
Sudah satu minggu Rasya dan Rafi tak saling bicara ini karena Rasya masih kesal pada Rafi memang tidak marah tapi pas ketemu wajah tuh cowok bawaannya Rasya pengen muntah.
Dan sejak saat itu pun tidak ada menganggu kebiasaan buruk Rasya lagi dalam hal mabuk, balapan dan juga merokok. Bahkan saat pertemuan terakhir dengan Rafi ia berhasil dugem bareng kakak kelasnya yang waktu.
Meskipun mereka selalu bertemu keduanya saling kucing-kucingan terkadang jika dalam urusan mendesak keduanya tetap lewat namun tak saling sapa layaknya bertemu seorang mantan.
Kali ini Rasya berangkat agak pagi untuk tidur di kelas, setelah ia memarkirkan motor ninja miliknya ia pun berjalan menuju kelas namun tiba-tiba seseorang menarik tangannya yang membuat Rasya terdiam.
“Sya aku mau ngomong sama kamu!”
“Sory gue lagi sibuk!” melepaskan tangan Rafi dari pergelangan tangganya
“Sya mau sampai kapan kamu jauhin aku?”
“Gue cuman lagi pengen sendiri Raf, gue mohon jangan ganggu!”
Rasya meninggalkan Rafi menuju kelasnya dengan perasaan aneh, ia sibuk mengikuti pelajaran dengan tenang. Saat istirahat pun ia sudah terbiasa jajan bareng teman sejak tidak dengan Rafi, tapi memang Rasya bukan orang yang mudah akrab dengan orang lain dan untuk pertama kalinya saja dia bisa dekat dengan Rafi yang ternyata malah berakhir seperti ini.
Rasya dan kedua temannya menikmati makanan dengan tenang saat selesai makan, mereka masih di katin karena kedua temannya itu masih ingin membeli gorengan sedangkan dirinya memilih merokok karena baginya di kantin sangat aman karena guru-guru tidak akan ada yang kesini.
“Sya kamu suka ngerokok ya?” tanya Lidia teman sekelasnya
“Gue suka semua kok dugem, balapan juga soalnya itu bisa bikin hati gue tenang aja!” jawabku sambil sesekali menghembuskan asap rokok
“Kita gak suka sih sama bau rokok tapi yaudahlah karena kita teman jadi gue betahin!” sahut Naila
Rasya mematikan rokoknya karena merasa bersalah jika masih menghisap di hadapan tema-temanya. Lalu ia pergi membeli jus yang tak jauh dari tempatnya duduk.
Ia mengantri karena tokonya masih ramai, saat mengantri tiba-tiba seseorang menyodorkan jus stowberi kesukaannya, Rasya menoleh ternyata orang itu Rafi pantesan karena tidak ada orang lain yang tau minuman kesuksesannya.
“Buat gue?” tanya Rasya pada Rafi
“Yah, sebagai permintaan maafku!” jawabnya dengan tangan masih menyodorkan jus
“Tapi aku gak mau!” jawabku sambil meninggalkan nya
__ADS_1
Rafi menarik tangan Rasya lalu menaruh jusnya ke Rasya setelah itu dia tersenyum sambil mengacak-acak rambut Rasya.
“Aku iklhas Sya, oh iya mau nonton bareng gak besok?” tawarnya dengan senyuman
“Makasih jusnya, tapi gue gak mau kalo nonton bareng lo!” berjalan menuju kelas dia bahkan tidak sadar sampai meninggalkan teman-temannya
Tanpa ia sadari ternyata Rafi mengikuti dengan muka datar, tapi pikiran Rasya mungkin ia juga ingin balik ke kelasnya toh mereka satu jalan. Saat ingin berbelok ke kelas Rafi memanggilnya pelan, mau tak mau ia pun berhenti mendengar pembicaraan Rafi.
“Sya pils dong mumpung besok wekend dan kayaknya aku gak ada kerjaan!”
