
Saat pulang jalan-jalan bersama Rafi, Rasya menuju lestoran miliknya karena salah satu pegawainya bilang ada seseorang yang ingin menemui pemilik lestoran mungkin dengan alasan untuk melakukan bisnis, mau tidak mau ia pun kesana tujuannya hanya lestoran miliknya semakin berkembang.
Setibanya disana ia langsung menemuinya, saat berada di hadapan orang itu Rasya hanya memasang muka datar karena mereka adalah kedua orang tuanya. Tak hanya Rasya yang bingung kedua orang tuanya pun sama-sama bingung melihat anak yang tak di harapkan.
Ibu Rasya tersenyum lalu meremehkan anaknya, hinaan seperti apapun dari orang lain ia pasti kuat untuk menerima tapi jika seorang ibu yang menghina anaknya terasa jauh menyakitkan daripada hinaan orang-orang sekitar.
“Oh bagus juga dapat uang dari jual diri?”
“Ma kamu gak boleh ngomong gitu!”
“Kan bener pa anak sekecil dia bagaimana bisa punya uang?”
Rasya tersenyum lalu menyuruh kedua orang tuanya duduk ia tidak ingin berlama-lama disini. Namun saat Rasya berusaha sopan ibunya memilih pergi tanpa memikirkan urusan bisnis, ayah Rasya pun ikutan pergi mengikuti sang istri.
Rasya pun memilih ke club dia ingin menenangkan pikiran, sebelum pergi ia sudah sempat mandi dan menganti pakaiannya yang di belikan salah satu pegawainya. Seperti biasa jika di club dia akan memesan minuman keras seperti tequila. Sambil merokok ia juga melihat sekeliling pengunjung dia berharap seseorang datang ke padanya. Ia juga berharap bahwa Bara masih hidup mungkin hidupnya akan lebih berwarna lagi.
Kedatangan Rafi memang bisa apa membuat Rasya berubah tapi untuk hati dan perasaan Rafi tidak bisa melakukan itu. Setengah tersadar dia menuju luar club, gadis itu benar-benar mabuk jika tidak segera keluar takutnya pria hidung belang akan menghampiri Rasya tanpa peduli dengannya.
Saat keluar Rasya sudah hampir pingsan namun untungnya seseorang datang dari wanginya Rasya merasa familiar namun matanya tidak bisa melihat dengan jelas.
“Maafkan aku membuatmu menderita!” ujar seseorang sambil menyentuh pipi Rasya
Orang itu membawa Rasya dan mobilnya kerumah milik Rasya, lalu dia meninggalkannya tanpa mengucapkan apapun tapi sebelum pergi dia sudah memangil pembantu Rasya semoga saja mereka bisa tau.
********
Ke esokan paginya Rasya terbangun dengan kepala yang masih sakit mungkin efek mabuk, dia buru-buru ke sekolah sebelum telat. Setibanya di sekolah dia di hadang oleh siswi yang memakai seragam sama dengannya mungkin dari kelas lain.
Jadi sekolah Rasya setiap kelas akan memakai seragam yang berbeda, kelas satu pasti akan memakai seragam biasa sedangkan kelas dia memakai rompi hitam dan kelas tiga rompi hijau dengan lencana.
“Lo pada bisa minggir gak sih?”
__ADS_1
“Lo tuh yang migir orang kek lo gak pantes buat Rafi!” Rasya membulatkan matanya malas
Pagi-pagi sudah dapat pemandangan yang bisa merusak matanya, dan yang paling bikin dirinya kesel adalah makhluk gak jelas itu marah-marah cuman karena Rasya dekat dengan Rafi. Saat Rasya ingin menghajar mereka Rafi datang lalu memarahi ketiga makhluk tak jelas itu. Mendengar ucapan Rafi mereka kabur setelah meminta maaf pada Rasya.
Setelah kepergian mereka keduanya langsung menuju kelas masing-masing, kali ini mereka tidak memakai jaket karena pasti akan panas apalagi sudah ada rompi sekolah.
"Sya jangan bikin gara-gara lagi ya!”
