
Instagram: rosakawahara
Satu minggu kemudian
Setelah acara UN Rasya dan teman-temannya sudah bersiap pulang kembali ke Indonesia karena masalah ini sudah tidak bisa di tahan lebih lama lagi. Tetapi setibanya di Indonesia mereka di hadang oleh wanita yang bernama Hanna, wanita itu mengajak ke sebuah tempat dimana mereka akan mempersiapkan rencana balas dendam untuk ibu tiri Rafi dan orang tua Rasya.
“Ayah?” kata Rasya dan Rafi saat keduanya melihat ayahnya masing-masing
“Ayah?” tanya Hanna heran
“Hanna ini anak kita Rasya!” kata Wijaya
Hanna langsung memeluk sang anak sambil menangis, sejak setelah melahirkan Rasya ia tidak pernah lagi bertemu anaknya. Karena ia tidak ingin orang yang telah merusak keluarganya mengetahui identitasnya.
“Maafin mama ya kamu tak pernah merasakan kasih sayang ibu karena mama!”
“Sebenarnya ada apa ini?”
Hanna pun menjelaskan kejadian sebenarnya, Setelah melahirkan sang kakak di tuduh korupsi keluarga nya jatuh miskin sang suami ingin membantu tetapi orang tuanya memaksanya menikah dengan Rita mau tidak mau ia meninggalkan Hanna hanya membawa Rasya, selama bertahun-tahun ia mencari istrinya tetapi tidak menemukan nya. Selama ini ayah Rasya hanya berpura-pura tidak menyukai anaknya membiarkan sang anak hidup sendirian tetapi ia tak selalu menyuruh seseorang mengawasi Rasya setiap hari bahkan saat Rasya hamil ia juga tau tetapi ia tak mengetahui siapa yang menghamili anaknya ia hanya bisa diam tak tau harus berbuat apa, ketika bertemu di lestoran ia hanya diam bukan karena benci tetapi tak sanggup melihat anaknya yang hidup sesangra, selama ini sang ayah tau kalo mama angkat Rasya itu jahat makanya sejak setelah menikah ia tidak pernah tidur dengan Rita bahkan tidak pernah tidur sekamar sebenarnya Rita marah tetapi ia menyuruhnya shoping saja daripada tidur bersama.
“Mama kenapa tidak pernah mencariku, Rasya ke siksa mah bahkan Rasya waktu kelas tujuh memilih pergi dari rumah aku sendirian mencari uang untuk biaya hidup!” Hanna memeluk putrinya lagi dengan erat dia juga paham seberapa besar penderitaan anaknya
“Tapi Rasya tetap sayang kalian semua!” ujar Rasya tersenyum bahagia
“Rafi itu anak siapa?” tanya papa Rafi
Aldo dan Bara tetap terdiam mereka memilih menikmati suasananya dari pada ikutan bicara yang tidak perlu.
“Ini anak aku pa ma!” ujar Rafi memperkenalkan Ival
“Kamu masih kecil udah ngehamilin anak orang, siapa ibu dari anak itu kenapa kamu gak pernah bersamanya!” kata Anggara agak marah
Plak
Anggara menampar sang anak dia benar-benar tidak tau harus berkata apa bertahun-tahun tak pernah bertemu namun saat sudah bisa kembali berkumpul Anggara malah mendapatkan anaknya yang sudah memeiliki bayi bahkan disaat usia Rafi masih muda.
__ADS_1
“Om Rafi tidak salah jangan sakiti dia!” Rasya memeluk Rafi sambil menenangkan Ival yang menangis karena kaget
“Ayah tenang saja kak Rafi pasti akan bertanggungjawab!” sambung Bara
"Yah saya yakin Rafi akan bertanggungjawab karena dia sanggat mencintai Rasya melebihi perasaanku terhadap Rasya"
"Yah kau benar tentu saja cintanya Kak Rafi juga sama melebihi cintaku terhadap Rasya, Kak Rafi sangat beruntung karena bisa mendapatkan wanita secantik Rasya Wijaya!" sambung Bara
Suasana kini menjadi semakin panas ketika ayah Rafi tau anaknya yang telah berbuat buruk pada anak dari pegawainya. Ayah Rafi marah bahkan sampai memukul sang anak ia sangat kesal karena saat kecil Rafi di didik sebagai laki-laki yang baik dan sholeh harus taat terhadap agama namun sekarang apa? anaknya malah berbuat buruk apalagi keduanya masih belum menikah bagaimana jika orang lain tau? itulah yang di takutkan oleh ayah Rafi.
Pak Wijaya, pun menenangkan rekan kerjanya di bantu dengan Aldo saat keadaan kembali kondusif Bara mulai menjelaskan kejadian setahun lalu kenapa sampai bisa Rasya dan Rafi memiliki anak. Sekitar satu jam kemudian mereka semua paham dan mulai mencari cara untuk menjatuhkan dan menangkap anak dan istri dari pak Wijaya dan istri dan anak dari ayah Rafi.
Mereka masing-masing menjalankan tugas sesuai yang di atur oleh ayah Rafi. Rasya dan teman-teman menyamar menjadi penari untuk acara ulang tahun dari adik tiri Rasya, sedangkan pak Wijaya dan yang lainnya berpura-pura menjadi tamu undangan mereka juga mengajak polisi namun para polisi juga menyamar menjadi tamu undangan.