“Ck, yaudah iya gue mau!” jawabku pasrah meninggalkan Rafi sendirian
Padahal besok pengen jalan-jalan sama anakku taunya dia malah ngajak nonton, apa aku ajak Ival yah tapi kan pasti ngerepotin gimana dong? -pikir Rasya sambil menatap jendela di luar
Ia sibuk menatap luar, sampai bel masuk berbunyi kali ini pelajaran terasa bosan semuanya ada yang tidur mungkin karena guru pengajarannya terlalu sabar dan terlihat lelah jadi tak peduli dengan murid-muridnya asalkan sudah mengerjakan tugas.
*******
Malam harinya setelah ia memberikan gaji pada para karyawan di restoran ia memilih jalan-jalan menikmati udara malam di kotanya. Terkadang jika melihat penjual makanan dia akan mampir. Setelah bosan akhirnya dia memilih pulang kerumah namun saat akan kembali ke rumah lagi-lagi bertemu adiknya yang saat ini sibuk menghabiskan uang kedua orang tuanya.
“wah kasihan sekali karena gak punya uang jadi jajan di pinggir jalan ya!”
“Bukan urusan lo juga!” jawabku sambil memakan sate sangking kesalnya padahal tadi beli berniat untuk makan malam
Eh ada penjual bubur ayam beli deh buat Ival -pikir Rasya senang meninggalkan adiknya yang saat ini emosi gara-gara ia pergi begitu saja
Selesai membeli bubur dia memilih pulang kerumah, setibanya di rumah ia langsung memilih makan dan menyuruh Andika menyuapi anaknya dengan bubur yang sempat ia beli tadi. Setelah selesai makan dan membereskan semuanya dia memilih tidur agar ke esokan paginya ia tidak bangun kesiangan.
Ke esokan paginya ia sudah siap berangkat nonton bersama Rafi, meskipun tidak berminat tapi ia juga merasa bersalah apalagi setelah mengingat awal pertemuannya dengan Rafi padahal orang itu sering menolongnya.
“Udah lama nunggu?” tanya seseorang saat aku duduk di air mancur
“Eh enggak kok!” gantengnya
“Oh yaudah ayo kita cari makan dulu deh soalnya filmnya masih lama juga!”
__ADS_1
“Boleh!” jawabku santai hatiku benar-benar berdetak kencang saat melihat Rafi
Mereka pun mencari makan, selesai makan mereka langsung ke bioskop karena filmnya sudah mau tayang, selesai nonton Rasya mengajak Rafi keliling membeli baju. Rasya membeli baju bayi tapi Rafi tidak bertanya untuk apa dia malah ikutan memilih setelah selesai memilih mereka ke toko jaket.
“Sya mau couple sama aku?”
“Gak!” pergi ketempat yang lain
Selesai berbelanja keduanya langsung kembali kerumah, saat tiba di rumah Rasya memberikan bungkusan yang entahlah apa isinya. Cowok itu tidak bicara tapi dia langsung pergi begitu aja.
Setelah kepergian Rafi, Rasya memilih langsung masuk kedalam kamar untuk melihat apa isi dari pemberian Rafi, saat membukanya ia sangat kaget karena cowok itu membeli jaket yang tadi sempat di pegang Rafi.
“Cih buat apa coba?”
Drtd drtd
Handphone Rasya bergetar ia bingung saat nomer tersebut tertera nama Rafi, padahal sebenarnya ia sudah menghapusnya atau mungkin saat ketingalan di Rafi tuh orang menaruh nomernya dan membuka pemblokirannya tanpa berpikir panjang dia mengangkat telfon dari Rafi dengan kesal.
“Apaan ganggu banget!”
“Udah kamu buka hadiah dariku?”
“Iya ini juga mau gue buang ke tempat sampah!” jawabku terdengar menyakitkan
“Kenapa kan itu bagus, aku beli buat couple sama kamu Sya nanti pakai pas sekolah ya!”
“Ogah mending gue buang aja ke tempat sampah!” jawabku sambil memutuskan panggilan secara sepihak
Jangan lupa vote and komen!
Instagram: rosakawahara
Thanks for Reading!
Buang atau enggak ya enaknya? halah buang aja deh -(Rasya)
__ADS_1
Dia jahat banget sih padahal aku kan pengen kita jadi akrab lagi -(Rafi)