Rasya mengangguk “Iya makasih buat yang tadi!”
“Makasih doang nih?” kata Rafi sambil mengerutkan alisnya
“Lah kamu emang mau apa?”
“Makan bareng nanti di kantin!”
“Tapi aku bawa bekal!”
“Yaudah deh makan bekalnya di kantin!?” Rasya mengangguk setuju lalu pamit kembali ke kelasnya
“Baiklah kali ini saya ingin mengambil nilai kalian jadi berusaha semampunya!”
“Baiklah cowok-cewek jadi saya acak Rasya dengan Diki kalian lari mengelilingi lapangan siapa yang tiba-tiba terlebih dahulu dia yang mendapat nilai bagus!”
“Baik pak!” jawab keduanya kompak
“Satu, dua, tiga” peluit berbunyi mereka pun lari secepatnya
Rasya memang paling ahli jika berolahraga namun kali ini karena efek mabuk tadi malam dia jadi sedikit susah apalagi matanya masih mengantuk. Keduanya pun tiba di garis finish namun Diki yang terlebih dahulu tak lama di susul Rasya, setibanya di garis finish ia pingsan banyak yang khwatir tapi untungnya kekhawatiran mereka mereda saat Rafi sebagai anggota osis sigap membantu jadi teman-teman Rasya tidak perlu repot meninggalkan pelajaran olahraga.
Rafi membawa tubuh Rasya ke UKS, tak lama kemudian ia sadar dengan keadaan bingung apalagi tiba-tiba ada Rafi di hadapannya, karena paham dengan situasinya Rafi pun menjelaskan secara detail jika gadis itu pingsan mungkin karena kecapean.
__ADS_1
“Oh makasih, tapi gue pusing bukan karena kecapean!” jawabannya
“Jangan bilang kamu habis minum!” Rasya tersenyum
Rafi membuang nafasnya kasar “Udahlah aku mulai sekarang gak akan peduli sama kamu!” melangkah pergi lalu membuka pintu UKS
Rasya berusaha mengejar Rafi untungnya dia berhasil bahkan menutup kembali pintu UKS Rasya memilih menguncinya agar tidak ada yang datang.
“Buka aku males sama kamu!”
Rasya mendekati Rafi masa bodo kali ini dia di anggap cewek tidak benar hal yang penting baginya saat ini adalah membuat Rafi memafkannya. Rasya menarik dasi Rafi membuat cowok itu menunduk ke arah Rasya, saat itu pun Rasya berhasil mencium Rafi.
Rasya mencium Rafi setengah menit kemudian meminta maaf pada cowok dihadapannya.
“Maaf Fi jangan marah aku gak ada siapa-siapa selain kamu!”
Rafi hanya terdiam dia bingung harus berbuat apa, akhirnya memilih keluar meninggalkan Rasya sendirian di UKS.
*******
Rafi po on
Saat Rasya menciumku aku bingung harus berbuat apa akhirnya aku memilih keluar dan kembali ke kelas. Saat di kelas aku tersenyum sambil menyentuh bibirku, perasaanku memang tidak bisa di mengerti tapi mungkin kali ini aku telah jatuh cinta pada Rasya apa hanya perasaan seorang teman saja?.
Tak lama setelah aku kembali ke kelas guru pun datang alhasil aku memilih mengikuti pelajaran tanpa kembali ke Rasya, pelajaran berjalan dengan baik sampai jam istirahat. Saat istirahat aku tidak berani bertemu Rasya jadi lebih memilih tetap di kelas sambil bersembunyi namun ternyata dia berhasil menemukanku benar-benar hebat. Aku yang masih shock semakin shock saat dia mengucapkan maaf dan memberitahu perasaannya tapi kenapa dia menangis itulah yang membuatku kaget.
"Aku suka kamu Rafi tapi maaf mungkin kamu akan kecewa jika tau kehidupan asliku!” bisiknya lembut di telinga ku
Dia kabur begitu saja, tapi aku tidak mengejarnya karena masih shock.
**Rafi pov off**
__ADS_1
Jangan lupa vote and komen!
Instagram: rosakawahara**