Ke esokan harinya pada sore hari
Tamu undangan sudah banyak yang berdatangan yang hadir termasuk rekan bisnis dan orang-orang kaya dari teman pak Wijaya. Acara berjalan dengan lancar dan kali ini acara yang sudah di tunggu bagi semua orang, sebuah tarian dari Rasya. Para penonton sangat terpukau karena tarian indahnya dan mereka semakin di buat mengangga saat Dony dan Rasya menari bersama lalu ketika detik-detik terakhir Rasya menodongkan pistol walaupun itu pistol mainan Dony dan para tamu undangan sudah di buat ketakutan bahkan mereka banyak yang mengira bahwa Rasya itu perampok.
Rita dan anaknya sangat takut namun mereka tetap duduk diam, sedangkan ibu angkat Rasya mulai panik karena anaknya di todong pistol. Lia itulah nama dari ibu tiri Rasya ia mulai berteriak memerintah kan Rasya melepaskan anaknya bahkan ia menawarkan uang.
“Tolong lepasin anak saya!”
Rasya tersenyum lalu perlahan membuka topeng nya saat terbuka Lia dan Dony langsung menghina Rasya bahkan Lia nyaris memukul Rasya namun untungnya di tahan oleh pak Wijaya.
“Saya sudah tau kebusukan kalian, pak tolong bawa istri dan anak angkat saya!” kata pak Wijaya tegas
Ayah dari Rafi pun juga ikutan meminta pak polisi membawa anak angkat dan istrinya ke kantor polisi, keduanya sempat berontak namun semua bukti kejahatan sudah ada bahkan kedua orang tua Rasya dan ayah dari Rafi juga meminta hukuman yang berat karena sudah menjebak seorang anak kecil bahkan sampai berbuat hal buruk.
“Semoga mereka akan sadar dengan perbuatan nya!” ujar Aldo saat melihat para penjahat emak-emak itu di bawa masuk kedalam mobil polisi
“Terimakasih atas kerja samanya nak Aldo!” mereka mengucapkan salam satu persatu
Acara pun berlanjut semakin meriah walaupun bukan acara ulang tahun namun ini sudah menjadi acara pernikahan dari Rafi dan Rasya. Bara yang melihat mantannya bahagia dengan sang kakak cukup sedih namun ia tidak boleh mengeluh ataupun berusaha menikung karena pasti mamanya yang sudah tenang di alam sana akan kecewa dengan perbuatannya. Bara tersenyum lalu melangkah menuju Rasya dan Rafi ia memberikan kalung pasanganyang sudah di disain khusus oleh disainer terkenal bahkan kalung tersebut yang hanya ada dua dia dunia.
"Lho jadi kamu yang beli kalungnya?” tanya ayah angkat Bara
__ADS_1
"Hehehe iya pa sebelum aku pergi ke Korea aku sempat melihat papa yang membawa sebuah kalung dan aku juga mendengar percakapan papa dengan tante Hanna jadi aku memutuskan membelinya meskipun mahal tapi aku dan Aldo patungan ingin memberikan kalung ini sebagai hadiah pernikahan teman kami yang tercinta!”
“Tapi belinya juga pakai uang dari papa kan!” kata ayah dari Rafi dan ayah angkat Bara tersenyum
"Iya dong pa tapi aku janji setelah lulus sekolah aku akan kerja di kantor papa meskipun jadi ob juga gak masalah!”
“Masak anak dari pemilik perusahaan malah jadi ob!” sindir Rafi pada adiknya
“Kan kakak juga yang jadi pak direkturnya!”
“Tidak bisa nanti nak Rafi membantu Rasya mengelola perusahaan saya!” sahut pak Wijaya
Aldo tersenyum melihat tingkah para teman dan para keluarganya padahal ia baru bertemu sudah merasa akrab.
"Bara kamu saja yang nerusin perusahaan papa kalo tidak ada yang paham kamu bisa tanya sama yang sudah ahli yaitu pak Aldo!” Rafi menatap Aldo dengan tersenyum
“Kok saya, tapi yaudah gak apa deh lagian saya juga ingin tetap bersama dengan kalian!”
“Terimakasih Aldo maaf jika kedepannya saya akan merepotkan kamu!”
“Tidak masalah!”
“Sudah-sudah ayo lanjutkan acaranya para tamu undangan sudah banyak yang datang!” kata Hanna meminta semuanya kembali dengan tugas masing-masing
“Baik!”
Semuanya pun bekerja lagi dengan semangat hingga acara selesai mereka pulang kerumah masing-masing, termasuk Rasya kali ini dia pulang kerumahnya karena ia sudah lama tidak bertemu Andhika dan Bi Leha. Kali ini Rasya juga pulang bersama Rafi mereka akan menghabiskan waktu bersama sebagai pasangan suami istri yang baru nikah.
“I love you Rasya!” ujar Rafi
“Love you too Rafi!” lawan Rasya tersenyum bahagia
Kisah ini telah berakhir dengan indah, semua orang tidak akan lagi mengingatnya sebagai kisah cinta Rasya yang merindukan Bara, namun kisah ini akan di kenang sebagai kisah perjuangan cinta seorang Rasya dan Rafi.....
Tapi jangan pernah pergi dulu karena season dua akan segera hadir!!! Setelah menikah akan bagaimana kehidupan Rafi, Rasya, Bara dan Aldo???
__ADS_1
Terimakasih telah membaca CERITA TEKAD
Jangan lupa vote, rate and komen