi tuh muka datar banget segitu kesalnya sama aku.


“Sya maaf!”


Tetap diam saat aku minta maaf jadi dari pada membuat masalah aku pun mengajaknya bermain di rumah hantu niatnya sih buat jailin dia saat takut siapa tau dia malah minta maaf dan meluk aku biar bisa ngusir tuh hantu tapi salah dia datar aja yang ada malah aku yang takut saat melihat para hantu yang jelas-jelas itu bohongan benar-benar payah banget aku.


“Lo cemen banget sih!” ejeknya sambil berjalan ke arah toilet aku pun mengikutinya dan menunggu dia di luar lama banget sumpah dia buang air kecil atau mandi sih sampai tiga puluh menit lho ngapain coba di dalam sana pengen masuk tapi di depan pintu udah tertera dengan jelas toilet khusus cewek


Rafi pov off


*****


Rasya pov on

__ADS_1


Aku sebenarnya males buat jalan bareng sama dia tapi gara-gara ancaman yang gak bermutu itu akhirnya aku milih mau dari pada hidup ku ke ganggu terus sama orang yang kek dia bisa gila di usia muda aku.


Saat di taman bermain aku sih biasa aja apalagi saat dia memberikan boneka padaku rasanya pengen nampol aja dan yang bikin aku makin geregetan adalah saat dia ngajakin masuk ke rumah hantu yang jelas-jelas dia takut, sebenarnya aku juga takut tapi berusaha sok coll mangkanya pas keluar dari rumah hantu aku lebih milih nenangin diri di toilet bodoh amat dia nunggu lama salah sendiri bikin kesel.


“Udah setengah jam balik ah!”


Kata Rasya langsung keluar dari kamar mandi.


Rasya pov off


****


Rafi pov on


“Lama banget!” kataku setelah melihat Rasya keluar dari kamar mandi


“Ikut gue bentar yuk!” pintaku


“Kemana?” tanya dia penasaran


“udah ikut aja!”


Aku membawa Rasya ke apartemen milikku disana aku mengajaknya makan bersama kali ini aku ingin menunjukkan kehebatanku dalam memasak. Ketika dia makan masakanku dia senang bangat bahkan nyaris aja dia nangis mungkin karena sangking enaknya kali.


“Enak Raf, apartemen lo bagus kenapa tinggal di kosan yang begitu?” tanya Rasya selesai makan lalu berjalan ke tempat cuci piring


Dia berniat mencuci piring aku pun menggangunya memeluk dia dari belakang lalu aku menciumi tubuhnya yang benar-benar wangi lavender sangat enak. Saat aku memeluknya dia terdiam menghentikan aktivitas mencuci.

__ADS_1


“Raf lepasin!”


“Gak mau!” jawabku semakin memeluknya erat terasa sangat nyaman saat bersama dia aku tau bukan muhrim tapi gak tau kenapa setiap dekat dengannya aku engan untuk berpisah


Aku terus-terusan bermanja pada dirinya, aku membalikkan tubuhnya dan mulai menciumnya aku membawanya ke atas ranjang sambil terus menciumi nya, dia hanyut dalam ciumanku aku pun membuka bajunya setelah kami berada di atas ranjang, sambil tetap menciuminya namun ketika aku ingin menyentuhnya lebih jauh entah kenapa aku seperti ingat sesuatu dan karena itu aku memilih membatalkannya dan berjalan ke kamar mandi mencoba menenangkan diri.


Setelah merasa tenang aku keluar dan melihat Rasya yang terdiam dia menutup tubuhnya dengan selimut milikku, tatapannya kosong sebenarnya dia kenapa apa mungkin karena perbuatanku tidak mungkin kan walaupun aku benar-benar dikenal alim tapi setelah kenal dia aku tidak bisa nahan lagi nafsuku padanya sangat merepotkan.


“Sya hei kamu kenapa?” aku menggoyangkan tubuhnya


“Jangan sentuh gue kotor Raf!”


“Kamu ngomong apa sih!” kataku sambil tetap menggoyangkan tubuhnya


“Hentikan gue itu kotor Raf jangan dekati gue lagi!” bentuknya


“Gue mau pulang Raf sory!” katanya sambil berlari keluar dengan tubuh yang masih terbalut selimut


Aku mengejarnya sampai luar namun dia sudah terlebih dahulu naik taxi, aku benar-benar frustasi ketika tau dia semakin menderita karenaku, aku memang salah gara-gara tidak pernah berpikir tentang perasaannya dan malah mentingin diriku sendiri aku benar-benar jahat.


“Maaf Sya!” lirihku melihat taxi yang di tumpanginya semakin jauh dan perlahan hilang


Aku pun memutuskan kembali masuk dan mulai hari ini aku memutuskan kembali menempati kembali apartemen milikku, aku pun langsung mengemasi barang-barangku ke apartemen setelah selesai aku langsung istirahat.


Rafi pov off


Jangan lupa vote and komen!

__ADS_1


Instagram: rosakawahara


__ADS_2